Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 116. kesabaran Rani.


__ADS_3

"Mas, sebaik nya Mas dingin kan dulu pikiran Mas, sebelum berbicara pada Ibu. " Ujar Rani mengingatkan suami nya.


"Rani ada benar nya juga Lex. " Sambung Kak Vera.


Tak lama setelah itu Petra datang dan langsung duduk bergabung antara Alex dan Orang-orang itu.


"Ada masalah apa ini ? Perkenalkan saya Petra, kuasa hukum dari Pak Alex. " Ucap Petra dengan nada tegas nya.


"Baik, kami akan menjelaskan akar permasalah atas kesalahan apa sudah di lakukan oleh rekan bisnis kami yang kini sudah kami anggap sebagai penipu. " Jawab salah satu orang itu yang semakin geram pada Ibu nya Alex.


"Anda kalau bicara jangan seenak nya saja ! " Bentak keras Alex tak terima.


"Mas ... tenang, biarkan mereka berbicara. " Ucap Rani tidak ingin suami nya naik darah.


"Baik coba jelaskan. " Sambung Petra.


Penjelasan demi penjelasan mereka jelaskan pada Petra, yang selalu menyimak masalah dengan kepala dingin.


Sehingga Petra lebih cepat paham di banding Alex, Petra membaca setiap perkara dan pasal yang harus di terima Ibu Alex atas perbuatan nya.


Bukti demi bukti Petra lihat dan Petra terima dan itu semua asli adanya, banyak korban yang di rugikan oleh Ibu nya Alex.


Petra memberitahukan jika pihak Ibu Alex meminta waktu untuk membicarakan ini semua, setelah ada keputusan maka Petra sendiri yang akan memberi keputusan pada para korban.


"Baik, tapi jika dalam waktu seminggu ini kami tidak mendapatkan kabar, kemungkinan masalah ini akan kami limpahkan kepada pihak berwajib, agar tersangka di jerat dengan pasal atas hukuman yang ia lakukan. " Jawab salah satu orang itu.


Lagi-lagi Alex terlihat emosi dan geram pada setiap omongan yang menjelekkan Ibu nya.


Semua tamu itu pergi meninggalkan copy an selebaran ketras yang bertuliskan setiap kesalahan yang Ibu Alex lakukan bersama dengan bukti nyata nya.


Seketika keadaan menjadi hening, hanya kecemasan yang mereka rasakan setiap detik nya.


"Ok, begini Lex ! kita bicarakan ini sekarang apa menunggu Tante turun dan kita membicarakan nya ? " Tanya Petra membuka obrolan.

__ADS_1


"Terserah, gue sudah pusing dengan ini semua. " Jengah Alex pada Ibu nya.


"Percuma, Mommy masih belum mau turun dari kamar nya. " Sambung Kak Vera.


"Ya sudah kita bicarakan sekarang saja, tanpa ada Tante, karna bagaimana pun kita harus memikirkan kondisi kesehatan Tante juga. " Jelas Petra.


Rani saat itu hanya menjadi pendengar setia terlebih dahulu.


"Lex kita harus temui korban ini satu persatu, jika kita tidak meminta keringanan dari mereka, gue yakin berapapun harta kalian itu pasti akan habis, jika kita membayar sesuai kerugian mereka. Setidak nya kita minta berapa persen keringanan dari mereka, ya .. kita berharap di antara sekian banyak korban masih mempunyai hati nurani, menurut gue ini sudah parah sih Lex, dan gue heran kemana dana ini semua. " Jelas Petra.


Alex langsung memijat kening nya kasar, "Tidak mungkin .... Bagaimana ini ? " ucap kecil Alex terlihat sangat bingung.


"Jangan takut Mas, semua kan Baik-baik saja. Kita hadapi bersama-sama. " Ujar Rani yang ada di sisi Alex.


"Kapan kita akan memulai nya ? penat rasa nya, baru saja aku merakasan kebahagiaan, ada saja masalah nya. " Sambung Alex.


"Sabar Lex, Kakak tidak bisa bantu apa-apa, kamu tahu sendiri ke jangan Kakak saat ini seperti apa. " Ujar Kak Vera merasa bingung karna semua ke uangan di pegang oleh suami nya.


