
Rani memohon pada Ibu nya Alex, namun dengan keras Ibu nya Alex menepis tangan Rani dengan keras.
"Mom ... " Teriak Alex sangat kuat.
"Mommy, " Ucap Kak Vera langsung menghampiri Ibu nya.
Namun Alex langsung menghampiri Rani, yang jatuh ke atas Sofa beruntunglah tidak jatuh ke tembok atau pun ke lantai.
"Apa sih Mom, sudah lah. Jangan seperti ini, Mommy tuh udah kaya anak kecil tau gak ? " Ucap keras Alex sudah pusing menghadapi sikap ke egoisan Ibu nya.
"Kamu berani membentak Ibu mu sendiri di hadapan Orang asing seperti dia Lex ? " Telunjuk Ibu Alex begitu tajam ke arah wajah Alex.
"Sudah ... sudah .. dia Ibu kamu Lex, tidak baik seperti itu. Turuti saja Ibu dulu, jangan buat Ibu marah. " Bisik Rani pada Alex.
Alex tak mendengarkan perkataan Ibu nya. Alex berdiri " Mom lihat anak mu ini, lihat tangan aku lihat wajah ku, ulah siapa ini ? Aku sudah capek Mom. "
"Sekarang aku mau tanya sama Mommy, Mommy mau dengar perkataan aku atau Mommy mau dengar perkataan bajingan Denis itu. " Sambung Alex.
"Kamu jangan menghakimi Mommy seperti ini Lex, sudah lah kita bicarakan semua nya dengan baik-baik. " Cegah Kak Vera, ya ingin suasana menjadi lebih rumit.
"Kak, Ayolah Kak !! harus cara baik seperti apa lagi ? Kakak tahu sendiri bagaimana Mommy. " Jawab Alex pada Kakak nya.
"Iya Lex, tapi pikirkan juga dong kesehatan Mommy. " Jawab singkat Kak Vera, bingung harus seperi apa.
"Dengar Lex, apa yang di katakan Denis tentang wanita ini, itu masuk akal, dia ini Wanita murahan yang tidak tahu malu. Sudah mandul masih saja meninggalkan suami ny, demi apa demi ingin mendapatkan kamu Lex, kamu sudah di butakan oleh nya. " Teriak Ibu Alex.
Geram nya Rani kini tertuju pada Denis, yang sudah gila karna memberikan alasan yang sebenarnya dia yang mencampakkan Rani.
"Sudah lah Lex, aku pulang saja ya. biarkan Mommy tenang dulu, aku khawatir. " Rani menarik tangan Alex, agar duduk di samping nya
"Mommy dengar kan ? Kakak dengar kan ? Wanita yang sudah Mommy sebut dengan Wanita murahan, masih mau memikirkan kesehatan Mommy. Mommy akan menyesal apa yang di katakan Denis pada Mommy itu semua tidak benar. " Ucap Alex dengan nada sedikit di tekan.
Ucapan Rani tidak di dengar oleh Alex, Rani bangkit dan lari keluar agar saat diri nya pergi, Alex dan Ibu nya bisa berdamai, dan tidak ada kemarahan lagi.
"Sayang ... sayang ! " Teriak Alex agar Rani segera berhenti.
Alex mengejar Rani dan berdiri di hadapan nya, dengan sebelah tangan Alex menarik tubuh Rani ke dalam pelukan nya.
"Jangan pergi, kita selesaikan semua nya malam ini, bila malam ini bisa kita lalui, hari esok kita akan bahagia Sayang. " Ucap Alex memeluk Rani.
__ADS_1
Rani menggelengkan kepala nya. " Lex sudah lah, aku tidak pernah sebelum nya membayangkan Ibu kamu bisa semarah dan se benci ini pada ku, Aku takut Ibu mu semakin membenci ku jika aku masih ada di samping mu. "
"Apa yang kamu katakan Sayang ? kamu harus tetap ada di samping ku, apa kamu tega meninggalkan ku dalam keadaan seperti ini ? " Tanya Alex sangat dalam.
Rani pun menggelengkan kepala nya.
Tak lama kemudian mobil Petra pun datang, Petra keluar dari mobil nya dengan cepat.
"Apa semua sudah siap ? " Tanya Alex pada Petra tanpa melepaskan pelukan nya pada tubuh Rani.
"Sudah, " Jawab Petra yakin.
"Mommy di dalam sedang emosi berat, jadi Mommy mau mendengarkan kebenaran ini atau tidak aku tidak tahu. " Ujar Alex dengan wajah memar masih jelas terlihat di wajah nya.
"Jangan khawatir, sebisa nya aku akan membantu mu." Jawab Petra masuk lebih dulu ke dalam rumah Alex.
Di dalam, Ibu nya Alex masih ada di tempat yang sama dengan posisi duduk di tenangkan oleh Kak Vera.
Baik Ibu nya Alex dan juga Kak Vera menatap kedatangan Petra, dan di susul oleh Alex dan Rani.
Alex membawa Rani duduk di samping nya, dengan tangan saling menggenggam satu sama lain.
