
Di kediaman Rani..
Suasana sangat hangat saat keluarga inti berkumpul di sebuah ruangan yang membuat mereka saling bertukar pikiran satu sama lain.
Di awali dengan canda dan tawa, Rani ingin mengatakan sesuatu yang sedang ia hadapi.
Tapi Rani berpikir apa kedua Orang tua nya mau menerima, sedang kan Rani tahu kedua Orang tua sangat menjaga nama baik keluarga nya sekali.
"Oh ya Nak, kamu dari mana bisa kenal dengan Alex ? " Tanya Ayah nya.
Rani menatap wajah Ayah nya seperti kaget. "Emm ... entah lah Pah, Rani pun lupa yang jelas Rani berasa hidup kembali saat bertemu dengan Alex. "
Kedua Orang tua Rani saling menatap satu sama lain.dan tersenyum.
"Kapan keluarga Alex akan berkunjung ke rumah kita ? apa kita dulu yang perlu kesana ? " Ucap semangat dari Ayah Rani.
Rani gugup. " Emm ... nanti saja Pah, tunggu kabar dari Alex, Alex masih sibuk dan ... emm ... ya nanti saja lah Pah. "
Ibu Rani menatap dalam anak nya. Batin seorang Ibu tidak pernah salah.
"Kamu sakit Nak ? ko keringat mu banyak sekali ? " Tanya Ibu Rani menyentuh kening Rani.
"Mungkin cuma masuk angin Mom, nanti juga sembuh. " Jawab Rani menggenggam lengan Ibu nya.
"Begitu berharap nya Papah mempunyai menantu seperti Alex, Rani pun begitu Pah. Semoga Alex bisa menyelesaikan masalah yang ia hadapi secepat nya. " Batin Rani.
"Pah Rani besok mau ke butik dulu ya ? mau lihat, sudah lama Rani meninggalkan butik. Ya Mom. " Ucap Rani belum minta izin pada Alex.
"Ya pergi saja, apa perlu Mommy temenin ? " Ujar Ibu nya.
Rani menggelengkan kepala nya. " Tidak perlu Mom, lagian Rani nanti cuma sebentar kok. "
"Ya sudah, yang penting kamu hati-hati. " Ucap Ayah Rani.
Rani tersenyum.
Rani masuk ke dalam kamar nya, dan menghubungi Alex.
"Hallo Sayang ? " Ucap Alex sangat hangat.
"Hy Sayang, lagi Apah ? " Tanya Rani.
"Emm ... lagi kangen sama kamu Hunny. " Jawab Alex jujur.
Rani tersenyum. "Sama, Sayang besok aku mau ke butik. "
__ADS_1
"Hah ... butik ? Udah lah di rumah saja, Istirahat. " Ujar Alex.
"Sudah beberapa hari ini aku Istirahat, aku bosan. " Rengek Rani.
"Maaf ya Sayang, ya sudah besok kamu boleh ke Butik, nanti aku nyusul ok ? " Ujar Alex ingin menemani ke kasih nya.
Rani senang nya bukan main, " Serius ? "
"Iya Sayanggggg ! " jawab Alex gemas.
"Makasih Sayang ku ... Mmmmuuaachhh " Jawab Rani sangat manja seperti manja nya seorang Istri pada Suami.
Alex tertawa, ingin rasa nya Alex mencubit hidung Rani jika saja dekat. " Iya Sayang ku. Hati-hati berangkat nya jangan sendiri, di temani sopir ya . " Perintah Alex khawatir sebenar nya.
"Siapp .... "
Sambungan Tlp itu pun terputus.
Alex langsung terdiam, dan langsung mengabarkan Orang suruhan nya untuk mengikuti Rani saat keluar dari rumah nya.
Dan kini Alex sudah menyiapkan uang dengan nominal yang cukup besar, dan ia serahkan pada sahabat nya Petra.
Petra pun kini sedang ada di perjalanan menuju Apartemen Gwen. Seorang Petra memang tidak kalah keren dari Alex namun penampilan nya lebih rapih lagi dari Alex.
Sehingga Petra terlihat seperti Bpak-bpak karna ketegasan nya. Petra kini sudah sampai di Apartemen Gwen.
Dan Petra mendaptkan informasi, bahwa tidak ada satu laki-laki pun yang mengunjungi Apartemen Gwen, begitu pun dengan Denis yang tidak pernah mengunjungi Gwen sama sekali.
Gwen sudah di buang oleh Denis.
