Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Tahap mediasi


__ADS_3

BAB 40.


Mempunyai Istri dua, ternyata membuat Denis merasa pusing, Denis tidak berpikir sejauh ini saat ingin menikahi Gwen.


Denis akan membuat perhitungan Dengan Gwen, karna sudah berani meminta uang pada Ibu nya, secara tidak langsung itu sudah membuat Denis malu, walaupun itu pada Ibu nya sendiri. Karna sebelum nya Rani tidak pernah seperti itu.


Denis belum menceritakan gugatan cerai Rani pada siapa pun.


"Baik lah Mah, Denis permisi pulang !! Kalau ada Apa-apa tolong kabarin denis secepat nya, dan jangan biar kan Gwen melakukan nya lagi terhadap Mamah, karna Denis rasa nafkah dari Denis sudah lebih dari cukup untuk Gwen. " Ucap Denis pada Ibu nya, dengan wajah yang murung dan kusut.


"Tunggu Nak !! Apa kau ada masalah ?? Emm ... bagaimana kabar Rani, apa kalian Baik-baik saja ?? " Tanya Ibu Denis berhasil membuat Denis gugup dan cemas.


Denis terduduk kembali. " Itu lah Mah, yang sedang Denis pikirkan Mah, Rani menggugat cerai Denis saat ini, tadi Denis sudah menghadiri Sidang pertama nya, Denis sungguh tidak menyangka, Rani yang selalu nurut terhadap Denis, Rani yang selalu takut akan kehilangan Denis. Kini Rani tidak lagi seperti itu Mah !! " Keluh Denis Lirih pada Ibu nya.


Ibu Denis, menatap Denis dengan tatapan tidak tega, Ibu Denis berdecak kesal. " Wanita mandul saja banyak gaya !! Sudah lepaskan saja, hidup lah dengan Gwen, biar kan Rani menjadi janda lagian, mana mungkin ada laki-laki yang mau sama wanita mandul seperti dia, Ujung-ujung nya pasti balik lagi sama kamu !! " Jawab Ibu Denis sombong.


"Gak tau lah Mah, Pusing rasa nya !! Denis tidak mau berpisah dengan Rani Mah, Mamah harus tau itu !! " Ucap Denis kesal.


"Ya itu terserah kamu !! Jika kamu sanggup menghidupi kedua istri mu, ya silahkan. Jangan sampai Mamah yang turun, untung saja Si Rani orang nya mandiri, coba kalau dua dua nya doyan ngabisin Uang, Baru tau rasa kamu Denis !! " Gerutu Ibu Denis pada Denis yang tidak mau mendengar ucapan nya.


Denis langsung pamit pada Ibu nya, karna Buat Denis menceritakan masalah nya pada Ibu nya, bukan suatu hal yang akan meringankan pikiran nya, namun malah menambah beban pikiran di pikiran nya.


Denis berlalu dari Rumah Orang tua nya, Denis ingin sekali pulang ke rumah Rani, namun Denis yakin Rani pasti tidak ada di Rumah itu. Denis memukul kembali setir nya.


"Syiiittt ... kenapa aku harus menampar nya tadi, Ahhhh .... Sialll !! " Dengus Denis keras di dalam mobil nya.

__ADS_1


Denis mengarah kan mobil nya ke arah Apartemen Gwen, Denis sungguh tidak bisa fokus kali ini. yang Denis pikirkan hanya lah Rani dan Rani.


Denis menepikan sejenak mobil nya, dan mengambil benda pipih yang ada di kantong celana nya.


Denis mencoba menelpon no Rani, namun Rani tidak mengangkat nya. Denis semakin ingin mengetahui perubahan sikap Rani karna apa, Denis yakin ada orang lain di belakang Rani.


Denis sungguh tidak berpikir, bahwa keputusan diri nya lah yang membuat Rani berani melakukan ini semua, keputusan saat Denis mengahadir kan Madu untuk Rani.


