Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kepercayaan Denis


__ADS_3

BAB 24.


Sementara Denis di tempat Lain sangat Gembira, karna Di dalam Rahim Gwen sudah tertanam Benih Denis, Dan Denis akan menjadi seorang Ayah secepat nya. Dan Denis tidak sabar ingin menyampaikan Berita bahagia ini pada Rani.


Selang Beberapa hari dari Pernikahan Denis dan Gwen, Akhir nya Denis pulang juga ke rumah Rani, dan membawa kabar Bahagia perihal Kehamilan nya Gwen.


Rani saat itu Sedang terduduk santai, menikmati Suasana Sore di Halaman Taman Belakang Rumah nya, Rani menggunakan Setelan Piyama tidur, Sambil memainkan Handphone nya.


Rupa-rupa nya Bukan Alex yang menjadi Laki-laki panggilan sekarang, Tapi Rani Lah yang menjadi Wanita Panggilan Alex.


Tapi Alex hanya memanggil Rani untuk sekedar jalan dan Mengobrol saja.


Tapi Asli nya, Bukan Alex yang membutuhkan Rani, Tentu saja Rani lah yang membutuhkan Teman seperti Alex. Namun Alex paham, Rani tidak mungkin Mengakui nya karna Rani adalah Wanita, Pasti Tahan Harga dan Gengsi. Karna itu lah Alex yang memilih untuk menjadi kan Rani Wanita Panggilan nya.


Saat Rani sedang Asyik memainkan Handphone milik nya, Rani sampai Ke Asyikan Saat Sedang Membalas Percakapan melalui pesan singkat dari Alex, Hingga Akhir nya mereka saling Mengobrol lewat pesan singkat itu.


Tak Jarang Rani Tertawa seperti Orang Gila, Karna Membaca Celotehan Alex di pesan singkat itu.


Tiba-tiba, Di belakang Pintu Rumah Rani. Datang lah Laki-laki yang seram nya melebihi Setan apa pun. Dia Denis.


Denis yang melihat Rani Baik-baik saja Pasca pernikahan nya dengan Gwen, kini Perasaan Denis semakin sangat Tenang. Karna Denis tidak melihat lagi Raut Wajah Kesal di dalam Diri Rani.


"Mungkin, dia Sudah menerima nya !! " Gumam Denis dalam hati nya, sambil berjalan perlahan di belakang Rani.


Setelah Dekat Denis memeluk Leher Rani dari Belakang, Seketika Rani kaget dan beranjak dari Duduk nya.


"Bisa gak ?? Kalau datang, Gak Tiba-tiba kaya Gini !! Aku kira kamu Orang jahat, Ya ... Tapi memang benar sih, Orang yang ada di hadapan ku ini, memang seseorang yang sangat jahat bahkan lebih dari penjahat berdarah dingin sekali pun. " Dengus Rani di hiasi Senyuman Malas nya.

__ADS_1


Denis tidak perduli terhadap Ocehan Istri nya itu, karna Denis beranggapan Itu karna Rani sangat Rindu pada nya, Denis hanya Ingin membagi Waktu nya secara Adil untuk kedua Istri nya.


Denis duduk di samping Rani.


"Sayang ko sambutan nya, Gak enak begini sih?? Kan Suami kamu ini baru saja Datang, Oh ya Maaf ya sayang Bulan ini Mas belum Transfer kamu uang Bulanan, Dua atau tiga Hari lagi Pasti Mas Transfer. " Ucap Denis sambil berusaha merangkul Rani, walau pun Rani terus menolak nya.


"Simpan lah, Uang mu itu. Untuk menghidupi jalang mu, Dan aku yakin Uang mu sudah terkeruk habis kan, Untuk pesta bersama dengan si jalang itu ?? Aku tidak butuh Uang mu Mas. Tanpa Uang dari kamu pun, aku bisa Hidup mewah, kau lupa Aku Anak siapa ?? " Ucap Rani menjelaskan Pada Denis.


"Tidak bisa begitu sayang !! Aku akan tetap membagi nya secara adil. " Ucap Denis.


Namun Rani tidak menghirau kan nya.


"Oh Iya sayang !! Aku bawa kabar Gembira, Apa kamu Tau ?? Akhir nya kita akan memiliki Anak, Gwen Sudah mengandung sekarang !! " Ucap Denis sangat Gembira.


"Waw .. Kabar yang sangat mengejutkan Hunny !! Waw .. " Teriak Rani berusaha terkejut di hadapan Denis, sambil bertepuk Tangan.


