
"Bagus lah , jika kau tidak apa-apa , maaf aku harus pergi duluan masih ada urusan yang ingin aku kerjakan ,sementara itu ,kau akan di kawal pengawal ku untuk memastikan keamanan mu, ini kartu namaku ,jika butuh bantuan kau bisa menghubungiku !" ucap Edward bersikap baik pada wanita yang tersenyum di hadapannya segera menerima kartu namanya.
" Kawal nona ini sampai tujuannya, aku permisi !" tambah Edward lagi ,segera membalik badannya .
" Tunggu tuan , !" teriak wanita itu memberhentikan langkah Edward .
" Nama ku Juwi !" ucapnya pada Edward yang menoleh.
" Oh ,baik ,tolong antar nona Juwi ini ,kalian mengerti !"
" Siap Tuan " serentak pengawal itu mengangguk.
"Terimakasih ," ucap Juwi masih menatap Edward yang segera masuk ke dalam mobilnya dan segera melaju kembali, sementara Juwi masih tersenyum sedikit penasaran dan tertarik .
" Aku pernah melihatnya dimana yah ?" ucapnya pelan sedikit menggaruk kepala.
"Ayo nona ,kami antar Anda ,!" ucap seorang pengawal .
"Apa anda bisa menyetir sendiri ?" tambah pengawal itu.
" Bisa ,kalian sebaik ya menggiring saja !" jawab Juwi segera masuk ke mobil dan berusaha mengendara kembali ,di ikuti satu mobil pengawal Edward , sementara satu mobil tadi melesat lebih dulu mengikuti Edward dari belakang.
Vila
30 Menit dari perjalanan tadi ,akhirnya Edward sampai juga di vila , ia segera keluar mobil dan masuk ke dalam vila sedikit terengah-engah.
"Elisa !" teriaknya tak biasa dari arah pintu masuk berlari ke tengah.
" Maaf tuan , nona Elisa ada di belakang " jawab Rena yang muncul dari dapur.
" Oh , dia sedang apa Bi ?" tanya Edward penasaran.
"Tadi katanya ingin cari udara segar , apa ingin bibi panggilkan ?" jawab Rena sedikit tersenyum ,melihat raut wajah tuannya yang tak biasa ,Edward selalu tersenyum ,tanpa muka dinginnya ,hal itu membuat Rena sedikit senang .
" Tidak usah Bi , aku mau mandi dulu !" ucap Edward segera berlari naik ke kamar , pikirnya tubuhnya sangat berkeringat dan panas ,mandi adalah cara satu-satunya untuk melepas kegerahan itu .
Di sisi lain , Elisa yang bosan berada di vila itu segera masuk kembali ke dalam ,di hati ia masih malu atas apa yang terjadi tadi pagi , serta sedikit khawatir pada Edward yang tiba-tiba pergi tanpa berpamitan terlebih dulu.
"Non Lisa , tuan sudah kembali !" ucap Rena ketika melihat Lisa tiba.
" Dia sudah kembali , !" jawab Elisa sedikit tenang.
" emp, sekarang tuan ada dimana bi ?" tanyanya pada Rena penasaran.
"Tuan ada di atas , katanya mau mandi " jawab Rena tersenyum.
" Oh ,iya Bi , kalau begitu aku ke atas dulu yah !" pamit Elisa segera naik ke kamar , sementara Rena kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang.
__ADS_1
Sesampainya di depan pintu kamar ,Elisa memberhentikan langkahnya ,ia ragu untuk masuk ke dalam " ah , ngapain juga aku samperin dia ,kan dia lagi mandi !" ucap Elisa pelan seraya menggigit jari .
lalu dengan bingung ia mondar-mandir di depan pintu kamar ,dengan pertanyaan yang banyak di kepalanya ,serta rasa keingintahuannya terhadap apa yang terjadi di kediaman Aleksander.
Masuk tidak ? masuk tidak ? masuk tidak yah , masih dengan langkah ragunya ia bingung.
Kemudian di tatapnya pintu lain di sebelah kiri , ruang baca .
" Lebih baik aku ke sana dulu ,dia juga pasti keluar jika sudah mandi , aneh sekali jika aku masuk dan bertanya , dia akan berpikir seperti apa nanti " segera Elisa menuju ruang baca mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar.
Di bukanya pintu itu , ruangan yang cukup luas untuk jajaran buku yang tertata rapi di rak buku besar , di sudut ruangan ada .eja dan kursi tempat Edward biasa mengerjakan tugas kantor ,Elisa masuk dan segera memilih buku , pikir nya lebih baik membaca buku dulu ,sebelum Edward selesai mandi.
