Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 97. Isak tangis dan emosi


__ADS_3

Alex pergi lebih dulu dari pada Petra, Alex mengemudikan kendaraan nya dengan perasaan bingung melihat sikap sahabat nya itu.


"Kenapa dia ? Mana mungkin sih Petra naksir sama Gwen ?" Gumam Alex dalam kesendiriannya.


"Jika iya, tapi tidak mungkin .... seorang Petra jatuh cinta pada seorang wanita malam ! " Sambung Alex kembali.


Malam itu Alex lalui dengan banyak pertanyaan, sesampai nya di rumah masalah Alex pun muncul kembali, Alex di berondong banyak pertanyaan oleh Ibu nya.


Alex sampai di dalam rumah dan menghampiri Ibu nya yang sedang menunggu nya di ruang tamu.


"Loh Mom, ko di sini ? gak di kamar ? " Tanya Alex duduk di samping Ibu nya.


Ibu Alex menyimpan buku yang ia baca lalu menatap Alex.


"Kamu ini gimana sih Lex, kamu ini tampan, kaya, apa sih yang kurang dari kamu ini ! Mommy sudah beberapa kali mengatakan jangan berhubungan lagi dengan wanita itu, Mommy tidak suka. " Entah kenapa Ibu Alex seperti sangat marah.


Alex sebenar nya Jenga mendengar nya, namun ia tetap harus sabar. " Apa sih Mom ? ko ngomong nya gitu ? jika Mommy mau dengar dan tanya alasan Alex mencintai dan mempertahankan Rani itu apa, mungkin Mommy mau mengerti, tapi Mommy hanya mau mendengarkan ego Mommy dan orang yang mau merusak hubungan Mommy dengan Rani. "


"Tidak ada orang yang menghasut Mommy Lex, Mommy cari tahu sendiri ! dan Mommy sudah tau semua nya, Mommy sebagai orang tua sangat kecewa sama kamu Lex. " Ujar Ibu Alex membentak Alex dan meneriaki nya tak karuan.


Kak Vera yang mendengar kegaduhan antara Ibu dan adik nya langsung melerai.


"Sudah lah Mom, ini sudah malam. Lagian Alex kan baru sampai. " Ucap Kak Vera.


"Justru Alex Mom yang kecewa, Mommy selalu mengutamakan ego Mommy dari apa pun, bahkan dari kebahagiaan Alex, jika Mommy menyayangkan Alex bersama dengan Rani hanya karna harta Alex atau bahkan karir Alex, Alex akan melepaskan nya Mom. Alex tidak bisa hidup tanpa Rani. " Jelas Alex sudah kehabisan kesabaran.


"PLaaaaaakkkkkkkk .... " Tamparan keras dari seorang Ibu mendarat di pipi Anak nya.


"Jadi itu artinya kamu bisa hidup tanpa ada nya Mommy. " Sambung Ibu Alex menangis histeris.


"Sudah Mom, sudah .. sudah Lex tenangkan diri kamu dulu Lex, Kakak akan bawa Mommy ke dalam kamar dulu. " Ujar Kak Vera.


Alex hanya mengepalkan tangan nya dan muka nya memerah, emosi Alex kini memuncak bukan pada Ibu nya tapi pada Denis.


Kak Vera membawa Ibu nya dan menyuruh Bibi yang bekerja di rumah nya, untuk menemani Ibu nya.


Sementara Kak Vera sendiri akan menenangkan Alex, karna lebih khawatir melihat keadaan adik nya.


Kak Vera melihat Alex sedang di penuhi amarah, Kak Vera menyodorkan segelas air minum sekedar untuk menenangkan hati Alex.


Alex tidak meminum air di dalam gelas itu, Alex malah menggenggam nya kuat sehingga ke kokohan gelas kaca itu pun pecah karna tak kuat menahan erat nya cengkraman tangan Alex yang begitu kuat.

__ADS_1


"Prakkkkkkkk ... " Gelas itu pecah beberapa bagian, dan melukai tangan Alex.


Air yang tadi nya putih, bercucuran menjadi warna merah darah.


"Astaga Lex, Apa-apaan kamu ini Hey, lihat Kakak Lex, lihat Kakak. " Teriak Kak Vera menarik tangan Alex dan menarik pandangan wajah Alex agar melihat nya.


Alex hanya terdiam dan membulat kan mata nya yang kini memerah dan di penuhi dengan air mata tanpa suara.


Darah terus saja bercucuran. Kak Vera langsung lari membawa kotak obat untuk mengobati luka Alex yang cukup menganga di tangan kanan nya.


Alex tak memperdulikan rasa sakit nya, rasa sakit di tangan nya tak mampu menggantikan rasa sakit di hati nya apa bila dia harus meninggalkan Rani dan calon anak nya.


Alex mengambil kunci mobil dan pergi, tujuan nya hanya lah mencari keberadaan Denis dan ingin menghabisi nya saat itu juga.


"Lex .... " Teriak Kak Vera saat melihat adik nya keluar dengan emosi.


