Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kelemahan Erik.


__ADS_3

BAB 75.


Devan melepaskan genggaman nya pada kerah baju Erik, Erik sangat kesal apda Devan ingin sekali dia mendaratkan pukulan nya di wajah Devan, bahkan dari sebelum Rani datang Erik sudah ingin menghancurkan Devan, tapi Erik belum mendapatkan cara, apalagi semua nasib hidup nya sudah ada di tangan Devan.


Rani mengingat ucapan Erik tentang keluarga nya, Rani tau Erik bisa membantu nya, tapi dengan cara, Rani harus membebaskan terlebih dahulu Erik dari genggaman Devan.


Rani semakin berambisi untuk menuntaskan kejanggalan yang ada pada perusahaan Ayah nya, Rani merasa tertantang tanpa memikirkan bahaya apa yang sedang mengintai nya jika masuk kedalam keras nya dunia persaingan.


Rani bisa di bilang Orang awam yang belum tau apa-apa, seharus nya Alex lah yang turun dalam perusahaan Ayah nya Rani, bukan Rani yang tidak tau Apa-apa. tapi walaupun begitu Rani yakin bahwa orang benar tetap akan menang dari orang yang salah.


Karna Rani termasuk wanita yang cukup keras kepala, jika dia anggap benar dia akan memperjuangkan nya. Rani berjalan memasuki ruangan Devan dengan segenap keyakinan nya.


Rani yang tadi nya ingin segera pulang ke tanah air, kini Rani berniat untuk memperpanjang keberadaan nya di Negri orang itu.


Rani melihat Devan sedang so sibuk dengan pekerjaan nya, Devan melirik Rani dan mempersilahkan nya duduk.


"Dev, mulai hari ini tolong perintahkan Erik untuk memberikan semua laporan baik pengeluaran atau pun pemasukan pada saya, saya yang akan memegang dalam hal keuangan, Oh ... iya Dev tolong jadwalkan Metting dengan semua karyawan bahwa saya akan masuk ke dalam Team mereka. " Ucap Rani yakin dan tegas.


"Tapi Ran, tidak bisa begitu dong. Semua hal keuangan sudah ada di tangan Erik, bahkan Erik sudah baik mengurusi nya, semua tidak ada masalah. untuk jadwal Metting itu gampang bisa saya atur. " Jawab Devan berat hati akan keputusan Rani yang buru-buru itu.


"Kenapa Dev?? apa ada masalah ?? aku hanya ingin tau saja, agar saya tau sistem kerja di perusahaan ini seperti apa. " Ucap Rani merasa yakin bahwa memang Devan ada niat buruk pada perusahaan milik ayah nya itu.


"O-o ... ok, tidak ada masalah !! " Jawab Devan dengan tenang namun hati nya kesal pada Rani.


"Awas saja kamu Rani, kamu sendiri yang akan memberikan semua kekuasaan ayah mu pada ku kelak, jangan kau anggap nama Devan itu Laki-laki biasa, jangan panggil aku Devan jika aku tidak bisa membuat mu bertekuk lutut di kaki ku. " Dengus Devan dalam hati nya geram.


Rani memperhatikan raut wajah Devan yang terlihat kesal. " Hey Tuan!! saya bukan menggeser posisi anda, saya hanya meminta posisi Erik saja, dan itupun tidak dengan memecat Erik, Erik akan tetap menjadi tangan kanan anda Tuan. " Ucap Rani sedikit meledek Devan.

__ADS_1


"Baik , saya akan bicara terlebih dahulu pada Erik. " Jawab Devan sambil meninggalkan Rani yang masih duduk di ruangan nya.


Rani tersenyum saat melihat raut wajah Devan seperti udang rebus yang terlihat kepanasan nya, untung Devan bukan Udang jadi gak langsung mati.


Devan masuk kedalam ruangan Erik, dengan kesal dan memukul meja kerja Erik dengan keras. Erik kaget di buat nya.


"Ada apa Tuan , ada yang bisa saya bantu." Tanya Erik dengan wajah kesal namun dapat Erik sembunyikan dari Devan.


"Rik, dengar sekarang kami copy semua laporan keuangan yang ada dalam data yang sudah saya kirim kan ke email kamu, ingat Rani meminta saya untuk meminta semua urusan keuangan untuk ia pegang, dan kamu tau sendiri laporan keuangan itu sudah saya atur. dan satu lagi jangan macam-macam, jika kamu tidak ingin Ibu mu itu keluar paksa dari rumah sakit. " Ancam Devan, membuat Erik mengempalkan tangan nya dengan sempurna.


