
BAB 70.
Rani melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, "Masih banyak waktu! " gumam Rani dalam hati nya.
Rani bergegas ketujuan nya yaitu tempat dimana Rani akan di perlakukan menjadi anak seorang Bos yang cukup sukses saat itu, tapi Rani selalu lupa bahwa kedua Orangtuanya adalah pengusaha sukses di bidang nya.
Rani lebih memilih untuk menggunakan jasa Taxi di banding memakai memakai pasilitas yang sudah di siapkan oleh kedua orang tua nya, Rani menikmati perjalanannya tanpa Alex.
Sedangkan Alex sedikit tenang karna Rani tidak sendiri, setidak nya Alex sudah mempercayakan keamanan Rani pada Orang suruhan nya.
Di istana megah itu dimana ada Ayah dan Ibu Rani sedang menikmati kebersamaan nya di sebuah ruangan keluarga. Ayah Rani merasa heran saat mengingat kelakuan anak nya.
"Mom, Daddy heran kenapa Rani tidak mau memakai apa yang sudah Daddy persiapkan untuk nya, dari mulai penerbangan, hotel, kendaraan dia tidak mau memakai nya, ada apa dengan anak itu !! " Ucap heran ayah nya Rani.
"Aku tidak mungkin menceritakan bahwa Rani pergi ke sana bersama dengan orang lain, aku tidak ingin suasana kembali memanas di rumah ini. " Dengus Ibu nya Rani dalam hati nya .
Ayah nya Rani melirik istri nya yang sedang melamun, " Mom, ada apa sih? Pasti ada yang Mommy sembunyikan dari Daddy iya kan? " Tebakan Ayah Rani sangat tepat mengenai hati Ibu nya Rani.
"Ti-tidak Dad, Mommy juga heran pada anak itu. ko bisa-bisa nya ya seperti itu !! " Jawab Ibu nya Rani menutupi rasa gugup yang kini sedang ia rasakan dalam diri nya .
Tapi Ayah Rani bukanlah Orang bodoh yang tidak hapal watak Istri nya seperti apa.
"Pasti ini ada sangkut paut nya dengan Laki-laki itu !! " Batin Ayah Rani tidak kalah peka dari Isrti nya .
Ayah Rani pasti sudah tau tentang kedekatan Rani dan Alex, karna selama Rani masih bersama dengan Denis, Ayah Rani selalu memantau anak kesayangan nya melalui ajudan nya.
Entah apa rencana Ayah Rani tentang kedekatan Rani bersama dengan Alex, apa Ayah Rani bersikeras menyuruh Rani untuk pergi ke luar Negri untuk memisahkan Rani dari Alex ?
Rani sudah sampai di tujuan, dimana sebuah gedung perkantoran terpangpang jelas di hadapan nya, Rani tau itu milik kedua Orang tua nya, Tapi Rani tidak ingin besar kepala karna itu.
Rani mencari ponsel di dalam sebuah tas yang ia pakai, sampai-sampai Rani tidak melihat arah kaki nya yang sedang melangkah.
__ADS_1
"Brukk !! " Rani menabrak seseorang Laki-laki yang sedang repot dengan barang bawaan yang sedang ia bawa.
Laki-laki itu memunguti selebaran kertas yang sudah berhamburan di bawah kaki nya, panggil saja dia Erik, Erik ingin sekali memarahi Wanita yang sedang membantu nya merapihkan selebaran kertas yang sudah tercecer dimana-mana.
Namun saat Erik melihat keseluruhan wajah Wanita itu Erik sadar bahwa Wanita itu adalah anak dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja .
"Nona Besar !! " Ucap Erik menyapa Rani.
Rani tersenyum dan meminta maaf, dengan penuh rasa bersalah nya.
Erik tercengang saat tau sifat Rani tidak sesuai dengan apa yang Erik pikirkan, bahwasanya rata-rata Anak seorang pengusaha itu, tidak ada ramah-ramah nya pada bawahan nya. walaupun Erik sadar tidak semua nya seperti itu, tapi semua yang Erik temui rata-rata seperti itu.
"Tidak Apa-apa Non, saya yang salah !! " Ucap Erik sopan dan kagum pada sosok Rani yang baru saya ia temui.
Erik adalah asisten dari Orang yang di percayai memegang perusahaan tersebut, Erik orang yang sangat sederhana dan umur nya pun tak jauh beda dari Rani, satu tahun lebih tua dari Rani.
