Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 108. Ketakutan.


__ADS_3

Denis berlari mendekati mobil nya, sesampai nya di mobil Denis masuk dengan napas tersengal-sengal.


"Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh .... Gobl*k kamu Denis, tapi kenapa harus sekarang aku menyadari nya. Aaahhhhh ...... " Denis teriak memukuli setir mobil nya.


Denis menangis dan memukul wajah kepala nya dengan kasar, tak jarang ia menjambak rambut nya sendiri.


"Ran, ini tidak mungkin ! aku ingin kamu kembali, tidak perduli kamu sedang hamil atau pun tidak, aku ingin kamu kembali. Bagaimana pun cara nya. " Gumam Denis dalam tangisan nya.


Denis melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, di iringi rasa bersalah dan kecewa ny.


Pikiran jahat pun mulai terbesit di kepala Denis, yang penting Denis bisa mendapatkan Rani dan membunuh anak dari Alex itu.


Tanpa berpikir panjang Denis bertekad dengan pikiran jahat nya itu. Hujan deras pun menemani Denis saat dalam perjalanan nya itu.


Entah kemana dia akan membawa laju kendaraan nya, saat ini Denis hanya ingin menemui Rani dan ingin memiliki nya kembali.


Tak jarang Orang-orang yang di lalui oleh kendaraan Denis merasa kesal dan emosi, karna Denis hampir membahayakan pengguna jalan yang lain.


Denis tidak memperdulikan itu, Denis tak peduli berapa banyak Orang yang akan ia tabrak saat itu.


Yang ia pedulikan saat itu adalah Rani dan Rani, jika perlu Denis akan melenyapkan siapa saja yang akan menghalangi niat nya itu.


Denis sambil mencari tahu keberadaan Rani saat itu, saat mengetahui Rani sedang berada di Rumah sakit, Denis langsung menginjak Gas dan menuju ke Rumah sakit tempat Rani berada.


Di penuhi dengan air mat dari rasa penyesalan, bukan hal baik yang Denis pikirkan, Denis sudah di kendalikan oleh hawa nafsu nya sehingga Denis sudah buta akan apa yang akan dia lakukan pada saat itu.


Denis sudah mempersiapkan sebilah pisau di celana nya, untuk melenyapkan siapa saja yang akan menghalangi niat nya itu.


Rumah sakit yang di tempuh oleh Denis cukup jauh, sehingga Denis harus melajukan kendaraan nya lebih cepat lagi, tanpa memperdulikan keselamatan orang lain.


Semakin banyak Orang yang geram pada kelakuan Denis saat melajukan kendaraan nya. Sampai-sampai mobil Denis di timpuki oleh batu pun Denis tidak perduli dan terus saja jalan.

__ADS_1


Sial nya pergerakan Denis tidak di ketahui oleh anak buah Alex, karna tidak ada yang berjaga di depan rumah Alex.


Anak buah Alex berjaga di depan rumah sakit saja. Memang tidak mudah bagi Denis untuk memasuki ruangan Rani, namun tekat nya lebih besar dan banyak saat itu.


Denis di hentikan oleh lampu merah yang ada di persimpangan jalanan itu. Sehingga dia kesal dan geram.


Tombol klakson mobil terus dia tekan, sehingga kendaraan yang ada di sekitar nya merasa kesal dan Jenga mendengar nya.


"Heyy .... bung ada masalah apa anda ? Anda tidak lihat ini stop pan Hah ? " Teriak salah satu pengguna jalan itu.


Denis tidak memperdulikan nya, Denis terus saja menyalakan tombol klakson nya.


Pengguna jalan semakin kesal, tak jarang Anak-anak pun menangis mendengar nya.


Sehingga beberapa lelaki baik pengendara motor atau pun mobil meninggalkan kendaraan nya dan menghampiri kendaraan Denis.


Dengan kasar mereka menyuruh Denis membuka kaca mobil nya, Denis awal nya tidak ingin memperdulikan nya.


