Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Bau pengkhianatan.


__ADS_3

BAB 71.


"Sudahlah Nona, seharus pertemuan pertama kita berkesan baik-baik saja tidak seperti ini. " Ucap Devan dengan tatapan nakal nya pada Rani, Devan sangat percaya diri karna memegang kepercayaan penuh dari Orangtuanya Rani.


"Dasar bajingan. " Umpat Rani dalam hati nya, saat memahami arti tatapan Devan pada diri nya.


Setelah beberapa lama Alex menempuh perjalanan nya, Alex kini sudah sampai dan sudah ada dalam perjalanan menuju kediaman nya, Alex membuka Ponsel nya dan mendapatkan pesan singkat dari kekasih hati nya Rani .


Alex tidak membalas pesan singkat Rani, tapi Alex langsung menghubungi Rani, tapi sayang Rani tidak dapat merasakan getaran yang berasal dari Ponsel nya, dan akhir nya Alex menyudahi panggilan itu, karna Alex sudah sampai di pelataran rumah nya.


Alex menghela nafas panjang, Alex tidak ingin mengecewakan Rani ataupun Ibu nya sendiri. Alex keluar dari mobil nya, Alex melangkah dengan sejuta keyakinan bahwa Rani lah yang terbaik untuk nya.


Saat Alex membuka pintu utama, Alex langsung di suguhi oleh hembusan angin yang begitu beda rasa nya pada tubuh Alex, Alex langsung mencari sang Ibu yang kabar nya sedang sakit.


Alex membuka pintu kamar Ibu nya, ternyata benar Sang Ibu sedang tergolek lemas di atas tempat tidur mewah itu. Alex menarik nafas dan membuang nya secara perlahan.


Alex menghampiri Ibunda nya, "Hy Mom, bagaimana apa Mommy sudah enakan? " Tanya Alex mencoba tenang.


"Ternyata kamu masih punya hati Lex untuk Mommy, Mommy kira kamu tidak perduli lagi karna gara-gara wanita kurang ajar itu. " Jawab Ibu nya Alex langsung emosi pada inti permasalahan.


Alex memegang telapak tangan Ibu nya, "Sudah lah Mom, Alex mohon jangan lakukan apa yang telah Mommy lakukan pada Kak Vera, lihat Kak Vera sekarang begitu tersiksa nya dia di bawah kekangan Suami yang telah Mommy pilihkan untuk nya. " jawab Alex berusaha tetap tenang.


"Jadi kamu pikir Mommy yang salah apa yang telah terjadi pada kakak mu itu Hah ? " Bentak Ibu nya Alex semakin emosi.


Alex tetap ingin meredam emosi Ibu nya. " Bukan itu yang Alex maksud Mom, ketahuilah Mom Rani wanita baik-baik, Rani tidak seperti yang Mommy pikirkan, aku pun bingung Mommy dapat informasi buruk itu dari siapa, Alex tidak mungkin mempertahankan apa yang menurut Alex tidak baik untuk Alex Mom, sekalipun itu Wanita jalanan jika Alex meyaksikan sendiri dia itu wanita Baik-baik Alex akan tetap mempertahankan nya, Alex mohon Mom jangan dengarkan apa yang belum Mommy lihat sendiri, jangan anggap kabar buruk itu hanya dari satu orang saja. Mommy tau Alex seperti apa !! " Jelas Alex lembut.


Ibu nya Alex tiba-tiba teringat akan sosok yang bernama Roy, Roy adalah nama samaran dari Denis. Denis tidak mungkin memperkenalkan diri nya sebagai Denis pada Ibu nya Alex, karna Alex pasti akan langsung mengenali nya.


"Ma-maksud kamu Apa ? siapa yang sudah memberikabar pada Mommy, tidak ada ko !! Mommy hanya merasa bahwa Rani sangat tidak baik untuk mu. " Ucap Ibu nya Alex gugup.


Alex semakin merasa yakin bahwa ada seseorang di balik Ibu nya.

__ADS_1


"Ya maksud aku, Mommy istirahat. karna Alex pun akan beristirahat. selamat beristirahat Mom. " Ucap Alex sambil membenarkan selimut yang di pakai oleh Ibu nya .


Alex mengecup kening Ibu nya, lalu melangkah menuju pintu keluar, sebelum Alex berhasil keluar pertanyaan kembali Alex dapatkan dari Ibu nya.


"Bagaimana keadaan mu ?? " Pertanyaan itu tak lupa di pertanyakan, karna bagaimana pun ke khawatiran seorang Ibu lebih besar pada anak nya.


Alex membalikan badan nya dan memperlihatkan kondisi tubuh nya. " I'm Fine Mom, dan Mommy juga pasti tau apa penyebab aku pulih seperti ini, dan Mommy pasti dapat membedakan kondisi ku saat ini setelah bertemu dengan Wanita yang Mommy maksud, di banding saat Mommy mengurungku terus di kamar waktu itu, bukan nya kondisi seperti ini yang Mommy inginkan bukan ??" Jawaban Alex sangat menohok saat sampai di telinga Ibu nya.


Alex tidak menunggu jawaban dari Ibu nya, Alex langsung keluar dan menutup rapat kembali pintu kamar Ibu nya, ada rasa lega yang Alex rasakan saat itu.


