
BAB 68.
~"Nak , tega nya kamu membiarkan Mommy khawatir dan kamu lebih memilih wanita itu. Mommy mau kamu segera pulang dan lupakan Wanita itu, atau tidak Mommy tidak segan-segan untuk menyakiti diri Mommy sendiri, kamu akan tau jika kamu tidak menuruti perkataan Mommy, kamu akan menyesal seumur hidup mu. "
Alex menggelengkan kepala nya, saat membaca isi pesan itu. Alex tidak mau Rani tau tentang ancaman yang di lontarkan oleh Ibu nya sendiri.
Alex dengan cepat menyuruh Petra untuk menyelidiki siapa yang ada di belakang Ibu nya.
Rani mendapatkan perintah dari Ayah nya jika Rani harus mengunjungi Pusat bisnis kedua Orang tua nya yang ada di Negara itu, dengan cepat Rani men iyakan apa yang di perintahkan oleh Ayah nya.
Sementara Denis masih tidak jera atas ancaman yang sudah di ucapkan oleh Alex pada diri nya, Denis semakin pintar menyusun apa saja rencana yang akan ia lakukan untuk kehancuran hubungan Rani dan juga Alex.
Denis sore itu sudah sampai di rumah nya setelah seharian bekerja, Denis di kejutkan dengan suara tangisan bayi saat kaki nya baru menginjak pelataran rumah nya.
"Bayi siapa ituh ?? " gumam Denis dalam hati nya, dengan tidak menghentikan langkah kaki nya.
Denis tidak mengira jika kepenatan nya saat bekerja seharian tidak sebanding, saat melihat kepenatan nya melihat sosok seorang Gwen di hadapan nya.
Wajah Denis berubah menjadi murka, " Mau apa kau kesini ?? " Tanya Denis geram pada Gwen.
Ayah Denis langsung masuk kedalam situasi yang akan memanas antara Gwen dan juga Denis.
"Nak, jangan seperti itu bagaimana pun dia adalah istri mu !! dan lihat anak kecil yang tidak berdosa itu, dia adalah anak mu. " Ucap Ayah Denis berharap hati anak nya luluh.
Denis tertawa mengejek. " Dia menjebak ku Pah, agar anak itu tidak terlihat seperti anak haram yang tidak ada bpk nya, sial !! betapa bodoh nya aku bisa tergoda oleh wanita kotor seperti mu. " Dengus Denis semakin geram, kala mengingat masa-masa itu.
"Cukup Mas, jika kamu tidak mau mengakui bahwa anak ini adalah anak kamu, aku tidak akan masalah !! Tapi ingat kamu jangan menyesal, jika suatu hari kamu membutuhkan anak ini. " Ucap Gwen, dengan masih merasakan rasa sakit nya, Gwen berdiri dan akan segera pergi dari rumah itu.
Denis tidak memperdulikan Gwen dan anak nya sama sekali, Denis langsung masuk kedalam kamar nya dengan hati dan pikiran yang masih memanas.
Denis hanya memikirkan tentang Rani yang kini sedang bersama dengan Alex.
"Aaaaarrgghhhhhh ... aki tidak akan membiarkan mu bisa memiliki nya bajingan. " Amarah Denis memuncak saat bayangan wajah Alex terlintas di pikiran nya.
Rani dan Alex kini sedang menikmati pemandangan yang cukup indah, Rani dan Alex tidak terlalu menghabiskan waktu nya untuk pergi jauh-jauh dari hotel.
Rani dan Alex lebih memilih untuk menghabiskan waktu nya bersama di dalam hotel ataupun hanya sekitaran hotel saja, rani hanya memikirkan tentang pemulihan Alex yang masih belum stabil.
Alex sedang menunggu kabar dari Petra tentang dalang dari amarah Ibu nya itu, namun bukan kabar baik yang di terima dari Petra, tapi Alex mendapatkan kabar bahwa Ibu nya kini sedang sakit, dan Petra menyarankan Alex untuk segera kembali ke tanah air.
Alex sangat menyayangkan jika harus cepat kembali ke tanah air, sementara Rani akan kembali ke tanah air 6 hari lagi, Alex tidak ingin membicarakan itu terlebih dahulu.
