Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Tangis


__ADS_3

BAB 53.


Rani terus saja menangis dan mengelus wajah Alex, yang belum juga membuka mata nya. " Sayang bangun !! Kenapa kau tidur, saat di hari penting ku ini, bukan kah kita Sama-sama menunggu hari ini tiba !! Bangun Sayang bangun, Aku mohon bangun !! " Bisik Rani pada Alex, tanpa berhenti menangis.


Rani sungguh tak bisa melakukan Apa-apa selain menangis, dan berharap Alex segara bangun dan memeluk nya. Tiba-tiba suara pintu pun terbuka tanda akan ada yang masuk, ke ruangan itu.


Rani tak memperdulikan nya, yang dia lakukan hanya lah menangis di telapak tangan Alex.


Rani menoleh dan ingin melihat siapakah yang hendak datang.


"Tante ?? " Ucap Rani, menyapa ibu Alex dengan wajah masih basah oleh air mata.


Ibu ALex hanya tersenyum. Senyuman yang tidak bisa Rani tebak, belum ada Kata-kata yang keluar dari bibir Ibu Alex, Ibu Alex hanya menatap sendu pada Anak nya yang sedang terkapar tanpa ada gerakan sedikit pun.


"Tante sudah menyangka !! kamu tidak baik, untuk dia !! Tante tau Alex lebih memilih Untuk menemui mu terlebih dahulu, di banding menemui Ibu nya terlebih dahulu !! Hingga sampai akhir nya Alex harus mengalami kejadian Naas seperti ini !! " Ujar Ibu Alex, berhasil membuat Rani syok dan berhenti menangis.


"Apa maksud dari perkataan nya itu ?? Apa sia menyalahkan ku, apa dia mempermasalahkan hubungan ku dengan Alex, Benar kah ?? Apa benar ini salah ku, Tuhan !! " Gumam Rani dalam hati nya, sambil membungkam mulut nya tidak percaya.


"Tan !! Kenapa tante bisa berpikir seburuk itu tentang diri ku ?? Sehingga tante dengan cepat mengatakan, bahwa Hubungan ku dengan Anak tante !! berakibat buruk untuk Anak tante, sungguh Tan !! jika aku tau !! Aku tidak akan membiarkan Alex pulang malam itu. Maaf ka saya Tante, jika menurut Tante benar ini kesalahan saya. " Ucap Rani, sambil menundukan kepala nya dan menatap Alex.

__ADS_1


Ibu Alex tidak menjawab Rani sama sekali, Rani semakin tak percaya sifat dan sikap Ibu nya Alex, sangat berbeda sekali saat pertama kali bertemu waktu itu.


"Baik lah Tante, jika tante berpikir ini semua kesalahan saya !! Maka ijinkan saya tetap di sini menemani anak tante, sampai Alex benar-benar pulih. " Sambung Rani, penuh dengan harapan.


"Sebaik nya kamu Pergi !! Di sini sudah banyak Orang yang menunggu Alex, kamu tidak Usah repot-repot untuk menjenguk Alex. " Ucap Ibu Alex datar tanpa ekspresi apa pun.


Rani mengeratkan rahang nya, sungguh perih dan sangat sakit, ketika diri nya tidak bisa menemani Alex di saat-saat seperti ini.


Rani meneteskan Air mata. " Lex !! Bangun sayang !! Lihat aku, tolong cegah aku Lex. Aku tidak mau pergi dari sini, Bangun Lex ... Bangun !! Hiks... Hiks .. " Gumam Rani didalam hati nya, sambil menatap wajah Alex yang pucat itu.


Rani mundur secara perlahan, sehingga langkah nya sampai pada pintu keluar ruangan itu, perasaan berat dan merasa bersalah berkecambuk di dalam hati nya, Rani tak kuasa menahan rasa sakit yang teramat sakit di dalam hati nya.


Sakit saat melihat Laki-laki yang ia sayang terkapar lemah, dan sakit nya lagi ada Orang yang beranggapan Rani lah penyebab Alex kecelakaan. Rani keluar dari ruangan itu, Rani tak memperdulikan semua tatapan yang telah melihat nya, atau bahkan mengejek nya.


Beberapa orang Dokter berjalan dengn cepat, sehingga Rani bisa beranggapan, bahwa ada sesuatu yang darurat, Rani memilih untuk kembali dan mendengar kan apa yang terjadi pada Alex, tak perduli jika dia harus di usir dengan cara apa pun oleh Ibu nya Alex, yang terpenting adalah Rani harus tau keadaan Alex.


Namun Rani harus menelan Pil Pahit lagi, karna tidak boleh masuk ke Ruangan oleh petugas, karna Pasien sedang di periksa.


Rani memohon agar di perbolehkan masuk, namun permohonan nya sia-sia saja.

__ADS_1


Dokter tanpa lama, menyuruh pada perawat untuk segera menyiapkan kantung darah yang sesuai dengam darah Pasien, karna Alex saat ini sedang membutuhkan Transfusi darah secepat nya.


Rani membungkam mulut nya, semakin merasa khawatir, Rani terduduk di kursi tidak jauh dari Ruangan Alex, Saat Rani melihat perawat yang hendak menyiapkan apa yang di perintahkan oleh Dokter. Tiba-tiba wajah perawat itu berubah menjadi cemas.


Rani mendekat, dan sekilas mendengar bahwa persediaan kantung darah yang sama persis dengan golongan darah Alex, ternyata tidak ada Stock, untuk mencari lagi pun tidak ada banyak waktu.


Rani dengan sigap, berbicara dengan Dokter bahwa Golongan darah nya sama dengan Alex, tak menunggu waktu lama lagi, Dokter menyetujui saat Rani ingin mendonor kan darah nya untuk Alex. Saat Rani sudah benar-benar di nyatakan sehat.


Rani tersenyum, saat rasa lemas dan sakit menerpa diri nya " Akhir nya, aku menemukan jalan untuk menolong mu Lex !! Semoga kamu cepat sadar ya Sayang !! " Gumam Rani dalam hati nya.


Keluarga Alex cemas, saat mengetahui tidak ada Stock kantung darah di Rumah sakit itu, karna mengingat Ayah Alex sudah meninggal dan kaka Alex pun sedang berada di Luar Negri.


Rani tidak ingin memberitahukan bahwa dia lah pendonor darah itu, karna menurut nya itu hanyalah hal terkecil yang tidak perlu semua orang tau.


Singkat cerita Alex pun sudah bisa terselamatkan, dan keadaan nya pun sangat stabil jauh beda saat sebelum mendapatkan pendonor darah saat itu.


Rani di anjurkan untuk ber istirahat terlebih dahulu, karna tidak memungkin kan untuk diri nya segera pulang dari Rumah sakit, Rani menyuruh kepada suster untuk mengambil darah nya lebih banyak lagi, di takut kan Alex membutuhkan nya lagi.


Saat sudah selesai, Rani sangat pucat, untuk berdiri pun rasa nya sangat pusing. Rani ingin sekali melihat kondisi Alex, karna kondisi nya tidak memungkin kan, jadi Rani memilih untuk ber istirahat sejenak, dan menunggu kabar dari Suster saja, tentang kondisi Alex.

__ADS_1


...****************...


Assalamualaikum ?? Mohon maaf semua beberapa hari ini saya tidak Update, karna saya sedang sakit, Mohon doa nya ya 🀲🀲☺️☺️ supaya saya segera cepat pulih, dan bisa Up lebih dari satu Bab πŸ€­πŸ€­πŸ™πŸ™πŸ™ ... Terima kasih semua πŸ’•πŸ’•πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2