Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kerinduan.


__ADS_3

BAB 35.


Gwen tertawa bahagia karna kini bukan saja Denis yang berhasil ia kendalikan, tapi Ibu mertua nya pun berhasil ia kendalikan dengan


mudah nya.


"Sungguh Anak yang membawa keberuntungan kamu Nak. " Ucap Gwen sambil mengusap Perut nya dengan bangga.


Sementara Denis merasa beruntung saat tiba di kantor nya, karna Denis tidak mendapat kan teguran dari Atasan nya,


Denis saat ini hanya bergelut dengan pikiran nya, Denis tidak menyangka Rani nekat ingin menceraikan nya. Denis tidak menyangka bahwa keputusan nya menikahi Gwen, berakibat fatal bagi hubungan nya dengan Rani.


"Kenapa lo Brow ?? wajah lo pucat gitu !! " Ucap Bram rekan kerja Denis.


Bram salah satu teman Denis yang mengetahui kehidupan Denis baik bersama Rani atau pun Gwen.


"Rani gugat cerai gua Bram. " Jawab Denis sambil menjambak rambut nya kesal.


"Gue kan udah omongin ini sebelum nya Nis, kan Lo juga yang jawab, Lo yakin Rani tidak mungkin melakukan ini, Rani tidak akan mungkin bisa hidup tanpa Lo. Dari awal gua ngomong !! Wanita mana yang mau di madu. Gua emang awal nya percaya sama omongan lo Nis, tentang begitu cinta nya Rani sama Lo, saat Rani dengan tegar menghadiri pernikahan lo sama Gwen. " Ucap Bram.


"Tapi Gue, tidak akan biarkan Rani lepas dari Gue Bram !! Rani tidak boleh jadi milik Orang lain selain Gue, jujur Bram jika di banding kan Antara Gwen dan Rani, Gue lebih Respect ke Rani Bram. Gaya hidup, nya pun sangat beda Bram !! Rani walau pun anak Orang kaya, tapi dia tidak suka hidup dengan kemewahan. Beda dengan Gwen, yang dia pikirkan hanyalah Belanja dan belanja !! " keluh Denis pada rekan nya.


"Sorry Brow .. kalu Gue boleh ngasih saran, Lo gak pantas bilang seperti itu, Apa lagu mengingat Gwen sedang mengandung Anak Lo. bisa saja Gaya hidup mewah Gwen bawa an dari Calon Anak Lo Nis. " Jawab Bram.


Bram berpikir kalau pun Denis ingin kembali pada Rani, Rani pasti akan menolak Denis. Bisa saja sekarang Rani sudah menemukan Laki-laki lain, Mengingat Rani seorang wanita baik, mandiri dan juga cantik.


"Kalau pun aku ada kesempatan, buat dekat dengan Rani. Aku tidak akan menyia-nyiakan Wanita seperti Rani. " Gumam Bram dalam hati nya.


Bram tidak berani mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran nya, karna Bram yakin Denis akan marah atau bahkan ngamuk pada Bram.


Sementara Gwen dan Ibu nya Denis, kini sedang berbelanja, Gwen tidak ada kata sungkan atau bahkan malu pada Ibu mertua nya.


" Sudah ya Gwen, kita pulang saja !! lagian keperluan bayi kan sudah mamah beli kan. " Ucap Ibu Denis, sedikit tidak ikhlas.

__ADS_1


"Ya ampun Mah, ini belum apa-apa. belum perlengkapan mandi nya, belum tempat tidur nya !! " Jawab Gwen memelas.


Ibu nya Denis tidak percaya mendengar nya, karna dia sudah mengeluarkan banyak Uang, tapi Gwen masih belum selesai juga berbelanja.


"Sisa nya biar Denis saja yang belikan, Mamah sudah lelah dan Mamah rasa ini sudah cukup !! Mamah mau pulang, kau ikut pulang atau mau tetap di sini ?? Terserah kamu !! " Ucap Ibu Denis ketus.


Gwen sangat kesal mendengar nada bicara dari Ibu mertua nya itu. " Dasar Pelit !! " Umpat Gwen dalam hati nya.


"I-iya deh Mah, Aku ikut Pulang saja !! Nanti biar Mas Denis yang jemput aku di Rumah Mamah. " Jawab Gwen tersenyum namun tidak ikhlas dalam hati nya.


"Ya sudah !! " Jawab Ibu Denis tegas.