Kak Vera mengambil kunci mobil nya, tak lupa handphone yang Alex letakan di meja Kak Vera bawa. Kak Vera mengikuti mobil Alex Kak Vera sangat khawatir saat itu.


Sial nya kecepatan mengemudi Kak Vera tak secepat Alex, Kak Vera tak mampu mengikuti kecepatan mobil Alex. Kak Vera tak menunggu waktu lama lagi, Kak Vera langsung menghubungi Rani dan menceritakan kejadian nya.


Rani yang malam itu belum tidur, terlihat syok, tanpa lama Rani berpikir mungkin Alex akan menemui Denis, hanya itu yang ada di pikiran Rani.


Rani masuk ke dalam mobil nya, dengan mengenakan pakaian tidur, Rani di dalam mobil berpikir, Denis tidak mungkin berada di rumah Orang tua nya.


Rani tertuju pada sebuah Rumah yang dulu ia tinggali bersama bajingan Denis itu.


Setir Alex sudah di lumuri darah segar karna luka nya yang terus mengeluarkan darah, namun emosi Alex tak reda juga.


Alex sampai di rumah Denis dan dugaan Alex benar, Denis ada di rumah itu.


Alex turun dengan penuh emosi di dalam diri nya,


Sedangkan Rani sebentar lagi akan sampai, di ikuti oleh mobil hitam yang selalu mengikuti nya, mereka orang suruhan Alex yang harus selalu menjaga Rani.


Alex sudah masuk dengan paksa ke dalam rumah Denis, Alex mendobrak pintu itu sampai penyangga kunci nya pun terlepas.


"DENIS KELUAR KAMU .. " Teriak Alex beberapa kali.


Sementara Denis hanya duduk santai di sebuah meja, dengan sebilah pisau yang sudah ia siap kan sebelum nya.


Alex semakin geram, saat melihat Denis dengan wajah yang sudah lebam hanya duduk santai dan tertawa melihat kondisi Alex.

__ADS_1


Alex tak menunggu waktu lama, Alex menarik tubuh Denis dan ia bawa ke tempat yang lebih luas. Kali itu Alex sudah menghajar Denis, namun Alex pun menerima pukulan yang sangat parah dari Denis.


Pergulatan antara kedua nya tak dapat di hindari lagi, keadaan rumah sudah berantakan.


Denis sebelum nya saat kejadian di jalan itu, saat diri nya menghadang Rani, Denis tak tinggal diam, Denis langsung mengenakan Taxi lalu mendatangi Ibu nya Alex.


Dan menebarkan fitnah yang leibh parah, dengan bukti bekas pukulan di wajah nya.


Alex beberapa kali tersungkur dan tak hanya tangan nya yang berdarah, kepala *** pun berdarah, Tapi Alex belum puas juga.


"Anji*ggggg kamu Denis, sampai kapan kamu mau meracuni pikiran Ibu ku hah ?? Buggg ... buggg ... bugg. " Teriak Alex yang sudah mulai melemah.


Denis menunggu lemah nya Alex, di sana lah Denis akan menghabisi Alex.


Namun saat Alex tersungkur dan mencoba bangkit lagi Rani datang, sebilah pisau sudah ada di tangan Denis. Namun ke empat anak buah Alex sudah lebih dulu menarik Denis dan mengajar nya habis-habisan.


"Aaaaaaaaaaaa ..... Lex kenapa harus begini sih ... hiks ... hiks .. hiks . " Rani duduk dan memeluk Alex yang sudah lemah di lantai.


Alex tersenyum dan mengelus wajah Rani. " Tidak apa-apa sayang, yang aku lakukan untuk kebahagiaan kita. "


"Aku tidak suka Lex, sungguh aku tidak suka. " Rani memeluk Alex dan terus saja menangis, membersihkan darah yang ada di wajah Alex.


"Aaaaaaaaaaaa ... " Teriak Rani sangat sakit melihat Laki-laki yang sangat ia cintai dalam kondisi seperti itu.


Rani terus menangis.


"Tolong bantu saya, bawa Alex ke rumah sakit. telpon polisi dan biar bajingan itu polisi yang mengurus. " Teriak Rani pada Orang suruhan Alex.


Beruntung lah Rani datang tepat waktu bersama ke empat Laki-laki itu.


Alex di masukan ke dalam mobil Rani, Alex di baringkan di kursi belakang dan Rani menangkup kepala Alex di dalam pangkuan nya.


"Pak jalan Pak, kita ke rumah sakit. cepat Pak. " Isak tangis Rani.


"Sayang kamu harus kuat. kamu harus kuat. " Ucap Rani meluk dan mencium kening Alex.


Alex hanya mengusap perut Rani, dan tak di elakan lagi Alex pun menitikan air mata nya saat berada dekat bersama dengan perut Rani, yang di dalam nya ada darah daging Alex.


Rani semakin histeris, melihat kondisi Alex yang sudah pucat. "Pak cepat sedikit Pak ... " Tarian Rani pada Sopir nya.


Sesampai nya di rumah sakit, Alex di tangani oleh Dokter, Rani terkulai lemah saat itu Rani mengabarkan Kak Vera. Agar cepat datang ke Rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2