Sementara Ibu nya Alex merasakan ada tumpukan berat yang sedang menindih badan nya, tapi Ibu nya Alex tidak paham bahwa itu adalah rasa bersalah nya atas sifat egois yang ia miliki, Ibu nya Alex tetap mempercayai Roy lah yang benar.


Alex memasuki kamar pribadi nya, Alex berjalan menuju balkon kamar nya dan ingin mencoba menghubungi Rani kembali, lagi-lagi Alex tidak bisa menghubungi Rani.


Alex beralih menghubungi anak buah nya, dengan cepat sambungan Tlp itu terhubung, Alex menanyakan keberadaan Rani, ternyata Rani masih berada di perusahaan milik Ayah nya, Alex sempat kesal karna Rani tidak mengangkat sambungan Tlp nya, tapi Alex mencoba untuk tenang, mungkin saja Rani sedang sibuk.


Rani sedang mengecek laporan demi laporan yang di berikan oleh Erik pada diri nya, sementara Devan terus saja memelototi Rani dari atas sampai bawah, Rani menemukan kejanggalan pada salah satu laporan keuangan.


Rani melirik ke arah Erik, Erik menatap Rani dengan tatapan aneh lalu membuang nya kesembarang arah.


"Ada apa ini ? " Gumam Rani dalam hati nya, lalu melirik ke arah Devan.


Devan lagi-lagi mengisyaratkan Erik untuk segera keluar, dan menyisakan Rani dan juga diri nya di dalam ruangan itu.


Sebelum Erik berhasil keluar, Rani berdiri tegap lalu membawa kertas-kertas laporan itu, "Baik, selamat bekerja Tuan Devan bekerjalah dengan semestinya jangan karna jabatan anda melebihi batas. " Ucap Rani ketus tanpa melirik Devan sedikit pun.


Devan kaget akan Ucapan Rani, Devan melirik Erik dengan tatapan buas nya, "Syitt apa Erik tidak melaksanakan perintahku? " Dengus Devan dalam hati nya.


Rani keluar melewati Devan maupun Erik. Rani membawa beberapa laporan untuk ia pelajari di hotel, agar lebih fokus dan jauh dari mata julid seperti Devan.


"Apa perlu saya antar Nona ? " Tanya Devan dengan mesra, berharap Rani mau di antar oleh nya.

__ADS_1


"Sebanyak apa waktu luang anda Tuan ? bukan kah perusahaan ini tanggung jawab Anda ? " Jawab Rani tanpa senyuman sedikit pun.


Pertemuan Rani dan Devan sangat berkesan buruk, Rani tipe orang yang tidak suka pada Laki-laki yang terlalu menganggap remeh perempuan, setelah diri nya mengalami rasanya di remehkan itu seperti apa.


Baru Kunjungan pertama, Rani sudah mencium bau pengkhianatan. sampai-sampai Rani lupa membuka ponsel nya, di dalam mobil Rani mulai merasa tenang dan mulai terpikir untuk melihat ponsel nya.


Terkejutlah Rani saat melihat ada beberapa Panggilan Tlp yang tidak terjawab oleh nya, Rani mencoba menghubungi Alex kembali dan sial nya Ponsel Rani mati karna habis baterai.


Sesampai nya di hotel Rani langsung charger ponsel nya sedang diri nya langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya, Rani tidak ingin lama-lama di kamar mandi.


Setelah Rani selesai Rani langsung menggapai Ponsel nya yang masih mengisi, Rani tidak perduli jika Ponsel nya belum sepenuh nya terisi. Rani langsung melakukan Vidio Call pada Alex.


Hitungan beberapa detik saja, Rani dapat melihat wajah Alex di ponsel nya. Rani tersenyum bahagia.


~"Hallo Sayang !! " Sapa Rani dengan rambut masih terbungkus handuk kecil.


~"Sibuk ya ?? " Jawab Alex tidak ada senyuman sedikit pun.


~"Tidak Sayang, aku cuma lupa menyalakan dering ponsel ku saja tadi, Maaf ya !! " Jawab Rani sangat rindu pada Alex.


~"Oh ya Sayang, Bagaimana dengan Ibu ? apa sudah sehat ? " Tanya Rani dengan perasaan ingin tau nya.


~"Hmm ... Mommy baik-baik saja Sayang, jangan khawatir. " Jawab Alex sedikit berbohong.


~"Aku sudah bosan Sayang, ingin segera pulang dari sini. " Ucap Rani merasa kesal.


~"Sabar, Jangan nakal ya Cantik !! Ingat kamu sudah ada yang punya. " Ucap sederhana Alex mampu membuat Rani Berbunga-bunga kala itu.


~" Iihhh .. ya gak lah, Sayang cepat kesini ya ?? aku butuh kamu. " Ucap Rani meyakinkan Alex bahwa diri nya tak bisa jika tanpa Alex.


~"Secepat nya Sayang !! " Jawab Alex mengelus wajah Rani di layar Ponsel nya.

__ADS_1


Ini lah alasan Rani tidak ingin mengurusi perusahaan Orang tua nya karna terlalu keras, beda saat diri nya mengurusi bisnis butik nya.


__ADS_2