Denis yakin, Kali ini Rani sedang iri pada Gwen. Jadi Sikap apa pun Bisa dia Tunjukan karna rasa iri nya itu.


"Sayang, Kita bisa merawat Anak itu sama-sama, Yakin lah Kamu akan merasakan Bagaimana Menjadi Seorang Ibu. " Ucap Denis lembut.


Deggggg !!! Hati Rani kini kembali terasa seperti di hujami oleh Senjata tajam, karna ucapan Denis, seakan-akan menghina Rani. Dan mengasihani Rani. Karna tidak bisa menjadi seorang Ibu.


"Terserah kamu saja Mas, Oh ya ... Kebetulan kamu kesini !! Aku sudah Putuskan. Tolong segera urusi Surat perceraian kita, Aku sudah tidak mau menjalani Rumah tangga ini !! " Ucap Rani serius.


Namun Denis masih menanggapi nya dengan santai, Denis masih mengira Rani mengatakan itu karna rasa iri diri nya terhadap Gwen.


Batin Rani. " Cepat ceraikan aku Mas, Atau tidak aku yang akan menceraikan kamu !! Meskipun itu Akan sulit dan Lama Proses nya. Aku tidak mau saat kamu mengetahui semua nya, Kita masih dalam ikatan Suami Istri. Aku tidak mau ikut hanyut dalam penyesalan mu. " Ucap Rani dalam hati nya.

__ADS_1


Rani hanya terdiam memperhatikan Wajah Denis yang Bahagia itu, akan menjadi Sedih dan tersiksa atas penyesalan yang begitu Hebat yang akan Denis terima


"Maaf kan aku, Aku bukan tidak mengingatkan mu dan Tidak mencegah mu. Tapi kau yang memaksa menjalani Kebahagian mu yang sesaat ini Mas. Aku berharap nanti. kau akan kuat dan Tabah menjalani nya. " Sambung Rani di dalam hati nya.


Tiba-tiba Handphone Denis berdering, tanda ada Panggilan masuk, dari siapa lagi kalau bukan dari Gwen yang Manja itu.


"Sayang, Maaf ya ?? Mas harus Kembali untuk menemani Gwen, Gwen sangat Butuh Mas pada masa ngidam seperti ini !! " Ucap Denis ingin mencium Kening Rani, namun Rani dengan cepat menghindar.


"Pergilah !! Dan jangan Lupa pikirkan perkataan ku tadi !! Atau tidak, aku yang akan mengurus nya sendiri. " Jawab Rani ketus.


"Aku paham, Apa yang sedang kamu Pikir kan Ran. Jangan Buat Rasa iri mu itu. menjadi penyesalan karna Meminta cerai dari ku !! " Ucap Denis percaya diri.


Rani yang mendengar nya langsung tertawa terbahak. "Heii Tuan ... Anda Bukan segala nya buat Hidup ku, Jika kau mencerai kan ku hari ini, Esok pun aku bisa melupakan mu, dan menikah dengan Laki-laki yang lebih baik dari kamu !! " Ucap Rani, sambil berdiri dan berkaca Pinggang di hadapan Denis.


Kini giliran Denis yang Tertawa. " Kau ini kalau sedang marah, Lucu sayang !! Sudah aku pergi dulu ya !! " Ucap Denis, sambil memegang gemas dangu Rani. lalu di tepis oleh Rani yang sudah Geram terhadap Denis.


Denis yang sudah melangkah dari Hadapan Rani, membuat Rani semakin Kesal, Rani Melemparkan Hiasan Bunga yang ada di hadapan nya.


"Berengsekkkkk !! " Teriak Rani, dengan Kuat Rani Melemparkan nya Ke Arah Denis, Namun Denis beruntung kali ini. Bisa Lolos dari sentuhan Pot Hiasan Bunga itu.


Dada Rani berderu sangat kencang, Rani teriak dengan Kuat, karna kekesalan dan Amarah nya di Anggap Sepele oleh Denis.


Akibat kekesalan yang ia rasakan di dalam hati nya, sampai Rani merasa sesak di dada nya. Rani harus bisa membuktikan Bahwa Rani bisa hidup Tanpa Ada Denis di sisi nya.


Rani saat ini belum bisa berpikir, Karna Hati dan Pikiran Rani kini sedang tidak Bersahabat.


"Alex !!! " Tiba-tiba Kata itu keluar dari Mulut Rani.

__ADS_1


__ADS_2