Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Permainan Denis.


__ADS_3

BAB 67.


"Siapa ?? " Tanya Rani, sungguh khawatir saat Alex meyakini ada seseorang di belakang Ibu nya Alex.


"Itu urusan jantan sayang !! " Jawab Alex menutup pembicaraan pada saat itu.


Seorang Dokter kepercayaan Alex pun datang, untuk memeriksa ke adaan Alex, Alex di tangani dengan Sungguh-sungguh, sehingga keadaan nya pun semakin pulih dan membaik.


Alex dan Rani menghabiskan 1 malam itu untuk beristirahat, walaupun tidur dalam 1 kamar, Alex dan Rani tidak melakikan Apa-apa, di samping Alex telah meminum obat seseuai anjuran Dokter jadi Alex tertidur pulas, Rani membiarkan Alex tertidur.


Rani merasa lelah, sampai lupa memberikan kabar pada kedua orang tua nya bahwa diri nya sudah sampai, tapi Rani sudah sangat lelah sehingga niat untuk menghubungi saja ia urungkan pada malam itu.


Rani dan Alex terlelap tidur di atas tempat tidur yang sama, Rani merawat Alex dengan baik layak nya seorang Istri pada Suami nya, saat pagi menjelang Rani membuka mata nya dan Syok saat tau diri nya tidur di dalam kehangatan pelukan Alex.


Rani terdiam sejenak, memandang wajah yang begitu sangat ia cintai berada dekat di hadapan nya. Sungguh wajah yang tidak akan pernah bosan bagi Rani.


Rani tidak bisa keluar dari dekapan Alex, tangan dan kaki Alex menjerat tubuh mungil Rani, sehingga untuk bangun dari tempat tidur rasa nya tidak mungkin, Rani tidak ingin membangunkan Alex.


Rani menyelinap masuk lebih dalam lagi pada pelukan Alex, sehingga Alex sadar bahwa kini ada seseorang yang sangat ia cintai berada dalam dekapan nya.


Alex enggan membuka mata nya walau pun hanya sesaat, Alex semakin memeluk tubuh Rani. Rani rasa kekasih nya itu sudah terbangun namun mata nya masih tertutup rapih.


"Sayang ... !! " Bisik Rani pelan.


"Emmm .. " Jawab Alex .


"Biarkan aku keluar Hunny, ini sudah pagi !! " Rintih Rani masih menikmati kehangatan dekapan Alex.


"Nanti saja sayang !! aku masih mengantuk. " Jawab Alex sengan suara serak nya yang baru bangun dari tidur nya.


Rani memandang wajah Alex. " Andai kita sekarang sudah bersatu Lex, mungkin kita bisa hidup tenang dan juga bahagia. " Gumam Rani dalam hati nya.

__ADS_1


Mata Rani sontak membulat, karna merasakan ada sesuatu yang mengeras di bagian tubuh Alex, Rani terdiam ingin sekali menghindari nya, tapi bukan nya menghindar Rani malah semakin membangunkan nya.


Alex tidak kuat menahan tawa, namun Alex juga tidak tahan karna jagoan nya mulai memaksa untuk keluar dari tempat nya.


"Sayang, bagimana ini !! apa kah boleh aku melakukan nya ?? " ucap Alex berbisik pada Rani.


"Ti-tidak Sayang, jangan !! " Jawab Rani gugup.


Alex mulai membukakan mata nya, dan tersenyum. " Baik lah aku tidak akan memaksamu, ya sudah sekarang kamu bangun dan mandi setelah itu aku yang ke kamar mandi, kita akan turun ke bawah untuk sarapan pagi. " Jawab Alex melonggarkan dekapan nya.


Rani merasa tidak enak pada ke kasih nya itu, tapi Rani belum siap untuk melakukan nya bersama dengan Alex, bukan Rani tak memili hasrat namun Rani merasa waktu nya belum Pas.


Rani mengangguk pelan, lalu keluar dari dekapan Alex dengan cepat memasuki kamar mandi untuk segera membersihkan diri. Alex masih terlentang di atas tempat tidur untuk menetralisir hasrat yang tidak dapat Rani penuhi, Alex tidak marah sama sekali pada Rani, karna Alex tau Rani masih mempunyai Hak untuk menolak nya.


