
BAB 58.
Mereka pun menikmati suasana hangat yang di berikan kedua nya. Alex pun ber istirahat kembali setelah Rani menyuapi nya makanan, setelah itu Rani memberikan Alex obat yang sudah di sediakan oleh Suster, dan akhir nya Alex pun meminta untuk beristirahat, agar saat ia terbangun badan nya bisa lebih baik lagi.
Tak lupa Rani pun berpamitan pada Alex, untuk pulang terlebih dahulu saat Alex sudah tertidur. Dan Rani janji akan segera kembali menemui dan menemani Alex secepat nya.
Saat beberapa lama Rani pergi dari ruangan Alex, Alex terbangun dan sudah menyadari bahwa sang pujaan hati sudah tidak pergi dari Ruangan nya.
Alex mengusap wajah nya secara perlahan, dan melihat ke sekeliling nya, sungguh bosan rasa nya harus terus berada di ruangan perawatan, meskipun di ruangan itu tidak nampak seperti ruang perawatan, melainkan seperti kamar mewah milik pribadi.
Tak lama Ibu dan Kakak Alex datang, dan kaget karna sudah mendapati Alex sudah terbangun sendirian.
Alex mengembangkan senyuman pada Kakak dan Ibu nya.
"Syukur lah Nak, kamu sudah berangsur membaik, Mamah sangat cemas belakangan ini. Tapi sekarang Mamah senang melihat Anak kesayangan Mamah sudah sadar dan membaik. " Ucap lirih Ibu Alex sambil mengusap wajah Alex.
Alex menguatkan diri nya sendiri, untuk terlihat lebih baik di hadapan Ibu nya, agar tidak ada kecemasan lagi.
"Iya Mom, jangan khawatir !! Alex sudah lebih baik ko, Lagian masih banyak alasan untuk Alex tetap bertahan. Dan syukurlah Alex masih bisa bertahan untuk menyelesaikan alasan itu !! " Jawab Alex dengan binar kelembutan di wajah nya.
Selang beberapa hari dari kesadaran Alex, Ibu nya Alex pun memutuskan untuk membawa Alex pulang dan menjalani berobat jalan saja selama di rumah.
Alex sangat merindukan sosok yang selalu ada di hati nya, namun sosok itu tak kunjung datang. Alex memang sudah pulih namun Alex belum bisa turun dari atas tempat tidur, sehingga untuk melakukan Aktivitas yang dia ingin kan, harus meminta tolong pada Orang lain.
Alex sudah mencoba meminta bantuan Ibu nya untuk mengambilkan Handphone milik nya, namun entah kenapa selalu ada alasan yang di lontarkan oleh Ibu nya Alex, dan Alex tidak dapat bersikeras dengan Ibu nya. Alex masih merasa pusing saat akan memikirkan atau melakukan sesuatu yang seharus nya dia lakukan.
Alex terus mengkonsumsi Obat yang terus di saran kan oleh Dokter, Lelah mulai terasa oleh Alex. Alex pun sesekali sudah meminta Ibu nya utuk menghubungi Petra. Dan Hal yang sama pun terlontar dari mulut Ibu nya.
Dan entah kenapa, yang datang ke kamar Alex hanyalah Ibu nya dan sesekali Dokter yang mengunjungi nya. Alex merasa jika saat ini dia akan terus menghabiskan waktu nya di atas tempat tidur saja.
__ADS_1
Tiba-tiba suara pintu pun terdengar oleh telinga Alex, ternyata itu Ibu nya Alex.
Ibu nya Alex sangat bersikap ramah dan Lembut pada Alex, dan Alex merasa Ibu nya itu adalah yang terbaik.
Ibu nya Alex sangat ramah, sehingga Alex pun terasa nyaman saat berada di dekat Ibu nya.
"Mom, apa di Luar tidak ada siapa-siapa ?? Kakak kemana ?? Apa dia sudah kembali ke rumah nya ?? " Tanya Alex, karna dari beberapa hari Alex hanya melihat Ibu nya saja dan juga Dokter.
Ibu nya Alex tersenyum namun senyuman itu sangat dingin. " Emm ... I-iya !! Kakak tidak ada di sini, Kakak kan sudah punya suami Nak. Jadi Kakak harus melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang Istri. " Jawab Ibu nya Alex, sangat meyakinkan.
Alex mengangguk paham. " Lalu !! Apa beberapa hari ini, tidak ada orang yang bertamu, untuk menemui ku Mom ?? dan kemana Bibi ?? " Tanya Alex kembali, sambil menanyakan keberadaan Asisten Rumah nya.
Ibu nya Alex duduk di samping Alex, dan membawa semangkuk makanan bergizi untuk di suapi pada Anak kesayangan nya.
"Petra kesini dan menanyakan kamu !! dan Petra pun melihat mu, tapi dia tidak enak untuk membangun kan mu yang masih tertidur lelap, dan dia hanya menitipkan pesan agar kamu tidak usah khawatir. Dan Bibi ada di dapur. " Jawab Ibu nya Alex, tapi tidak menatap Alex.
Alex mencoba sabar dan tenang, sehingga tidak membuat Ibu nya tertekan atau terpojokkan.
