
BAB 61.
"Ini bukan akhir dari segala nya Ran, jangan berpikir kamu sudah lepas dari ku, kamu bisa bahagia dan menjadi milik orang lain. Tidak Ran ... itu tidak mungkin. " Ucap Denis dengan senyuman tidak rela nya.
Denis terus saja menjalin komunikasi baik dengan Ibu nya Alex, sampai-sampai Ibu nya Alex sangat berterima kasih pada Denis, dan itu menjadi kepuasan tersendiri bagi Denis.
Denis semakin gencar mendekati Ibu nya Alex, tak sampai di situ Denis menyuruh orang untuk me mata-matai Rani saat hendak keluar dari rumah nya.
Sungguh kini Denis sudah menjadi Gila, tidak mau jika Rani menjadi milik orang lain. kini obsesi nya hanyalah Rani, Rani harus menjadi milik nya kembali.
Sementara Ibu nya Rani kinih semakin penasaran akan keluarga Laki-laki yang di ceritakan oleh anak nya itu. Ibu nya Rani mulai mencari informasi tentang asal-usul keluarga Alex.
Tak perlu waktu lama, beberapa hari setelah Ibu Rani mengutus kepercayaan nya untuk mencari tau, Ibu nya Rani pun sudah mengantongi informasi lengkap tentang asal-usul keluarga Alex.
Ibu nya Rani tercengang kaget, setelah tau siapa Alex dan siapa keluarga Alex.
"Jadi dia Ibu nya Alex !! Pantas saja dia tidak sembarangan memilih orang untuk jadi menantu nya. tapi sayang dia terlalu bodoh untuk terlalu cepat menilai siapa Rani sebenar nya, dan dari keluarga mana Rani sebenar nya. Jadi malas besanan sama dia. " Ucap Ibu Rani sambil tersenyum jijik seperti nya.
Tapi di samping itu Ibu nya Rani, harus mencari tau tentang Alex, karna Ibu nya Rani tau sifat anak nya, jika sudah mencintai susah untuk melepaskan nya.
Rani sedang terdiam di meja Rias nya memandang ke arah cermin, bukan bayangan diri nya yang terlihat melainkan bayangan sang pujaan hati yang terus saja menemani diri nya dimana pun berada.
"Lex, aku mohon !! jika kau sudah pulih, beritahu aku dimana kamu sekarang, aku tersiksa Lex, bagaimana keadaan kamu sekarang Lex !! bantu aku Lex. " Rintih Rani penuh dengan kesedihan di ruangan kamar nya.
"Kemana aku harus mencari mu Lex !! " Sambung Rani pilu.
Rani menangis tanpa suara di dalam kamar ny, Rani merasa tidak ada satupun orang yang mengerti perasaan nya, setiap hari nya Rani hanya menghabiskan waktu di butik nya atau tidak di dalam kamar ny saja.
Tanggal keberangkatan Rani pun tinggal satu hari lagi, Rani memang merasa lelah dengan keadaan. Tapi bukan dengan meninggalkan tanah kelahiran nya, lalu pergi berlibur keluar Negri, bukan itu yang Rani mau.
Dengan cepat Denis mendapatkan kabar, bahwa Rani akan pergi berlibur di esok hari, Denis tersenyum kecut dan mulai merencanakan sesuatu lagi, kali ini bukan Ibu nya Alex yang akan lebih kesal pada Rani, tapi Alex lah yang harus merasa kesal pada Rani.
Sungguh rencana yang kotor, begitu gampang nya Denis mendapatkan ide untuk memisahkan antara Rani dan juga Alex.
Malam nya sebelum keberangkatan Rani ke luar negri, Rani tidak pantang menyerah untuk mencari tahu tentang keberadaan Alex, malam itu Rani beruntung.
Sudah beberapa kali Rani menemui Petra orang yang menurut Rani, adalah teman baik nya Alex, namun usaha Rani sia-sia saat ingin meminta bantuan Petra untuk menemui nya saja Rani selalu tidak bisa.
__ADS_1
Namun pada malam itu Rani melihat Mobil Petra tertenteng jelas di pelataran parkir kantor nya Petra. Rani bernafas lega, dan Rani segera keluar dari mobil nya dan segera menemui Petra.
Petra yang sedang lelah dengan rutinitas harian nya yang begitu padat, membuat Petra sangat lelah, tanpa sadar ada seseorang yang hendak menemui nya.
Petra sengaja tidak langsung pulang kerumah nya, karna faktor kelelahan pula, semua karyawan Petra sudah pulang, sehingga tidak ada yang memberitahukan kedatangan Rani ke ruangan nya.
Rani dengan gampang nya masuk kedalam ruangan Petra, karna kebetulan itu tidak terkunci, saking lelah nya Petra mengulur waktu untuk segera mengunci pintu nya.
Rani merasa tidak enak, karna kini Rani langsung bisa melihat Petra yang sedang berbaring di sofa ruangan nya dengan santai.
Petra dapat merasakan kedatangan seseorang, saat menoleh Petra terkejut karna mendapat sesorang yang sedang berdiri di depan pintu ruangan nya.
Petra langsung terperanjat langsung bangun dari rebahan nya.
"A-anda Nona ?? " Ucap Petra gugup.
Persaan tidak enak kini muncul dalam hati Rani, saat melihat sosok Petra yang penuh wibawa terkejut akan kedatangan nya.
"Ma-maaf jika kedatangan saya, membuat anda terkejut dan mungkin berkesan tidak sopan. " Ucap Rani merasa bersalah.
