Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 113. Kehangatan 21+


__ADS_3

Alex mencoba bersikap rileks , agar tidak terlihat stress atas sikap Ibu nya di hadapan Istri nya.


Seorang Asisten rumah tangga Rani segera menghampiri Alex untuk membawa Tas dan juga koper nya.


"Nanti Bibi taro di kamar saya saja ya. " Perintah Rani.


"Baik Non. " Jawab Asisten itu.


Rani menatap Suami nya yang sedang berjalan ke arah nya, senyuman hangat Rani perlihatkan untuk menyambut Suami tercinta nya.


Seperti ada tarikan magnet kedua nya sama-sama berpelukan satu sama lain, " Kamu ini kenapa harus nunggu di luar sih ? kan di kamar bisa sayang. " Ujar Alex, mengacak halus rambut Rani.


"Di kamar rasa ny lama sekali Mas. " Jawab Rani mengeratkan pelukan nya.


"Ya sudah ayok kita masuk, Mommy sudah menyiapkan makan malam untuk kita. " Ujar Rani membenarkan kancing baju Alex, yang hampir terlepas.


"Iya ayok Sayang. " Jawab Alex menggandeng lengan Rani.


Mereka berjalan menuju meja makan, setelah Alex beres untuk mencuci tangan nya, Alex di sapa hangat oleh mertua nya.


"Ayo Nak, makan dulu. " Ujar kedua Orang tua Rani.


Alex tersenyum dan sangat bahagia melihat kehangatan antara orang tua pada anak nya di meja makan itu.


Rasa kecewa Alex sedikit terobati tentu nya.


Alex menyantap makanan nya dengan sangat Lahap, Rani merasa tenang dan juga lega, sekali pun Alex sering makan di restoran mahal, tapi Masakan rumah lah yang paling enak di temani kehangatan antar keluarga, itu yang paling utama.


Alex dan Rani sudah usai, Alex berpamitan untuk memasuki kamar Rani yang kini sudah menjadi kamar nya, untuk membersihkan diri nya.


"Mas duluan ya ? " Ucap Alex pada Istri nya.


"Iya ... nanti aku nyusul. " Jawab Rani.


Alex segera menaiki anak tangga, setelah sampai Alex langsung menyambar kain handuk yang berada di tempat nya dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit, Rani menyusul Alex untuk mempersiapkan pakaian tidur nya.


Rani mendapati suami nya masih berada di dalam kamar mandi, dengan santai Rani memilihkan pakaian piyama untuk suami nya.


Setelah Rani mendapatkan nya, Rani simpan di atas kasur king size nya itu.

__ADS_1


Rani terduduk di meja rias nya, untuk menghapus make up tipis yang menempel di wajah nya.


Dengan telanjang dada Alex keluar dari dalam kamar mandi, Rani melihat dari kaca yang ada di hadapan nya.


"Enak ya punya Istri, Apa-apa sudah di sedia in. " Ucap kecil Alex sambil mengenakan pakaian nya.


Rani tersenyum " Itu sudah kewajiban Sayang. "


Alex sangat senang pada sikap Rani yang selalu tahu apa yang dia butuh kan.


Setelah Alex selesai mengenakan pakaian nya, Alex duduk di tempat tidur nya sambil melihat ponsel nya.


Sejenak Alex mengecek semua pekerjaan nya lewat laptop dan juga ponsel nya.


Alex mendapati undangan penting dari para kolega nya, namun Alex belum mau terlalu fokus pada pekerjaan nya, Alex masih memilih untuk menyerahkan nya pada orang kepercayaan nya saja.


Alex butuh waktu sedikit lagi untuk beristirahat sebelum kesibukan nya kembali menerpa.


Rani sudah nampak dengan wajah polos nya, tanpa olesan apapun. Namun wajah Rani masih terlihat cantik dan sangat manis.


Rani menyusul suami nya untuk berbaring di tempat tidur, masuk ke dalam selimut yang sama.


Alex ikut berbaring dan menyimpan alat-alat gadgetnya," Sini Sayang. " Ucap Alex.


Kadua nya saling mengeratkan pelukan nya tanpa ada kata sedikit pun.