Namun Erik tak mampu melampiaskan kekesalan nya, ada hal yang harus selalu di ingat oleh Erik bukan tentang kebahagiaan nya melainkan kebahagiaan Orang yang sangat penting dalam hidup nya.


"Rani sampai nekat seperti ini, tapi lebih bagus seperti itu. tapi sayang aku tidak bisa berbuat apa yang semesti nya aku perbuat. " Keluh Erik dalam hati nya.


Erik menggelengkan kepala nya, dan mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh Devan dengan berat hati Erik harus melakukan nya.


Devan merasa terancam akan keberadaan Rani, Devan mulai merencanakan supaya Rani ingin segera kembali ke tanah air, di banding mengurusi persoalan perusahaan ayah nya


"Bisa-bisa aku gagal, Aakhhhh sial !! " Dengus Devan dalam hati nya.


Devan duduk di sebuah kursi dengan santai nya, dan memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk Rani mundur lebih cepat dari pikiran nya.


Devan tersenyum licik, karna dengan cepat Devan sudah tau cara nya agar Rani mau menurut pada nya, " Aku harus memperistri Rani, dengan begitu aku lebih gampang masuk kedalam keluarga nya, setelah itu bom waktu pun akan sampai pada puncak nya, dan ledakan nya mampu meluluhlantahkan semua keluarga Rani menjadi gelandangan. " Ucap Devan licik dalam hati nya.


Devan akan menemui Ayah Rani tanpa sepengetahuan Rani, karna menurut Devan Ayah nya Rani terlalu gampang ia taklukan.


Devan ingin melihat sejauh mana Rani kuat menghadapi nya. dan waktu yang di minta Rani untuk mengumpulkan semua karyawan sudah Devan penuhi.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Rani, Devan sudah menyebarkan isu kalau Rani adalah calon istri nya, dan tanpa sepengetahuan Rani pun semua karyawan sudah mengetahui hai itu.


Hari itu Rani hendak pulang karna Rani sudah merasa cukup untuk berada di kantor, Rani sangat lelah hingga diri nya lebih memilih untuk segera beristirahat.


Rani menyempatkan waktu nya untuk menghubungi Alex lewat Vidio call, namun tidak dapat tersambung. Rani kini sudah sampai di hotel yang sama, hotel yang sudah di sediakan oleh Alex .


Rani hendak beristirahat, namun saat Rani hendak mematikan lampu yang ada di kamar nya, Rani mendapatkan telpon dari Receptionis hotel itu bahwa ada sebuah paket atas nama Rani.


Rani mengerutkan dahi nya, karna memang hari itu Rani tidak memesan apapun, Rani menyuruh orang untuk mengantarkan paket tersebut.


Setelah paket itu sampai di tangan Rani, Rani menanyakan untuk memastikan kepada petugas bahwa semua nya aman atau tidak, dan petugas itu pun mengatakan bahwa itu bukan lah barang berbahaya.


Rani mengambil sebuah kotak yang berupa paket itu, Rani mengunci kembali pintu dan kembali ke dalam kamar nya, Rani membuka setiap lapisan kertas yang membungkus kotak yang tidak besar itu.


Rani terkejut ternyata di dalam sebuah kotak yang terlihat sederhana itu menyimpan sebuah barang indah dan juga mahal, itu sebuah perhiasan Mas putih berupa kalung yang sangat mewah, Rani terkejut namun terpana saat melihat guratan demi guratan dalam perhiasan itu.


Rani segera membaca kartu ucapan yang terselip di dalam nya.


Sebuah hadiah kecil bagi wanita yang selalu ada di dalam hati ku ...


Sebuah hadiah sederhana namun indah, teruntuk Wanita yang sederhana namun indah di mata ku..


Kau sudah menjadi alasan apapun untuk aku tetap bertahan, untuk itu pakailah hadiah kecil ku ini, agar aku semakin yakin bahwa kamu adalah Wanita ku.


Alex .


"Sayang !! " Ucap Rani sambil memeluk hadiah yang telah Alex berikan pada nya. Sungguh Rani menjadi semakin rindu akan Sosok Alex. Tapi Rani harus sabar saat Alex tidak bisa ia hubungi, karna Alex lebih sibuk di banding kesibukan yang sedang Rani jalani.

__ADS_1


__ADS_2