Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 99. Kegundahan Petra.


__ADS_3

Di pagi hari, Petra menemui Alex. Petra melihat Rani ada di samping Petra.


"Lex ? " Sapa Petra.


?Alex hanya melirik Petra dan tertawa kecil.


"Lu gimna sih Lex, kita sudah punya bukti, tidak perlu lah seperti ini. " Ujar Petra.


"Bukti ? " Ucap kecil Rani.


"Enggak Sayang, nanti kamu akan tahu sendiri, yang penting kamu jangan banyak pikiran dulu ya. " Sambung Alex, mengelus pipi lembut Rani.


Petra menjadi kaku melihat kemesraan pasangan kekasih itu.


"Gue gak bisa terus-terusan dalam tekanan seperti ini, lu tahu sendiri nyokap gue kaya gimana. "


Rani merasa kasihan pada Alex, Rani merasa hanya Alex lah yang memperjuangkan nya sendiri, tidak ada bantuan Rani sama sekali.


Rani merasa tidak berguna di sana.


Rani terdiam dengan pikiran nya sendiri, tak mendengar apa yang di katakan Petra dengan Alex.


Rani pamit untuk beli makanan terlebih dahulu, Kak Vera yang sudah pamit, membuat Rani harus menahan lapar nya karna tak tega meninggalkan Alex sendiri.


"Jadi gimana ? apa wanita itu berhasil merekam semua nya ?" Tanya Alex saat Rani sudah pergi.


"Dia Gwen Lex, dia punya nama. " Jawab Petra.


"Sorry .... Gwen maksud gue. " Alex lupa akan nama Gwen yang selalu ia sebut dengan si Wanita malam.


"Gue, udah memeriksa bukti itu dan menurut gue sudah cukup tinggal kita atur pertemuan antara Nyokap Lo dan juga Denis nanti nya. " Jelas Petra.


"Bagus lah, kalau begitu. " Jawab singkat Alex.


Petra memperhatikan setiap luka Alex. " Dengan lu luka seperti ini, itu akan memperlambat waktu Lex, karna apa lu harus punya tenaga yang banyak tentu nya. "


"Apaan sih lu, lu kaya ngobrol sama gue, tapi diri lu dimana gitu. Sakit gue gak akan ngaruhnya sob, tenaga gue masih banyak tenang aja. " Bantah Alex menguatkan diri nya.


Petra terdiam membayangkan saat bersama dengan Gwen.

__ADS_1


#FLASHBACK ON ..


Saat Petra mengantar Gwen di malam itu, Gwen terus saja menangis dan mengeratkan genggaman nya sendiri.


Ya tentu nya Petra sangat merasa bersalah, Petra takut jika kesakitan yang di rasakan Gwen akan membuat Gwen kembali lagi ke masa lalu nya.


Petra sangat menyayangkan jika itu sampai terjadi. Jiwa Laki-Laki Petra bangkit saat itu juga.


Petra menepikan sejenak kendaraan nya, Petra memposisikan diri nya untuk menghadap pada Gwen.


"Saya paham apa yang kamu rasakan, Saya minta maaf. Mungkin sebelum nya saya terlalu yakin saat meminta mu untuk melakukan ini. " Ujar Petra mencoba membuka obrolan dengan Gwen.


"Entah lah Tuan, saya tidak tahu. Di saat saya ingin berubah tapi ada saja Orang yang mengembalikan saya tentang masa kelam di masa lalu saya. Sebenar nya itu tidak masalah untuk saya, tapi jika menyangkut anak saya, saya lemah Tuan. " Jawab Gwen terbata dan terus saja menangis. " Kata-kata haram itu saya mau untuk saya saja, tapi jangan untuk anak saya. "


Petra semakin merasa bersalah.


Petra membuka masker dan juga topi nya, ia letakan di dasbort mobil nya.


Wajah tampan Petra saat itu terlihat jelas oleh Gwen, berbeda saat Petra memakai pakaian dinas nya yang sangat formal.


Tapi Gwen tidak memperdulikan itu, bagi Gwen itu sudah tidak penting yang terpenting dalam hidup nya saat ini adalah anak kesayangan nya.


"Tolong Tuan, jangan minta saya untuk bertemu dengan Denis lagi, karna itu akan membuat saya merasa bersalah di masa lalu saya. Ketahui lah Tuan, saya sedang susah payah mengubur masa laku saya, dan bangkit dengan kehidupan baru saya di masa sekarang ini Tuan. " Mohon Gwen pada Petra dengan menggabungkan kedua telapak tangan nya di hadapan Petra.


