Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 102. Egois


__ADS_3

"Lex, gue yakin Nyokap lu sekarang lagi merenung dan menyesali perbuatan nya, dan Gue yakin sebentar lagi Lu akan bersatu dengan Rani. " Ujar Petra membangunkan semangat Alex dan juga Rani.


Alex menatap Rani yang masih terdiam, lalu Alex mengecup kening Rani dengan lembut.


"Sekarang jangan banyak pikiran Sayang . " Ujar Alex memeluk Rani dengan segenap jiwa nya.


Rani membalas pelukan Alex. Setelah itu Rani pamit pulang dengan kecupan hangat di seluruh wajah nya.


"Semua akan baik-baik saja Sayang. " Ucap Alex kembali saat sebelum Rani masuk ke dalam mobil nya.


Rani masuk ke dalam mobil nya, menatap wajah Alex dan melambaikan tangan, begitu pun dengan Alex.


Sementara Ibu nya Alex kini sedang merenung seorang diri di dalam kamar nya, manatap jendela kaca yang terlihat pemandangan langit yang begitu biru.


"Entah lah ! aku harus apa sekarang, meskipun begitu kebenaran nya aku tetap tidak setuju jika anak ku menikah dengan seorang janda, Apa kata orang ? Tapi ... kenapa harus hamil ? " ujar Ibu nya Alex terlihat cemas.


"Mom ? " Seru Kak Vera dari arah belakang.


Ibu nya hanya menengok lalu memalingkan wajah nya kembali.


Kak Vera langsung memeluk Ibu nya dari arah belakang.


"Sudah lah Mom, biarkan mereka bersatu untuk menikah. " Pinta Vera memeluk hangat Ibu nya.


"Entah lah Nak, Mommy masih belum terima. apa kata Orang jika tau wanita itu adalah seorang janda, dan parah nya lagi dia hamil, Apa kamu yakin anak itu anak dari adik kamu ? " Tanya Balik Ibu nya pada Vera.


"Jika Mommy berpikir seperti itu, Mommy bukan tidak yakin pada Rani, tapi Mommy tidak yakin pada Alex, yang tidak pernah berbohong sama sekali sama Mommy. " Jawab Vera hangat.


Vera menuntun Ibu nya untuk berbaring dan beristirahat.


"Mommy istirahat dulu ya ? Nanti setelah Mommy bangun, pikiran Mommy akan semakin tenang. "

__ADS_1


"Mommy tidak tenang, apalagi saat mengingat ucapan yang akan Mommy dapatkan dari Orang-orang itu saat tahu Alex menikah nanti nya. " Jawab Ibu Alex memijat kening nya sendiri.


Alex mendengar perkataan itu dari balik pintu.


"Sungguh keterlaluan Mommy, malah memikirkan pikiran Orang lain di banding nasib anak dan cucu nya nanti. " Alex menggelengkan kepala nya dan enggan menghampiri Ibu nya apa lagi menenangkan nya, karna Alex pun butuh ketenangan itu.


Alex pergi dan masuk ke dalam kamar nya, " Besok aku akan membicarakan nya lagi, Aku harus segera menikahi Rani sebelum perut nya membesar. "


Ke esokan hari nya.


Suasana pagi hari itu terasa mencekam saat Alex, Kak Vera, dan Ibu nya berada di satu ruangan di satu lingkungan meja yang sama.


"Emm ... Lex bagaimana luka jahitan kamu itu ? " Tanya Kak Vera mencoba menetralkan suasana.


"Sudah tidak sakit Kak ! Mungkin ada yang lebih sakit dari luka ini yang sedang aku rasakan, jadi aku tidak memperdulikan sakit dari luka ini bagaimana. " Jawab Alex dengan senyuman tipis nya.


Ibu nya Alex hanya diam, sambil membaca majalah.


Kak Vera pun bingung harus berkata apa lagi, karna jika Kak Vera menanyakan sesuatu baik pada Alex atau pada Ibu nya.


