
BAB 60.
Rani berniat untuk menceritakan semua nya pada Ibu nya, setidak nya ada salah satu Orang tua nya yang mengetahui masalah apa yang sedang Rani hadapi saat ini.
Rani yakin jika Ayah nya itu, merencanakan sesuatu saat Rani tiba di Negara yang di tunjuk oleh Ayah nya itu.
Dalam perjalanan Rani melihat ke arah Ibu nya. Rani terlihat sangat khawatir, Ibu nya Rani dapat menangkap kegelisahan yang di rasakan oleh putri nya itu.
"Ada apa nak ?? " Tanya Ibu Rani seketika.
"A-aku hanya .... " Jawab Rani merasa ragu.
Ibu nya Rani menatap dengan dalam dan memegang erat lengan Rani " Katakanlah, Mommy akan mendengarkan nya !! jika ada masalah cerita sama Mommy, jangan di simpan sendiri saja. " Ucap Ibu Rani penuh dengan kasih sayang.
"Mom, aku ini sudah besar. bahkan aku sudah pernah berkeluarga !! Jujur saat itu aku sangat merindukan Mommy dan juga Daddy. tapi entah kenapa saat aku berada dekat dengan Mommy dan Daddy aku merasa tertekan kembali Mom !! terutama Daddy, aku tau Daddy menyuruhku liburan karna ada sesuatu kan di sana ?? Mom ... aku disini sedang memperjuangkan seseorang, sekarang dia sedang berada di dalam masa sulit nya, aku gak mungkin pergi berlibur sementara Orang yang selama ini ada di dalam masa sulit ku saat itu, kini sedang berada di dalam masa sulit nya. " Jelas Rani pada Ibu nya.
"Siapa dia Nak ?? Mom tau kamu itu sudah besar, dan Mom tau kamu itu sudah lebih dari dewasa, tapi hati dan pendirian kamu tuh gampang sekali di goda dengan hal terkecil, seperti janji manis lah, ucapan manis lah !! Ayolah sayang, kami hanya ingin melihat Putri kami bahagia. " Jawab Ibu Rani dengan nada tegas namun sangat menunjukan ke khawatiran yang dalam terhadap Rani.
__ADS_1
Rani merasa kecewa dengan jawaban Ibu nya, Rani membenarkan duduk nya dan tidak lagi menghadap pada Ibu nya. Rani menundukan kepala nya.
"Dia Laki-laki yang hadir saat aku di sakiti oleh Denis, sehingga dalam Proses tersulit pun dia selalu ada Mom. Aku memang bodoh Mom dalam membedakan mana yang tulus dan yang tidak, tapi aku yakin Alex adalah Laki-laki yang tulus untuk ku. " Jawab Rani, sambil menahan air mata nya saat itu.
Ibu Rani mengerutkan dahi nya, dan tidak ingin menunjukan egois nya saat itu pada Rani, " Lalu, kenapa disaat kamu sudah yakin dia Laki-laki yang tulus, Mom lihat di wajah kamu tersirat ke khawatiran tidak ada garis kebahagiaan sedikit pun ?? " Tanya Ibu Rani, mulai menelisik pada masalah pribadi Rani.
Rani menghela nafas panjang dan mengeluarkan nya perlahan. " Mom, di hari itu dia menemani ku, bukan di hari itu saja. bahkan di setiap hari di saat aku terpuruk merasakan sakit karna pengkhianatan, dia selalu ada Mom. dan setelah hari itu dia pulang, naas di perjalanan dia mengalami kecelakaan hebat hingga membuat nya koma beberapa hari, bahkan sopir yang membawa ia pulang meninggal di tempat. aku ingin sekali menemani dia Mom, dan syukurlah saat dia sudah sadar aku bisa ada di hadapan nya. Tapi semua tidak berjalan mulus Mom, Ibu nya Alex tidak merestui hubungan kita. " Jelas Rani semakin sedih menceritakan nya.
