Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 95. Petaka bagi Denis.


__ADS_3

"Baik lah, kita sudah sepakat ya ? besok jam 7 malam, kamu siap-siap semua sudah saya siapkan, dan saya sudah menyuruh Denis untuk datang ke sebuah cafe, nah di salah lah kami rekam semua pembicaraan kami dengan Denis. " Ucap serius Petra.


"Saya mengerti. " Jawab singkat Gwen.


"Ini Dp, dan sisa nya nanti setelah pekerjaan kamu selesai. " Ujar Petra menyodorkan satu amplop coklat pada Gwen.


"Tidak usah Tuan, ambil saja. Saya sudah cukup bahagia dengan kerja keras saya yang sekarang. Saya niat membantu dan menebus kesalahan saya, tolong jangan berpikir jika semua nya karna uang. " Timpal Gwen menampar Petra secara tidak langsung.


Petra mengerutkan dahi nya, dan menatap Gwen kagum. Petra langsung membuyarkan pikiran nya dan langsung pamit setelah bertukaran no Handphone.


Petra mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, Gwen menyambut nya dan Petra berterima kasih banyak pada Gwen.


Petra sudah pergi, namun beban kini ada di pundak Gwen. Gwen sudah berjanji pada diri nya sendiri bahwa dia sudah tidak ingin bertemu dengan Denis.


Denis memang bukan ayah biologis dari anak nya, tapi Gwen sangat merasa di campakkan sekali oleh Denis, tapi Gwen menganggap itu sebuah hukuman karna sudah menyakiti hati Rani.


Untuk itu Gwen setuju membantu Petra demi Rani.


Dengan langkah gontai Petra keluar dari gedung Apartemen itu, perasaan lega kini bergelayun di benak Petra.


Saat sampai di dalam mobil, Petra diam sejenak dan memandangi sebuah kaca jendela yang di dalam nya ada Gwen.


"Kamu wanita hebat Gwen, mampu berubah dari lembah yang cukup dalam. Saya tau itu tidak gampang. " Ucap kecil Petra lalu pergi dengan kendaraan nya.


Ke esokan hari nya.


Rani pamit setelah selesai sarapan pagi bersama kedua Orang tua nya, dengan setelan serba tebal membuat nya kelihatan sedikit gemuk. Rani merasa cuaca di pagi itu sangat lah dingin.


"Mom, Rani pamit ya ? " Ucap Rani mencium punggung tangan Ibu dan Ayah nya.


"Iya Sayang, kamu Hati-hati ya ? sebelum makan siang jangan lupa pulang. " Ucap Ibu Rani.


"Emmm ... seperti nya Rani makan siang di Butik deh Mom, soal nya Rani sudah pesan beberapa kotak makanan untuk semuan Anak-anak di butik. " Jelas Rani sambil berjalan perlahan meninggalkan meja makan.


"Ya sudah, Hati-hati Nak ! " Teriak Ibu Rani.

__ADS_1


"Iya Mom. " Jawab Rani dari kejauhan.


Sebuah mobil warna silver sudah terparkir di depan halaman rumah Rani.


Rani memasuki mobil itu, "Ayo Pak ! kita kebutik ya ? " Jawab Rani sambil mengikat rambut nya agar terlihat lebih santai.


"Baik Non. " Jawab sopir yang bekerja di rumah Rani.


Di sisi lain mobil sedan hitam yang berisikan empat orang laki-laki sudah siap mengikuti mobil Rani, setelah mobil yang Rani tumpangi keluar dari dalam Istana, mereka pun siap tanjap Gas.


Di tengah perjalanan, mobil yang mengikuti Rani yaitu suruhan dari Alex, di salip oleh mobil warna putih, setelah di selidiki mobil putih itu mengikuti mobil Rani.


Dengan serius Orang suruhan Alex terus memantau mobil warna putih itu dan yang lain nya memantau mobil silver yang di tumpangi Rani.


Di persimpangan jalan mobil warna putih itu menyalip mobil silver yang di tumpangi Rani.


"Cekittttttttttttttttttt ..... " Sopir menginjak Rem dengan tiba-tiba dan sangat dalam.


