Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Waktu yang tepat


__ADS_3

BAB 42.


Petra membawa team nya, agar saat terjadi sesuatu, tetap Petra yang akan ada di depan. Karna Petra lah yang setidak nya ada Hak, karna Petra adalah kuasa hukum nya Rani, jika Alex yang di depan, itu akan jadi Masalah.


Alex akan bergerak, seolah-olah Alex adalah orang suruhan Petra. Bagaimana pun Alex berada di posisi yang salah, yaitu mencintai Wanita yang masih bersuami.


Sebuah Kendaraan berwarna hitam Metalic itu, di kendarai oleh Alex, Alex Berharap-harap cemas saat mengemudi. berharap kedatangan nya nanti ada di waktu yang tepat.


Jika Rani tidak di bawa Denis ke rumah nya, maka Alex tidak tau lagi harus mencari nya kemana, karna sungguh Alex tidak mengetahui banyak tentang Denis.


Setiba nya di depan Rumah Rani, Alex merasa lega, karna Alex melihat mobil yang berwarna Putih sedang terparkir bebas di depan Rumah Rani.


Alex segera turun dengan terburu-buru, namun langkah Alex di cegah kembali oleh Petra, kini petra yang berjalan lebih dulu. Sial nya pintu depan terkunci sehingga baik Petra mau pun Alex, harus sabar sampai Denis mau membuka nya.


Alex semakin gelisah saat Denis tak kunjung membukakan pintu nya, Alex melihat sekeliling rumah Rani, hingga Alex berjalan ke arah belakang rumah Rani, Alex mencongkel jendela dapur Rani, dan akhir na Alex bisa masuk secara Diam-diam.


Rani kini sudah mulai tersadar, Rani merasakan tubuh nya sakit, Rani dengan pelan membuka Mata nya, Terkejut Lah Rani saat mengetahui diri nya sedang bertela***** bulat, dengan posisi tangan dan kaki terikat oleh kain.


"Denis .... Lepas !! Kau sudah Gila, Hah ?? Lepas Denis ..... " Teriak Rani meronta, ingin terlepas dari ikatan kain itu.


Denis tau kalau Istri nya itu sudah tersadar, namun Denis menyesal karna sudah membuat luka lebam di area wajah cantik Rani.


Denis mendekat, hanya dengan mengenakan sehelai kain tipis yang terlilit si pinggang nya, Denis terduduk di samping Rani, dan mengelus wajah Rani yang memar itu.


"Maaf sayang !! sungguh aku tidak bermaksud menyakiti mu, kau yang meminta ku untuk melakukan nya, aku rindu diri mu sayang !! Kau juga kan ?? " Ucap Denis sambil mengelus wajah Rani, sampai pada leher Rani.


Rani berusaha menghindar, walau pun sangat sulit, Denis terus mengelus wajah Rani dan menc**m nya sampai leher jenjang Rani.


Saat Alex sudah di dalam, suara Rani teriak semakin terdengar di telinga Alex, dan suara Berterus berbunyi. karna semakin besar suara Bel terdengar sampai kamar Rani, Denis geram pada Orang yang terus menekan Bel itu.


Denis akhir nya memutuskan untuk memakai baju terlebih dahulu, untuk melihat siapa yang datang, dengan Gila nya Denis menyumpal kan mulut Rani dengan kain, Agar teriakan Rani tidak sampai terdengar oleh orang yang datang.


Alex bingung sementara menuju kamar Rani hanya melewati tangga itu saja, Tiba-tiba Alex mendengar suara orang melangkah, tenyata itu Denis, dengan muka kusut Denis menuruni Anak tangga menuju Pintu utama.


Denis kesal, hasrat dia hampir saja tersalur kan, namun suara Bel terus saja berbunyi. Denis tidak mau ada kecurigaan tetangga, kalau saja dia tidak membukakan pintu nya.

__ADS_1


Setelah Denis berlalu ke Ruang utama, dan suara pintu sudah terbuka, Alex segera berjalan tanpa suara menuju kamar Rani. sedangkan Denis sedang mendapat kan kecaman dari dari Petra.


Denis terus mengeras, namun anak buah Petra lebih keras dari Denis, Petra orang yang paham hukum, oleh karna itu Petra melarang ada kekerasan. Petra menyuruh Anak buah nya hanya untuk menahan Denis saja, sampai Alex berhasil mengeluarkan Rani.


Petra mengetahui akal bulus Alex, saat Denis membukakan Pintu, Petra melihat Alex naik melewati Anak tangga, Petra menggelengkan kepala nya saat itu.


Sesampai nya Alex di depan pintu, Alex membukakan pintu kamar Rani dengan pelan, dan masuk.


Terkejut Lah Alex saat melihat Rani sedang meronta-ronta menarik-narik lengan nya agar bisa lepas, Rani melihat Alex datang.


Hati Rani merasa lega, tanpa memikirkan bahwa kini tubuh nya hanya di tutupi dengan selimut saja, dengan cepat Alex menghampiri Rani.


Air mata terus keluar dari pelupuk mata Rani, walau pun Rani masih istri syah Denis, tapi Rani tidak sudi bila tubuh nya di sentuh kembali oleh Denis.


Alex berhasil melepaskan tangan kiri Rani, Alex naik ke atas tempat tidur rani, dan berusaha melepas kan ikatan dari tangan kanan Rani.


Rani langsung menarik tengkuk leher Alex, dan tubuh Alex pun tertarik, Alex memejamkan mata nya, karna bagaimana pun dia adalah laki-laki normal, Birahi Alex ter kesampingkan oleh suara tangisan Rani, yang terdengar lirih di telinga nya.


