Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kebaikan Alex


__ADS_3

BAB 22.


Alex mengerti kenapa Rani, malas pulang ke Rumah nya sendiri. Rani pasti akan mengingat Suami nya, Yang kini sedang Menjalani Malam Pengantin dengan Istri ke dua ny.


"Apa aku bawa ke rumah saja ya ?? Biar Bisa bertemu sama Mamih, Dan Pasti Rani kaget. Setelah tau Tante-tante yang ia Sangka kan pada nya, Ialah Ibu kandung ku. Bisa mati kutu dia, Hahahaha !!! " Ucap Alex, sambil tertawa dan berjalan menyusuli Rani yang sudah terlebih dahulu, masuk ke dalam Mobil nya.


Alex sudah mendapati Rani, Terduduk di samping kemudi.


"Jadi Bagaimana Nona, Anda mau di Antar kemana ?? " Ucap Alex Pada Rani, seperti Sopir yang akan mengantar Majikan nya.


Rani memilih untuk di antar ken Alamat Butik nya saja !! Rani akan Tidur di kantor nya malam ini, dari pada Harus Pulang. Pasti bayangan Denis terus munjul di hadapan nya.


"Baik lah Tuan Putri, Aku akan Mengatar mu ke tempat Tujuan !! " Ucap Alex sambil melajukan Mobil ny.


Di dalam Perjalanan Entah Alex mau Pun Rani hanya Terdiam dengan Pikiran nya Masing-masing


Dan Saat Beberapa Menit, akhir nya Mobil mewah Alex tiba di Depan Butik yang di Maksud Oleh Rani.


"Terima kasih Lex !! " Ucap Rani pada Alex dengan senyuman simpul nya.


Alex hanya tersenyum menjawab Perkataan Rani.


Saat Rani keluar, Rani tak sengaja melihat ke Bawah sepatu nya Dan Otomatis Bab depan Mobil Alex terlihat jelas oleh Rani.


"Loh ... ko kempes sih ?? Bocor dek kaya nya. " Ucap Rani, tanpa sepengetahuan Alex.


Rani mengetuk Kaca yang ada di Pintu mobil Alex.


Alex membuka nya dan menanyakan ada hal apa ??


"Lex kaya nya, mobil kamu Ban nya Bocor Deh !! Coba keluar dulu Lex. " Ucap Rani sambil mengecek kembali dan melihat Ban depan mobil Alex.

__ADS_1


"Oh Syitt !! Mana ini sudah malam Lagi. " Dengus Alex kesal.


"Emm .. Ya sudah lah Ran, Tidak Apa-apa. Malam ini saha akan tidur di mobil saja, kamu Masuk Aja Ran. Udara sangat Dingin !! " Ucap Alex sambil memperhatikan Ban Mobil nya.


"Tidur lah di dalam Lex, di Lantai pertama !! Tapi cuma ada Sofa !! " Ucap Rani pada Alex.


"Ya sudah lah gak Papa, dari pada Di Luar, Bisa-bisa aku masuk Angin !! " Gumam Alex dalam hati nya.


"Banyak Mikir kamu, Kalo gak mau Ga papa !! Selamat tidur di luar ya ?? " Ucap Rabi sambil berjalan dan membuka Kunci Pintu butik nya.


Tanpa Pikir panjang Alex memanggil petugas Security butik nya Rani, untuk menitipkan Mobil nya. Dan Lansung berjalan menyusul Rani.


Sesampai nya Di dalam, Alex sungguh Terpana akan melihat Tataan dalam Butik Rani, Sungguh sederhana namun menawan, Dan Baju-baju yang di pajang sungguh Baju Yang berkualisan Bagus dan Trend Masa kini.


"Kalau Mamih, dibawa ke sini. Mamih Pasti senang !! " Gumam Alex kembali.


"Ya sudah Lex, Maaf ya tempat nya seadanya. Kamu bisa tidur si Sofa itu. Sofa nya lumayan empuk ko Lex !! " Ucap Rani, sambil mengikat Rambut nya, dan berjalan menaiki Anak tangga menuju kantor nya


Alex hanya mengembangkan senyuman Andalan nya pada Rani.


Dan Rani dengan cepat menepuk Jidat nya, dan Melanjut kan Langkah nya.