Di lihatnya hanya ada buku buku tentang bisnis dan ilmu luar , membuat ia tambah bosan dan jenuh , Elisa melangkah menuju meja dan duduk di atasnya , pandangan matanya tertuju pada jendela kaca yang cukup luas menghadap keluar kota , kebetulan tirainya sudah terbuka .
Mom, kapan aku bisa merasa bebas kembali , batinnya menerawang di Palung hati yang dalam ,merasa sunyi dan sepi kembali.
cklek...
"Kau ada di sini rupanya ?" ucap Edward segera masuk setelah mengetahui keberadaan Lisa.
"Kau sudah mandi ?" balik tanya Lisa menoleh pada Edward yang menghampirinya tanpa turun dari atas meja.
" Apa yang terjadi ?" tanya Lisa masih lugu menatap pria yang kini semakin dekat di hadapan nya.
"Tidak ada yang terjadi ,semuanya baik-baik saja !" Edward merangkul pinggang Lisa yang masih duduk di atas meja .
" Kepalamu terluka ?" ucap Lisa tiba-tiba tertuju pada kening Edward yang sedikit lecet.
"Ini kenapa ,katamu tidak terjadi apa-apa, lalu , apa kau berkelahi ?" tanya Lisa sangat khawatir melihat luka di kening Edward ,lalu mencoba mengelusnya dengan lembut.
Edward sendiri sedikit aneh ,ah ,ia baru ingat luka itu mungkin karena kejadian tadi ,saat ia membanting setir tak sengaja kepalanya sedikit terbentur terkena stir mobil.
"Ini hanya luka kecil ,tidak apa-apa " jawab Edward meraih tangan Lisa seraya tersenyum.
"Itu lecet dan biru ,apanya yang tidak apa-apa, sebenarnya apa yang terjadi ?" masih penasaran Elisa tampak kurang puas dengan jawaban Edward.
"kepalaku tadi terbentur ,tidak sengaja menabrak pintu kamar mandi !" dalih Edward meyakinkan Elisa , ia sangat senang jika Elisa perhatian padanya.
"aneh " ketus Lisa pelan memalingkan wajahnya.
"Kau bilang apa ?" jelas Edward mendengar itu semua.
"Aku tidak bilang apa-apa, " ucap Lisa tersenyum kala Edward menggodanya.
__ADS_1
"Menikahlah denganku !' kata itu tercetus lagi dari bibir Edward yang membuat Elisa membulatkan tatapannya pada Edward.
Deg....
Oh mom, dia berkata seperti itu lagi , aku harus bagaimana ?
Melihat Elisa yang diam saja ,dengan wajah lugu nya membuat Edward sedikit berhasrat kala itu , di tatapnya bibir manis Lisa yang sedikit tertutup tak rapat mengguratkan rasa manis terpandang , wajah Edward pun segera mendekat ,sementara Elisa yang merasa terhipnotis dengan mata indah pria itu seketika saja menutup kedua matanya.
Edward yang masih melihat semua itu tersenyum sangat puas , kali ini elisa benar-benar telah mengizinkannya.
Cup......
Satu kecupan mendarat di bibir kecil Lisa,
cup...
Kembali Edward mengecupnya sedikit lama , dan berulang , di peluk nya Lisa yang masih duduk di atas meja dengan erat.
Perasaan bergetar yang sangat hebat kembali di rasakan Elisa ,kali ini getaran itu seperti tak berasal dari detak jantungnya ,melainkan sisi tubuh lainnya , semakin mesra mereka bersama ,seakan perasaan hati tercurah saat itu juga.
Elisa tak bisa menolak perasaan nya yang memang sudah nyaman di hatinya meskipun belum ada kata yang pasti ,namun sikap dan perlakuan Edward sudah tersimpan baik untuknya.
"Kau mau apa ?" tanya Lisa sedikit bergetar di bibirnya , di pikirnya ,aneh jika melakukan hal itu di sana.
Tak menjawab perkataan Lisa , Edward hanya tersenyum kembali mengecup bibir merah wanitanya , ,
Hari cerah yang kurasa saat kemarin ,ku pikir tak akan memudar meski awan gelap akan datang..
Meski sesemu lampu pijar berwarna oranye namun akan kalah oleh senyuman dinginmu yang kini menjadi hangat ...
entah ini baru di mulai atau ku berharap sampai kapan , yang pastinya kau sudah merubah luka ini menjadi kepingan yang bersatu dan ku harap akan utuh kembali..
Hay...Hay....stop yah ! hhe
Maaf up nya lama , jangan bosan-bosan yah menunggu dan baca ceritanya ! like and vote sebanyak2nya oke, jangan lupa komentarnya kritik dan sarannya di bawah biar author nya terinspirasi dan semangat lagi .
author usahain deh ,bakal up LG lebih banyak , terimakasih
__ADS_1