Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Bahagia dan Derita.


__ADS_3

BAB 45.


Sekilas, Denis memikirkan tubuh Rani yang semakin menggoda saat itu, karna sudah lama Denis tidak menyentuh nya. Denis tidak rela jikalau tubuh mulus Rani, di sentuh oleh laki-laki lain.


Apa lagi kalau mengingat Rani nanti nya akan menjadi seorang janda. pikiran itu semakin membuat Denis takut akan kehilangan Rani. Sungguh Denis bingung harus bagai mana, dan Denis bingung harus meminta tolong pada siapa.


Untuk berbicara berdua pun rasa nya sangat sulit dengan Rani.


Rani kini sedang santai menikmati suasana rumah, tanpa memikir kan Denis sedikit pun. Tiba-tiba Rani di panggil oleh Ibu nya.


"Iya Mom ... " Jawab Rani.


Rani segera turun dari kamar nya, karna Ibu nya menyuruh Rani untuk segera turun untuk melihat sesuatu.


Saat Rani berada di tengah-tengah anak tangga, Rani terkejut karna melihat buket bunga yang begitu besar dan juga indah.


Rani menutup mulut nya kagum, begitu pun dengan kedua Orang tua Rani tak henti memandang kiriman Bunga itu.


Pikir Orang tua Rani, Pasti bukan Orang biasa yang mengirim kan nya, dan tentu saja itu bukanlah Denis, Orang tua Rani memang selalu menanggap Rendah pada Denis, karna itu sesuai dengan kenyataan.


Orang tua Rani tidak suka pada Denis, karna Selalu bersikap angkuh padahal kenyataan nya nol besar, maka dari itu Orang tua Rani tidak setuju saat Rani ingin menikah bersama dengan Denis.


Rani yang masih terdiam, langsung berlari melewati Anak tangga yang belum ia lalui, Rani terus berlari kecil hingga sampai di depan Buket bunga, yang tinggi nya se jajar dengn diri nya, Bunga itu berbentuk Love, di hiasi dengan bunga-bunga yang sangat indah dan masih segar.


Rani melihat ada kartu ucapan terselip di antara Bunga-bunga indah itu. Rani mengambil nya. Rani membaca dengan terus terpana pada buket bunga itu.


Wanita cantik ku :


"Bunga mawar tidak pernah bisa menjadi bunga matahari, dan bunga matahari tidak pernah bisa menjadi Bunga mawar. Semua bunga indah dengan caranya sendiri. Sama dengan diri mu, wahai Wanita ku, aku melihat keindahan dalam diri mu, tanpa ada wanita mana pun yang memliki ke indahan itu. "


"Salam sayang dari Laki-laki yang rapuh, rapuh jika jauh dari mu. "


^^^Salam Rindu.^^^


^^^Alex.^^^


Rani terseyum seakan Bunga-bunga itu menghujani tubuh nya, Rani berlari kembali ke atas kamar nya, untuk mengambil ponsel, untuk menghubungi pengirim buket bunga itu.

__ADS_1


Orang tua Rani, berkali-kali bertanya. Siapakah pengirim buket bunga itu. Tapi Orang tua Rani tidak mendapatkan jawaban, Rani malah tersenyum-senyum sendiri seperti Orang gila.


Orang tua Rani saling memandang satu sama lain, namun Ibu Rani merasa Anak nya akan menemukan cinta yang sebenar nya.


Rani sampai di dalam kamar nya, Rani menjatuhkan tubuh nya di kasur king Size milik nya, Rani ingin melakukan Vidio Call dengan Alex.


Tanpa berpikir Alex sedang sibuk atau pun tidak, saat Rani menghungi Alex beruntung lah Alex baru selesai Metting. Alex tersenyum saat pujaan hati nya menghubungi diri nya.


Alex mencari tempat yang nyaman, sebelum menerima panggilan Vidio itu. Saat Alex sudah menemukan tempat yang Pas. Alex mulai mengangkat sambungan Vidio itu.


Rani hanya terseyum dan haru, saat Alex menyempatkan mengangkat panggilan dari nya.


Alex menatap wajah Rani walau sebatas dari Kaca handphone saja, Sungguh ada perasaan Rindu antara ke dua nya.


Tidak banyak kata yang terucap antara kedua nya, selain hanya menatap satu sama lain, Rani ingin sekali berada di dekat Alex, setelah itu Rani akan memeluk Alex dengan erat.


Alex pun merasakan hal yang sama, Alex akan segera membereskan pekerjaan nya, setelah itu Alex akan kembali ke Tanah Air, untuk menemani Rani sampai masalah nya selesai, setelah itu Alex akan urus, Urusan nya sendiri pada Rani.


Sambungan Vidio itu pun akan berakhir, saat Alex menyuruh Rani untuk segera ber istirahat, Rani enggan mematikan sambungan Vidio itu, namun Rani tau Alex pun sedang sibuk.


Rani pun menuruti perintah dari Alex, Rani akan sabar menunggu Alex, Sampai Alex datang menemui nya. Rani tak habis pikir kenapa Alex bisa mengetahui alamat Orang tua Rani.


Akhir nya satu hari lagi Rani harus datang kembali ke pengadilan, perasaan cemas Rani rasakan, beruntunglah kali ini Rani berada di tengah-tengah kedua Otang tua nya. dan Alex selalu suport Rani, walau pun hanya lewat udara, Alex akan segera kembali namun Alex tidak memberi tahu kan pada Rani, kapan ia akan kembali.


