
BAB 54.
Rani di anjurkan untuk ber istirahat terlebih dahulu, karna tidak memungkin kan untuk diri nya segera pulang dari Rumah sakit, Rani menyuruh kepada suster untuk mengambil darah nya lebih banyak lagi, di takut kan Alex membutuhkan nya lagi.
Saat sudah selesai, Rani sangat pucat, untuk berdiri pun rasa nya sangat pusing. Rani ingin sekali melihat kondisi Alex, karna kondisi nya tidak memungkin kan, jadi Rani memilih untuk ber istirahat sejenak, dan menunggu kabar dari Suster saja, tentang kondisi Alex.
Alex kini sudah selesai menerima proses transfusi darah, hingga kondisi nya semakin membaik, keluarga Alex pun sangat senang menerima kabar gembira itu, tanpa mereka tanyakan siapa kah pendonor darah itu, yang datang di saat waktu yang sangat tepat sekali.
Beberapa Hari Alex belum juga sadar, sedangkan Rani terus saja melamun kan dan memikirkan perkataan Ibu nya Alex yang sangat tidak ia sangka itu.
Sungguh Rani sangat ingin menemani Alex di Masa-masa sulit nya, namun apalah daya Kehadiran Rani pasti akan di tolak oleh Keluarga Alex terutama Ibu nya.
Rani hanya mendapat kabar dari Petra, walaupun begitu Hati Rani masih tidak tenang, sebelum Rani melihat keadaan Alex dengan mata kepala nya sendiri.
"Kamu ini kenapa Nak ?? Beberapa hari ini hanya diam dan tidak melakukan aktivitas apa pun, coba cerita !! " Ucap Ibu Rani, menghampiri Rani yang hanya terdiam saja di kamar.
"Ga ko Mom, Aku hanya ingin menyendiri saja dulu. " Rani tidak mau masalah yang ia hadapi menjadikan beban pikiran untuk Orang tua nya.
"Oh ya Ran, Dady sama Mommy berniat untuk membelikan Tiket pesawat, untuk kamu. Supaya kamu bisa liburan kemana pun kamu mau !! dan kamu tau sendiri Daddy tidak suka penolakan dari niat baik nya itu !! " Ucap Ibu Rani, mengelus tangan Rani.
Rani terperanjat saat mendengar kabar yang Ibu nya sampaikan. " Tapi Mom, banyak kerjaan yang harus Rani kerjakan belakangan ini, dan Juga Rani tidak butuh Liburan, karna di rumah ini Rani sudah mendapatkan apa yang Rani mau dari dulu !! Rani mohon Mom, jangan paksa Rani. " Jawab Rani, Rani tidak mau pergi di saat Alex sedang bertaruh nyawa dan sebagian Orang berpikir, itu semua Gara-gara Rani.
"Nak, kamu cukup tahu sifat Ayah mu seperti apa !! Dan kau pun sudah merasakan jika ucapan nya tidak kamu turuti !! kita ini baru saja merasakan kebersamaan jangan kau rusak lagi perasaan Daddy mu, karna Mommy sudah susah payah memperbaiki suasana hati Daddy mu itu !! Lagian itu cuma liburan singkat ko Nak, agar pikiran mu Fress sesudah mengarungi masalah yang cukup pelik itu !! " Ujar Ibu Rani, terus saja memaksa Rani agar mau pergi liburan ke beberapa Negri.
__ADS_1
Rani berdecak kesal. " Lagi-Lagi Daddy menunjukan sifat asli nya yang terlalu keras Mom, Rani ini sudah lebih dari besar, Rani bisa pergi Liburan jika Rani memang membutuhkan nya. "
Ibu Rani menggelengkan kepala nya. " Dan Lagi-lagi kamu juga ingin membantah ucapan dari Daddy mu !! Kenapa kau tidak belajar dari kesalahan, Ucapan Orang tua itu tidak akan menyelakai Anak nya sendiri Nak !! Stop .... Mommy tidak mau berdebat, Mommy and Daddy sudah mengurus keberangkatan mu, dan kami berharap kamu bisa Happy di sana. " Ibu Rani pun keluar dari kamar Rani, tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Rani.
Rani memutar otak nya, Rani tidak mungkin berangkat dalam kondisi Alex masih tak sadar di Rumah sakit, untuk berada satu daerah pun Rani sangat susah saat ingin menemui Alex untuk menemani nya, apa lagi harus berada di Negara yang berbeda, itu tidak bisa Rani lakukan.
