
Rani terus ketakutan, dan ingin rasa nya lari, namun tangan nya masih terpasang selang infusan.
"Cukup Denis, pergi ! Aku mohon jangan begini, urus urusan mu sendiri, aku sudah bukan urusan mu lagi Denis, aku mohon. " Isak tangis Rani.
Kepanikan dan ketakutan Rani tidak membuat Denis mundur sedikitpun, dia malah semakin gila.
Denis memaksa Rani untuk turun dari tempat tidur, tanpa Denis ketahui penjagaan sudah ketat baik di luar rumah sakit mau pun menuju ruangan Rani.
Polisi sedang mengendap masuk ke dalam ruangan Rani, dan Alex sudah melihat Rani yang sedang dalam bahaya.
Alex memberikan kode pada Rani untuk tetap tenang, karna Alex sudah mendapatkan arahan dari polisi agar tidak bertindak kegabah.
Karna selangkah saja Alex melangkahkan kaki nya, maka fatal bagi kondisi Rani.
Walaupun Denis mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu dari polisi, Denis pasti akan tetap nekad dengan tujuan nya.
Bisa jadi kalau Denis sudah berkeyakinan dia akan mati saat itu juga, Denis pun akan seketika menghabisi Rani.
"Ayo cepat ... Sayang. " Bujuk bengis Denis memaksa Rani untuk turun dari tempat tidur nya.
Alex memberikan kode pada Istri nya agar menuruti kemauan Denis untuk keluar ruangan, karna apabila polisi melumpuhkan Denis di dalam ruangan bisa saja peluru nya mengenai Rani.
Sedangkan di luar ruangan Polisi sudah steril kan keadaan, agar tidak ada orang sama sekali.
Rani menuruti kemauan Denis walaupun sekujur tubuh nya gemetar hebat, Alex meminta polisi untuk tidak menunda waktu lama lagi.
"Tenang Pak, kami sudah mengikuti pelaku sejak dari jalanan tadi. Kami yakin dia adalah orang berbahaya, maka dari itu kita memposisikan target pada satu titik. Percaya lah pada kami, Istri anda akan baik-baik saja. " Ujar Polisi menepuk pundak Alex di salah satu sudut.
Alex mengangguk paham.
Saat Denis dan Rani sudah keluar ruangan, Rani di genggam erat oleh Denis, Denis tidak melihat sekitar yang jelas ancaman untuk Rani dengan sebilah pisau sudah cukup bagi nya, karna Denis yakin tidak akan ada yang berani.
Selangkah, dua langkah sampai empat langkah saat keluar dari rumah sakit, Polisi sudah bersiap untuk melumpuhkan Denis.
Alex gemetar hebat saat tahu polisi sudah bersiap menggunakan pistol nya, satu demi satu polisi itu memberikan kode untuk bersiap.
Dalam hati Alex. " Ya Tuhan lindungi Istri ku, ini salah ku kenapa aku tidak langsung kirim bajingan itu jauh-jauh dari muka bumi ini. Aaaahhh .... semua gara-gara saran Petra yang selalu mengulur-ulur waktu. "
__ADS_1
"Dorrrrr .......... Dorrrrrrr " Peluru satu dan dua sudah mendarat dengan sempurna di lengan Denis dan juga kaki Denis.
"Aaaaaaaaaaaaaaa ........ " Jerit Rani hebat sambil memejamkan mata nya.
Polisi langsung berlari ke arah Denis dan juga Rani Denis terkapar di lantai rumah sakit, sedangkan Rani masih berdiri sambil menutup telinga nya tak henti menangis.
Alex langsung berlari memeluk istri nya dan menenangkan istri nya.
"Dia sudah mati kan ? " Tanya Rani dalam histeris nya.
"Tenang sayang, Denis sedang di urus oleh polisi. Kamu aman sekarang, maaf kan aku tidak ada di ruangan tadi. " Ucap Alex memeluk erat tubuh Rani.
"Bawa aku keluar dari sini. " Pinta Rani sangat gemetaran.
