
BAB 88.
"Siang Pak ! Saya dari kepolisian, membawa surat ijin penangkapan saudari Devan. " Ujar salah satu Laki-laki itu.
"Anda tidak bisa menangkap saya Pak, Pak Alex anda tidak berhak melaporkan saya. " Tunjuk Devan keras pada Alex.
"Loh siapa yang melaporkan anda ? Hah, tanya sendiri siapa yang melaporkan anda. " Jawab Alex dengan amarah yang masih ia tahan.
"Maaf Pak, yang melaporkan anda adalah Tuan Iwan. Silahkan ikut dengan kami anda bisa menjelaskan nya di kantor nanti. " Jawab Polisi itu.
"Brakkkkkkkk " Devan memukul meja yang ada di hadapan nya sangat keras.
Rani ketakutan, dan langsung di tarik oleh Alex.
"Sialan kalian semua, terutama kamu Rik, kamu akan tahu akibat nya. Apa kamu lupa jika saya mencabut semua biaya Rumah sakit, apa yang akan terjadi pada kehidupan mu. Hah ? " Kecam Devan pada Erik.
"Tidak usah repot-repot memikirkan biaya Rumah sakit Orang tua Erik, semua sudah saya urus dan Orang tua Erik sudah di pindahkan ke Rumah sakit yang lebih baik. " Jawab Alex sangat Puas.
"Ran kamu harus bicara pada Pak Iwan, kalau tidak kamu sendiri yang akan tanggung akibat nya. " Ancam Devan berontak saat polisi hendak menggunakan borgol di kedua tangan Devan.
Rani semakin lemas mendengar ancaman Devan, bahkan Rani berpikir ia akan melakukan nya.
Saat Devan sudah keluar, Erik pun ikut keluar, tersisa lah Alex dan Rani di dalam ruangan itu.
Alex sangat lega namun tidak dengan Rani.
Alex mendekat pada Rani. " Stop Lex, sudah berapa kali aku memperingatkan kamu Lex, ini sudah berakhir, kamu dengar sendiri dan kamu pun sudah mengetahui nya, jangan buat aku merasa malu dan merasa bersalah semakin besar Lex. " cegah Rani saat Alex ingin menjelaskan kebenaran nya.
Alex memaksa Rani untuk tenang, namun Rani tidak bisa tenang, Rani mencoba pergi dan kini Rani sudah berdiri dan melangkahkan kaki nya untuk keluar.
"Ran, yang kamu kandung itu bukan lah anak Devan, tapi anak ku ! " jelas Alex dengan wajah sendu.
Langkah Rani terhenti, wajah Rani memucat dan tatapan nya terpaku ke satu arah saja.
Alex berdiri dan menghampiri Rani. Pelukan yang Alex berikan tidak lagi Rani tolak.
Alex sampai menitipkan air mata begitu pun Rani yang masih membulatkan mata nya namun air mata tak mampu ia bendung.
__ADS_1
Alex memeluk dan mencium pucuk rambut Rani dengan penuh kasih sayang.
"Kenapa kamu menyembunyikan ini Ran, jangan takut bajingan itu tidak sampai menyentuh mu. Anak ini anak kita Ran. " Isakan tangis Alex terdengar oleh Rani.
Rani mulai menyadarkan ingatan nya. " Benar kah ? " Ucap lemas Rani.
Alex mengendurkan pelukan nya dan menatap wajah Rani, laku menganggukan kepala nya, Alex menunjukan sebuah Vidio yang berhasil Erik rekam waktu itu.
Rani menutup mulut nya, terasa Mimpi tentu nya, Rani merasa bodoh saat itu juga. Tubuh Rani seketika ambruk perlahan ke bawah lantai.
Alex menahan nya, dan mendudukan Rani perlahan.
Tangisan Rani pecah, namun kali ini tangisan Rani adalah tangisan bahagia.
"Sudah ... sudah Sayang ! ayok berdiri, dan pulang kamu butuh istirahat. " Bisik Alex pada Rani.
Rani menuruti Alex, saat kedua nya berdiri Rani memeluk Alex dengan erat.
"Benar kah ini anak kita Lex ? " Tanya Rani lemah.
"Iya Sayang ini anak kita. Aku akan segera menikahi mu. " Jawab Alex tersenyum memeluk erat Rani kembali.