Petra dengan cepat menurunkan tangan Gwen, dan ia genggam sejenak.


"Saya yang salah, jika kamu mengijinkan saya akan membantu kamu untuk mengubur dan melupakan masa lalu kamu. " Jelas Petra tiba-tiba.


Gwen saat itu sedang merasa bodoh dan tidak bisa berpikir dengan jernih, Gwen masih berpikir jika semua Laki-laki hanyalah ingin memanfaatkan diri nya saja.


Gwen melepaskan genggaman Petra. " Terima kasih Tuan, karna Tuan mau mengabulkan permintaan saya untuk tidak meminta bantuan saya untuk menemui Laki-laki itu. "


"Bukan itu Gwen yang aku maksud. " Batin Petra membantah perkataan Gwen.


Petra mengusap wajah nya dengan kasar, dan Petra tidak sampai menyampaikan maksud nya secara langsung.


Jika mungkin Petra berpikir hati nya masih ragu, mungkin bisa jadi. Tapi yang jelas rasa kagum dan simpatik kini ada dalam hati pengacara tampan dan hebat itu.


Petra melanjutkan lagi perjalanan nya, untuk mengantar Gwen. Dalam perjalanan Petr terus saja Memperhatikan Gwen meski dengan sudut mata nya Petra sangt kelas melihat Gwen.

__ADS_1


"Kenapa takdir mempertemukan aku dengan nya ? apa takdir mempunyai maksud lain ? "Ucap Petra dalam hati nya.


Perjalanan mereka pun terhambat karna lampu di stopan persimpangan jalan itu berwarna merah.


Gwen melihat ke sekeliling jalanan, melihat sejajarkan wanita yang imur nya bisa di bilang relatif masih muda.


Linangan air mata Gwen kembali terlihat oleh Petra, Petra melihat kemana tatapan Gwen tertuju.


Petra paham ternyata pada sekumpulan wanita-wanita malam.


"Gwen, sudah lah jangan menangis terus, kamu itu sudah menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Tapi bukan berarti mereka tidak baik, Meraka baik hanya saya kehidupan memberikan pilihan nya seperti itu, dan mereka tidak bisa menghindari nya. " Kata-kata bijak keluar dari mulut Petra.


Barulah dari sana Petra melihat senyuman kecil mengembang di bibir sexy Gwen.


Petra lega melihat nya, dari sana lah Petra dan Gwen mulai banyak mengobrol, Petra tidak memaksa Gwen untuk masuk ke dalam pikiran nya.


Tapi Petra lah yang mencoba masuk ke dalam pikiran Gwen, tak di pungkiri candaan Petra mampu membuat Gwen tertawa meskipun tawa itu belum mampu menyembuhkan luka Gwen sepenuh nya.


#FLASHBACK OFF.


"Brow ... kenapa lu ko jadi ngelamun gitu ? " Tanya Alex membuyarkan lamunan Petra.


"Eehhb ... Maaf Lex, gue cuma ngantuk aja semalam tidur nya kurang Lex. " Petra mencari alasan dan tidak mau jika Alex tahu dulu tentang apa yang sedang ia pikirkan.


"Kapan lu boleh balik Lex ? " Tanya Petra mengalihkan pembicaraan saat itu.


"Gue belum tau, mungkin satu atau dua hari lagi. "Tebak Alex belum tahu pasti.


Dan tiba-tiba Rani kembali, namun kali itu Rani tidak sendiri dia bersama kedua Orang tua nya.


Alex menguatkan badan nya untuk menyapa calon mertua nya di bantu Petra yang ada di samping nya.


...****************...


Assalamualaikum ... Kakak-kakak semua, alhamdulilahh terimakasih atas kebaikan nya karna mau mendukung karya ku sampai detik ini 🤭, semoga kakak semua selalu sehat dan di mudahkan segala urusan nya.


Mohon Maaf jika penyakit Typo belum bisa sembuh juga 😥😥, padahal sudah bolak-balik untuk periksa 😅.


Insyaallah untuk cerita Petra dan Gwen akan di lanjut di judul selanjut nya, biar lebih afdol 😂😂 Aamiin.

__ADS_1


Terima kasih untuk semua nya, maafkan kekurangan Author yang hanya Wanita biasa ini ... 😁😁💕💕


__ADS_2