Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
I Love My Babby


__ADS_3

BAB 84.


Alex bisa bernafas lega, saat melihat Rani sedang tertidur dengan pakaian kantor yang masih lengkap, Alex mendekati wanita yang sangat ia cintai itu.


Alex menatap garis wajah yang sudah tidak asing bagi nya, Alex terduduk di hadapan Rani yang sedang memejamkan mata nya sangat erat.


"Rupa nya kau sudah menangis Sayang !! berapa lama kamu menangis sampai mata mu sembab seperti ini. " Bisik Alex mengelus rambut Rani.


Alex memperhatikan tubuh Rani sampai pada perut nya, tetesan bening keluar dari pelupuk mata Alex, seakan tidak percaya bahwa di dalam perut Rani ada darah daging nya.


Alex tak ingin membangunkan Rani, Alex membenahi posisi tidur Rani setelah Alex merasa Rani sudah nyaman Alex mengunci pintu apartemen Rani.


Dengan sangat hati-hati Alex tidur di samping Rani, seperti tarikan Magnet Rani langsung memeluk tubuh Alex.


Pikir Rani dalam tidur nya guling yang kini sedang ia peluk sangat terasa nyaman sekali.


Alex tersenyum dan membiarkan Rani melakukan apa yang dia ingin kan, dengan perasaan lelah yang sama Alex pun terlelap di samping Rani.


Hingga pagi menjelang dua Inshan itu pun masih Asyik menikmati kehangatan yang mereka nikmati sepanjang malam.


Hembusan angin di pagi hari terasa di wajah Rani, hingga Rani sedikit sadar jika itu sudah pagi, Rani mulai menggerakan badan nya perlahan.


Namun saat tangan nya ingin ia jauhkan dari pelukan guling itu Rani kesusahan, dari situlah Rani terdiam dada nya berdegub kencang takut jika itu adalah Orang yang tidak ia kenal.


Rani sudah membuka mata nya sempurna, perlahan Rani melihat siapa orang yang ada di samping nya, benar saja itu adalah seorang Laki-laki.


Rani melepaskan paksa lengan nya, sehingga Alex pun terbangun.


Alex mengucek mata nya yang masih terasa kantuk yang luar biasa.


"Lex !! " Ucap Rani heran dan memperhatikan tubuh nya.


"Iya Sayang !! ini aku Alex. " Jawab Alex dengan nada serak nya.


"Mau ngapain kamu di sini ? sejak kapan ? " Teriak Rani.


Alex terdiam sejenak, mencoba mengumpulkan kembali kesadaran nya dengan sempurna.


"Tenang lah Sayang, aku semalam datang ke sini, dan aku melihat kamu ketiduran dengan linangan air mata, jadi aku tak sampai hati membangunkan mu. " Jawab Alex menatap Rani yang masih menatap nya heran.


"Lex mending sekarang kamu pergi, tidak baik kita berduaan di kamar. " Rani menjauh dari Alex.

__ADS_1


"Loh kenapa ? " Tanya Alex tidak ingin pergi.


"Apa kamu lupa Lex ? kita kan .... " Ucap Rani terpotong oleh tangan Alex yang menutup rapat mulut Rani.


"Di antara kita belum selesai Ran, kita baru akan memulai nya. Tenang lah semua akan baik-baik saja. " Ucap Alex membawa Rani ke dalam pelukan nya.


Tak di pungkiri Rani butuh pelukan hangat itu, sejenak Rani membiarkan diri nya terbawa dalam hangat nya pelukan Alex.


Namun seketika Rani ingat jika diri nya kini sedang mengandung Anak Devan bukanlah Alex.


Rani seketika menjauh kembali dan berlari menuju kamar mandi dengan cepat nya.


Alex tidak sempat mencegah Rani, dan belum sempat menjelaskan semua nya.


"Sebaik nya kamu pergi Lex !! " Teriak Rani di dalam kamar mandi.


"Ada sesuatu yang harus aku jelaskan Ran, ayolah keluar kita bicara. " Teriak Alex kembali pada Rani.


"Tidak ada yang perlu kita jelaskan Lex, kita sudah selesai. " Jawab Rani tidak mau kalah teriak dari Alex.


Rani tak sanggup jika Alex menngetahui kehamilan nya, Rani tidak sanggup jika harus melihat langsung saat Alex kecewa terhadap nya.