Petra melihat kegugupan pada Rani, dan Petra pun merasa gugup pasti nya, Petra Laki-laki normal dan juga tampan, siapa yang tidak gugup berada di dalam gedung dan di dalam ruangan bersama dengan wanita cantik seperti Rani, di malam hari pula.
"Oh .. Tidak Nona !! Silahkan duduk, Maaf saya sedikit terkejut, sehingga mungkin anda melihat ketidak nyamanan saat saya menyapa kedatangan anda Nona. " Petra berkilah, sambil menetralisir suhu tubuhbnya yang semakin tidak karuan.
"Jika saja Rani belum Alex cintai, mungkin sudah aku jadikan Istri. Laki-laki mana yang tidak tergoda akan kecantikan nya. walau pun janda, tapi masih terlihat seperti gadis yang baru lulus sekolah. " Gumam Petra, yang masih mengendalikan diri nya, sementara rasa lelah nya masih terasa di benak Petra.
"Silahkan duduk Nona, saya tinggal sebentar !! " Ucap Petra sangat sopan pada Rani.
Rani pun duduk di kursi yang sudah di persilahkan oleh Petra, Petra berjalan entah kemana, mungkin Petra ingin mencuci muka terlebih dahulu lalu menyiapkan minuman seadanya untuk Rani.
Setelah itu Petra kembali, dan duduk di satu lingkaran kursi yang sama.
"Apa ini tentang Alex Nana ?? " Ucap Petra membuyarkan lamunan Rani.
"I-iya, saya pikir saya bisa mengetahui tentang keberadaan Alex pada Anda Tuan !! " Jawab Rani sopan pada Petra.
Petra menyenderkan separuh badan nya pada senderan kursi yang sedang ia duduki.
__ADS_1
"Ya tentu saja saya tau, dimana Alex berada !! mustahil jika saya tidak tau keberadaan bocah itu saat ini. " Jawab Petra terus terang.
"Terus, bagaimana keadaan nya sekarang ?? Apa di sudah pulih, pasca pulang dari Rumah sakit ?? " Tanya Rani penasaran, karna rasa khawatir nya pada Alex.
"Sebetul nya Alex dan keluarga Alex adalah Klien saya Nona, dan saya tidak di berikan wewenang jika Klien saya meminta untuk tidak memberitahukan tentang hal apa pun yang berkaitan dengan Klien saya. " Jawab Petra mematahkan semangat Rani seketika.
Rani tidak menyalahkan Petra, karna itu lah tugas nya jika sebagai kuasa hukum. harus bisa menjaga Privasi klien nya jika di minta.
"Apa itu Alex yang meminta nya ?? " Tanya Rani, sekedar ingin tau.
"Tentu saja bukan Nona !! malainkan ... " Jawaban Petra terpotong oleh tebakan Rani.
"Ibu nya ?? " Tebakan Rani, pada jawaban Petra.
Petra mengangguk secara perlahan, Petra sedikit terkejut karna Rani tau bahwa Ibu nya Alex tidak menyukai hubungan nya bersama Alex.
Petra ingin sekali membantu Rani, tapi tidak dengan cara tangan Petra sendiri. Petra mulai memikirkan jalan keluar nya.
"Begini saja Nona, Anda bisa mengikuti salah satu Orang rumah Alex, yaitu Bibi yum, pekerja IRT di rumah Alex, dia sering berbelanja ke pasar. dengan begitu keluarga Alex tidak akan curiga jika anda mengetahui alamat Rumah Alex dari saya. " Usul Petra bisa langsung di mengerti oleh Rani.
Petra bingung dengan ekspresi wajah Rani, saat mendengarkan ide nya.
"Saya sangat setuju dengan usulan anda barusan, tapi ..... sayang, saya hanya mempunyai waktu sampai tengah malam ini. " Ucap Rani sangat menyesal dan pilu.
"Loh kenapa ?? " Tanya Petra penasaran.
"Saya harus pergi ke Luar Negri besok pukul 9 pagi, sebenar nya itu bukan kemauan saya, tapi Daddy memaksa saya untuk mengurus sesuatu disana. " Jawab Rani dengan sedih.
Petra menggaruk kepala nya yang tidak gatal sama sekali.
"Perlu anda ketahui Nona, jangan kan anda. Saya pun sebagai kuasa hukum keluarga Alex, di larang keras untuk masuk ke dalam kamar Alex, walaupun itu hanya sekedar ingin mengetahui keadaan Alex. " Ucap Petra, membuat Rani semakin tak mengerti pada jalan pikiran Ibu nya Alex.
"Sungguh Rumit !! " Keluh Rani pelan, namun Petra dapat mendengar nya.
"Saya janji Nona, setelah saya bisa bertemu dengan Alex, saya akan memberitahukan tentang anda, yang sangat susah untuk menemui nya. Yakinlah Nona di sana Alex pun pasti sedang cemas ingin mengetahui kabar anda sekarang ini, sama seperti anda saat ini. " Jawab Petra, sedikit nya bisa menenangkan hati Rani.
"Saya menemui orang yang tepat rupa nya, terima kasih Tuan !! saya sangat menunggu kabar baik dari anda, jangan sungkan untuk menghubungi saya mau di jam berapa pun itu, karna setiap detik nya saya selalu menunggu kabar baik tentang Alex. " Ucap Rani menutup percakapan pada malam itu bersama dengan Petra.
__ADS_1
Rani pun berpamitan pada Petra, Petra sangat lega saat mahluk super cantik keluar dari ruangan nya, kecantikan Rani sangat mengganggu naluri dalam tubuh Petra.
Akhir nya Petra bisa beristirahat dengan tenang, saat kepergian Rani dari ruangan nya.