Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Rindu.


__ADS_3

BAB 76.


"Sayang !! " Ucap Rani sambil memeluk hadiah yang telah Alex berikan pada nya. Sungguh Rani menjadi semakin rindu akan Sosok Alex. Tapi Rani harus sabar saat Alex tidak bisa ia hubungi, karna Alex lebih sibuk di banding kesibukan yang sedang Rani jalani.


Di pagi hari Alex sudah bersiap untuk menjalankan rencana pertama nya untuk menghajar Denis dengan permainan nya.


Alex tidak luput dari bantuan Petra, Alex mengatur rencana agar Denis bisa bertekuk lutut pada diri nya, sehingga berhenti untuk menganggu kehidupan Rani lagi.


Alex lakukan semua itu demi Rani, Alex tahu bahwa Denis kini bekerja di salah satu perusahaan yang di miliki oleh salah satu kerabat nya. Alex sudah mengatur waktu untuk bertemu dengan kerabat nya itu.


Di sebuah ruangan tiga orang Laki-laki sedang berdiskusi, tiga orang Laki-laki itu ialah Alex, Petra dan Boy atasan nya Denis.


"Boy, kedatangan Gue ke sini gue mau minta kerja sama sama Lo. Di samping Gue mau invest di perusahaan Lo, Gue ada sesuatu hal yang harus Gue selesaikan dan itu berhubungan dengan Lo lebih tepat nya pada salah satu karyawan Lo. " Ucap serius Alex di hadapan kedua laki-laki yang ada di hadapan nya.


Boy membenarkan posisi duduk nya, Boy heran kenapa Alex dengan mudah nya ingin berinvestasi di perusahaan milik diri nya, sedangkan Boy tahu siapa Alex.


"Emm .. Gue senang jika Lo mau berkerjasama dengan perusahaan Gue ini, tapi di balik itu Gue tanda tanya besar, apa sebenarnya yang terjadi ? " Ucap Boy pada Alex.


Alex tersenyum simpul, " Gue akan tanam saham Gue 75 % di perusahaan Lo, asalkan Lo mau angkat jabatan salah satu karyawan Lo yang Gue maksud itu. "


"Lex, Gue mempunyai banyak karyawan di sini kalau Lo gak sebut nama nya Gue bingung siapa Orang yang Lo maksud. " Jawab Boy semakin tak mengerti.


"Lex Lo yakin mau bajingan itu naik jabatan ? Lo mau kasih dia pelajaran, atau Lo mau kasih dia kejutan hadiah. Hah ?" Bisik kecil Petra pada Alex.


Alex hanya menatap Petra dengan senyuman kecil di bibir nya.


"Dia Denis Boy. " Jawab Alex dengan lantang pada Boy.

__ADS_1


"Ya ampun kenapa harus dia sih Lex, Gue aja udah mau pecat dia, nah Lo malah nyuruh Gue buat naikin jabatan nya, semakin seenak nya dia. " Ucap heran Boy, jengkel pada Denis.


"Lo tenang aja, beri dia jabatan yang berhubungan dengan Gue sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan Lo ini, dengan begitu Lo tidak akan Repot-repot mengurusi nya. " Jelas Alex semakin yakin akan rencana nya.


"Ok .. tapi kalau Denis bisa buat Lo rugi besar Gue gak akan tanggungjawab. " Ucap Boy membuat kesepakatan dengan Alex dari awal.


"Lo tau Gue kan !! " Ucap Alex menutup pembicaraan di ruangan itu.


Alex dan Petra pun pergi dari perusahaan Boy dengan langkah cepat dan penuh wibawa Alex berhasil menjadi sasaran pandangan dari kaum Wanita yang sangat menambakan sosok Alex menjadi pendamping mereka masing-masing, namun Alex tidak memperdulikan itu.


"Bro Lo yakin, mau mulai permainan nya dari sini ? kenapa gak langsung aja sih di buat mati di tempat, tanpa harus bertele-tele. " Ucap Petra dalam langkah nya.


"Kebetulan Gue ada waktu kosong untuk memainkan permainan ini, jadi Lo cukup bantu Gue dalam hal ini. Ok !! " Jawab Alex.