Alex ingin memaksa Rani untuk keluar namun ponsel nya berdering, dan itu panggilan dari Asisten nya bahwa ada jadwal bertemu dengan salah satu perusahaan yang baru saja akan bekerja sama dengan perusahaan Alex.


"Aghhhhh sial !! " Dengus Alex mengambil Jas nya lalu keluar dari kamar Rani.


Alex sudah sempat memesan makanan untuk Rani sarapan di pagi hari itu, Tak Lupa Alex memberikan pesan singkat di atas makanan itu.


" I Love My Baby. " Itulah tulisan yang Alex perintahkan pada toko tempat ia memesan makanan.


Alex pergi dengan langkah terburu-buru, Alex ingin sekali menegur Asisten nya jika jadwal nya begitu mendadak dan tidak sesuai dengan yang Alex ingin kan.


Alex memasuki kendaraan nya dengan wajah kusut karna tidak sempat membersihkan diri nya terlebih dahulu, tapi Alex tidak memperdulikan itu.


Setelah beberapa waktu Rani berada di dalam kamar mandi, akhir nya Rani keluar dari dalam kamar mandi itu dan memperhatikan sekitar nya.


"Mungkin dia sudah pergi. " Ucap kecil Rani sedikit kecewa.


Rani langsung mengenakan pakaian nya dan Rani berniat untuk tidak pergi ke kantor hari itu.


Suara bell di pintu nya berbunyi, Rani langsung melihat siapa yang datang dan pikir Rani itu adalah seorang kurir.

__ADS_1


Rani membuka pintu nya, " Iya Mas !! "


"Pagi Non Rani, ini pesanan nya. " Ucap Kurir itu.


"Siapa yang memesan nya ?? " Tanya Rani heran.


"Di situ tertera nama Tuan Alex, mungkin suami anda yang memesan nya Non. " Jawab Kurir itu membuat hati Rani sedikit berbunga.


"Namun sayang Alex bukan lah Suami ku, dan tidak akan pernah menjadi suami ku. " Batin Rani sangat kecewa.


"Emm .. Ya sudah, terima kasih !! " Jawab Rani mengambil kotak makanan itu.


Terselip sebuah kertas kecil di bungkusan makanan itu, Rani terduduk dan membuka makanan itu.


Rani membawa tulisan yang tidak terlalu panjang itu. " I Love My Babby. " Rani seketika tersenyum dengan mata sedikit berkaca-kaca.


"My Babby ?? Maksud nya ?? " Tanya Rani di dalam kesendirian nya sambil memegangi perut nya.


"Ah tidak, mungkin ini cuma kebetulan saja. " Sambung Rani menyangkal pikiran nya sendiri.


Namun Rani sangat merasa senang dengan apa yang Alex pesan untuk nya, dari segi makanan ataupun pesan singkat yang manis itu.


Rani menikmati setiap gigitan dari makanan itu, di setiap makan itu sangat komplit gizi nya baik untuk Ibu Hamil tentu nya.


"Kamu memang selalu tau apa mau ku Lex, Maaf kan aku !! " Ucap kecil Rani.


Alex kini sudah sampai di kota di mana perusahaan nya berdiri, Entah kenapa kini dia bisa berada di satu Negara bersama dengan Rani namun waktu begitu pelit untuk memberikan nya waktu bersama.


"Kamu itu kenapa sih ? kenapa menjadwalkan waktu Meeting tidak tanya dulu, kan saya bilang kemarin hari ini saya ingin libur. " Bentak Alex tiba-tiba pada Asisten nya.


"Ma-maaf Tuan, tapi sebelum anda berbicara ingin libur, anda berbicara jika perusahaan ini menjadwalkan bertemu secepat nya saya harus menyetujui nya. " Jawab Asisten Alex dengan terperinci.


Alex terdiam dan mengusap wajah nya pelan. " Apa itu perusahaan atas nama Devan ?? "


"Iya betul Tuan, tadi beliau menghubungi saya untuk di aturkan jadwal bertemu dengan anda, maka dari itu sesuai pesan anda saya menyetujui nya dan langsung menjadwalkan nya. "


Alex menghembuskan nafas berat nya. " Ya sudah baik lah, maaf saya memarahi kamu. "


"Tidak Apa-apa Tuan. "


Alex memasuki ruangan nya, " Mudah-mudahan semua akan menjadi lebih jelas dan Rani akan tau siapa Devan itu sebenar nya. "

__ADS_1


__ADS_2