Hotel Corinthia, London, Inggris di hotel itulah Alex mengajak Rani menginap, dengan pemandangan yang Eksotik sehingga siapa pun yang berada di hotel itu akan merasa nyaman dan enggan pulang, apalagi saat di malam hari di temani oleh seseorang yang sangat di cintai.
__ADS_1
Saat menginap di hotel ini, hanya dengan membuka jendela maka mata langsung dimanjakan dengan pemandangan London Bridge, London Eye dan keindahan Sungai Thames.
Rani duduk bersama dengan Alex di malam itu. Rani akan membicarakan tentang apa yang di perintahkan ayah nya di pesan singkat itu.
"Sayang, aku besok mau pergi !! Daddy menyuruh ku untuk melihat salah satu tempat usaha nya di disini. " Ucap Rani sambil menyenderkan kepala nya di bahu Alex.
Alex mengecup pucuk rambut Rani, " Ya sudah tidak Apa-apa kamu pergi saja, Mas harus segera kembali ketanah air Sayang !! " Ucap Alex sambil mengangkat secangkir teh hangat yang sudah ada di hadapan nya.
Rani menegakkan tubuh nya. " Loh kenapa Sayang ?? bukan kan kita akan kembali ke tanah air 6 hari lagi !! " Ucap Rani sedikit murung.
"Mommy sakit Sayang !! tapi kami jangan khawatir , setelah Aku berhasil meyakinkan Mommy aku akan segera kembali untuk menjemputmu kembali ke tanah air. " Jelas Alex masih terlihat tenang, namin hati nya sangat kacau, kala harus meninggalkan Rani sendiri di Negri orang.
"Mommy ?? Apa di sakit karna kebersamaan kita ?? apa kita akan bertemu lagi ?? " Ucap Rani lirih, saat mengingat bahwa Ibu nya Alex tidak akan membiarkan Alex keluar untuk menemui nya kala itu.
Alex menegakkan tubuh Rani dengan kedua tangan nya lembut, "Sayang !! Mommy itu orang baik ko, percaya sama aku , ini hanya ada kesalahpahaman saja, dan aku akan pulang untuk menyelesaikan ke salah pahaman itu. sebelum kesalahpahaman itu semakin melebar. secepat nya kita pasti akan bertemu. " Ucap Alex sambil membawa Rani ke dalam pelukan nya.
"Baik lah, aku sangat khawatir dengan semua ini. " Ucap Rani dalam dekapan hangat Alex .
"Jangan takut, semua akan baik-baik saja Sayang !! Kamu jaga diri di sini. " Ucap Alex mengelus halus punggung Rani.
Alex akan menyuruh beberapa orang untuk menjaga Rani dari kejauhan, Alex tidak akan memberitahukan hal itu pada Rani, Alex takut Rani tidak akan nyaman saat mengetahui hal itu.
Rani sudah mengganti pakaian tidur nya, pakaian tidur Rani kini tertutup tidak seperti biasa nya saat berada di dalam kamar mya sendiri.
Rani masih terduduk di depan meja rias, sementara Alex masih sibuk dengan Handphone nya di atas tempat tidur.
"Sudah tidur Sayang !! mau sampai kapan kamu menatapi cermin itu ?? " Ucap Alex dengan tatapan masih pada layar ponsel nya.
Rani meletakan sisir nya di atas meja, dan berdiri secara perlahan, dan melangkah ke arah tempat tidur, Alex tersenyum kecil dalam hati nya. saat melihat keraguan Rani melangkah dan mendekat ke arah nya.
Alex meletakkan ponsel nya di nakas yang berada di samping nya, Alex merebahkan tubuh nya dan menarik selimut yang ada di bawah kaki nya.
Rani pun sama, dengan terlentang Rani masih belum tau kapan dia akan tidur, karna hati nya sedang berdegup kencang saat itu.
Rani tidak mengucapkan apapun saat itu, meskipun Alex ada di samping nya, Alex tidak ingin membuat Rani cemas, kali ini Alex masih berpikir jernih dan sehat.
Alex memilih untuk mematikan cahaya lampu di ruangan itu, dengan harapan Rani bisa tertidur tanpa melihat bayangan kecemasan di dalam pikiran nya .