Bukan tidak mungkin Kak Vera memang hidup nya tirak bahagia selama berumah tangga dengan pilihan Ibu nya itu.


Alex terdiam sejenak.


"Tuhan ? apa ia kau akan mengambil semua hasil keringat ku selama ini ? kenapa ini terjadi di saat aku akan mempunyai tanggung jawab besar nanti nya. Jangan sampai ini terjadi, aku tidak mau melihat Istri dan Anak ku tidak tercukupi nanti nya. Tapi aku tidak mungkin membiarkan Mommy masuk ke dalam penjara, dalam waktu yang pasti akan lama. " Batin Alex dalam penat nya.


Memang ada orang lain di belakang Ibu nya Alex, uang sebanyak itu tidak mungkin si habiskan oleh Ibu Alex saja, apalagi Ibu nya Alex bisa di bilang hidup sudah serba kecukupan.


Memang manusia tidak pernah puas dengan hasil yang sudah ia dapat, sehingga Ingin mendapat kan hasil yang lain, dan akhir nya apapun tidak akan ia dapatkan dan ia rasakan lagi.


"Ya sudah gue pamit dulu Lex, semua berkas akan gue pelajari bersama team gue nanti nya. Lo jangan khawatir, apapun keputusan nya nanti sepahit apapun nanti, Lo masih ada gue, Lo masih ada istri Lo. Ok ? " Ucap Petra menepuk bahu Alex.


Kata sederhana Petra mampu menembus relung hati Alex saat ini, saat hati dan pikiran nya sudah mulai kacau atas kesalahan Ibu nya sendiri.


Alex tidak mungkin melawan ataupun menyalahkan Ibu nya, walau bagaimana pun Alex masih punya hati dan sayang pada Ibu nya.

__ADS_1


"Terima kasih, gue tau Lo terbaik. " jawab Alex mengantar Perta ke depan pintu nya.


Rani hanya terdiam, dan mengikuti suami nya dari belakang, dan Alex tidak tahu jika istri nya ada di belakang nya.


Saat Petra sudah pergi, wajah Alex pucat pasi, Alex membalikan badan dan tatapan Alex langsung tertuju pada binar senyuman indah pada wajah istri nya.


Alex menatap wajah itu, Alex melangkah mendekati istri nya, kedua nya saling memberi pelukan kekuatan.


Alex yang merasa gagal hanya bisa berharap Rani bisa bersabar akan masalah yang baru datang menerpa nya, entah sampai kapan masalah nya akan pergi.


Sementara Rani mengelus punggung Alex dengan lembut. " Sayang kita belum makan loh, kita makan yuk ? " Ajak Rani.


"Kamu lapar sayang ? Maaf mas sampai lupa. " Ujar Alex.


"Ah .. tidak ko, cuma ingat aja kita sudah terlewat jam makan siang. " Jawab Rani.


"Ya sudah ayok, kita makan dimana ? " Tanya Alex.


"Di dekat sini saja Sayang, biar waktu nya lebih singkat. " Jawab Rani.


"Ya sudah ayok ! " Ujar Alex.


Kedua nya berpamitan pada Kak Vera, tanpa memperdulikan Ibu nya sedikitpun yang kini sedang di dalam kamar nya, merenungi ketakutan atas kesalahan yang sudah ia perbuat.


Kak Vera menitipkan pesan agar Alex mau datang lebih sering ke rumah itu, karna Kak Vera tidak bisa mengatasi Ibu nya seorang diri.


Alex tidak menjawab keinginan Kak Vera, Rani yang menjawab nya.


"Tenang saja Kak, kita akan segera kembali. Titip Ibu sebentar ya Kak, kalau ada apa-apa cepat hubungi kami. " Ujar Rani memeluk Kak Vera lembut.


"Terima kasih Ran, maafkan Mommy ya Ran ? " Jawab Kak Vera.


"Iya Kak, tidak usah di pikirkan ! " Sambung Rani.

__ADS_1


Lalu mereka pergi, Rani sebenar nya ingin membawa suami nya keluar sejenak agar tidak terlalu penat.


__ADS_2