Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kekuatan Cinta


__ADS_3

BAB 65.


Alex tidak memikirkan semarah apa Ibu nya nanti, yang jelas Alex ingin terus berada di samping Rani, dan Rani tidak menolak nya. Alex memerintahkan Petra untuk mengurusi keberangkatan nya, dan mempersiapkan segala nya saat sampai di tujuan.


Rani tidak perduli seberapa akan benci nya Ibu nya Alex terhadap nya nanti, kini kekuatan Rani semakin besar saat Alex berada di samping nya, begitu pun dengan Alex.


Alex menaiki maskapai penerbangan untuk mengantarnya ke tempat tujuan, Rani baru merasakan ke khawatiran saat melihat kondisi kening Alex yang masih di lilit oleh kain perban.


"Sayang, apa luka ini sudah sembuh ?? " Tanya Rani khawatir. Rani menunjuk dan mengelus kening Alex.


"Tidak usah khawatir sayang, ini sudah jauh lebih baik ko !! lagian badan ku sudah lebih baikan sekarang ini. " Jawab Alex, menguatkan diri nya sendiri.


"Aku takut Denis akan berbuat lebih gila lagi dari tadi, entah kenapa dia kini berubah menjadi kriminal. " Ucap Rani khawatir.


Alex mengecup pucuk kepala Rani, yang kini sedang menyender di pundak Alex.


"Itulah nama nya penyesalan selalu datang di akhir. " Jawab Alex lembut.


"Kenapa jalan cinta kita menjadi seperti ini ya sayang ?? malah orang terpenting dalam hidup kamu pun, tidak menyukai tentang hubungan kita, sungguh jika mengingat perkataan Ibu kamu, aku menjadi putus asa. " Ucap Rani sedih.


Alex mencerna perkataan Rani, Alex berpikir bahwa perkataan Rani ada benar nya juga, Alex mulai mencurigai jika ada sesuatu di belakang itu semua.


Alex tidak menceritakan kecurigaan nya pada Rani, karna Alex tidak mau melihat Rani semakin khawatir. Alex mulai akan menyelidiki semua nya.


Dan di tempat lain Kak Vera sedang memberitahukan keberangkatan Alex ke Luar Negri bersama dengan Rani, sesuai dugaan Vera, Ibu nya sangat kecewa dan khawatir tapi ke khawatiran itu ia tunjukan dengan ekspresi wajah marah nya.


Ibu nya Alex semakin tidak menyukai Rani, Ibu nya Alex beranggapan bahwa Rani semakin tidak berdampak baik bagi Alex.

__ADS_1


Selain geram pada Alex, Vera pun kena getah nya. Vera menjadi sasaran empuk oleh Ibu nya, namun Vera tidak merasa menyesal karna sudah membantu Alex, justru Vera senang karna kini Alex sedang berada di sisi orang yang tepat.


"Mom, sudahlah Alex itu sudah besar !! dia tau mana yang benar dan mana yang tidak, Mommy jangan terlalu menghujat bahwa Rani bukan wanita tidak baik apa lagi itu di lihat dari status nya yang seorang janda, jika Alex mencintai seorang janda apa itu salah ?? aku tau Mom, Alex itu bukan orang bodoh. " Ucap Vera membela adik nya.


"Ya adik mu itu memang tidak bodoh, dia pintar, pintar dalam hal menyakiti perasaan Ibu nya sendiri. " Dengan nada kesal, Ibu nya pergi meninggalkan Vera yang terus saja membela Alex.


Di dalam perjalanan Denis sangat kesal, namun Denis masih mempunyai harapan yang masih tersimpan di dalam diri Ibu nya Alex, Denis masih mempunyai senjata ampuh pikir nya.


Di sela-sela kekesalan nya Denis mendapatkan kabar dari Ayah nya, Bahwa Gwen sudah melahirkan. pihak Rumah sakit menghubungi keluarga Denis, dan di tanggapi oleh Ayah Denis.


Denis tidak senang sama sekali saat mendengar kabar itu, sehingga Anak yang tidak berdosa pun tidak Denis hiraukan, padahal dari awal kehadiran seorang anak lah yang Denis sangat harapkan, namun itu tidak lagi bagi Denis.