Alex mengangkat dagu Rani, mereka saling mengunci tatapan mereka masing-masing.


Alex mulai mendekat kan wajah nya, kini sentuhan lembut bib*r kedua nya saling bersentuhan, dan kedua nya mulai memejamkan mata mereka masing-masing.


Rani membuka rahang nya sesuai keinginan suami nya, kini Alex merasa bebas saat ingin melakukan nya. Sepintas tidak berpikir jika di dalam rahim Rani ada janin yang sedang berkembang.


Alex mengabsen satu demi satu semua yang ada di dalam rahang Rani, Rani sangat menikmati kehangatan itu.


Suara Aneh mulai terdengar saat tangan Alex dengan santai nya memainkan dua benda kembar milik Rani.


Tanpa melepaskan pagutan bib*r nya, Alex dengan lihai menaikan pakaian tidur berupa dress yang Rani kenakan.


Sehingga penyangga kedua benda kembar itu terlepas dan terhempas ke sembarang arah, Alex semakin bergairah saat melihat tubuh Istri nya itu.


Alex melepaskan pagutan bib*r na kali ini, karna ingin merasakan bagian tubuh Istri nya yang lain. Alex menurunkan kepala nya dan ia benamkan di kedua benda kembar milik istri nya itu.

__ADS_1


"Aaarrgggghhh .... " Rani meringis ke enakan dengan menggigit bib*r bawah nya, saat suami nya menggigit kecil bagian tubuh sensitif nya itu.


Saat Alex memainkan kedua benda kembar itu, tangan Alex tidak diam, ia langsung melepaskan penutup kain kejantanan nya setelah itu membuka penutup kain di area sensitif milik istri nya yang lain.


Kini kedua nya siap untuk bertemu dan menyatukan benih-benih cinta mereka.


Rani meremas rambut Suami nya karna rasa yang luar biasa yang kini di rasakan oleh tubuh nya.


Tangan Alek menari di bagian bawah tubuh Rani, begitu pun dengan tangan Rani yang semakin tidak mau diam.


Kini kedua nya sudah saling memiliki satu sama lain nya, Rani merasakan tegangan hebat di benda sensitif milik suami nya.


Kini giliran Alex yang mengeluarkan suara-suara aneh, saat Rani bermain dengan benda sensitif nya.


"Sayang, sekarang ya Mas udah gak tahan. " Bisik lembut Alex di daun telinga Rani.


Rani tak kuasa menjawab ucapan suami nya, Rani hanya memejamkan mata nya dan menganggung perlahan.


Alex memposisikan tub*h nya di atas tub*h Rani. Rani dengan perlahan membuka bagian bawah nya agar memudah kan suami nya untuk melakukan nya.


Sebelum kedua na bertemu, kini mereka saling menatap satu sama lain, lengan Rani melingkar di atas tengkuk leher Alex.


Tanpa kata-kata kedua nya saling bertatapan, sementara Alex menekan sedikit demi sedikit bende sensitif nya pada benda sensitif milik istri nya.


"Aaaahhhhhhh .... " Suara Rani mulai terdengar, rasa sakit dan perih mulai Rani rasakan.


"Sakit sayang ? " Bisik kecil Alex.


Rani hanya menatap dan menggigit lembut bib*r bawah nya.


Alex menyatukan kembali pagutan bib*r nya, sementara benda milik Alex terus berusaha masuk sampai pada tujuan nya.


"Aaahhhhhhh ... sttttttt ... " Suara Alex yang kini terdengar.


Dengan ritme sedang Alex memainkan nya, senyata pagutan bib*r kedua nya tidak mereka lepaskan, kejantanan Alex semakin menuntut, Rani mengeratkan pegangan nya.


Getaran di tubuh mereka berdua sangat mereka rasakan satu sama lain.


"Ahhhhh .... Sayang ..... Ahhhgghh ..... " Alex sudah sampai pada puncak nya.


Begitu pun dengan Rani seketika mengejangkan tubuh nya. Kedua nya merasakan kenikmatan itu secara bersamaan.

__ADS_1


Dan akhir nya kedua nya tersenyum dengan nafas tersengal-sengal.


__ADS_2