"Sayang !! Apa aku datang terlambat ?? " Bisik Alex sambil mengelus rambut Rani.


Alex tersenyum, dan menatap wajah Rani, kini wajah mereka sudah sangat dekat, andai posisi mereka saat ini, tidak lagi ada di dalam kondisi pelik seperti itu, Pasti Alex sudah menyatukan cinta nya pada tubuh Rani.


Alex mengecup, Mata dan kening Rani. " Sayang, aku ambilkan pakaian mu dulu. setelah itu kita akan pergi dari sini !! " Bisik Alex, mengusap air mata Rani yang terus saja keluar.


Alex mencoba bangkit, karna Alex sudah tidak tahan menopang berat badan nya, agar tidak terjatuh lebih dalam lagi.


Namun Rani tidak mau jauh dari Alex, Rani ingin terus bersama dengan Alex. "Cepat lah pakai pakaian mu Sayang. A-aku ..... " Ucap Alex, semakin merasakan hawa panas terus menjalar di seluruh tubuh nya.


"Jangan jauh-jauh dari ku !! Aku akan memakai nya tapi ... Jangan jauh-jauh dari ku, dan tutup mata mu !! " Bisik Rani, dan sial nya bisikan Rani sangat menggoda telinga Alex.


Alex menganggukan kepala nya, Alex terus menatap wajah Rani, sehingga tatapan mereka pun saling bertaut. Deruan nafas kedua nya semakin kencang, sehingga baik Alex maupun Rani merasakan deruan Nafas dari kedua nya.


"Sayang !! Terima kasih. " Ucap Rani, Rani menekan tengkuk leher Alex dan mendekatkan bibir Alex pada bi**r nya, baik Alex maupun Rani menarik nafas nya dalam-dalam.


Alex tak percaya, kini bi**r mereka sudah menyatu, Alex menahan sentuhan bi*** itu sejenak.

__ADS_1


Namun Alex segera melepaskan nya dan kembali berbisik, " Sayang, kita berada di waktu yang tidak tepat. " Alex lalu mengangkat badan nya, hingga tubuh Rani pun ikut terangkat.


Alex mengambil pakaian dalam Rani, yang berada tidak jauh dari tubuh Rani. Alex terus menatap wajah Rani, karna sedikit saja pandangan Alex turun, maka mata Alex akan tertuju pada dua buah gunung kembar yang di miliki oleh Rani.


Rani yang tadi nya sedih dan ketakutan, kini malah suka saat melihat Alex, terus memandangi wajah nya, sementara tangan nya terus berusaha membantu Rani memakai kan B** di tubuh Rani.


Rani tersenyum, karna wajah Alex semakin menegang. "Sudah Sayang !! Biar aku saja, kau tidak ahli memakai kan nya. kau balik badan saja, tunggu setelah aku mengatakan, bahwa aku sudah selesai memakai kan nya. " Jelas Rani.


Dengan susah payah, Alex menuruti perkataan Rani, Alex membalik kan badan nya.


"Sial !! Juniur ku sudah tidak tahan, ingin menunjukan ke gigihan nya, Syitttt .... !! " Umpat Alex, pada diri nya sendiri.


Alex berdiri, membelakangi Rani yang sedang mengenakan pakaian lengkap nya, Alex berjalan ke arah pintu, dan Alex coba mendengar pembicaraan Petra saat mengintrogasi Denis.


"Mampus kamu bajing**. Petra itu walau pun tidak melakukan kekerasan, tapi ucapan nya mampu membuat terdakwa merasa terpukul dan tertekan mendengar nya, atau bahkan bisa membuat siapa pun korban terkencing-kencing di celana nya !! " Dengus Alex, sambil tersenyum.


Sementara Petra terus memperhatikan ke adaan di belakang Alex, karna Petra belum juga melihar Alex membawa Rani keluar dari kamar nya. " Sial !! Apa yang bocah itu lakukan. " Umpat Petra dalam hati ya.


Saat Alex ingin melihat situasi di luar, Pelukan hangat pun ia dapat kan dari arah belakang. Alex membalikan tubuh nya. " Sayang !! Kau sudah banyak menggoda ku, apa kau tidak kasihan pada ku ?? " Bisik Alex sambil membalas pelukan Rani.


"Apa yang kau ingin kan, aku pun sama sedang menginginkan nya !! " Jawab Rani dalam pelukan nya.


Alex terseyum. " Kita akan melakukan nya sayang, tapi aku tidak mau melakukan nya di tempat ini, tempat ini sudah di kotori oleh manusia seperti Denis. Ayo kita pergi !! " Ucap Alex sambil menarik tangan Rani, untuk keluar secara diam-diam.


Rani menarik lengan alex. " Sayang ?? Kita lewat tangga samping saja, Alex pasti tidak akan melihat nya !! " Ucap Rani.


"Ap itu bisa ?? " Tanya balik alex.


"Kau lupa, nyonya disini siapa ?? " Jawab Rani.


"Oh iya !! dasar bodoh kamu Lex. si jantan sudah menguasai pikiran ku, jika saja si jantan sudah memuntahkan lahar nya, pasti aku akan pintar kembali !! " Umpat Alex, menggerutuki kebodohan nya.


Anak buah Petra yang mengetahui, Alex sudah keluar dari rumah itu, langsung memberikan kode pada Petra, dan Petra pun mengerti.


Kini Rani yang menarik lengan alex, dengan cepat Alex mengikuti Rani.

__ADS_1


__ADS_2