Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 100. Tak sabar.


__ADS_3

Mereka bercengkrama bersama dengan keluarga Rani, pada satu momen Ayah Rani berbicara serius pada Alex.


Dan kebetulan Petra sudah ijin pulang, untuk mengurusi pekerjaan nya.


"Lex, apahkah Rani sudah berbicara tentang ucapan Om kemarin-kemarin ? " Tanya Ayah Rani.


Alex tak ingin berpikir keras terlebih dahulu.


"Yang mana ya Om ? " Tanya Alex.


"Oh, berarti Rani belum mengatakan nya. Om bertanya tentang kelanjutan hubungan kalian kedepan nya. Om ini sudah tua Lex, Om sudah bosan mengurusi Perusahaan, jika saja kalian menikah mungkin beban Om akan berada ringan. " Jelas Ayah Rani mendapatkan kecaman dari Istri nya.


"Pah, Papah tuh gimna sih ? ini tuh bukan waktu nya menanyakan hal itu, lihat dong Pah kondisi Alex. " Ujar Ibu Rani.


Rani hanya terdiam dan kepala nya berasa sangat pusing.


Alex tersenyum tipis. " Tidak apa-apa ko Tan, lagian Alex pun sama ingin segera bersatu dengan Rani. Kebetulan Mommy di rumah lagi sakit, jadi Alex belum sempat membicarakan ini. "


"Tuh Pah denger. " Sabung Ibu nya Rani pada Istri nya.


"Keluarga kamu tidak ada di sini Lex ? " Tanya kembali Ayah Rani.


"Oh ada ko Om, tadi ada kakak di sini, dan semalam pun bermalam di sini bersama Rani, tapi tadi pagi dia ijin pulang terlebih dahulu nanti dia balik lagi. " Jawab Alex sangat santai.


"Sayang, jika kamu lelah pulang lah dulu. Kan nanti Kak Vera mau datang lagi ke sini. " Ujar Alex menatap kekasih nya.


Awal nya Rani keberatan dan tidak mau meninggalkan Alex, tapi Rani pikir lebih baik diri nya pulang terlebih dahulu untuk mandi dan membawa makanan untuk Alex.


"Ya sudah nanti aku pulang setelah Kak Vera sampai ya. " Jawab Rani.


Alex mengabulkan permintaan Rani. Tak berapa lama kedua Orang tua Rani pun pamit.


Tinggallah Rani dan juga Alex di ruangan itu.


"Sayang, maafkan Papah ya terlalu mendesak kamu. " Ujar Rani merasa tidak enak.


"Gak papah ko Sayang, aku ngerti. Mudah-mudahan setelah aku pulang dari rumah sakit kita bisa langsung menemukan jalan keluar nya ya, Ehh ... tapi sebenarnya aku sudah menemukan jalan keluar, mungkin Petra tinggal menunggu waktu yang pas saja. " Jawab Alex.


"Kamu itu apa jadi nya ya bila tidak ada Petra. " Goda Rani pada Alex.

__ADS_1


"Ya sama, kaya aku tanpa kamu Sayang, mungkin aku tidak akan bertahan sampai saat ini. " Jawab Alex dengan gampang nya.


"Iihh ... apa sih kamu. " Cubit Rani pada Alex.


Kak Vera pun sampai di Rumah sakit, Dengan pelukan hangat Alex membiarkan Rani pamit untuk pulang terlebih dahulu.


Rani janji akan segera datang kembali, menemani Alex.


Setelah kedua nya merasa cukup, Rani pun pergi dan meninggalkan Rumah sakit.


Di dalam mobil Rani terdiam, "Kasihan Alex, dia berjuang seorang diri. Alex sekarang pasti terbebani dengan ucapan Papah tadi. "


Rani merasakan sakit di kepala yang begitu hebat, namun tidak ia rasakan.


Sesampai nya di rumah, Rani segera bergegas ke kamar nya untuk membersihkan diri dan melepas pakaian tidur nya.


Baru sadar Rani dari mulai datang ke rumah sakit sampai pulang dari rumah sakit, Rani hanya mengenakan pakaian tidur.


Hari itu pun berlalu. Rani sudah bersiap di pagi hari Rani sudah terlihat Rapih dan turun dari kamar nya.


Sebelum Rani pergi, Rani tak melewatkan kesempatan untuk sarapan bersama kedua Orang tua nya.


"Mau kemana Sayang ? " Tanya Ibu nya Rani.


"Hati-hati Sayang. " Sambung ayah nya Rani kali itu.