Di tempat lain Denis sedang kelimpungan mencari-cari Rani, Denis menelpon Rani untuk kesekian kali nya tetap Rani tidak mau mengangkat nya.


Sudah seharian ini Denis berusaha mencari Rani, Denis tidak terpikir kalau Rani berada di Rumah kedua Orang tua nya, karna menutut Rani itu tidak mungkin, yang Denis tau hubungan antar ke dua nya selalu tidak baik, saat pernikahan nya di selenggarakan.


Denis memilih bolos dari pekerjaan nya, demi mencari Rani, dan itu pun tanpa sepengetahuan Gwen tentu nya, namun saat Denis terus berusaha mencari Rani, Denis tetap saja tidak menemukan Rani.


Sehingga Denis memilih untuk pulang terlebih dahulu ke rumah Orang tua nya, kali ini Denis mendapatkan Nasehat dari Ayah nya.


Ayah Denis mengatakan bahwa Denis harus bisa menerima apa yang sudah Rani putuskan, dan Denis tidak boleh mempertahankan Rani, sebab dalam hitungan jam, Rani sudah tidak akan menjadi Hak nya Denis Lagi, maka dari itu Ayah Denis mengatakan Denis harus menguatkan hati nya dari sekarang.


Bagai mana pun, semua ini salah Denis. Denis berani bermain api, maka Denis harus siap juga jika dia terbakar dengan permainan nya sendiri, di situlah Denis merenung, di hadapan Ayah nya.


Mengingat ke egoisan nya terhadap Rani, Ayah Denis terus menguatkan Denis, jika ada yang lebih berharga di banding memikirkan Rani yang sudah jelas akan lepas dari genggaman Denis. yaitu Anak yang di kandung oleh Gwen.

__ADS_1


Denis terus berada di dalam penyesalan nya.


"Ayo lah Nak, bangkit !! hadapi kenyataan nya, Papah sudah berusaha mengingatkan mu, tapi Kamu malah mendengar ucapan Ibu mu, Urusi lah Istri mu Gwen dan biarkan Rani bebas menjalani kehidupan nya yang baru, Pulang lah jaga istri mu dan kandungan nya baik-baik !! " Ucap Ayah Denis.


Denis tidak juga mengiyakan nasehat dari Ayah nya, Denis hanya menunjukan wajah kusut nya lalu pamit untuk pulang ke apartemen Gwen.


Setiba nya di apartemen Gwen, Denis di kejutkan dengan adanya sosok laki-laki yang sedang mengelus perut Gwen.


Denis sangat emosi, dan Gwen terkejut dan terus memikirkan alasan apa yang akan ia katakan pada Denis, Denis mendekat.


"Siapa dia ?? " Tanya Denis keras pada Gwen.


"Sabar dulu sayang, Aku bisa jelas kan. " Jawab Gwen lembut pada Denis, sambil memberikan kode pada laki-laki itu, untuk tetap tenang.


Denis sudah tidak sabar ingin menghajar Laki-laki itu, namun Gwen terus menghalangi nya.


"Sayang !! Di-dia itu Kaka ku, kau pasti belum mengetahui nya kan ?? dia memang tinggal di Amerika Sayang, dan dia kesini di suruh oleh kedua Orang tua ku, untuk melihat kondisi kehamilan ku. " Alasan Gwen.


"Kenapa kau tidak memberitahukan ku terlebih dahulu ?? bahwa akan ada tamu laki-laki yang akan datang. " Tanya Denis masih emosi pada Gwen, terutama pada Laki-laki itu.


Gwen melirik Laki-laki yang sebenar nya adalah Ayah dari Anak yang dia kandung.


"Emmm .... Ayo lah sayang, seperti yang aku katakan, kau sekarang berubah. Denis yang dulu bukan Denis yang sekarang, kau selalu tidak ada waktu untuk ku, kau selalu Marah-marah pada ku. Bagai mana aku akan berbicara pada mu !! " Jawab Gwen, memasang wajah sedih.


Wajah Denis terlihat lebih tenang, Gwen segera memeluk nya, dan memberikan Kode pada Laki-laki itu untuk segera keluar dari Apartemen nya.


Laki-laki itu memasang wajah kesal juga, saat melihat Gwen sedang memeluk Denis. Laki-laki itu pamit pada Denis, lalu pergi.


Gwen merasa lega, dan Gwen menganggap Denis itu sangat Bodoh, gampang saja di bohongi.


Gwen mengalihkan kecurigaan Denis, dengan menawarkan makanan yang sudah dia siap kan.


Namun selera makan Denis hilang, Denis memilih untuk mandi terlebih dahulu, agar hati dan pikiran nya bisa sedikit lebih tenang.


Gwen mengiyakan kemauan Denis, Gwen benar-benar merasa lega. "Untung saja Denis melihat dia sedang mengelus perut ku, coba saja kalau dia melihat ku sedang bercinta tadi, Huh ... Tamat lah riwayat ku. " Gumam Gwen dalam hati nya.


Gwen melihat ponsel Denis di atas meja, Gwen ingin sekali membaca pesan yang ada di ponsel Denis, Gwen berhasil membuka ponsel Denis.

__ADS_1


Terkejut Lah Gwen, ternyata Denis dam Rani akan bercerai.


"Pantas saja belakangan ini, Denis selalu murung, bagus lah dengan begitu rencana ku untuk menguasai harta dari keluarga Denis, akan lebih gampang. " Gwen tertawa dalam hati nya.


__ADS_2