
BAB 64.
"Bagaimana bisa Mommy berpikir jika Rani lah yang menyebabkan kecelakaan itu, itu sudah takdir !! apa mungkin Petra yang mencuci otak Mommy ?? apa dia menaruh perasaan pada Rani ?? " Ucap Alex mencurigai Petra.
Alex mencoba menghubungi Petra, namun usaha Alex Sia-sia Petra tidak mengangkat sambungan Tlp yang di lakukan oleh Alex.
Semakin besar saja rasa curiga yang ada dalam hati dan pikiran Alex terhadap Petra, sampai-sampai Alex tidak mengingat jika diri nya sangat mengenal siapa Petra itu, dan bagaimana sifat Petra itu.
Rasa cemburu sudah menutupi hati dan pikiran Alex.
Kini Rani sudah sampai di Bandara Internasional Rabi kini sedang menunggu, entah menunggu siapa, yang jelas Rani merasa akan ada yang datang.
Rani tidak di temani oleh kedua orangtua nya, Rani hanya mendapatkan sentuhan hangat untuk keberangkatan nya hanya lah di rumah nya saja
Kedua Orang tua Rani mendadak ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan, jadi Rani hanya di antar oleh Sopir nya saja, tapi itu tidak masalah untuk Rani.
Di sela-sela menunggu jam keberangkatan nya Rani menelpon Orang kepercayaan nya di Butik, Rani menitipkan pesan untuk berkerja secara baik dan Hati-hati selama kepergiaan nya.
Dan Rani mendapatkan jawaban yang cepat dari Orang kepercayaan nya, akan melakukan tugas nya dengan baik di Butik, sesuai yang di perintahkan oleh Rani.
Rani dapat bernafas lega untuk urusan bisnis nya, namun tidak pada urusan percintaan nya. Rani menunggu kabar dari Petra tentang kabar baik dari Alex, Rani menunduk putus asa.
Saat Rani tertunduk, Rani melihat seseorang sedang berdiri tegap di hadapan nya, Rani mengangkat wajah nya pelan untuk melihat siapa yang berdiri di hadapan nya.
Berharap yang datang adalah Alex, namun tidak sesuai harapan, ternyata dia adalah Denis. Denis sudah mengetahui tentang keberangkatan Rani pada hari itu, Rani memasang wajah datar saat melihat wajah Denis.
Denis tersenyum simpul. " Hay Sayang !! " Ucap Denis tanpa ada rasa malu sedikit pun pada Rani.
Denis terus saja mendekat ke hadapan Rani.
"Untuk apa kamu datang kesini ?? dan Stop jangan terlalu dekat, ingat di antara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. " Jawab Rani dengan kasar nya.
"Tenang lah sayang !! aku tidak akan macam-macam, lihat lah sekeliling mu banyak orang kan ?? Jadi duduk lah dengan nyaman, aku temani. " Denis sungguh bertingkah seperti pembunuh berdarah dingin, tanpa beban sedikit pun.
Rani membiarkan Denis duduk di samping nya, walaupun Rani duduk bergeser ke kursi lain untuk menghindar dari Denis. Dengan cepat tangan Denis mencengkram lengan Rani dengan kuat.
Meskipun ucapan dan tatapan Denis sangat lembut, namun cengkraman di tangan nya sangat kuat, dan rasa sakit mulai di rasakan oleh Rani.
"LEPAS BAJINGAN ... LEPAS !! " bentak Rani, sambil meringis dan berusaha melepaskan cengkraman dari tangan Denis.
__ADS_1
Denis seperti orang gila, dia hanya tersenyum dan terus saja memperkuat cengkraman tangan nya agar Rani tidak terlepas.
Denis tau Alex sedang mencari keberadaan Rani saat itu, sehingga Denis dengan rapih menyusun rencana agar Alex bisa melihat Rani sedang bersama nya.
"Aku tidak akan segan-segan meneriakkan mu bajingan .. lepas ... !! " Ancam Rani dengan keras nya.