"Ok. " Jawab Petra tanpa panjang lebar.


"Permisi Pak, apa anda memanggil saya ? " Ucap Denis dengan sopan nya.


"Iya, silahkan duduk !! " Ucap Boy dengan tegas.


"Saya tau kamu sangat berambisi menjadi orang terpenting pada perusahaan saya ini, maka dari itu tanpa panjang lebar saya akan mempermudah Keinginan mu itu, dengan cara ....... saya akan menaikan jabatan kamu ke jabatan yang lebih penting dari sebelum nya. " Jelas Boy sambil memainkan pena yang ada di tangan nya.


Denis langsung menatap wajah atasan nya itu, " Benarkah ini Pak, saya tau anda cukup pintar Pak, untuk menilai seorang karyawan teladan seperti saya. Terima kasih Pak !! "


"Tapi kamu tidak bekerja pada saya, saya tempatkan kamu di salah satu pemilik investor terbesar di perusahaan ini, saya tugas kan kamu fokus untuk mengurusi investor itu saja, bagaimana ? " Tanya Boy, sangat tidak yakin dengan permintaan Alex tadi.


"Siapa dia Pak, kenapa dia menunjuk saya sebagai orang yang harus berkerja sama dengan nya. " Ucap Denis sangat penasaran.

__ADS_1


"Kami tanya sendiri saja, saya tidak ada banyak waktu untuk menjawab setiap pertanyaan mu itu. " Jawab Boy ingin segera menyudahi pertemuan nya dengan Denis.


Boy memang sudah ada rencana untuk mengeluarkan Denis dalam waktu dekat ini, namun Boy belum mendapatkan waktu yang pas, karna rasa tidak enak pada Ayah Denis lebih besar, di banding rasa tidak nyaman nya saat melihat Denis masih bekerja di perusahaan nya.


Boy dan Ayah Denis memang menjalin hubungan yang sangat baik, maka dari itu Boy tidak enak jika harus mengeluarkan Denis yang selalu bekerja semau nya dia saja.


Denis keluar dari ruangan Boy dengan perasaan senang nya karna tidak menyangka akan naik jabatan begitu cepat.


Setelah Rani mendapatkan kejutan hadiah dari Alex, Rani semakin rindu akan sosok Alex yang selalu membuat nya bahagia.


Alex pun merasakan hal yang sama, rindu yang begitu besar tapi waktu belum mengijinkan untuk mereka bertemu kembali.


Rani kini sudah bersiap untuk pergi ke kantor yang kini sudah menjadi tanggung jawab nya, Rani memakai kendaraan yang sudah di siapkan oleh Alex.


Sesampainya di kantor, Rani di sambut hangat oleh Devan, Rani hanya tersenyum dingin atas apa yang Devan lakukan.


"Ran ayolah Sayang, jangan dingin seperti itu. apa kau tau, aku adalah calon suami mu. Aku sudah minta restu pada Tuan besar untuk segera menikahi mu. " Ucap Devan berusaha mendekati Rani.


Rani geram atas apa yang Devan ucapkan, dengan gampang nya Devan mengatakan bahwa Rani adalah calon istri nya, sementara di hati Rani hanya ada Alex tidak ada Devan sama sekali.


"Jaga ya mulut kamu Van, jangan sedikitpun terbesit di pikiran mu untuk menjadikan ku Istri mu, itu tidak mungkin. Sekali lagi kamu mengetakan hal seperti itu. Aku tidak segan untuk melakukan apa yang selama ini kamu takut kan. Paham !! " Ucap Rani menunjuk wajah Devan dengan telunjuk nya.


Devan menarik lengan Rani dan memaksa nya, namun Erik dapat melihat nya. Erik langsung masuk dan menghentikan kekerasan yang akan di lakukan oleh Devan.


"Pak, jangan Pak kasian Non Rani. " Ucap Erik berhasil membuat Rani terlepas.


"Hem ... kali ini kamu bisa lolos sayangku, tapi lain kali kamu sendiri yang akan meminta nya pada ku. " Bisik Devan pada Rani.

__ADS_1


"Kamu akan menyesal Van. " Ucap Rani mengancam keras pada Devan.


__ADS_2