
Hari pun sudah berganti ...
Baik Rani maupun Alex kini sedang berada di satu tempat tidur yang sama, walaupun kedua nya tahu bahwa pagi sudah datang, tapi bagi kedua nya enggan untuk beranjak dari tempat tidur.
Alex menggeliat dan melirik ke samping Istri nya, "Sayang. " Panggil Alex.
Rani hanya melirik lalu membenamkan lagi wajah nya di tubuh Alex.
"Kamu sudah baikan kan ? " Tanya Alex, mengecup pucuk rambut Istri nya.
Rani menganggukan kepala nya, dan tambah mengeratkan pelukan nya.
Alex sangat suka dengan tingkah manja Rani, dengan begitu Alex sangat yakin bahwa baik Rani ataupun diri nya benar-benar saling mencintai.
"Apa kita akan terus berbaring di tempat tidur saja ? " Tanya Alex lagi.
"Hemmheh. " Jawab Rani.
Alex tersenyum. "Kenapa sih Sayang ? Ayo kita Sarapan dulu. " Sambung Alex.
"Iya Sayang, tapi sebentar lagi ya ? aku lagi betah banget nih. " Rengek Rani.
"Ya sudah, apa sih yang engga buat kamu ! " Timpal Alex.
Rani semakin mengeratkan pelukan nya dan tersenyum bahagia.
"Apa rencana hari ini Sayang ? " Tanya Rani.
"Entah lah, untuk pekerjaan semua sudah aku serahkan pada Orang kepercayaan ku, untuk masalah Denis syukurlah sudah kelar. " Jawab Alex.
"Lalu dengan Ibu kamu bagaimana Sayang ? " Sambung Rani.
Alex merenung sejenak. " Mommy ! biarlah nanti aku pikirkan, kamu jangan banyak pikiran, semua akan baik-baik saja. "
"Pasti itu yang akan kamu katakan, semua nya akan baik-baik saja, sementara aku tahu hati mu pun gelisah memikirkan nya. " Batin Rani.
__ADS_1
Rani mulai melepaskan pelukan nya. " Ya sudah Mas mandi dulu Sayang, biar aku cek dulu sarapan nya. "
"Jangan, kamu tiduran saja ! kan kata Dokter kamu harus istirahat, biar Mas bawakan sarapan nya ke kamar saja. " Ujar Alex.
Rani tersenyum sembari menjauhkan selimut hangat itu dari tubuh nya. " Aku Istri mu Mas, aku yang harus melayani mu, bukan malah sebalik nya. "
"Itu tidak masalah Sayang, yang penting kamu sehat, kamu cukup layani Mas di tempat tidur saja itu udah cukup. " Timpal Alex menggoda Rani.
"Issssttt ... Mas ini, ya iya lah itu kan tugas utama aku sebagai Istri mu Sayang, Ya sudah aku turun dulu ya, Mas mandi dan setelah itu sarapan. " Ujar Rani mengacak lembut Rambut Alex.
Rani tidak ingin berargumen lagi, Rani langsung turun dan Alex masuk ke kamar mandi.
Saat ingin menuruni anak tangga, Rani di sambut khawatir oleh Ibu nya. " Nak, kenapa turun dari tempat tidur ? Kemana Alex ? " Tanya Ibu nya.
Rani tersenyum dan mengelus lengan Ibu nya. " Mom, Jagan khawatir aku tidak apa-apa ko ! Alex lagi mandi, aku yang ingin keluar kamar, aku baik-baik saja. "
"Ya sudah ayo duduk ! " Ajak Ibu nya Rani.
"Nak, Papah kaget saat mendengar penangkapan Denis dan kepergian Denis, untunglah kamu tidak apa-apa. " Ujar Ayah Rani yang sudah lebih dulu duduk di meja makan.
"Kami beharap kebahagiaan akan selalu menyertai mu Nak, Sarapan sudah siap. Biar Mommy panggilkan Alex, kamu duduk saja. " Sambung Ibu nya Rani.
"Tidak usah Mom, biar aku saja. Lagian suami ku lagi mandi Mom, mungkin belum beres, dan Rani pun belum menyiapkan baju nya. " Timpal Rani.