Alex harus tetap bisa berpikir jernih dalam situasi apa pun.


Di dalam kamar mandi Rani terdiam merasakan aliran hangat dalam tubuh nya, Rani segera membasahi tubuh nya dan membersihkan tubuh nya, agar rilex.


Rani terdiam dan Rani berpikir bahwa Alex akan memaksa nya kali ini, namun pikiran Rani salah Alex bukan untuk memaksa nya, Alex hanya mengecup kening Rani dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa dia marah ?? " Batin Rani bertanya.


Namun pertanyaan Rani tidak ada yang bisa menjawab nya.


Rani bergegas mencari pakaian nya, Rani tidak mau saat Alex selesai dari kamar mandi, Rani masih memakai handuk nya.


Alex sungguh tidak marah sama sekali pada Rani, tidak sesuai apa yang di pikirkan oleh Rani, Alex pasti akan melakukan nya, karna Alex pasti akan memili Rani seutuh nya.


Alex selesai membersihkan diri nya, ikatan kain perban pun sudah terlepas dari kepala nya, sehingga ketampanan Alex semakin terlihat sempurna, Alex melihat Rani sangat cantik dengan rambut terurai dalam keadaan setengah kering, Rani pun terposona dengan tubuh Alex yang terlihat kekar dan Fress.


Alex menghampiri Rani yang entah kenapa Alex lihat Rani hanya terdiam saat itu, Rani tentunduk malu saat Alex menghampiri nya.

__ADS_1


"Kau sangat terlihat cantik Sayang !! " Ucap Alex mengelus rambut Rani.


"Maaf !! " Ucap Rani pada Alex.


"Maaf ?? untuk apa ?? " tanya Alex heran.


"Ka-karna aku tidak bisa memberikan nya . " Jawab Rani sangat malu.


Alex tertawa. " Sayang, itu bukan sebuah kesalahan !! nanti aku pasti akan memaksamu untuk melakukan nya, tapi tida hari ini. " Ucap Alex membuat hati Rani tenang.


Rani mulai mengembangkan senyuman malu-malu nya, Alex Lagi-lagi mengecup kening Rani untuk kesekian kali nya, dan Rani sangat menyukai itu.


Suara ponsel pun membuyarkan adegan romantis Rani dan juga Alex, suara itu berasal dari ponsel Rani, Rani segera mengambil nya dan mengangkat sambungan Tlp itu.


Rani sampai lupa jika sejak kemarin saat dia tiba, Rani belum mengabari Orang tua nya. Rani mendapatkan pertanyaan tentang maskapai yang tidak jadi ia tumpangi, dan kamar hotel yang tidak ia kunjungi, Rani tidak memakai apa yang sudah Ayah nya siap kan.


Rani berterus terang jika ia pergi bersama seseorang , jadi Rani ikut bersama seseorang itu dari mulai keberangkatan sampai tiba di tempat tujuan.


"Pasti dia Alex !! " Batin Ibu nya Rani langsung menjawab.


Namun Ibu nya Rani tidak melebarkan pertanyaan pada Rani, dia akan mencari tau tanpa Rani tau.


Ibu nya Rani meng iyakan apa yang dikatakan oleh Rani, Ibu nya Rani hanya memesan jika Rani harus selali Hati-hati dan selalu jaga diri.


Di waktu yang bersamaan Alex pun mendapatkan pesan singkat di Ponsel nya, isi pesan singkat itu berhasil membaut Alex terkejut.


~"Nak , tega nya kamu membiarkan Mommy khawatir dan kamu lebih memilih wanita itu. Mommy mau kamu segera pulang dan lupakan Wanita itu, atau tidak Mommy tidak segan-segan untuk menyakiti diri Mommy sendiri, kamu akan tau jika kamu tidak menuruti perkataan Mommy, kamu akan menyesal seumur hidup mu. "


Alex menggelengkan kepala nya, saat membaca isi pesan itu. Alex tidak mau Rani tau tentang ancaman yang di lontarkan oleh Ibu nya sendiri.


Alex dengan cepat menyuruh Petra untuk menyelidiki siapa yang ada di belakang Ibu nya itu.

__ADS_1


__ADS_2