Petra langsung masuk, setelah melewati Rorong dan beberapa pintu Apartemen lain nya, akhir nya Petra sampai di no Apartemen yang di tempati oleh Gwen.
Suara tangisan bayi terdengar di telinga Petra, " Mungkin itu suara anak nya. " ucap kecil Petra.
Beberapa menit akhir nya pintu pun terbuka, terlihat seseorang berpakaian Baby Sitter yang membuka pintu Apartemen itu.
"Malam !Apa Ibu Gwen nya ada ? " Tanya Petra.
"Oh .. iya ada Tuan, sebentar. " Jawab Baby Sitter.
Baby Sitter itu pun masuk kembali dan berbicara terlebih dahulu pada Majikan nya yaitu Gwen.
Lalu Baby sitter itu membuka kembali pintu dan menyuruh Petra untuk tunggu sebentar.
Kata tunggu yang Petra kira adalah masuk dan menunggu di dalam, ternyata salah Baby Sitter itu menutup kembali pintu itu dan Petra menunggu di luar.
__ADS_1
"Ehh Sial, ni wanita malam ko belagu banget ya. " Gerutu Petra berpikir bahwa biasa nya setiap pekerja malam, selalu mempersilahkan tamu nya untuk masuk tanpa harus menunggu di luar kamar.
Petra bersabar dan sampai akhir nya pintu pun terbuka. Sosok Gwen yang dulu dan sekarang terlihat sangat beda, kini penampilan Gwen lebih tertutup dan sopan.
"Maaf ? Anda siapa ya ? ada perlu apa ? " Tanya Gwen belum mempersilahkan Petra masuk.
"Apa begini cara kamu memperlakukan tamu ? " Ucap Petra begitu saja, karna mengingat Gwen adalah wanita malam.
"Silahkan masuk Tuan. " Lalu Gwen mempersilahkan Petra masuk dan menyuruh nya duduk di ruang tamu.
"So jual mahal dia. " Batin Petra, menganggap remeh Gwen.
"Ada perlu apa ya Tuan ? apa sebelum nya kita pernah bertemu ? " Tanya Gwen.
"Perkenalkan saya Petra, saya pasti nya ada maksud tertentu pada anda Nona Gwen. " Jawab Petra.
Benar saja perkiraan Gwen, dia tidak pernah bertemu dengan Petra sebelum nya. Nama Petra begitu asing di telinga nya.
"Saya butuh bantuan anda Nona, berapa pun akan saya bayar. " Ucap Petra.
Gwen tersenyum dan pikiran Gwen langsung tertuju pada bantuan untuk melayani kepuasan birahi Petra .
"Bagaimana apa Anda bisa bantu saya ? " Tanya Petra.
"Bantuan seperti apa Tuan, Maaf Tuan saya sudah berhenti dalam pekerjaan saya yang dulu. " Ucap Gwen secara tiba-tiba.
"Deggggg ..... ! " Petra menanam kan tatapan nya.
Petra sudah salah menilai Gwen, ternyata Gwen yang dulu bukan lah Gwen yang sekarang.
"Ma-maksud saya bukan itu, " Petra langsung menjelaskan misi nya pada Gwen, Gwen mendengar kan Petra dengan serius.
Beberapa detik Gwen mencerna perkataan Petra.
"Tapi Maaf Tuan, saya sudah tidak mau bertemu dengan Denis. " Jawab Gwen sedikit menolak.
"Ayo lah, lagian ini kan tidak Gratis. " Bujuk Petra.
Gwen memundurkan sebuah koper yang berisi uang, yang Petra sodorkan ke hadapan Gwen sebelum nya.
"Ini bukan masalah uang Tuan, tapi ini masalah harga diri saya. Mungkin harga diri saya sudah rendah di mata mereka, tapi saya sedang berusaha memperbaiki harga diri saya sendiri dengan cara tidak berkomunikasi dengan Orang-orang di masa lalu saya. " Jawab Gwen lembut namun ada sesuatu kesedihan di dalam hati nya.
Petra langsung paham, tapi dia harus membujuk Gwen sampai Gwen mau membantu nya karna itu satu-satu nya jalan.
Beberapa lama Petra membujuk Gwen, dan Petra menyebutkan nama Rani di dalam alasan yang berupa bujukan agar Gwen mau membantu nya.
__ADS_1
"Rani ? " Ucap Gwen.
Seseorang yang sudah Gwen sakiti. Gwen berpikir sangat lama dan akhir nya Gwen mau membantu Petra, dengan alasan ingin menebus kesalahan nya di masa lalu, dengan cara mempermudah jalan kebahagiaan untuk Rani.