Alex mengerahkan tenaganya untuk mengangkat tubuh Rani, karna tidak mungkin Alex membiarkan Rani berjalan dalam kondisi lemah seperti itu.
Denis dengan penglihatan samar nya, melihat Nanar kepergian Rani yang di bawa oleh Alex.
Denis menitikan air mata tanpa suara, rasa sakit nya tak sebanding saat melihat Rani berhasil di bawa oleh Alex.
Setelah beberapa menit, salah satu petugas kepolisian hendak membawa tubuh Denis, yang kini sudah di jadikan tersangka.
"Pelaku sudah tidak bernafas. " Ujar salah satu petugas itu.
Dan akhir nya Denis pun sudah berada di tempat yang jauh, usaha Denis sudah berakhir. Namun ketakutan Rani tentu tidak akan mudah hilang, sama seperti hilang nya Denis dalam muka bumi ini.
Kabar duka sampai pada kedua Orang tua Denis, dan Alex pun mendapatkan kabar itu saat berada di perjalanan menuju rumah Rani.
Alex menatap Rani, yang masih memeluk nya erat.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan ? " Tanya Alex.
"Tidak, aku takut. " Jawab Rani.
"Tidak ada yang perlu kamu takutkan lagi. Denis .... sudah tiada. " Jawab Alex mengusap lembut rambut Rani.
Rani seketika menegakkan tubuh nya. " Denis meninggal ? "
__ADS_1
Alex menganggukan kepala nya. " Iya, barusan polisi memberitahu ku Sayang. "
Rani kembali memeluk Suami nya. " Andai Denis masih bisa mengontrol diri dan menerima kenyataan ini, pasti dia bisa hidup lebih baik dan tidak akan berakhir seperti ini. "
"Ya sudah sayang, semua sudah jalan nya. " Jawab Alex merasa sangat lega.
Kendaraan yang di tumpangi Alex dan Rani pun sampai di depan rumah Rani.
Alex menyuruh salah satu anak buah nya untuk membereskan urusan di Rumah sakit, salh satu nya mengurus beberapa anak buah nya yang terluka.
Alex membawa Rani ke dalam kamar nya, Rani terlihat sedikit tenang saat berada di dalam kamar nya.
Kamar yang kini akan menjadi kamar pribadi Alex juga. Alex menatap Rani begitu pun dengan Rani.
"Tidak ada yang berharga di muka bumi ini selain kamu dan dia. " Ujar Alex menatap Rani dan mengelus perut Rani.
Rani tersenyum " Terima kasih Sayang, sudah membawa ku di waktu yang tepat, aku harap kita terus seperti ini. "
"Aku tidak akan menyakiti ataupun mengecewakan mu. " Jawab Alex.
"Aku sudah tahu itu. " Jawab Rani menarik Alex untuk berbaring di samping nya.
Rani lelah, Rani ingin tidur di dalam dekapan Alex suami nya, Rani ingin saat mata nya terbuka yang pertama Rani lihat adalah wajah suami nya.
Alex mendekap tubuh Rani, Alex lega saat diri nya sudah memiliki Rani seutuh nya, urusan Ibu nya Alex tidak mau memikirkan itu.
Alex yakin kejadian ini mampu membuat Ibu nya ketakutan, dan dia akan menyadari kesalahan nya.
Alex tidak ingin memejamkan mata nya, sebelem yakin Istri nya benar-benar terlelap dalam pelukan nya, Alex selalu meyakinkan diri nya bahwa Istri nya itu tidak apa-apa.
Dan di tempat lain Kak Vera sedang berada di samping Ibu nya, " Mom, apa Mommy Baik-baik saja ? "
"Kurang baik. " Jawab Ibu nya.
"Mom, untung lah Mommy tidak ada di belakang Denis, jika sampai Mommy ikut dalam pikiran kotor Denis, pasti Mommy sekarang sudah berurusan dengan polisi. " Jelas Kak Vera.
"Sudah lah Ve, jangan nakut-nakuti Mommy seperti itu. " Ujar Ibu nya Alex membayangkan kondisi Denis saat ini.
__ADS_1