Eratan genggaman tangan Rani di balas hangat oleh Alex.
"Saya cukup tahu, mana yang terbaik dan yang tidak untuk anak saya ini. Jadi sudah lah berapa orang pun yang mendukung hubungan Alex dan wanita ini, saya tetap pada pendirian saya. " Jawab ketus Ibu Alex.
Kali ini Alex yang mengeratkan genggaman nya, itu tanda bahwa baik Alex atau pun Rani sedang menguatkan satu sama lain nya.
Petra tersenyum santai. " Sungguh Tan, jika Tante mengetahui hal lain, ya .... bisa di bilang hal buruk dari pasangan ini. Jujur saya tidak tahu itu, dan saya tidak pernah melihat keburukan itu, padahal saya adalah orang terdekat mereka. Entah saya yang bodoh, apa mereka yang pintar menyembunyikan sesuatu dari saya. Tapi ya di balik itu semua ... saya yakin mereka tulus ko Tan ! keburukan itu tidak pernah ada. " Jawab Petra dengan sedikit gerakan di wajah dan tangan nya.
"Sudahlah, saya sudah lelah. " Jawab singkat Ibu nya Alex.
"Begini Tan, saya tahu Tante orang baik, dan Tante harus tahu ini. Ini bukti yang saya cari bersama Alex, untuk meyakinkan Tante, bahwa yang di katakan Denis itu tidak benar. " Petra mulai akan menunjukan bukti itu.
"Denis ... Denis ... Denis !! Sudah lah. " Bantah Ibu Alex,tetap tidak mau tahu.
Petra dan juga Alex memberikan kode yang sama.
Rekaman itu pun akhir nya di putar.
__ADS_1
ISI REKAMAN ITU.
"Hay ... " Sapa Gwen
"Mau apa kamu ? rajin banget kamu ikutin aku. " Ucap keras Denis.
"Ko gitu sih kamu ! dulu saja kamu memperjuangkan aku, dan meninggalkan istri kamu. Nah sekarang kamu bersikap seperti itu sama aku. " Ujar Gwen memancing Denis.
"Ssssstttttt ... jangan bahas itu, Aku memang dulu sempat bodoh meninggalkan wanita sebaik Rani demi wanita seperti kamu. Tapi semua itu akan kembali baik-baik saja. Karna apa ? sebentar lagi aku akan mendapatkan Rani kembali. " Jelas Denis.
"Aku tidak yakin dengan usaha mu itu, aku dengar Rani akan segera di nikahi oleh Pria lain. ya pasti nya Rani sudah melupakan kamu. " ujar Gwen.
Denis tertawa. " Hahahahaha ... tidak mungkin, Ibu dari Laki-laki yang mencintai Rani itu tidak mingkin merestui pernikahan mereka. Si tua bangka bodoh itu sudah terlanjur termakan omongan dari ku, jangan panggil aku Denis jika aku tidak mendapatkan apa yang aku mau. Paham ? "
"Wow ..... ternyata seorang Denis lebih kejam dari seribu buaya yang aku kenal. Bajingan seperti kamu sebaik nya diam dan menyadari kesalahan mu. " Ujar Gwen.
" Diam Kamu ******, sebaik nya kamu yang diam. Dan urus anak haram mu itu. " Ucap Denis.
REKAMAN SELESAI.
Rani menatap Alex, dan di balas senyuman lembut oleh Alex.
"Terima kasih Sayang .... " Bisik Rani dengan mata di penuhi air mata.
Alex hanya mengangguk, dan menyeka air mata yang akan turun dari pelupuk mata Rani.
"Begitulah Tan, bukti yang saya dapat. Bagaimana menurut Tante ? " Tanya Petra sangat sopan.
Ibu Alex sedikit terdiam, saat ucapan Denis benar-benar sudah membuat nya merasa terhina, Ibu Alex hanya diam dan diam.
Lalu Ibu Alex berdiri dan melepaskan genggaman tangan Kak Vera dengan paksa, untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Tunggu Mom, jangan dulu pergi. Masih ada kebenaran yang perlu di ungkap di sini. " Cegah Alex menghentikan langkah Ibu nya.
"Mau ada restu atau pun tidak, Alex akan tetap menikahi Rani, karna apa ? Rani .... kini sedang mengandung darah daging Alex. " Jelas Alex menatap Ibu dan Kakak nya.
"Apa Lex ? bukan kah Rani .... " Tanya Kak Vera, mewakili Ibu nya
"Iya Kak, diagnosa dokter mungkin dulu salah, bisa saja itu diagnosa untuk Denis. Dan kenyataan nya saat kita selalu bersama, kini Rani sedang mengandung anak ku Kak. " Jawab Alex dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
Ibu Alex sedikit terkejut, dan semakin bingung dengan keadaan, Namun ia tetap berjalan menuju kamar nya tanpa menoleh sedikit pun.
"Sudah lah Lex, biarkan Mommy istirahat dulu. " Ujar Kak Vera.