Gwen mau tidak mau, harus menghentikan ambisi nya untuk berbelanja lebih banyak lagi, dan Gwen harus mengikuti Ibu Mertua nya yang pelit itu.


Gwen harus berpura-pura nurut saat itu, walau pun hati nya merasa kesal.


"Untung kamu bisa kasih keturunan buat Denis, coba kalau kamu sama saja seperti Rani, sudah aku tendang kamu sebagai mantu ku !! " Umpat Ibu Denis dalam hati nya.


Kini dua wanita itu, sedang berjalan berdampingan dengan suasana Hati yang berbeda, jika kedua nya terlihat Rukun. Maka bjla di lihat di dalam hati mereka berdua, sama sekali tidak ada kerukunan.


Rani ingin meng istirahat kan sejenak hati, pikiran, dan tubuh nya. Sebelum memulai persidangan perceraian nya dengan Denis.


Tersirat pikiran bahwa kini Rani sangat merindukan Alex, tidak sedikit pun Rani memikirkan Denis.


Rani sudah pastikan jika Ponsel Pribadi nya dia Aktifkan, pasti sudah banyak panggilan masuk baik dari Denis atau pun Alex.


Tiba-tiba suara bell berbunyi dari luar pintu Villa yang Rani tempati saat ini.


Rani melihat ternyata yang datang Petra. Rani segera membuka kan pintu.


"Siang Nyonya Rani ?? " Sapa Petra Sopan.


"Siang Pak Petra, Saya senang anda datang, karna saya ingin mendengar kelanjutan tentang persidangan saya !! " jawab Rani dan mempersilahkan Petra masuk.

__ADS_1


Petra memberitahukan pada Rani dan menasehati Rani, Pertanyaan apa saja yang nanti akan Rani dapat kan dan hadapi, dan Petra pun sudah mempersiapkan jawaban nya.


Rani pun paham, Rani dan Perta saling diskusi hampir 1 jam lama nya, Hingga akhir nya Petra pun Pamit.


Rani sangat berterima kasih pada Petra, karna sudah membantu nya dan setidak nya Rani tenang, karna Kuasa Hukum nya yaitu Petra sudah melangkah lebih awal dari apa yang akan terjadi ke depan nya.


Rani mengantar Petra sampai depan rumah.


Di jarak yang tidak jauh dari mobil Petra, ada sosok Laki-laki yang sedang tersenyum bahagia, karna dia berhasil menemukan Rani.


Saat Mobil Petra sudah pergi menjauh daru Villa Rani, Mobil Laki-laki itu pun mendekat.


Dengan yakin Alex keluar dari mobil nya, dan melangkah ke arah pintu Villa Rani.


Saat Rani ingin kembali terduduk, Rani mendengar kembali Bunyi Bell berbunyi.


"Apa ada barang petra yang tertinggal ?? " Ucap Rani, sambil berjalan kembali menuju Pintu utama nya. Rani menyangka yang datang adalah Petra yang ingin mengambil barang nya yang mungkin tertinggal.


Rani membuka Pintu secara perlahan, saat Rani melihat siapa yang datang, Rani terkejut saat Alex berdiri tegap di hadapan nya.


Rani terdiam, tidak ada kata sedikit pun keluar dari mulut nya, atau bahkan sebuah sambutan dari mulut Rani.


"Ehmm ... Tega ya kamu !! " Ucap Alex sambil membenarkan anak rambut Rani yang keluar daei jalur nya.


Rani menggerutkan kedua alis nya, Rani tidak mengerti apa arti dari ucapan Alex.


Alex masuk ke dalam Villa Rani, tanpa di persilahkan masuk terlebih dahulu. Dan Rani pun tidak mencegah Alex, Rani tidak percaya bahwa Sosok yang sangat ia Rindukan, kini hadir di hadapan nya.


Rani malah menutup Pintu dan mengunci nya Rapat-rapat. Rani mengikuti kemana langkah Alex tertuju.


Alex memperhatikan Rani yang masih terdiam, Alex menghampiri Rani. Dan mengadah kan Kedua tangan nya, tanda Alex sedang menanti pelukan dari Rani.


Alex sangat merindukan Rani, dan Alex pun berharap Rani pun merasakan Hal yang sama dengan nya.

__ADS_1


Rani tersenyum saat Alex mengadah kan kedua Tangan nya. Rani berlari kecil menuju landasan yang sedang menunggu diri nya.


Alex tak percaya karna Rani mengerti apa yang Alex ingin kan saat ini.


__ADS_2