
BAB 41.
Hingga tahap mediasi pun akan segera Tiba, dan Rani harus siap dan tegas dalam pendirian nya, untuk keputusan yang akan dia katakan nanti, di depan Hakim dan saksi.
Sementara Alex dan Petra terus menyusun rencana, apabila Denis melakukan hal yang tidak di ingin kan oleh pihak Rani nanti.
Denis terus mencari Rani, sebelum hari dimana Rani dan Denis harus hadir memenuhi undangan Pengadilan, untuk melakukan tahap mediasi.
Denis terus mencari keberadaan Rani.
Rani kini sedang berada di Apartemen yang sudah di sediakan oleh Alex, dan Alex rasa itu tempat yang aman untuk Rani saat ini.
Rani memang di larang untuk keluar apartement oleh Alex, namun Rani rasa untuk sekedar membeli cemilan itu tidak apa-apa.
Rani bersiap untuk keluar dari Apartement milik Alex, untuk sekedar membeli Cemilan ke Mini Market. letak Mini Market tidak jauh dsri Apartemen yang Alex pilihkan untuk Rani.
Sesampai nya di Mini Market, Rani merasa ada yang aneh pada sekitar nya, Rani tidak tau saat Rani keluar dari Gedung Apartemen itu ada sepasang mata yang mengincar nya.
Rani tidak menggubris, Rani merasa sudah biasa saat diri nya berjalan, memang selalu ada Mata Laki-laki yang terus menatap nakal pada nya.
Saat Rani merasa sudah cukup, Rani segera membayar belanjaan nya, dan keluar dari Mini market itu. baru 3 langkah Rani keluar dari Mini market itu, lengan Rani di tarik dengan keras, sehingga belanjaan nya pun jatuh berserakan di bawah.
"Lepas ... Denis .... Lepas !! " Teriak Rani ingin lepas dari tarikan Denis.
__ADS_1
Ada salah seorang petugas parkir yang ingin membantu Rani, namun Denjs dengan keras mengaskan bahwa Wanita yang ia tarik paksa itu adalah Istri nya, sehingga Rani tidak mendapat bantuan dari siapa pun.
Rani di paksa masuk ke dalam mobil Denis, dan Rani pun kini tertarik keras ke dalam mobil Denis, Rani mencoba membuka pintu mobil D3nis, namub Rani tidak bisa, karna sudah terkunci otomatis.
Denis sangat beruntung, saat diri nya sudah lelah mencari keberadaan Rani, dengan tak percaya Rani menyebrang Jalan, di hadapan mobil nya.
Lalu Denis menyusul masuk ke dalam mobil nya, " Kamu ini kenapa sih Ran ?? Aku ini suami kamu, tapi aku malah seperti penculik atau buronan saat ingin bertemu dengan diri mu. " Ucap Denis sambil bersiap untuk melajukan mobil nya.
" Cukup Denis !! Apa kamu tidak mengerti juga, Hah aku sudah tidak mau di sentuh atau bahkan bertemu dengan diri mu lagi !! Apa kau sudah terlalu bodoh, untuk memahami perkatan ku itu !! " Teriak Rani membentak Denis.
" Cukup !! Aku ini Suami kamu !! kamu harus tau sopan santun pada Suami kamu, Apa kau sudah lupa itu !! " Ucap Denis mengehentikan teriakan Rani.
"Apa kamu bilang ?? Sopan Santun !! ( Rani tertawa mengejek Debis ) ANJ*** , Apa begini nama nya sopan santun ?? Apa begini cara mu mengajarkan sopan santun terhadap Istri mu ?? Apa begini cara mu mengajak ku Rujuk, Hah ?? yang ada aku semakin tidak sudi untuk memaafkan mu. " Ujar Rani pada Denis sambil tertawa jijik.
Denis tersenyum penuh nafsu dan kemenangan, Denis menuju ke Rumah nya, yang biasa ia tempati dengan Rani.
