Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
3 Orang hebat.


__ADS_3

BAB 51.


Sehingga kabar duka itu pun sampai di telinga Petra dengan cepat, beruntunglah Alex telah memberikan alamat tempat Rani tinggal saat itu, dan Petra yakin Rani tidak tau tentang kecelakaan laka lantas yang terjadi pada Alex.


Petra tidak menunggu waktu lagi Petra langsung menuju Rumah sakit dimana Alex mendapatkan pertolongan pertama nya. Begitu pun keluarga Alex berbondong-bondong ingin melihat keadaan Alex saat itu.


Air mata pun terus keluar dari Ibu Alex, yang tidak percaya pada kejadian Naas yang menimpa putra kesayangan nya itu.


Dokter pun menyatakan bahwa Alex mengalami benturan di kepala nya, Dokter tidak dapat memberikan pernyataan yang pasti perihal kondisi Alex, karna Dokter masih memeriksanya lebih lanjut dan juga Dokter ingin melihat Respon Alex setelah sadar.


Petra sangat teriris hati nya saat melihat Alex, yang ia kenal sebagai pribadi yang kuat dan tegas, kini sedang terkapar tak berdaya di atas tempat tidur Rumah sakit, dengan perban terbalut di beberapa bagian tubuh nya.


Petra berbisik pada Alex.


"Lex !! Aku tau kamu Laki-laki yang kuat, masih banyak orang yang sayang terhadap mu Lex, sadar lah Orang-orang telah menantikan mu !! bukanlah kamu sedang memperjuangkan cinta mu Lex ?? Bagaimana dengan Rani !! jika kau hanya bisa tidur seperti ini, Ayo bangun Lex !! Lawan rasa sakit mu !! Untuk kali ini aku akan membiarkan mu tertidur, dan biarkan Urusan Rani menjadi urusan ku. Tapi saat Vonis cerai itu di putuskan, kau harus segera sadar, dan memberikan ucapan selamat pada Rani. Jangan sampai kau mengecewakan ku Lex, dan juga mengecewakan Rani !! Ok Brother ?? " Bisik Perta sambil tersenyum pada Alex, yang tidak memberika respon apa pun.


Waktu pun berlalu dan Petra belum juga mendapatkan kabar baik tentang Alex, semenjak kepulangan nya dari Rumah sakit. Petra menghela nafas panjang, Petra harus Fokus pada Kasus hukum nya saat ini. Petra kini sedang dalam perjalanan menuju tempat Rank, Petra tidak akan memberikan kabar duka ini terlebih dahulu pada Rani.


Agar Rani tidak cemas, dan tetao Fokus pada sidang Vonis nya, dan Rani kini sudah bangun sempat Mencari-cari keberadaan Alex, namun kata Orang yang menjaga nya di luar mengatakan, bahwa Tuan Alex sedang mengunjungi Rumah Orang tua nya.


Rani mengerti, dan Rani menghubungi Kedua Orang tua nya agar bisa datang ke pengadilan agama, Untuk menemani nya di Saat-saat terakhir menyandak Status sebagai Istri dari Denis.


Rani menghubungi Alex, namun tidak dapat tersambung. Rani berniat akan mengenalkan Alex pada kedua Orang tua nya saat sidang itu sudah selesai.


Pikit Rani, biarlah Alex menyusul nya ke Pengadilan Agama dan Rani yakin Alex pasti akan datang, karna haru ini adalah hari yang sangat di tunggu oleh Rabi dan juga Alex.


Tiba-tiba Suara pintu penginapan itu pun terbuka, Rani sangat bahagia saat mengetahui ada seseorang yang datang. Rani mengira itu adalah Alex, ternyata itu kuasa hukum nya Petra.

__ADS_1


Petra tersenyum, dengan susah payah menyembunyikan kesedihan nya di hadapan Rani.


"Pagi Nona Rani !! Akhir nya kita sampai juga di hari yang sangat di Tunggu-tunggu. " Ucap Petra sopan.


Rani hanya tersenyum dan melihat ke arah Luar, tanda sedang mencari Alex.


"Emm ... maaf Nona, saya di beriahukan oleh Tuan Alex untuk menjemput Nona, karna Tuan Alex tidak bisa mengantar Nona, karna Tuan Alex ada perkerjaam mendadak yang harus segera di selesai kan !! " Sambung Petra berbohong.


"Oh ya sudah kalau begitu !! " Jawab Rani, sambil bersiap untuk segera keluar dari penginapan itu menuju Pengadilan Agama.


Petra menghela nafas panjang, dan berjalan di belakang Rani, Rani yang berjalan tertatih-tatih hanya berusaha untuk berjalan lebih cepat lagi, Rani menolak bantuan dari Petra.


Di perjalanan Petra hanya bisa diam dan cemas memikirkan ke adaan Alex, Tapi Petra yakin Alex akan Baik-baik saja. di setiap Nafas Petra, Petra selalu berdoa untuk Alex dan sekilas melihat Rani yang kesal karna bukan Alex yang menjemput nya.


Namun sesampai nya di Pengadilan Agama, wajah Rani berubah jadi tegang dan menatap pada Petra.