Denis tidak memperdulikan sekitar, Denis malah langsung menarik lengan Rani, sehingga tenaga nya mampu menarik tubuh Rani dan memposisikan mulut rani di dada nya, sehingga Rani tidak dapat berteriak, sehingga siapa pun yang melihat, pasti beranggapan bahwa Rani dan juga Denis sedang berpelukan.
Denis semakin gila saat itu, rasa ***** tiba-tiba datang dalam diri nya, saat merasakan kehangatan tubuh Rani, Denis semakin kuat mendekap tubuh Rani, Rani ingin sekali menggigit dada Denis, tapi untuk bernapas saja dia sangat kesusahan.
Sesuai dengan rencana Denis, Alex dapat melihat Rani dan juga Denis sedang berpelukan, Alex dapat mengenali betul wajah Denis, dan tentu nya Alex juga dapat mengenali Rani, meskipun wajah nya tertutup sempurna oleh dekapan Denis.
Seketika Alex marah dan geram, Alex tidak menyangka jika Rani telah mengkhianati nya, wajah Alex memerah dan ingin sekali dia menumpahkan kekesalan nya.
Namun usapan halus dari tangan Kak Vera dalam melerai nya, walaupun kobaran abi terus saja berkobar di dalam diri nya. Alex seketika membalikan badan nya tanpa rasa ingin tau keadaan Rani saat itu seperti apa.
Yang Alex tau saat itu, Rani sedang merasakan pelukan hangat dari mantan suami nya, sungguh Alex murka saat itu.
Saat Alex dan Kak Vera akan melangkahkan kaki nya untuk pergi, lengan Alex di tarik oleh seseorang yang melarang nya untuk pergi.
Alex seketika membalikan badan nya, Alex melihat ternyata Petra yang menghalangi nya, semakin lengkap saja kecurigaan Alex pada Petra. saat tau Petra ada di bandara juga, Alex pikir Petra berada di bandara untuk menemui dan menemani Rani.
Alex tersenyum penuh amarah pada Petra, namun Kak Vera terus saja menenangkan Alex.
Petra memang berencana ingin mendatangi rumah Alex pada pagi itu, saat Petra mendapatkan pesan singkat dari Kak Vera, Petra sedang dalam perjalanan menuju rumah Alex.
Dengan cepat Petra membalas untuk memberitahukan bahwa Rani akan segera berangkat keluar negri, namun sayang saat itu Petra tidak yakin pesan nya terkirim pada ponsel Kak Vera, karna saat itu ponsel Petra langsung mati.
Petra semakin cepat menuju rumah Alex, ingin segera membawa Alex ke bandara, namun saat Petra hampir sampai di rumah Alex, Petra melihat Alex dan Kak Vera sedang berada di dalam mobil untuk pergi.
Petra langsung putar arah, untuk mengikuti mobil Alex yang di kemudikan oleh Kak Vera, Petra melihat Ibu Alex terus saja berteriak, namun Petra tak memperdulikan nya.
Namun saat di perjalanan Petra kehilangan mobil Alex, tapi Petra yakin mobil Alex menuju ke bandara, Petra melaju kencang ke bandara, sehingga mobil nya lebih dulu sampai di banding dengan Alex, sehingga Petra dapat melihat awal pertemuan Rani dan juga Denis.
Petra geram dan ingin sekali membantu Rani, namun saat ingin membantu Rani, tatapan Petra terkunci pada kedatangan Alex yang sudah pasti salah paham terhadap Rani, sehingga Petra lebih memilih untuk mencegah Alex terlebih dahulu.
"Lex, Lo mau kemana ?? " Cegah Petra dengan nafas tersengal-sengal, karna Petra sedikit berlari untuk mencegah Alex.
"Sedangkan Lo sedang apa di sini ?? " Jawab Alex kesal pada Petra. dengan senyuman amarah nya.
__ADS_1
Petra bingung dengan tatapan Alex, dan nada saat Alex berbicara, terdengar sedang menahan amarah.