Rani pun pamit, saat di dalam mobil dan keluar dari gerbang rumah nya, Rani melihat mobil hitam masih ada di sekitaran Rumah nya.


"Syukurlah Orang suruhan Alex masih setia menjaga ku, setidak nya aku merasa aman. " Ujar Rani dalam hati nya.


Sebenar nya pagi itu Rani akan mendatangi rumah Alex, dan ingin berbicara pada Ibu nya Alex.


Pikir Rani, Rani tidak mau jika Alex yang harus memperjuangkan kebahagiaan mereka seorang diri.


Sopir yang mengantar Rani hanya mengangguk saat Rani menyuruh nya untuk mendatangi sebuah alamat, yang arah nya berlawanan dengan arah ke Rumah sakit.


Setelah Rani menempuh jarak kurang lebih satu Jam, Rani sampai di rumah mewah milik keluarga Alex.


Sebelum Rani masuk, Rani sudah di sapa oleh Security rumah Alex, Rani menanyakan tentang keberadaan Ibu na Alex, dan ternyata Ada.

__ADS_1


Dengan seribu alasan Rani berhasil memasukan mobil nya ke dalam halaman rumah Alex, Sopir menunggu di pelataran rumah Alex dan Rani masuk menekan bell pintu rumah Alex.


Rani melihat jam tangan yang ia kenakan sambil menunggu pintu itu terbuka.


Ternyata yang membuka pintu itu adalah seorang asisten rumah tangga di rumah itu.


Setelah Rani menjelaskan kedatangan nya, Rani di persilahkan masuk, dan Asisiten itu pun memanggil Ibu nya Alex.


Rani duduk di sebuah ruang tamu, dan ia tidak datang dengan tangan kosong, Rani membawa keranjang buah yang berisi buah segar yang sempat ia beli di jalan tadi.


Suara langkah kaki mulai Rani dengar, Rani mempersiap kan diri nya saat itu juga.


Langkah Ibu nya Alex terhenti saat mengetahui siapa yang datang.


"Kamu ? " Tanya Ibu nya Alex.


Rani tersenyum. "Iya Tan, Tante apa kabar ? "


Ibu nya Alex terdiam, dan duduk di satu ruangan bersama dengan Rani.


"Mau apa kamu datang kesini ? mungkin Alex sudah menceritakan jika saya tidak berharap untuk bertemu kamu lagi. " Tiba-tiba ucapan tidak mengenakan pun Rani terima.


Rani tersenyum " Tidak Tan, Alex tidak pernah menceritakan apa pun, saya kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu dan mempertanyakan sesuatu, itu pun karna pikiran saya sendiri, tanpa ada campur tangan Alex."


"Cepat katakan, saya tidak ada waktu. " Jawab ketus Ibu nya Alex, yang memang terlihat sangat tidak suka pada Rani.


"Sebenar nya apa yang membuat Tante benci sama saya ? Kenapa Tante hukum Alex seperti ini, kasihan dia Tan. " Jelas Rani tidak terlihat sakit hati sama sekali.


"Saya tidak menghukum anak saya ko, saya hanya menyadarkan nya. Jika begitu ! tinggalkan anak saya. " Jawab tegas Ibu nya Alex.


"Seburuk apa Tan saya Dimata Tante, kenapa Tante menilai saya seburuk itu sebelum Tante mengenal saya, kenapa Tan ? jika saya meninggalkan Alex, itu bukan sebuah solusi Tan, saya mohon Tan berdamailah dengan hati Tante. " Rani memohon karna tidak mau melihat Alex semakin tersiksa.


Rani merasa usaha nya akan sia-sia saja kali itu, Alex yang sudah di kabari oleh anak buah nya jika Rani mendatangai kediaman Alex.


Langsung mengurusi kepulangan nya dari rumah sakit bersama Kak Vera, Alex sangat khawatir akan kondisi Rani.


Takut jika Ibu nya sampai berkata keras pada nya.


"Kenapa Rani senekat ini sih Lex ? " Tanya Kak Vera.

__ADS_1


"Biarkan lah Kak, Rani pun sudah jengnga dengan masalah ini, mungkin Rani ingin berbicara langsung pada Mommy. Yang aku pikirkan hanya lah kondisk Rani Kak saat ini. " Jawab Alex tergesa-gesa.


Alex menghubungi Petra, untuk membawa barang bukti itu, Alex merasa ini waktu yang Pas, untuk mengungkap kan semua nya.


__ADS_2