Dan hanya di jawab dengan anggukan saja oleh Rani, dari kejauhan Denis sudah memperhatikan kedatangan Rani, namun Denis melihat yang mendampingi Rani bukan lah Laki-Laki yang ia lihat kemarin saat kejadian itu.


Rani melihat ada sebuah mobil mewah yang baru saja datang, dan Rani tau itu mobil siapa. Rani menghampiri mobil itu, keluarlah dua Sosok yang akan menguatkan Rani dia adalah kedua Orang tua Rani.


Petra tercengang, saat tau siapa kedua Orang tua Rani, " Apa ?? Rani adalah Anak dari sepasang Pengusaha besar ini !! Apa benar apa yang ku Lihat, Hah ?? Nyonya Maria dan Tuan Iwan. " Gumam Petra tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Kalau saja Alex tau atau Ibu Alex tau, siapa Orang tua Rani, Wah bisa jadi Reuni akbar ini !! Tapi ya sudah lah, yang penting sekarang kasus Rani agar cepat selesai, setelah itu aku akan membawa Rani pada Alex, dan aku akan meminta maaf pada Rani, karna sudah berbohong !! " Sambung Petra kembali dalam hati nya.


Denis di dampingi oleh kedua Orang tua nya, larna Kedua Orang tua Denis sangat khawatir takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan, karna menutut Ayah Denis, perkara percraian bukan lah perkara mudah untuk tergugat seperti Denis.


Ibu nya Denis terperanjat dari duduk nya, " Apa ?? Kedua Orang tua Si Rani sudah balik ke indonesia ?? dan mereka sudah baikan satu sama lain nya, Ah Sial !! kenapa saat mereka sudah akur, tapi malah Denis dan Rani yang tidak akan bersatu lagi, Intan berlian sudah lepas dsei tangan Anak ku !! " Umpat Ibu Denis menyesali keadaan itu.

__ADS_1


Langkah Denis terhenti, saat Denis melihat siapa saja Orang yang ada di belakang Rani, Rani melihat Denis sedang menatap nya, Rani sangat menyayangkan Alex tidak ada di samping nya saat ini.


Rani terus melangkah beriringan dengan ke Tiga Orang hebat di samping nya. Kedua Orang tua Rani tidak mengenali Petra, padahal Petra pernah menjadi team Loyer untuk membantu masalah di perusahaan nya dulu.


Saat Langkah Rani dan yang lain nya terhenti, karna sudah sampai di depan Ruangan Sidang yang sudah di sediakan, pihak Rani di sambut hangat oleh Ibu Denis.


Sungguh Ular berkepala dua Ibu Denis itu, bersikap baik seakan-akan menjadi Ibu mertua yang sangat pengertian pada menantu nya, Ibu Rani tidak ingin di umpat sebagai Wanita sombong, Ibu Rani menyambut hangat kembali saat di sapa oleh Besan nya, lebih tepat nya Mantan Besan.


Tapi Rani hanya memasang wajag kesal pada Mantan Ibu mertua nya itu, Denis menghampiri dan Petra pun ikut menghampiri Rani, dan menarik nya agar segera memasuki Ruang sidang.


Beruntung lah Petra sigap menaring lengan Rani, sehingga Rani tidak mendengar penawaran lagi dari mulut Denis, yang sudah jelas buat Rani itu adalah Harga mati.


Denis pun mengikuti Rani dari belakang, di ikuti oleh yang Lain nya, Rani duduk dengan tenang, sementara Denis terus saja memperhatikan Rani, yang tidak di balas sesikitpun oleh Rani.


Denis sangat bergejolak Ingin sekali memeluk Rani, karna Rasa rindu yang ia miliki. Denis bangkit dari duduk nya, Denis tidak akan memperdulikan Orang di sekitar yang Denis tau Rani masih Syah menjadi Istri nya.


Petra kembali mengahalangi Rani, "Maaf Tuan !! Silahkan duduk, karan Sidang akan segera di mulai !! " Ucap Petra sopan, karna ingin menjauhkan Rani dari Denis.


"Persetan dengan sidang ini !! " Teriak Denis, sambil mendorong Tubuh Petra.


Petra tersulut emosi nya, namun Petra berusaha untuk tenang karna wibawa nya sebagai kuasa hukum, harus lebih sabar dari yang lain nya.


Rani ketakutan dan berdiri, Ayah Rani melihat raut wajah Rani yang menjadi takut akan kebuasan Denis, Kini Ayah Rani yang maju melindungi Rani, barulah Denis menundukan kepala nya.


"Sudah lah Denis, ini akan terjadi !! Jangan Buat Anak saya menderita lebih lama Lagi, sudah cukup saya diam dan sabar selama ini, dan membiarkan mu menyakiti Anak saya, itu karna saya ingin membuka mata anak saya, kalau kamu bukan Lah Laki-laki yang tepat untuk Anak saya !! " Ucap Ayah Rani tegas pada Denis.


Ayah Denis tak terima kalau anak nya di pojokan seperti itu, Ayah Denis pun ikut maju, namun Ayah Denis tidak membalas kecaman dari Ayah Rani pada Anak nya, Ayah Denis hanya menarik tubuh Denis untuk duduk kembali ke tempat semula, karna Hakin akan tiba dan memulai sidang itu.

__ADS_1


__ADS_2