Setelah itu Alex harus meminum obat yang selalu ia Konsumsi belakangan ini, Sampai-sampai Alex tidak tau sampai kapan ia harus meminum nya, padahal Alex merasa sehat walau pun untuk turun dari tempat tidur saja dia tidak bisa, selalu lemas dan pusing.
Saat Alex sudah meminum nya, tidak lama dari itu Alex menguap dan tertidur kembali. Ibu nya Alex menatap wajah tampan Anak kesayangan nya.
"Nak Maaf kan Mommy, Mommy sudah jahat sama kamu !! Mommy tidak mau kamu menemui nya untuk waktu yang dekat ini, Mommy tidak mau kehilangan kamu Nak, Mommy janji saat waktu nya tiba Mommy akan mengatakan semua nya pada mu. Mommy tidak mau kamu celaka kedua kali nya, karna terlalu memikirkan Orang lain sehingga kamu juga yang harus celaka, dan hampir saja kamu meninggalkan Mommy Nak. " Ucap Ibu nya Alex, dengan ke khawatiran yang mendalam di dalam diri nya.
Di tempat lain Denis sedang menunggu kelahiran dari Buah hati nya yang selalu ia Tunggu-tunggu. Denis rela menyembunyikan ke sedihnya karna sudah kehilangan Rani dalam hidup nya, demi anak yang di kandung oleh Gwen.
Denis berniat untuk pulang lebih cepat dari kantor nya, karna mengingat jadwal kelahiran Gwen tinggal menghitung Jam, karna kelahiran Gwen sudah di jadwalkan, Gwen lebih memilih untuk melahirkan secara Caesar.
Dalam perjalanan, Denis merasa puas karna mengingat beberapa hari ini ia berhasil menemui Orang yang seharus nya ia temui, Denis puas karna telah berhasil menaburkan benih kebencian pada Ibu nya Alex, yang susah payah ia temui.
__ADS_1
Saat Denis menemukan informasi tentang kelurga Alex, tak menunggu waktu lagi Denis langsung menemui Ibu nya Alex. Dan saat Denis mengetahui Alex kecelakaan, Denis semakin mempunyai nilai Plus untuk menjelekan Rani di mata Ibu nya Alex.
Dan Denis merasa tenang, karna Denis yakin Ibu nya Alex percaya pada nya. Sehingga benih kebencian yang di tabur kan oleh Denis akan tumbuh dengan semesti nya dalam diri Ibu nya Alex.
Denis tersenyum dengan penuh kemenangan, tanpa dia sadari senyuman itu sebentar lagi akan tergantikan oleh amarah dan kebencian yang lebih dari kebencian yang sudah ia tabur kan di hati Orang lain.
Saat tiba si Apartemennya, Denis di kejutkan kembali oleh suara Asing di dalam Apartemennya. Denis mengerutkan kedua alis nya.
Denis mengendap masuk secara perlahan ke dalam kamar Apartemen yang sudah ia tempati lama bersama dengan Gwen.
Benar saja dugaan Denis ada orang lain, di dalam ruangan itu, dan parah nya suara itu bersumber dari dalam kamar milik nya bersama dengan Gwen.
Denis mencoba mendekat, dan mendekatkan telinga nya pada pintu kamar itu. Denis terkejut saat yang ia dengar bukan lah suara orang yang sedang berbicara, melainkan suara ******* yang panas dari Gwen.
Suara itu semakin lama semakin keras, Suara ******* yang sangat nikmat terdengar nya, namun tidak pada Denis. Denis mengepalkan tangan nya, wajah nya kini berubah menjadi merah padam, tidak ada lagi senyuman kemenangan terlihat seperti saat membayangkan kehancuran hubungan Rani dan Alex saat itu.
Denis mengumpulkan tenaga nya, karna Denis merasa lemas saat harus menerima kenyataan sebuah penghianatan yang di lakukan oleh Gwen saat itu.
Saat itu Denis sudah siap untuk mendobrak pintu kamar nya, yang di dalam nya sedang ada pertunjukan panas antara Gwen dan juga kekasih nya.
Denis mencoba untuk menggerakan knop pintu nya, ternyata Denis tidak perlu mengeluarkan tenaga nya untuk mendobrak pintu itu, karna pintu itu tidak terkunci sama sekali.
Denis masuk secara perlahan, namun suara ******* itu masih berlangsung tanda nya Gwen belum tau kalau Denis mencoba masuk ke dalam kamar.
Denis belum masuk secara sempurna ke dalam kamar itu, namun Denis sudah mampu melihat sempurna adegan apa yang sedang di lakukan oleh dua pemain itu.
Gwen yang tidak mengenakan pakaian apa pun, kini dia sedang memposisikan badan nya seperti binatang, lalu laki-laki itu memberikan dan meluapkan gairah nya pada posisi yang menurut nya pas untuk keadaan Gwen yang sedang hamil besar.
Gwen mengerang ke enakan saat kedua gundukan milik nya teremas hebat oleh kekasih nya. Tanpa sadar Denis sedang Siap-siap untuk mengeluarkan emosi nya.
__ADS_1