"Kenapa Non Rani tidak memakai mobil Tuan saja? kenapa harus pakai Taxi?" Tanya Erik pada Rani.
"Oh baiklah Non, silahkan saya antar bertemu dengan Tuan Devan, kebetulan saya pun hendak menghadap beliau. " Ucap Erik sopan dan lembut pada Rani.
Erik mempersilahkan Rani berjalan terlebih dahulu, dan Erik berjalan di belakang Rani dengan gagah nya.
Sesampainya di dalam gedung itu, semua menyapa kedatangan Rani, semua tatapan tertuju pada Rani, dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Rani menyapa semua orang yang ia lihat sangat baik saat menyapa kedatangan nya, Rani berbicara pada Erik bahwa Rani ingin menelpon seseorang terlebih dahulu, jadi Rani mempersilahkan Erik untuk masuk kedalam ruangan terlebih dahulu.
Erik dengan cepat menganggukan kepala nya, sedangkan Rani ingin mengetahui kabar tentang kekasih nya itu, yang baru beberapa jam saja meninggalkan nya.
Ternyata sambungan telpon Rani pada Alex masih belum tersambung, Rani mengirim pesan singkat .
~"Sayang, jika sudah sampai cepat hubungi aku aku merindukan mu! "
__ADS_1
Rani memasukan kembali ponsel nya, dan tersenyum. Rani hendak memasuki kembali ruangan yang di tunjuk oleh Erik tadi.
Sebelum Rani masuk Rani sudah mendengar suara keras dari dalam, suara keras yang membuat siapa saja mundur karna rasa sakit hati nya.
"Bodoh ... jangan sampai karna kerjaan kamu yang tidak becus ini membuat semua nya jadi gagal, ingat jika saja bukan karna Bos besar kamu sudah saya pecat !! " Ucap Keras Devan yang ada di ruangan itu pada Erik.
"Maaf Tuan, Saya tadi tersandung jadi berkas nya kotor seperti ini, dalam waktu singkat saya akan memperbaiki nya. " Dengan sungguh-sungguh Erik menjawab nya .
"Persetan dengan alasan mu, cepat kau keluar dari ruangan ku. " Bentak Devan pada Erik tanpa ampun.
Rani segera masuk dan menahan Erik yang hendak keluar tanpa melawan sedikit pun atas sikap yang ia terima dari Devan.
Rani dan Erik berpapasan, " Jangan keluar kamu diam di sini. " Ucap Rani menghentikan langkah Erik.
"Sudah lah Non, Ja .... " Ucap Erik tidak mau jika Rani berusaha membela nya.
Rani tidak mendengarkan Erik, Rani dengan tenang nya menghampiri Devan.
Devan tidak sadar bahwa ada Orang lain di ruangan nya, Devan sibuk dengan kertas kerja nya pada saat itu.
"Ehem ... Maaf Tuan, tidak seharus nya anda mempersalahkan sesuatu yang belum pasti itu adalah kesalahan nya, apa ini cara anda memperlakukan bawahan selama ini? " Ucap Rani lantang pada Devan.
Devan melirik ke arah sumber suara itu, Devan tidak kaget karna diri nya sudah di beritahu bahwa akan ada anak dari pemilik perusahaan yang sedang ia pegang saat ini.
"Anda sudah sampai Nona, ya beginilah cara saya bekerja, sehingga Orang tua Anda sangat mempercayai semua nya pada saya. " Ucap Devan dengan santai dan mengisyaratkan pada Erik untuk segera pergi dari ruangan nya .
Rani melihat Devan Begitu sangat berpengaruh bagi Erik, atau bahkan karyawan lainnya.
"Ya bentuk Orangtua saya memang sangat percaya pada Anda, tapi dalam hal moral mungkin Orang tua saja terlalu keliru dalam menilai nya. " Ucap Rani masih bisa tenang.
"Sudahlah Nona, seharus pertemuan pertama kita berkesan baik-baik saja tidak seperti ini. " Ucap Devan dengan tatapan nakal nya pada Rani, Devan sangat percaya diri karna memegang kepercayaan penuh dari Orangtuanya Rani.
__ADS_1
"Dasar bajingan. " Umpat Rani dalam hati nya, saat memahami arti tatapan Devan pada diri nya.