Namun belum sampai Alex mematikan listrik nya, Cahaya lampu manti entah ada kesalahan teknis apa saat itu.
Rani terkejuz dan berteriak, dengan cepat Rani masuk kedalam selimut dan memeluk Alex. kini pikiran jernih dan sehat Alex berubah menjadi keruh.
__ADS_1
Alex mengangkat telapak tangan nya, dan memposisikan tubuh nya ke hadapan Rani, hingga kini tubuh Rani dan Alex saling berhadapan.
Alex tidak ingin listrik nya menyala dengan cepat, Alex memeluk Rani, Rani sangat nyaman saat wajah nya terbenam di dada bidang Alex.
"Sayang kenapa mati listrik nya ?? Aku takut gelap. " bisik Rani,
Alex tersenyum namun kini aliran hangat mulai menjalar ke seluruh tubuh nya.
"Tidak Apa-apa Sayang, apa saat kamu sudah memeluk ku rasa takut itu masih ada ?? " Tanya Alex semakin mengeratkan pelukan nya.
Rani mendongak kan kepala nya, dan menggelengkan kepala nya perlahan.
Alex mempertahankan tatapan Rani saat itu, Alex mendekatkan wajah nya. detak jantung Rani kini semakin kencang, namun Rani sangat ingin menerima kehangatan dari Orang yang sangat ia cintai, setelah sekian lama Rani tidak merasakan nya.
Alex menci*m halus bib*r Rani, Rani memejamkan mata nya, Rani membuka mulut nya sehingga Alex kini sudah bisa masuk dan mengabsen satu demi satu di dalam rongga mulut Rani.
Alex memasukan jari jemari nya ke sela-sela jari jemari Rani, sehingga Rani tidak dapat berkutik sedikit pun.
"Sayang !! " Ucap Rani dengan mata sedikit terbuka.
"Sayang, selamanya kau akan menjadi milik ku. biarkan aku melakukan nya, aku tidak kuat jika harus menahan nya lagi. " Bisik Alex, dengan sebuah kecupan lembut mendarat di seluruh wajah dan leher Rani.
Rani mengeratkan genggaman nya, kala Alex semakin membenarkan wajah nya di dua gundukan yang di miliki oleh Rani.
Satu demi satu kain yang melapisi Tubuh Rani maupun Alex terlepas dan terlempar ke sembarang arah, Alex terkejut saat melihat pemandangan indah berada tepat di bawah pandangan nya.
Alex mendaratkan tanda kepemilikan nya di seluruh tubuh Rani, "Aaaaarrgghhhh Sayang, " Rani menggeliat keenakan, saat Alex terus menyentuh lembut lekukan demi lakukan tubuh Rani.
"Mas, akan melakukan nya Sayang !! " Alex membuka kedua k*ki Rani, Alex mulai memposisikan jagoan nya yang sudah siap menunjukan ke kuantan nya.
Alex menatap wajah Rani, saat Alex akan mulai memasukan jagoan nya ke area sensitif Rani, Rani sudah merasakan sentuhan dari barang berharga milik Alex.
Sedikit demi sedikit Alex membenamkan barang berharga nya, Alex memejamkan matanya dan mendongakkan kepala nya, saat merasakan ada gigitan pada barang berharga nya.
Alex semakin merasa yakin, sehingga masuk sudah semua barang berharganya itu, Rani menggeliat ke enakan begitu pun Alex, Alex terus saja memainkan nya dari ritme sedang sampai cepat.
Tidak ada kata-kata keluar dari mulut Rani dan Alex kecuali suara ******* yang sangat ia nikmati saat itu.
Hingga pada akhirnya kedua nya tiba pada puncak kenikmatan nya, Alex jatuh di atas tubuh Rani, Rani bernafas dengan tersengal-sengal dan kedua nya pun beristirahat dengan pelukan yang tidak enggan lepas.
"Terima kasih sayang, kamu terbaik untuk ku. " Bisik Alex pada Rani.
"Jangan tinggalin aku , cepat nikahi aku Sayang. " Jawab Rani takut jika cobaan berhasil. memisahkan mereka.
__ADS_1