Ibu nya Rani seketika terdiam, mencerna perkataan yang di katakan oleh Rani. " Dari keluarga mana Alex itu ?? Apa mereka tidak tau Rani itu anak siapa ?? Sampe-sampe dia gak suka jika anak anak nya bersama dengan anak ku. " Gumam Ibu Rani di dalam hati nya.
Ibu nya Rani seketika penasaran akan asal usul keluarga Laki-laki yang di maksud oleh putri nya itu. Ibu nya Rani berniat untuk mencari tau tentang Laki-laki yang bernama Alex itu.
Rani melirik pada Ibu nya. "Mom !! ini bukan masalah Materi, ini masalah hati yang sudah terlanjur mencintai. Apa Mommy tidak mendengar apa yang aku ceritakan, Alex saat ini sedang lemah Mom, mungkin jika dia sudah pulih dia pasti sudah mencari ku dan menemuiku saat ini. " Rintih Rani dalam hati nya.
Rani dan Ibu nya pun melanjutkan tujuan nya untuk berbelanja kebutuhan. Rani tidak ingin melanjutkan pembicaraan tentang semua keluh kesah pada Ibu nya.
Sementara di tempat lain ALex merasa jenuh dengan semua keadaan, Alex tidak dapat membendung lagi perasaan rindu nya pada Rani. Alex merasa kesal kenapa Rani tidak berusaha untuk menemui nya.
__ADS_1
"Apa dia tidak merindukan ku ?? " Bisik Alex dalam kesendirian nya.
Alex beranjak dari tempat tidur nya, namun seketika pijakan kaki Alex pun tak kuat menopang tubuh nya untuk berjalan lebih jauh lagi, padahal itu hanya sebatas di dalam kamar nya saja.
Alex pun seketika membaringkan tubuh nya kembali, Alex merasa seperti orang yang lumpuh yang hanya bisa mengandalkan perawatan dari dokter dan Ibu nya saja.
"Kemana Kakak ?? kemana Bibi ?? Apa mereka tidak ingin tau sama sekali pada keadaan ku !! " Gerutu Alex heran.
Kak Vera ingin sekali menemui Alex, Kak Vera hanya ingin melihat keadaan Alex tanpa sedikit pun ada pikiran untuk membantu Alex bertemu dengan Rani saat itu, namun tetap saja Ibu nya tidak mengijinkan Kak Vera untuk masuk ke dalam kamar nya Alex.
Ibu nya Alex tau betul, jika anak perempuan nya yaitu Vera terlihat sedang mengobrol serius dengan Rani saat di Rumah sakit waktu itu. Jadi karna itu lah Vera tidak di ijinkan masuk menemui Alex untuk sementara.
"Kasihan Alex, Mommy terus saja memberikan nya obat itu agar Alex tidak bisa untuk keluar kamar. Lex ... Maaf kan Kakak !! " Gumam Vera dalam hati nya.
Sementara Denis saat itu sedang di kuasai dengan rasa penyesalan nya, namun rasa penyesalan itu tidak membuat Denis berhenti untuk mengganggu Rani, tapi Alex malah semakin tidak rela jika Rani bersama dengan Laki-laki lain selain diri nya.
Pikiran kotor dan licik pun kini telah menguasai diri nya, Denis akan terus mencuci otak Ibu nya Alex. Agar Rani semakin tidak dapat bersatu dengan Alex.
__ADS_1
"Ini bukan akhir dari segala nya Ran, jangan berpikir kamu sudah lepas dari ku, kamu bisa bahagia dan menjadi milik orang lain. Tidak Ran ... itu tidak mungkin. " Ucap Denis dengan senyuman tidak rela nya.
Denis terus saja menjalin komunikasi baik dengan Ibu nya Alex, sampai-sampai Ibu nya Alex sangat berterima kasih pada Denis, dan itu menjadi kepuasan tersendiri bagi Denis