Namun lama kelamaan emosi nya semakin memuncak, dengan cepat Denis membuka kaca nya dengan wajah memerah dan sebilah pisau di tangan nya.


Mereka berpikir memang sedang ada yang tidak beres, namun saat pengguna jalan yang lain dan jua Denis semakin emosi, lampu pun sudah berganti warna.


Sehingga Denis masuk kembali dan melajukan kendaraan na kembali, tanpa sampai melukai siapa pun.


Pengguna jalan itu pun kompak meneriaki Denis dengan kesal dan dengan kata-kata kasar, ada pula yang menyumpahi Denis mati saat itu juga.


Denis hampir sampai ke tempat tujuan nya, dengan rasa emosi yang tidak berkurang sedikit pun, malah emosi nya itu semakin bertambah saat tau dia hampir sampai di rumah sakit.


Jalanan Denis lalui seperti jalanan milik Denis sendiri, tanpa melihat Orang lain, beruntung tidak ada korban jiwa selama Denis melajukan kendaraan nya dengan ugal-ugalan.


Walupun ada korban jiwa Denis sungguh tidak akan perduli berapa pun korban jiwa itu.

__ADS_1


Saat tiba di pelataran Rumah sakit Denis memparkirkan kendaraan nya di sembarang tempat, sehingga petugas ke amanan pun menegur Denis.


Terjadi lah babuhantam di area parkir itu, sehingg Denis berhasil masuk kedalam lobi Rumah sakit.


Tanpa pikir panjang Denis meneriaki Rani seperti orang gila, tentu saja tidak akan ada yang menjawab nya, nama Rani pasti bukan satu saja dalam data pasien di rumah sakit itu.


Denis menghampiri bagian Receptionis, dan menanyakan nya dengan kasar. Receptionis itu pun ketakutan saat ia melihat sebilah pisau di telapak tangan Denis.


Denis sudah mengetahui keberadaan Rani, kini anah buah Alex sudah mengetahui keberadaan Denis, beberapa hambatan mulai Denis dapat kan.


Beberapa anak buah Alex tumbang karna tikaman benda tajam yang Denis bawa.


Sesampai nya di ruangan Rani, Rani sedang tertidur tanpa ada Alex menemani nya.


Alex rupa nya sedang keluar ruagan untuk membeli makanan yang Rani mau.


"Brakkkkkkkkk ....... " Pintu ruangn Rani terbuka dengan keras nya.


Sehingga Rani syok dan bangun dari rebahan nya. Rani ketakutan saat melihat wajah Denis yang merah padam.


Walupun saat itu Denis sedang tersenyum pada Rani.


"Akhir nya sayang, aku menemukan mu. Ayok .... ikutlah bersama ku, dan kita bersatu lagi. " Ajak Denis lembut berjalan ke arah Rani dengan pisau di lumuri dengan darah segar.


Rani menggelengkan kepala nya, ada beberapa anak buah Alex yang ingin menghentikan Denis, nmun Denis sudah lebih dulu mengancam akan membunuh Janin yang ada di perut Rani, tanpa berpikir jika janin itu terbunuh Rani pun akan ikut terbunuh.


Anak buah Alex tidak bisa berbuat apapun.


"Ti-tidak Denis, jangan mendekat jangan lukai anak yang ada di perut ku ini, kita sudah tidak ada hubungan apapun. Pergilah sebelum Alex datang dan menghajar mu. " Teriak histeris Rani.


Namun Denis tidak berhenti melangkah, Denis semakin emosi saat mendengar nama Alex.

__ADS_1


Kini Denis sudah dekat dengan Rani, sebelah pisau ia mainkan di wajah Rani.


"Ayolah sayang, mau yah ? ikut bersama ku ? Yuk .... ayolah, jangan buat pisau ini marah dan mengambil siapa yang ingin dia lukai ... Ayolah Sayang. " Ujar Denis lembut namun tatapan nya penuh dengan emosi.


__ADS_2