Denis mengemudikan kembali mobil nya, Dan saat Denis sampai di Apartemen Gwen. Denis lebih memilih untuk tidak membicarakan terlebih dahulu masalah Gwen yang di ceritakan oleh Ibu nya tadi.


Denis mendapati Gwen sendang santai membaca majalah, Gwen langsung beranjak berdiri saat mengetahui Denis sudah pulang. Gwen berlari kecil ke arah Denis.


Gwen menyambut Denis dengan sebuah pelukan. " Kau itu jangan lari, nanti jatuh bagai mana ?? " Ucap Denis datar pada Istri kedua nya.


"Kenapa harus beli sih Gwen !! Apa kamu tidak masak saja ?? " Ucap Denis malas, sambil duduk dan melonggarkan ikatan dasi nya.


"Ahh ... Sayang, aku malas untuk masak !! lagian kamu seperti Orang susah saja sih !! " Jawab Gwen.


"Uang ku sudah habis, tadi di pakai untuk mengganti Uang Mamah yang sudah kau pakai !! jangan bertanya pada ku, tanya pada diri mu sendiri !! " Ujar Denis sambil masuk ke dalam kamar nya , dan meraih handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Sial !! Kenapa Ibu Tua itu, minta ganti segal sih !! Pelit banget, Awas ya aku akan semakin memeras diri mu Ibu Tua, awas saja !! " Ancam Gwen kesal dalam hati nya.


Dan Rani kini sedang berada di sebuah tempat makan yang sangat mewah, hidangan sudah tersaji sebelum Rani memesan nya.


"Silahkan Tuan Alex, ini semua hidangan terbaik kami, semoga cocok di mulut Anda. dan juga Istri Anda !! " Ucap Salah satu pegawai di restoran itu.

__ADS_1


Rani membulatkan mata nya, dan menatap pada Alex , saat diri nya di anggap sebagai Istri Alex.


"Emm ... Baiklah, terima kasih !! Tentu saja saya dan Istri saya ini akan menikmati hidangan yang terlihat sangat lezat ini. " Jawab Alex sambil memegang lengan Rani.


Rani semakin tidak percaya, saat Alex mengiyakan kalau Rani adalah istri nya. Rani kira Alex akan menjelaskan bahwa Rani bukan lah Istri nya.


"Sudah !! Sampai kapan kau akan menatap ku seperti itu ?? Nanti kamu akan kenyang sebelum menyantap makanan ini. " Ucap Alex sambil mencicipi makanan yang sangat membuat nya tergoda.


"Makanan ini sama dengan mu Ran, sangat menggoda namun beda nya saat aku tergoda oleh makanan ini, aku bisa mencicipi nya langsung. Tapi kalau kamu yang terlihat menggoda ... emmm aku harus sabar, sampai aku benar-benar bisa menyentuh mu. " Ucap Alex menatap nakal pada Rani.


"Hari ini kau menyamakan ku dengan makanan, lalu esok dan lusa. kau akan menyamakan ku dengan pa lagi ?? " Jawab Kesal Rani, sambil mencicipi makanan yang ada di hadapan nya.


Rani dan Alex pun menyantap makanan dengan sangat menikmati nya, tanpa ada kata atau pun canda antara kedua nya.


Hari pun selalu mereka lalui dengan sebuah harapan, Rani akan cepat selesai dari masalah nya bersama dengan Denis.


Hingga tahap mediasi pun akan segera Tiba, dan Rani harus siap dan tegas dalam pendirian nya, untuk keputusan yang akan dia katakan nanti, di depan Hakim dan saksi.


Sementara Alex dan Petra terus menyusun rencana, apabila Denis melakukan hal yang tidak di ingin kan oleh pihak Rani nanti.


Denis terus mencari Rani, sebelum hari dimana Rani dan Denis harus hadir memenuhi undangan Pengadilan, untuk melakukan tahap mediasi.


Denis terus mencari keberadaan Rani.


Rani kini sedang berada di Apartemen yang sudah di sediakan oleh Alex, dan Alex rasa itu tempat yang aman untuk Rani saat ini.

__ADS_1


__ADS_2