"Kak tolong persiapkan tgl untuk pernikahan aku dan Rani, dan aku ingin semua di percepat. Jika Kakak tidak bisa, aku akan melakukan nya sendiri. " Ujar Alex memberikan ucapan itu pada Ibu nya, namun lewat Kakak nya.


Karna Ibu Alex terlihat sangat tidak perduli. Alex pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu, Alex sebenar nya tidak ingin melakukan itu pada Ibu nya, Alex tahu itu tidak baik.


Tapi Alex pun bingung, harus mengambil sikap seperti apa untuk berbicara dengan Ibu nya itu.


Alex pergi, dalam langkah yang berasa hampa, hampa saat mengingat bahwa diri nya belum juga mengantongi restu untuk di bawa menemui keluarga Rani nanti nya.


Alex sudah berlalu, dengan kendaraan yang di bawa oleh Pak Supir nya.


Kak Vera menghela napas dalam, dan mengehmbuskan nya secara perlahan. " Mom ? bagaimana ? Kasihan Alex Mom, dia tidak sepantas nya di hukum seperti ini. "

__ADS_1


"Hebat kamu Ve, kamu sudah menganggap ini hukuman yang terlalu berat, sedangkan Mommy sampai detik ini pun tidak tahu hukuman apa yang pantas untuk anak itu. " Jawab Ibu nya Alex tetap saja keras kepala.


Kak Vera sampai mengusap wajah nya kasar.


Tujuan Alex kini ingin ke tempat Petra, seperti orang kurang kerjaan tapi untuk bekerja pun Alex mana mungkin bisa.


Di dalam perjalanan Rani menghubungi Alex, Alex membenarkan posisi nya agar saat berbicara Rani mendengar nya seperti baik-baik saja.


Alex menerima sambungan Tlp itu.


"Sayang ? " Ucap Alex.


"Hy .... emmm dimana Sayang ? " Tanya Rani sangat lembut.


"Emmm .... ini .... a-aku sedang dalam perjalanan ke kantor Sayang ! kenapa ? " Tanya balik Alex sangat hangat.


Rani tersenyum. " Tidak Sayang, aku hanya ingin memastikan calon suami ku ini baik-baik saja. "


Alex pun tersenyum kecil saat itu juga. " Aku baik-baik saja Sayang, lebih baik lagi jika kamu mau menemaniku hari ini. Aku jemput ya ? "


"Ihh ... ko dadakan sih, aku belum apa-apa Sayang, nanti setelah pulang kantor kamu ke rumah ya ? Ehh tapi masa sih ke kantor, bukan nya tangan nya lagi sakit ? " Tanya Rani mengerutkan dahi nya.


Alex cepat mencari alasan. " Kan tangan yang sakit sayang, bukan otak ataupun hati, Otak dan jantung ku masih Baik-baik saja masih bisa memikirkan mu dan selalu akan memikirkan mu, dan hati ku juga masih merindukan mu dan masih menyimpan nama mu sampai kapan pun, dan jantung ku juga masih berdetak dan di setiap detakkan nya selalu mengingat nama mu. "


"Hahahahaha ... wahh ... pintar nya. " Jawab singkat Rani, yang sedang berbunga-bunga mendengar kata manis dari Alex.


"Nanti aku datang ke rumah ya Sayang, dandan yang cantik. Tapi kecantikan mu itu jangan sampai ada yang melihat cukup aku saja, jika kamu tanya bagaimana cara nya, aku pun tidak tahu Poko nya harus seperti itu Titik. "Sambung Alex semakin menggelitik hati Rani.


Sambungan tlp itu pun terputus, dengan kata-kata mesra yang di lontarkan kedua nya.


Setelah Alex selesai berpura-pura dengan keadaan nya, Alex menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara kasar.

__ADS_1


"Siall ... bukti itu tak cukup kuat untuk membuat Mommy sadar dan jera. " Umpat Alex dalam hati nya. Dan melampiaskan kekesalan nya pada jok mobil yang ada di hadapan nya.


__ADS_2