"Aaaaaaaaa ... " Teriak Rani. " Ada apa Pak ? " Tanya Rani.


Rani memperhatikan Orang yang keluar dari mobil putih itu, mata Rani membulat saat tau siapa Orang yang keluar dari mobil putih itu.


"Denis ? " Ucap Rani kesal.


Rani menyenderkan tubuh nya di senderan kursi dan memijat kening nya beberapa kali.


"Mau apa sih dia ? Ko dia bisa tahu sih aku keluar rumah. " Dengus kesal Rani.


"Biar Bpk Non, yang keluar ! Non kunci saya semua pintu mobil. " Ucap Sopir yang membawa Rani.


"Tidak usah Pak, biar saya yang keluar. Dia mantan suami saya. Lagian ini tempat ramai ko Pak. " Jawab Rani malas saat harus bertemu dengan Orang gila itu.


Rani keluar lewat pintu sebelah kiri, dan Denis menyambut Rani dengan senyuman. Namun sebelum Denis mendekat pada Rani, langkah Rani di salip oleh Laki-laki berbajj hitam dengan badan tinggi dan besar.


Otomatis Langkah Rani terhenti dan Langkah Denis pun di hentikan oleh beberapa Laki-laki itu.

__ADS_1


"Dari arah mana ke empat Laki-laki itu datang. Siapa mereka ? " Batin Rani.


"Non masuk saja ke dalam mobil, dan lanjutkan perjalanan anda Nona, kami di perintahkan oleh Tuan kami Tuan Alex. Silahkan masuk dan pergi lah. Ini biar kami yang urus. " Ujar salah satu laki-laki itu dengan tegas dan membukakan pintu mobil Rani agar Rani masuk kembali ke dalam mobil nya.


"Ran tunggu Ran jangan pergi, aku mau bicara Ran ! Aku akan menceritakan kebususukan Gwen Ran, tolong jangan pergi Ran. " Tariak Denis tidak di hiraukan oleh Rani.


Denis berharap Rani akan luluh kembali saat tau kebusukan Gwen.


"Sudah-sudah jangan cari mati. Dan jangan ganggu Bos kami. " Cegah para Laki-laki itu keras.


"Cuiihhhhh ... persetan dengan kalian. " Ucap Denis meludah di hadapan kedua laki-laki yang menghadang nya.


Sementara kedua laki-laki lain nya bertugas membuat ban mobil Denis bocor bahkan sobek, tak tanggung-tanggung kedua laki-laki itu merobek ke empat ban mobil Denis.


"Hahahaha ... mampus ! " Ucap kedua Laki-laki itu.


"Hey sedang apa kalian ? " Teriak Denis telat karna ke empat ban mobil nya sudah sobek.


"Banyak bicara kamu ......


Buuuuuuukkkkk .... Buuuukkkkkkk " Dua pukulan mendarat di perut dan wajah Denis.


"Braaaaakkkkkkk ... " Tubuh Denis ambruk di atas aspal.


Ke empat Laki-laki itu pun pergi dan mengikuti mobil Rani kembali.


Sementara Rani mencerna perkataan Denis. " Apa dia bilang ? Ingin menjelaskan kebusukan Gwen ? Anj**G kedua nya pun sama-sama busuk. " Amarah Rani sangat terlihat.


Rani meneguk air minum mineral yang sengaja ia bawa.


"Aku tau Sayang, kamu akan selalu menjagaku dimana pun aku berada. Terima kasih Sayang " Ucap Rani lalu tersenyum membayangkan wajah Alex yang sangat ia cintai.


Rani semakin tenang saat hendak pergi kemana-mana, namun tetap saja Rani harus hati-hati dan berbicara terlebih dahulu jika ingin pergi pada Alex, kalau tidak kejadian fatal pun akan dia alami lagi seperti sebelum nya.


Salah satu orang suruhan Alex, mengabarkan kejadian tersebut. Dan tentu nya Alex khawatir dan langsung membereskan pekerjaan nya dengan cepat agar segera bertemu dengan kekasih hati nya Rani.

__ADS_1


__ADS_2