Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kejadian Naas.


__ADS_3

BAB 50.


Rani sangat Haru dan terus menatap Alex, yang mulai berkeringat saat mengangkat tubuh Rani, padahal Rani bisa berjalan, walau pun Tertatih-tatih. Tapi Alex tidak mau mendengar rengekan Rani.


Alex seolah-olah tidak mau jikalau Rani terluka sedikit pun walaupun Alex harus menahan rasa sakit dan lelah di dalam diri nya.


Rani tau Alex belum Istirahat, semenjak dari kepulangan nya, Rani Semakin merasa bersalah Saat melihat keringat terus bercucuran di wajah Alex.


Rani di periksa oleh Dokter yang menangani nya, Sementara Alex ingin segera menghubungi orang kepercayaan nya, Alex sangat menyimpan amarah pada Denis atas sikap dan perlakuan nya pada Rani.


Dengan cepat panggilan Alex pun tersambung pada No tujuan, Alex mengetahui Denis bekerja di perusahaan mana dan perusahaan siapa.


Alex akan mengunjungi Perusahaan Denis bekerja, Dan Alex akan membuat Denis mati kutu saat melihat Alex datang dengan kekuasaan nya. Alex sungguh tak terima dengan perlakuan Denis, yang terlalu memaksakan kemauan nya.


Denis kini sedang duduk di depan Ruangan Gwen, Denis tidak sangka bahwa Rani mampu membuka hati nya untuk Orang lain, Denis terlalu menyepelekan Perasaan Rani.


Tiba-tiba Denis di panggil oleh Dokter, yang sedang memeriksa ke adaan Gwen di dalam.


"Pak Denis, Ibu Gwen sudah bisa pulang. Untung saja benturan nya tidak Fatal. Sehingga tidak ada masalah pada kandungan Istri Anda. Lain kali jangan sampai terulang kembali ya Pak !! " Ucap Dokter memperingati Denis.


Denis melirik Gwen, yang hanya terdiam pucat. Denis menganggukan kepala nya pada Dokter yang menangani Gwen, Denis sungguh tidak khawatir sama sekali pada Gwen dan Denis pun bingung dengan perasaan nya kini, Pikir Denis mungkin pikiran nya belakangan ini hanya pada Rani.


Dokter pun pergi dan meninggalkan Denis dan Gwen, Gwen sangat tau bahwa keadaan hati Denis saat itu sangat kacau. Gwen takut itu karna kecerobohan nya, dan Denis tidak percaya pada alasan yang ia ucapkan.


Gwen berpikir ingin melakukan Drama sedikit saja, agar Gwen mendapatkan perhatian dari Denis. Gwen melihat Denis masih terduduk di kursi itu tanpa melirik nya.


"Kenapa kau melakukan nya ?? Bukan kah kau sangat menginginkan Anak ini ?? jika aku tau kau akan memperlakukan ku seperti ini, aku tidak ingin menjadi Istri kedua mu Denis, Apa kau tau aku sudah banyak berkorban untuk mu ?? Terutama karir ku, karir ku harus tertunda karna aku mengandung anak mu ini. " Ucap Gwen, mencoba bangkit perlahan tanpa bantuan dari Denis.


"Gwen !! " Bentak Denis.

__ADS_1


Gwen bukan mendapatkan perhatian, malah mendapatkan bentakan dari Denis.


"Apa ?? kau ini kesal pada si Rani, tapi kenapa aku yang kena getah nya, hah ?? kau yang meminta ku untuk menjadi istri kedua mu, hanya karna si Rani tidak mampu memberikan mu keturunan !! Sudah kau diam saja di sana semau mu, Aku sudah muak dengan sikap mu belakangan ini. " Ujar Gwen, ingin membuat Denis lupa akan kejadian itu.


Denis menghela nafas panjang, karna mendapatkan bentakan kembali dari Gwen, Denis tidak mungkin membiarkan Gwen pergi, Karna Denis masih mengira Anak yang di kandung Gwen itu adalah Anak nya.


"Baiklah Gwen, Maaf kan aku !! Belakangan ini, aku sedang mengurusi gugatan cerai dari Rani, Sungguh aku tidak mau berpisah dengan Rani. " Ucap Denis, berkata seolah-olah Gwen tidak akan merasa di kesampingkan.


"Rani lagi ... Rani lagi ... Terus saja Rani, sampai kau lupa aku ini Istri mu juga. " Jawab Gwen semakin kesal, karma merasa Denis pilih kasih terhadap nya.


"Anak ini benar Anak ku kan Gwen ?? " Pertanyaan itu Tiba-tiba terlontar dari mulut Denis.


Gwen membulatkan mata nya sempurna, Gwen merasa terhimpit oleh pertanyaan Denis yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.


"Ini gara-gara Laki-laki itu !! Kenapa dia tidak bisa menahan nya sedikit saja, sampai Anak ini lahir !! " Dengus Gwen dalam hati nya.


agar Rani mu itu membatalkan Gugatan cerai nya !! dan kau ingin mengatakan pada Rani, kalau anak ini bukan anak mu !! Begitu ?? Dasar Laki-laki, maunya enak nya saja !! " Omel Gwen sangat tidak terlihat kalau sebenar nya dia sedang gugup.