"Lex ini gak seperti yang lo pikir, sekarang simpan amarah lo dan rasa curiga Lo itu, cepat bantu Rani, temui dia. Rani sedang dalam keadaan tertekan. " Jelas Petra langsung pada inti nya.
Wajah Alex seketika seperti tersiram Air yang menyadarkan nya, setelah mendengar penjelasan dari Petra. Tatapan Alex kini tertuju pada Rani, dan langsung menghampiri nya.
Tidak perduli rasa sakit yang masih terasa di tubuh nya, tidak perduli tentang tatapan orang saat melihat lilitan kain perban yang masih menempel di kepala nya.
Alex menarik baju Denis dari arah belakang, sehingga tubuh nya dapat menjauh dari Rani.
Rani yang baru saja terlepas dari cengkraman terkuat Denis langsung menghirup nafas bebas, sebuah rasa sesak yang hebat di rasakan oleh Rani.
Alex menggapai tubuh Rani yang masih terlihat Syok, Alex langsung mendekap tubuh Rani, Tatapan Rani langsung terkunci pada wajah yang kini verada dekat dengan diei nya, Rani melihat wajah yang selama ini selalu ia rindukan.
Mulut Rani terkunci, hanya mata Rani saja yang mampu melukiskan perasaan nya saat itu, Rani tak mau mendengar ancaman apa yang Alex berikan pada Denis.
Rani hanya menatap Laki-laki yang terus saja berbicara keras pada seseorang yaitu pada Denis. Tatapan Rani terus saja tertuju pada Alex.
Saat Alex melihat Petra sudah menarik Denis dengan keras nya, Alex menghentikan ancaman nya. Alex sungguh geram pada Denis, sehingga Rani dapat merasakan deruan nafas yang hebat dalam diri Alex.
Alex baru sadar, bahwa wanita yang sedang ia rindukan selama ini kini sudah ada di dalam dekapan nya. Alex langsung menatap Rani dalam dekapan nya.
Pandangan mereka saling bertaut satu sama lain, dan rasa haru mulai merasuki kedua nya, sentuhan pelukan dari kedua nya sama-sama saling menuntut atas kerinduan yang selama ini telah menyiksa diri mereka masing-masing.
"Sayang !! " Bisik Alex penuh haru.
Rani hanya mengeratkan pelukan nya saja, dan tidak mau lepas saat itu. Alex menuntun Rani untuk duduk kembali. Alex duduk di samping Rani.
Tubuh mereka pun sama-sama tidak mau lepas, sehingg Kak Vera dari kejauhan sedang sibuk mengeringkan air mata nya, saat melihat adik kesayangan nya itu.
"Kenapa kau mau pergi Sayang ?? Apa kau mau meninggalkan ku ?? " Tanya Alex mengelus lembut pipi Rani.
Rani menggelengkan kepala nya dan menceritakan semua kejadian yang menimpa diri nya belakangan ini, dari mulai mendapatkan paksaan dari ayah nya sendiri, sampai larangan keras yang ia dapatkam dari Ibu nya Alex.
Alex sungguh tak habis pikir, dan merasa bersalah karna tidak berusaha lebih cepat lagi.
Rani tidak mungkin membatalkan keberangkatan nya, meskipun Rani ingin membatalkan nya. Rani bersikeras untuk membatalkan keberangkatan nya saja, namun Alex mencegah nya.
Alex lebih memilih untuk ikut keberangkatan bersama Rani, manum Alex membawa Rani untuk menaiki Pesawat Pribadi nya. namun dengan tujuan yang sama. justru itu sangat mudah bagi Alex.
__ADS_1
Alex tidak memikirkan semarah apa Ibu nya nanti, yang jelas Alex ingin terus berada di samping Rani, dan Rani tidak menolak nya. Alex memerintahkan Petra untuk mengurusi keberangkatan nya, dan mempersiapkan segala nya saat sampai di tujuan.
Rani tidak perduli seberapa akan benci nya Ibu nya Alex terhadap nya nanti, kini kekuatan Rani semakin besar saat Alex berada di samping nya, begitu pun dengan Alex.