
BAB 25.
Rani saat ini belum bisa berpikir, Karna Hati dan Pikiran Rani kini sedang tidak Bersahabat.
"Alex !!! " Tiba-tiba Kata itu keluar dari Mulut Rani.
Rani tidak ada keberanian untuk mengatakan niat nya pada Alex, Rani berpikir Alex baru saja ia kenal, dan Tidak enak Jika Harus menarik Alex masuk ke dalam Masalah nya.
Rani menekuk Lutut nya dan memeluk nya saat duduk di Kursi taman itu.
Suara Berat terdengar di belakang Rani, Rani terperanjat kaget, saat tau di Rumah nya ada Orang lain yang masuk secara Diam-diam.
Karna baru saja Denis keluar, bisa saja ia lupa mengunci pintu nya kembali.
"Kau .. Kenapa Bisa ada di sini ?? Dari mana kau Tau Rumah ku ?? Terus bagaimana cara mu masuk, Hah ?? " Tanya Rani pada Laki-laki yang sedang berdiri santai lalu duduk di samping Rani berdiri.
"Kau ini, bertanya pada saya seperti bertanya pada seorang penjahat saja Nona !! Baik lah saya akan menjawab Pertanyaan mu satu per satu. Emm ... kenapa aku bisa ada di sini, Karna saya membutuhkan mu, untuk mengisi waktu luang ku. saya tau rumah mu, karna saya bertanya pada pekerja di butik mu, dan kenapa saya bisa Masuk. saya datang bersama dengan Suami mu !! " Ucap Alex sangat renyah, dan menganggap semua yang dia lakukan adalah hal sepele.
"Apa ?? Kau datang bersamaan Dengan Denis ?? Ko bisa !! Apa dia tidak melihat mu ?? " Tanya Rani heran dengan tingkah Alex.
"Ya gak Lah, Dia kan sudah Buta !! Mana mungkin di bisa lihat saya. " Ucap Alex prontal.
__ADS_1
"Maksud mu ?? " Tanya Rani.
"Ya kan !! dia Sudah di buta kan Oleh cinta Ran. Mana mungkin Orang buta Bisa lihat !! kau ini Seperti Kertas Putih yang tidak ada tulisan nya alias Polos. " Jawab Alex gemes pada Rani.
"Aku juga tidak melihat mu tadi, Apa kamu akan mengatakan bahwa aku Buta ?? " Ucap Rani mendelik pada Alex.
"Pintar !! Kau memang sudah Buta, tapi kau lebih di buta kan oleh Amarah mu, Tapi tenang sebentar lagi kamu tidak akan Di buta kan Oleh Amarah mu, melainkan Kamu akan Buta karna cinta ku !! Dan tidak akan pernah bisa melihat lagi Suami mu itu. Tenang saja Ran. Aku tidak akan meninggalkan mu. Jangan sungkan aku ada di sini hanya Untuk mu. " ucap Alex kini menjadi sendu dan lembut, sambil membelai rambut Rani dengan penuh kasih sayang.
Rani sangat nyaman dengan perlakuan Alex, Sungguh apa yang Rani butuh kan, selalu Alex yang memberikan nya.
Rani sangat terharu, sehingga Mata Rani berkaca-kaca, Keras kepala yang suka Rani tunjukan di hadapan Alex. kini tidak terlihat lagi. Yang terlihat hanya Wajah Sedih dan kecewa saja pada raut wajah Rani.
Alex mendekat pada Rani, Dan memeluk Rani yang sedang duduk di samping nya. Tangis Rani kini pecah, saat Rasa haru ia dapatkan bahkan bukan dari Suami nya sendiri, melainkan dari Orang Lain.
"Sekarang kamu bersiap ya ?? Kita akan Berjalan-jalan, Waktu ku sibuk. Jadi di Watu ku yang Luang ini. aku akan menggunakan nya untung menghibur mu. " Ucap Alex.
"Apa kau hanya menganggap ku hanya sebatas itu Lex ?? Maka jika kau Sibuk dengan Para tante mu itu, kamu tidak akan menemui ku ?? " Ucap Rani tersenyum namun senyuman itu ada rasa kekecewaan yang teramat mendalam.
Alex terjengga dengan pertanyaan Rani, Alex berpikir dan beranggapan. kalau saat ini Rani mulai terlihat sangat membutuhkan diri nya. untuk selalu ada di Sisi nya.
Alex tersenyum pada Rani. " Cepat bersiap-siap. "
__ADS_1
Rani sadar bahwa diri nya hanya lah sebagai wanita cadangan nya Alex, Alex akan mencari Rani. Apa bila dirinya sudah menyelesaikan Urusan nya Dengan Para Tante itu.
"Aku tidak akan terlalu menggantungkan diri ku pada Alex, Aku harus terbiasa dengan kesendirian ku. " Gumam Rani menemani langkah nya menaiki Anak Tangga yang menuju ke kamar nya.
Setelah Alex melihat Rani pergi dari hadapan nya. Alex mengambil benda Pipih dalam Kantong jaket nya. Alex akan menghubungi seseorang.
"Hallo Mam ?? Mam aku ada Kejutan untuk Mamih, Mamih datang ya ke Tempat biasa kita suka berbelanja ?? Alex tunggu di Sana, Mamih minta di Antar sama Mang Diki aja Ya ?? Mamih Hati-hati ... !! " Alex menelpon Ibu nya, dan Alex berniat untuk mempertemukan Ibu nya dengan Rani, Agar Rani tidak berpikir lebih jauh lagi tentang Diri nya.
Dan Alex kini mulai ingin menanyakan Perihal langkah-langkah Perkara perceraian Yang akan di jalani Rani, Apa bila Rani ingin menggugat cerai terhadap Suami nya, yang sama sekali tidak ingin mencerai kan nya !!
Alex akan mengutus Pengacara handal nya untuk membantu Rani, Alex sudah mendengar kata perceraian itu dari mulut Rani. Alex sudah mendengar semua percakapan Rani dengan Denis tadi.
Alex merasakan sakit saat mendengar Ucapan Denis saat itu, namun apalah Daya Langkah Alex untuk menunjukan Rasa sakit nya, terhalang oleh Batasan yang terbentang menghalangi Antara Rani dan Denis.
Alex hanya mengeratkan Rasa nya Saat itu. Yang Alex lihat hanyalah Wajah Rani yang memerah karna Amarah dari Rasa sakit hati yang Sudah Denis berikan pada nya.
Sungguh Alex tidak habis pikir, Sampai Hati seorang Suami, menganggap Enteng perasaan Istri nya seperti itu. Tanpa memperdulikan Rasa sakit sedikit pun.
Alex sangat Menyayangkan hal ini terjadi pada Rani, Jika Alex mengatakan hal ini pada Rani. Alex yakin pasti Rani akan salah paham pada Alex, karna merasa hanya di kasihani oleh Alex.
Alex berharap lambat laun Rani akan paham, perasaan Alex sebenar nya pada Rani, Alex tidak ingin terburu-buru memaksa Rani untuk mengerti akan perasaan nya.
__ADS_1
Biar dengan berjalan nya Waktu Rani akan sadar dengan sendiri nya, dan Alex pun menemukan waktu yang tepat untuk mengutarakan nya.