Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kebersamaan dengan Alex.


__ADS_3

BAB 30.


Denis hanya fokus dalam kemudi nya, Denis ridak habis pikir, tentang pasilitas Black Card yang Rani punya. karna Denis baru mengetahui nya.


"Sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskan mu Ran !! karna aku tau kamu tidak bisa hidup tanpa aku, dan aku yakin kamu sangat mencintai ku Ran !! " Gumam Denis dalam hati nya.


Lalu Denis pun tersenyum penuh percaya


Kendaraan yang di tumpangi Alex pun, sudah sampai di tujuan nya. Rani menjadi Salah tingkah, bahkan untuk melangkah kan kaki pun rasa nya berat untuk Rani.


"Emm ... Lex !! Emm ... Terima kasih untuk hari ini ya ?? maaf jika aku selalu merepotkan mu !! " Ujar Rani pada Alex tanpa berani memandang Wajah nya.


Alex hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya.


"Mampus lo Ran .... Makin tidak bisa berkutik kan Lo ... harus cepat-cepat pergi kalau begini !! " Gumam Rani dalam hati nya.


Rani segera bergegas keluar dari dalam mobil Alex, namun saat pintu mobil sudah terbuka. Tangan Rani di cegah oleh Alex. Al hasil Pintu mobil pun tertutup kembali.


Rani dengan sebisa mungkin bersikap biasa saja di hadapan Alex, Alex malah terus bertingkah seolah Alex tau, kini Rani sedang menahan diri nya.


"Iya Lex ada apa ?? " Tanya Rani terlihat Gugup.


Kemudian Alex menyodorkan sebuah Kotak kecil warna merah ke hadapan Rani, Seketika Rani menatap heran pada isi kotak itu.


"Apa ini ?? " Tanya Rani.


"Ambilah, itu hanya hadiah kecil dari ku !! Anggap saja sebagai ucapan terima kasih, karna kamu telah memilihkan hadiah yang tepat untuk Ibu ku !! " Ucap Alex, memakai alasan Ibu nya. Agar Rani mau menerima hadiah nya itu.


"Itu bukan aku Lex yang memilih, Tapi Mba-mba yang ada di toko itu yang memilih !! " Jawab Rani pelan.


"Hadiah itu tidak akan Special, jika bukan dari Orang special yang memberikan nya !! " Ujar Alex pada Rani.

__ADS_1


"Sudah lah terima saja !! Aku tidak bisa bersikap Romantis Orang nya !! Jadi jangan Buat aku berpikir keras, untuk bersikap Romantis itu bagai mana. " Umpat Alex memaksa Rani untuk segera mengambil kotak hitam itu.


"Jika kau memaksa maka baik lah, aku akan menerima nya !! " Ucap Rani sambil meraih kotak hitam itu.


Alex tersenyum lega. "Apa suami mu malam ini akan pulang ?? " Ucap Alex.


Rani menggereyitkan Pandangan nya. " Entah lah, dia sekarang sudah seperti Jelangkung saja, datang dan pergi dengan sendiri nya !! " Jawab Rani sambil meratapi nasib nya.


Alex terseyum, dan mengacak-ngacak Rambut Rani, "Jangan bersedih, jika kau butuh teman. Hubungi saja aku !! Jam berapa pun, aku akan menemui mu !! Jangan berpikir bahwa aku simpanan Tante-tante lagi ya ?? " Ucap Alex serius pada Rani.


Rani tersenyum, "Baik lah Tuan muda !! Aku harap setelah ini, aku tidak akan pernah merepot kan mu lagi !! " Ucap Rani sambil berusaha keluar dari dalam mobil Alex.


Tidak tau kenapa Alex sangat kesal mendengar nya. Alex dengn cepat menarik lengan Rani dengan keras, sehingga tubuh Rani tertarik dekat ke depan Alex.


Rani menatap Alex sangat kaget. Dengan perlahan Alex mendarat kan sebbuah kecupan di kening Rani.


Rani menerima kecupan itu dengan Penuh perasaan.


Rani sangat senang mendengar kata-kata itu keluar dari mukut Alex, karna tidak secara langsung Alex sudah mengunggap kan perasaan nya sendiri pada Rani.