Gwen memang bersalah, tapi di mata orang banyak tetaplah Denis adalah Ayah dari Anak yang Gwen lahirkan, dan Denis tidak mungkin menyangkal nya, jika Denis bersikeras menyangkal nya bukan diri Denis saja yang malu, tapi harga diri kedua Orang tua nya pun akan di pertaruhkan.


Selang beberapa jam perjalanan dua sejoli pun sudah sampai di tempat tujuan, Rani dan Mahesa terus saja bergandengan tangan, tanpa tau apa yang akan mereka lakukan selanjut nya.


"Sayang ?? Apa yang kita akan lakukan di sini ?? " Tanya Rani, sungguh tidak ada rencana sedikit pun.


"Emmm ... jangan khawatir sayang !! kita di sini akan bersenang-senang. " Jawab Alex dengan gagah nya, namun terlihat sangat romantis.


Rani seketika mengingat penjelasan dari Kak Vera saat di Rumah sakit waktu itu, bahwa Alex adalah seorang pengusaha muda. Rani menatap wajah tampan yang ada di samping nya itu.


Rani kini berpikir bahwa Alex bukan dari kalangan biasa, tanpa Rani sadar diri nya pun bukan Anak dari kalangan biasa, itulah Rani selalu berpikir sederhana tentang diri nya sendiri.


"Baik lah, tapi perbanyak istirahat ya Sayang !! semoga setelah kita selesai dan pulang ketanah air, keadaan kamu semakin membaik. " Ucap Rani lebih mengkhawatirkan pada kesehatan Alex.


"Tidak usah khawatir, semua akan Baik-baik saja. kenapa kita tidak tinggal untuk selama nya saja di sini ?? kita bisa menikah di sini Sayang. " Ucap Alex serius pada Rani.

__ADS_1


Rani membulatkan Mata nya. "Me-menikah ?? " sebuah kata yang tidak asing bagi Rani, namun kata itu membuat Rani takut mendengar nya.


"Iya Sayang !! bukankan dari awal ini rencana kita ??" Jawab Alex sambil tersenyum, karna melihat ekspresi wajah Rani.


"I-iya tapi ... !! " Jawab Rani terhenti saat Alex tertawa dengan puas nya.


"Iya Sayang, aku hanya menggoda mu !! tapi kita pasti akan menikah, tapi di hadapan kedua Orang tua kita. " Ucap Alex sambil merangkul pinggang Rani dengan mesra nya.


Wajah Rani merah merona saat itu juga, "Iihhh ... kamu ini, kepala masih di lilit kain juga masih bisa bercanda !! "


Kekuatan cinta begitu kuat yang di rasakan oleh Alex, rasa sakit nya seketika berubah jadi kekuatan untuk melindungi Rani dari Denis.


Dari awal Alex tidak yakin untuk keluar kamar karna keadaan nya, namun ternyata Alex mampu melakukan perjalanan ke Luar Negri sekali pun dan pada saat itu juga, sungguh kekuatan Cinta Alex pada Rani sangat luar biasa.


Hari itu Alex dan Rani memutuskan untuk beristirahat, namun hotel yang biasa Alex pakai hanya ada satu kamar saja yang kosong, tidak ada usaha Alex untuk mencari hotel yang lain.


Alex sengaja memesan satu kamar saja, dan Alex semakin penasaran akan ekspresi wajah Rani, saat tau Alex hanya memesan satu kamar saja. dan tentu nya Alex mau pun Rani akan beristirahat dalam 1 atap yang sama.


Alex tersenyum dan melihat ke arah wajah Rani.


"Kenapa ? apa sudah dapat hotel nya ? kalau belum, Daddy sudah menyiapkan semua nya. " Ucap Rani dengan serius.


"Sudah ko Sayang, jangan khawatir !! " Jawab Alex meyakinkan Rani dengan senyuman yang sangat menawan.


Rani baru sadar, bahwa Alex sedang menjadi perhatian para wanita yang ada di sekitar nya, fostur tubuh Alex yang begitu gagah dan menggoda membuat semua mata wanita sangat tergoda saat melihat nya.


Rani sangat kesal, namun apalah daya Rani tidak mempunyai kekuatan untuk menutup semua mata para wanita itu

__ADS_1


"Aku hanya milik mu Sayang !! " Tiba-tiba Alex berbisik, paham akan kekesalan Rani pada saat itu.


Senyuman pun mengembang di bibir mungil Rani saat itu, membuat Alex semakin jatuh cinta saat melihat senyuman di wajah Rani itu.


__ADS_2