Sesampai nya di Rumah itu, Denis mengangkat tubuh Rani, Denis dengan gampang membuka pintu rumah nya, dan menuju ke kamar nya, sesampai nya di dalam kamar milik Rani dan Denis.
Denis membaringkan Rani dengan sangat hati-hati. " Akhir nya kita sampai di rumah kita sayang !! dan ini kamar kita, pasti kau rindu dengan kamar ini, Bukan !! " Ucap Denis sambil mengelus wajah Rani.
Denis sudah berpikir, jika nanti Rani sadar. Rani pasti akan mengamuk, dan menolak semua yang akan Denis lakukan.
Denis kini menjadi Gila, Denis memindahkan tubuh Rani di tengan-tengah tempat tidur nya. Dengan akal busuk nya Denis mengikat kedua tangan Rani masing-masing pada sisi tempat tidur, dengan kain yang panjang. Saat Tangan Rani berhasil di ikat. Denis membuka pakaian Rani, dengan sangat buas nya. Memang Denis masih hak nya pada tubub Rani, namun sikap Denis sangat tidak Manusiawi.
__ADS_1
Denis ingin sekali menikmati tubug Rani, yang kini sudah tidak terhalang lagi oleh sehelai kain pun, namun Denis menunda keinginan nya itu. karna Denis ingin membersih kan tubuh nya terlebih dahulu.
Denis mengambil selimut, untuk menutup tubub Rani, karna Denis tidak sudi ada satu nyamuk pun menyentuh Tubuh Rani.
Sementara Alex sedang Panik, saat tidak mendapati Rani di dalam Apartemen nya, Alex mencoba menanyakan pada petugas ke amanan, dan memang benar Rani memang ke luar dari Apartemen, dan ada yang melihat menuju ke Mini Market.
Alex dengn cepat menelpon Petra, dan Petra segera meluncur ke tempat Alex, sementara Alex berlari menuju Mini market. Alex mencari keberadaan Rani, namun tidak ada. Saat Alex menunjukan Fhoto Rani pada kasir Mini market itu, Tidak ada yang mengetahui nya. Karna yang berkunjung ke Mini market itu banyak sekali.
Alex meminta di perlihatkan Rekaman Cctv Mini market itu. Saat Alex di perbolehkan melihat nya, Alex segera melihat dengan sangat teliti. Emosi Alex memuncak saat tau Denis lah yang membawa Rani pergi, dan Denis melakukan nya dengan Kasar.
Alex memukul tembok dengan keras, Alex segera keluar tanpa mengucapkan terima kasih pada petugas Mini market itu.
Alex mendapatkan Petra sudah ada di halaman Apartemen nya, Denis bertukar pikiran dengan Petra sejenak, Petra lah yang meminta Alex untuk tenang, saat memikirkan jalan keluar nya.
Alex dengan cepat mendapatkan solusi, karna pikir Alex, Denis tidak mungkin membawa Rani pada Vila itu, karna bukan hanya tempat nya yang jauh, Denis pun tidak mengetahui karna itu Villa milik Orang tua nya.
"Baji**** itu, pasti membawa Rani ke Rumah nya !! Sial .... Arrhhhhggg, kenapa Gue gak nyuruh orang buat jagain Rani sih !! " Cerca Alex pada diri nya sendiri.
"Tenang Lex !! Ayo kita mulai bergerak. " Sambung Petra.
Petra membawa team nya, agar saat terjadi sesuatu, tetap Petra yang akan ada di depan. Karna Petra lah yang setidak nya ada Hak, karna Petra adalah kuasa hukum nya Rani, jika Alex yang di depan, itu akan jadi Masalah.
Alex akan bergerak, seolah-olah Alex adalah orang suruhan Petra. Bagaimana pun Alex berada di posisi yang salah, yaitu mencintai Wanita yang masih bersuami.
__ADS_1