Alex memerintahkan Erik untuk menghendel semua nya, Erik mendapatkan ucapan terimakasih banyak dari Rani.
Erik lah yang pantas mengurus perusahaan Ayah Rani bukan lah Devan, dan akhir nya Pak Iwan pun akan mengurus kembali perusahaan itu dan akan ia embankan pada Erik.
Sampai Rani benar-benar siap mengurus semua nya.
Kini Rani sedang berada di Apartemen Alex, Rani di baringkan di atas tempat tidur. Tak lepas dari genggaman lengan Alex.
"Sebentar lagi Dokter akan datang Sayang, jangan terlalu banyak pikiran kasihan anak kita. " Ucap Alex mengecup kening Rani.
Rani tersenyum bahagia, " Iya sayang, Maaf kan ku atas sikap ku belakangan ini . " Jawab Rani.
Alex tersenyum. " Tidak akan ada yang mampu memisahkan kebahagian dari pemilik nya. "
Kedua nya pun tersenyum Alex sangat menjaga dan merawat Rani, Alex sangat memanjakan Rani sudah seperti suami siaga.
__ADS_1
Alex harus membawa Rani ke tanah air, agar ada yang menemani Rani, Alex harus mengurus Denis dan juga Ibu nya.
Sampai pernikahan Rani dan Alex di selenggarakan, Alex harus bisa terlebih dahulu mendamaikan hati Ibu nya.
Apapun yang terjadi Alex akan menikahi Rani, dan tentu nya secepat nya.
Sebelum kandungan Rani membesar. Hari itu mereka lewati dengan penuh kasih sayang.
Rani yang terlihat manja enggan jauh-jauh dari Alex, tapi entah kenapa saat Rani tahu yang sebenar nya, Proses kehamilan pertama nya itu sangat terasa.
Dari mual,muntah dan juga pusing sangat terasa. Namun ia jalani dengan senang hati bukan saja kebahagiaan yang Rani dapat.
Kenyataan diri nya bukan lah waninta mandul, kenyataan bahwa anak yang ia kandung bukan lah anak bajingan Devan itu, membuat Rani semakin kuat menjalani nya.
Walaupun ia hamil di luar nikah Rani tidak perduli, dan Rani tidak akan perduli omongan orang lain terhadap nya.
Mereka tidak tahu proses hidup Rani seperti apa, semua Anugrah Ter indah bagi Rani kecuali saat bertemu dengan Devan itu adalah musibah tentu nya.
Rani enggan memejamkan mata nya, karna Rani takut itu hanyalah sebuah mimpi indah yang akan hilang saat dia memejamkan mata nya dan terbangun.
Rani masih belum percaya Rani masih menganggap itu sebuah mimpi indah di siang hari.
"Tidur lah dulu. " Ucap Alex sesudah mengantarkan Dokter yang memeriksa Rani ke luar Apartemen nya.
Rani menggelengkan kepala nya.
"Kenapa ? " Tanya Alex gemas.
"Aku takut ini hanyalah sebuah mimpi indah, yang akan hilang jika aku memejamkan mata dan terbangun nanti nya. " Jawab Rani dengan suara serak nya.
Alex tersenyum dan mencubit hidung Rani. " Ini bukan mimpi Sayang, kalau begitu aku akan tidur bersama mu, agar kita sama-sama menerima kenyataan saat kita terbangun nanti nya. "
Rani memegang kedua tangan Alex, dan menganggukan kepala nya. Semua pintu sudah Alex kunci.
Alex membuka Jas kerja nya, dan mulai berbaring di samping kekasih nya itu.
Andai Alex tidak mengingat ucapan Dokter yang merupakan kerabat dekat nya itu. Alex sudah pasti menumpahkan kerinduan nya dengan menyetubuhi Rani sama seperti saat mereka di landa rasa rindu waktu itu.
__ADS_1
"Jangan dulu berhubungan badan, karna usia kandungan nya masih sangat rentan. " Itulah ucapan Dokter yang bisa menjaga rahasia Alex.
Jadi mau tidak mau Alex harus menahan hasrat nya, Alex dan Rani hanya saling berpelukan dan merasakan kehangatan yang di berikan oleh kedua nya.