Rani bangkit dan mempersiapkan diri untuk segera pergi menuju Rumah sakit tempat Alex di Rawat, Rani meminta ijin pada Mommy nya untuk keluar, dengan alasan ada sesuatu yang harus Rani kerjakan.
Ibu Rani memberikan ijin, dan menyuruh Rani untuk segera kembali. Rani hanya menganggukan kepala nya tanpa ada suara, lalu pergi dan berlalu dari hadapan Ibu nya.
"Dasar anak ini !! dari dulu tetap saja membantah, lagian Daddy apa maksud nya memaksa Rani untuk berlibur keluar Negri !! Sayang anak ko maksa !! tapi kalau gak di turuti bisa awet kecewa nya. Huhh .... " Keluh Ibu Rani dalam hati nya, dan meneruskan kegiatan yang sedang ia lakukan saat itu.
Rani segera bergegas Pergi, menggunakan mobil kesayangan nya. Rani tidak perduli saat harus berdebat dengan Ibu nya Alex sekali pun. Rani hanya ingin menemui Alex, dan melepas kerinduan nya setelah beberapa hari tidak bisa menemui nya.
Namun Rani tidak memperdulikan sekitar, Rani terus saja berjalan, sesekali Rani menatap jam yang ada di pergelangan tangan nya, Rani takut jam Besuk Rumah sakit akan segera berakhir di hari itu, namun Rani rasa waktu masih berpihak pada nya.
Rani memasuki Lift, untuk menuju Ruangan Alex. Setelah pintu Lift terbuka udara sejuk pun seakan menyambut nya, Rani dapat merasakan udara sejuk itu sangat jelas menyentuh wajah nya.
Rani menghela nafas panjang kembali, dan melepaskan nya secara perlahan. Rani belum melihat sosok dari Ibu Alex, yang Rani lihat hanyalah seorang Wanita yang lebih tua dari nya, tapi itu bukan Ibu Alex, melainkan Kaka kandung Alex.
Tatapan mata tidak suka pun, bisa Rani lihat dari tatapan wanita itu, namun Rani tetap berpikir tenang.
Rani menghampiri wanita itu, yang sedang duduk di depan Ruangan Alex, Rani rasa wanita itu akan menghubungi seseorang lewat Ponsel nya, sehingga wanita itu keluar dari Ruangan Alex.
__ADS_1
"Permisi kak ?? " Sapa Rani sopan, Rani rasa wanita itu masih terlalu muda untuk Rani panggil dengan sebutan Ibu atau tante.
"Iya !! " Jawab Wanita itu, tanpa senyuman sedikit pun.
Rani tidak memperdulikan sikap dingin yang wanita itu tunjukan, Rani membalas nya dengan senyuman.
"Emm ... Ma-maaf kak !! Saya teman nya Alex, apa saya boleh menjenguk Alex ?? " Tanya Rani kelihatan sangat tenang, walau pun hati nya merasa takut menerima penolakan dari wanita itu.
"Teman ?? " Wanita itu melihat dan memperhatikan Rani dari atas sampai bawah, karna Wanita itu merasa percaya dengan wajah dan penampilan Rani, bukan seperti orang biasa, maka wanita itu mengijinkan Rani untuk masuk.
Wanita itu melihat tidak ada hal mencurigakan dari Rani, "Toh .. di depan juga pasti sudah di periksa dengan ketat ko, lagian dimana-mana kan ada Cctv. " Pikir wanita itu.
"Baiklah, silahkan masuk tapi jangan sampai ganggu adik saya ya ?? kalau ada Apa-apa panggil saya, saya di sini. " Jawab Wanita itu masih dingin namun nada bicara nya terdengar tenang.
Rani yakin wanita itu wanita baik, namun sangat wajar jika wanita itu bersikap dingin atau acuh, terhadap Orang yang baru ia temui.
Rani berterima kasih pada Wanita itu, lalu masuk kedalam Ruangan Alex.
...****************...
...****************...
Hallo kk Reader's semua, apa kabar ?? Mohon maaf jika Up nya tidak teratur, karna masih dalam pemulihan Author nya, masih banyak kunang-kunang di atas kepala, jadi belum bisa berpikir jernih 🤭🤭🤭🙏🙏🤗🤗,. semoga semua nya sehat dan di jauhkan dari cobaan yang sedang melanda di sekitar kita ini.... Aamiin.
__ADS_1
Salam rindu dari Author wanita biasa ... 💕💕💕💕😍😍😍🤗🤗