"Ya sudah,kamu hati-hati jalan nya. " Jawab Ibu nya Rani mengalah.
Dunia menjadi sangat berbeda di hari itu, terasa sangat luas dan kokoh bagi Rani yang merasakan nya. Rani tidak bermaksud atau berniat bahagia di atas penderitaan Denis.
Rani tidak ingin ini semua terjadi namun semua sudah takdir. Takdir yang tidak bisa membuat siapapun lari dari dari nya.
Langkah Rani sampai di depan pintu kamar yang kini bukan hanya milik nya, melainkan kamar milik suami nya juga.
"Cekrekk ...... " Suara pintu terbuka.
Rani melihat sang suami baru keluar dari dalam kamar mandi. Senyuman Rani tunjukan untuk suami nya.
__ADS_1
"Sayang, pakaian nya cuma ada satu yang ini, ini pun semalam di ambil dari dalam mobil Pak supir yang memberikan nya. " Ujar Rani pada Alex.
"Ya sudah tidak apa-apa yang penting bersih dan rapih. " Jawab Alex dengan menahan rasa dingin pada tubuh nya.
"Kok menggigil seperti itu ? " Tanya Rani belaga polos.
"Dingin Sayang, coba deh sini Mas pelum sebentar saja, pasti jadi hangat. " Goda Alex menghampiri Istri nya.
Rani tersenyum malu. " Di peluk nya nanti ya sayang, sekarang Mas pakai baju dulu, merake sudah menunggu kita di meja makan. Kasian kalau menunggu lama. "
"Ok ... baiklah istri ku !!" Jawab Alex mengecup kening Istri nya.
Keluarga Rani pun bertambah satu orang anggota baru yaitu Alex, dan tak lama lagi keluarga Rani pun akan semakin hangat karna kehadiran seorang cucu bagi kedua orang tua Rani.
Sarapan pertama Alex dengan keluarga baru pun telah usai, Rani masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri, sedangkan Alex memilih duduk santai bersama Ayah mertua nya.
"Syukurlah Nak, kamu bisa sampai pada janji mu untuk menikahi Rani, Papih sungguh tidak menyangka nasib begitu keras pada Rani, sampai harus menerima takdir seperti itu. " Ujar Ayah Rani.
Alex menghela nafas dalam, dan menghembuskan nya. " Iya Pih, Alex sangat berterima kasih karna berkat restu kalian Alex bisa sampai pada janji Alex. Alex pun tidak sampai membayangkan Denis bisa senekad itu. "
Ayah Rani menepuk pundak Alex bangga. " Semua ada sebab dan akibat nya Lex, Papih harap kamu bisa melewati nya bersama dengan Rani. "
Alex mengangguk penuh dengan penuh harapan dan kekuatan. "Saya mau minta maaf Pih, atas kelakuan Mommy karna sudah banyak terlibat dalam kesedihan Rani. " Ujar Alex sangat menyesal.
"Oh itu, ini lah Takdir Lex ! Suratan takdir sudah menuntun masa lalu keluarga Papih di ungkap lagi di masa depan, dan itu bersangkutan dengan Rani, Papih sungguh tidak habis pikir dunia ini terasa sempit rasa nya. " Jelas Ayah Rani.
Alex sangat tidak mengerti akan perkataan Ayah nya Rani. " Maaf Pih ? maksud nya masalalu bagaimana ya Pih ? "
"Nanti pun kami pasti akan tahu, tidak sekarang ! Papih tahu kamu masih lelah dengan kejadian yang sudah terjadi, So ... emm, tenangkan dulu diri kamu, dan berhagia lah. " Jawab Ayah Rani.
Alex tidak ingin memikirkan nya terlalu berat, karna pikir Alex itu hanya masalalu kedua orang tua Rani, dan itu jelas tidak ada kaitan dengan diri nya.
Hari itupun baik Alex maupun Rani mendatangi kantor polisi, untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelas nya.
Dan setelah beberapa hari dari itu, Alex berniat untuk pulang dan menemui Ibu nya bersama dengan Rani, Alex berharap Ibu nya sudah berubah.
__ADS_1
Jika harapan Alex menjadi kenyataan kebahagiaan seutuh nya akan ia dapat kan bersama keluarga besar nya.