Denis merasa terpojok kali ini, Denis tidak ingin membuat Gwen lebih kesal lagi. Lagi-lagi Denis harus mengalah pada Gwen, Denis terus cemas namun Denis harus bersikap hangat di depan Gwen, Denis terus melihat jam tangan yang ia pakai.


Waktu terus berjalan, itu Artinya waktu Denis untuk siap melepaskan Rani sebentar lagi, hanya tinggal menghitung waktu, namun Denis tetap saja tidak Rela, melepaskan Rani bersama dengan Alex.


Denis yang tidak tahu, bahwa Alex itu siapa, terus saja memelihara emosi nya pada Alex, jika saja saat itu bukan di tempat keramaian, mungkin Denis sudah ingin menghajar Alex di tempat itu juga, dan membawa Rani jauh jika perlu keluar kota, agar Rani tidak bisa menghadiri sidang di hari esok.


"Gwen, aku hanya bertanya !! Jika memang ini benar anak ku, aku sangat senang. Setidak nya aku tidak Sia-sia saat akan kehilangan Rani, demi diri mu dan juga Anak yang si kandung oleh mu. " Jawab Denis meyakinkam hati nya.


"Terserah apa kata mu Denis, aku tidak perduli kau meu berpikir seperti apa !! yang jelas aku sudah berkorban banyak untuk mu, demi hanya ingin memberikan mu keturunan, yang tidak bisa kau dapatkan dari Istri mu yang mandul itu !! " Ucap Gwen lalu meringis memegangi perut dan kepala nya, yang Tiba-tiba sakit dan pusing.


"Ya sudah ... ya sudah !! Sekarang kita pulang, kau jangan terlalu banyak pikiran, jaga Anak ini Baik-baik ya ?? Aku menginginkan Anak ini Lahir dengan ke adaan Baik-baik saja. " Jawab Denis lembut pad Gwen.

__ADS_1


Gwen yang mendengar nada bicara Denis sudah lentur tidak keras lagi, Gwen tersenyum kembali dan sudah mulai bisa lega, untuk menjalankan rencana awal nya.


Gwen pun ingin mengakhiri Drama nya dan tidak ingin menyia-nyiakan sikap Denis yang sudah lembut terhadap nya.


Gwen terus meringis, dan terus memegang lengan Denis, agar Denis selalu berpikir untuk selalu menjaga Gwen.


Sedangkan Alex kini sudah menempatkan Rani di tempat Aman, dan di jaga oleh beberapa Orang suruhan nya, saat Alex melihat Rani sudah tertidur, Alex memutuskan untuk pamit sebentar menemui Ibu nya, karna saat kepulangan nya Alex belum sempat menemui Ibu nya.


Alex memerintahkan kepada orang suruhan nya agar terus berjaga dan jangan sampai lengah, Alex selalu berpikir bahwa Denis selalu ada di sekitar nya, padahal Denis saat ini sedang sibuk mengurusi Istri kedua nya, yang sangat pintar dalam hal drama itu.


Alex dengan langkah gontai berlalu dari tempat Rani yang sedang beristirahat. Alex harus cepat menemui Ibu nya, karna dari tadi Handphone nya terus saja bergetar, karna Ibu nya terus menanyakan perihal keberadaan Alex saat itu.


Alex tidak menjawab Tlp dari Ibu nya, karna Alex tidak ingin berbohong tentang keberadaan nya saat itu, Alex sangat lelah sehingga Alex memanggil sopir Pribadi nya, untuk mengantar nya menemui Ibu nya.


Saat itu waktu telah menunjukan waktu di mana, semua Orang seharus nya sudah beristrirahat dengan nyenyak, tapi Alex terus memaksakan kainginan nya untuk menemui Ibu nya segera.


Dalam perjalanan Sopir Alex pun sangat mengantuk, dan hal yang tidak di inginkan mu terjadi, karna tak tahan menahan rasa kantuk sehingga mobil yang di kendarai oleh sopir pribadi nya Alex menabrak pembatas jalan, sehingga mobil yang Alex tumpangi masuk ke arah jalan yang bukan jalur nya.


Sehingga mobil Alex pun tertabrak oleh kendaraan lain yang tidak mampu menghindar, sehingga benturan pun mampu membuat Kendaraan ALex rusak parah dan tidak berbentuk seperti mobil mewah lagi.


Bantuan pun datang, team medis berusaha mengeluarkan Alex yang sudah tidak sadar dan berlumuran darah di tubuh nya. Sungguh malang sopir pribadi Alex tidak dapat tertolong dan meninggal di tempat.


Sementara Alex masih menunjukan denyut nadi yang masih ada di pergelangan tangan nya, namun Alex tidak sadar, Alex langsung di larikan ke Rumah sakit terdekat, dan Polisi pun segera memberikan kabar duka itu pada keluarga Alex.


Sehingga kabar duka itu pun sampai di telinga Petra dengan cepat, beruntunglah Alex telah memberikan alamat tempat Rani tinggal saat itu, dan Petra yakin Rani tidak tau tentang kecelakaan laka lantas yang terjadi pada Alex.


Petra tidak menunggu waktu lagi Petra langsung menuju Rumah sakit dimana Alex mendapatkan pertolongan pertama nya. Begitu pun keluarga Alex berbondong-bondong ingin melihat keadaan Alex saat itu.


Air mata pun terus keluar dari Ibu Alex, yang tidak percaya pada kejadian Naas yang menimpa putra kesayangan nya itu.

__ADS_1


__ADS_2