Sesampai nya di Dalam Kantor. Rani Tidak merasa Reda Sedikit pun, tentang pikiran nya Pada Denis, Rani tidak memikirkan Tentang Malam pertama nya dengan Gwen.


Namun Rani merasa kasian, jikalau Nanti Denis tau yang sebenar nya. Mungkin ini alasan Denis dengan Waktu rentang 2 bulan sudah berani menikahi Gwen, Mungkin Denis sudah mengetahui Tentang ke hamilan nya Gwen, Namun tidak mengetahui Bahwa Anak yang di kandung nya bukan Anak Denis.


"Pasti kamu tidak akan Percaya Mas, Kalau pun Aku mengatakan nya Pada mu !! Pasti Ujung-ujung nya, Kalian akan menyalah kan aku. " Ucap Rani salam kesendirian nya.


Malam pun semakin berlarut, Rani mulai merebahkan Tubuh nya di Atas Sofabad, Dengan lelah nya, Rani pun mulai memejam kan mata nya.


Rani sangat Lelah hati dan Pikiran nya, Hingga Rani Tidak memikirkan bahwa di Bawah Ada Laki-laki yang Sedang tidur di bawah sangat kedinginan.

__ADS_1


Sementara Rani dengan nyaman nya tidur Di ruangan nya, di Hangati oleh selimut tebal yang menutupi diri nya.


Selang beberapa Menit, Saat Rani terlelap. Rani memimpikan Denis, dengan Kesal nya Rani sampai Mengigau dan Teriak-teriak memanggil-manggil Nama Denis dan memarahi nya.


Hingga Alex yang masih juga belum bisa tidur, mendengar teriakan Rani, dan langsung Lari menaiki Anak Tangga menuju Ruangan Rani dengan cepat.


Alex membuka kan Pintu Ruangan Rani, yang tidak sempat Rani kunci itu. Alex Terkejut saat Rani sedang menyakiti Diri nya dengan beberapa Cakaran.


Alex langsung menghadang Gerakan Tangan Rani dan mencoba membangun kan nya, Tidak di pungkiri Meskipun Rani Pandai, memenipulasi ke adaan hati nya. Rani sangat Rapuh dan tersiksa dengan Keadaan Rumah tangga nya.


Alex terus menyadar kan Rani, Namun Rani malah menarik tengkuk Leher Alex, hingga kini Wajah Rani dan Wajah Alex saling berdekatan.


Alex merasakan Deruan Nafas Rani yang Sangat Panas, Namun sebagian Tubuh nya sangat lag dingin.


"Kau sakit Ran ?? " Ucap Alex Bingung, karna tidak tau di mana letak Kotak Obat, dan Dapur nya.


Alex mencoba Bangkit dari Dekapan Tangan Rani, namun Rani kembali menarik nya. Alex tidak mau ada kejadian yang melebihi batas Wajar. Hingga Akhir nya Alex mencoba meletakan Tangan Rani yang begitu Kuat di leher Alex. Walau bagaimana Pun Alex adalah Laki-laki Normal, yang kemungkinan akan tergoda Pada Rani saat ini.


Alex membernarkan Posisi tidur Rani, Dan berdiri untuk mencari obat atau kain Untuk mengompres Kening Rani, Sampai menunggu waktu siang tiba dan Alex akan membawa Rani Ke Dokter.


Kini Alex sudah mendapat kan apa yang dia cari, Namun Alex hanya mendapat kan Kain saputangan yang berbahan Handuk.


Alex langsung mengambil Air hangat untuk mengompres Kening Rani.


Alex tidak bisa tidur, Karna Rani terus mengigau dan menyakiti diri nya sendiri.


Alex terus menyentuk Pipi dan kening Rani, untuk Mengecek Suhu tubuh Rani.


Dan Saat Waktu sudah menunjukan Pukul 04:00 dini Hari, Alex tidak tahan menahan Rasa kantuk nya.


Hingga Alex pun tertidur di samping Sofa dekat dengan Kepala Rani, dan Meletakan Tangan nya di Dagu leher Rani. Tanpa Rani sadar, Rani telah memegang erat Belaian Tangan itu.

__ADS_1


__ADS_2