Rani tersenyum. "Bagaimana aku bisa, tidak ingin bertemu dengan mu lagi. Orang yang dekat dan mengerti ku saat ini, hanya lah diri mu !! " Jawan Rani pelan pada Alex.


"Apa aku boleh meminta sesuatu !! " Ucap Alex serius.


Rani langsung mengambil kesimpulan, " Oh tidak !! apa Alex akan meminta ijin untuk memcium bibir ku !! Tidak ... tidak !! " Gumam Rani dalam hati nya.


Perasaan Rani semakin tak karuan, Kaki Rani ingin sekali berlari secepat nya menjauhi Alex, namun Diri Rani tidak mau mengikuti kemauan Kaki nya Untuk berlari.


Alex semakin mendekat kan wajah nya, Rani memejamkan Mata nya, likir Rani Alex akan mencium nya, Ternyata Alex hanya ingin berbisik.


"Kapan kamu akan menggugat cerai Suami mu itu ?? " Bisik Alex mengejutkan Rani.

__ADS_1


Rani mengira Alex akn mencium diri nya, "Dasar Bodoh kamu Ran !! " Gumam Rani dalam hati nya, sambil membuka mata nya yang tadi terpejam.


Rani terdiam sejenak, menatap Alex kemudian tersenyum. "Aku akan menggugat nya, tapi itu bukan karna diri mu Lex, aku akan melakukan nya demi diri ku sendiri. karna aku tidak mau terlalu menyeret mu masuk ke dalam masalah ku Lex !! " Ucap Rani menatap sendu pada Alex.


"Berjanji pada ku Ran, kau akan melakukan nya !! Aku akan membantu mu. " Ucap Alex terus menahan kepergian Rani di hadapan nya.


"Apa kai sedang memaksa ku ?? " Tanya Rani.


Alex tersenyum simpul. " Anggap lah seperti itu, jika dengan memaksa bisa membuat mu segera menggugat cerai Suami mu itu !! " Ucap Alex simple namun penuh arti.


Rani hanya mebalas senyuman Alex.


Alex pun pergi menyuruh Rani, untuk masuk ke dalam Rumah nya, untuk ber istirahat, dan Rani pun mengikuti perintah dari Alex.


Sebuah perpisahan yang berat pada malam itu, Diri Alex atau pun Rani sangat enggan berpisah satu dengan yang lain nya.


"Andai kamu itu suami ku Lex !! pasti malam ini akan aku habis kan bersama dengan diri mu, dan malam-malam selanjut nya. " Gumam Rani dalam hati nya.


Entah kenapa, diri Rani sangat rindu akan kasih sayang di malam hari, yang tidak pernah ia dapat kan lagi dari Suami nya Denis.


Bahkan Rani sudah berjanji, untuk tidak mengharap kan Nafkah apapun dari diri Denis.


Rani berjalan menuju pintu rumah nya, sesekali Rani terus menengok ke arah mobil Alex, dan Alex pun mengetahui nya.


"Aku khawatir sama kamu Ran, kamu di rumah seorang diri !! Andai tidak ada penghalang di antara kita, Pasti malam ini aku akan menemani mu. Atau bahkan Malam-malam selanjut nya. " Ucap Alex sangat kesal pada Status Rani, yang masih sebagai Istri sah Laki-laki lain.


"Aku akan memikir kan nya Ran, agar kamu tidak kesepian lagi. setidak nya aku bisa tau kejadiam di rumah kamu, jika aku tidak bisa menemani mu !! Aku akan mengirimkan Lrang untuk menjaga mu Ran. " Ucap Alex kembali di dalam mobil nya, lalu pergi melajukan Mobil nya, Saat Rani sudah tidak terlihat lagi.


Sementara Rani, kini sedang mengumpulkan data untuk segera mengurusi Gugatan cerai nya pada Denis. Saat Rani sesang fokus dan sibuk mengumpulkan berkas nya.


Tiba-tiba Denis datang, Denis menetap selebaran kertas yang berserakan di meja itu. Denis terlihat geram dan kesal pada Rani.

__ADS_1


Rani sampai takut akan Expresi wajah Denis saat itu.


__ADS_2