Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 118. Penat


__ADS_3

Kedua nya beristirahat dengan saling memenangkan satu sama lain.


Sudah beberapa jam Alex tidur dalam dekapan Rani, namun saat Alex terbangun Alex mendapati Rani sedang tertidur pulas pada malam itu.


Malam yang belum terlalu larut tentu nya, Alex ingin keluar dari kamar nya untuk melihat atau menanyakan kabar Ibu nya pada Kak Vera.


Entah kenapa Alex enggan menemui langsung Ibu nya, namun saat hendak menemui Kak Vera, Alex melihat Kak Vera sedang menidurkan anak nya yang paling kecil.


Sehingga Alex lebih memilih untuk melihat langsung keadaan Ibu nya.


Langkah Alex perlahan namun pasti saat menuju kamar Ibu nya, di bukalah pintu kamar itu oleh Alex dengan perlahan, nyaris tidak terdengar suara pintu terbuka saat itu.


Alex berpikir jika Ibu nya sudah tertidur pulas dan ia tidak ingin mengganggu nya.


Namun saat mata Alex benar-benar menatap ke arah tempat tidur Ibu nya Alex tidak melihat sosok Ibu nya di sana.


Alex mengerutkan kedua alis nya, Alex masuk dan melangkah perlahan, terkejut lah Alex saat melihat Ibu nya sedang duduk sendiri di luar balkon kamar tidur nya.


Udara malam itu sangat kencang, malah pertanda akan turun hujan, tanpa mantel yang tebal Ibu Alex duduk entah apa yang sedang ia lihat.


Alex mendekat dan mulai menanyakan apa yang dia ingin tanyakan.


"Mom ? " Sapa Alex.


Ibu nya Alex hanya menoleh sedikit setelah itu kembali kepada pandangan nya yang pertama.


"Mommy ? masuk lah ! di sini udara sedang kencang, Mommy bisa sakit nanti nya. " Ujar Alex.


"Keluarlah, Mommy sedang tidak ingin di ganggu. " Jawab Ibu Alex.


Alex memijat lembut kening nya." Mom, Alex tahu Mommy sedang berusaha menyadarkan diri Mommy bahwa semua ini nyata, dan bukan sekedar mimpi buruk Mommy saja. Jadi katakan apa yang ingin Mommy katakan pada Alex. "

__ADS_1


"Maafkan Mommy Lex, Mommy sebenar nya tidak ingin dan tidak berniat membebani kamu. Tapi ini yang terjadi, Mommy melakukan kesalahan besar Lex, Mommy tidak menyangka akan sebesar ini jadi nya. " Ujar Ibu Alex meratapi nasib nya.


"Percuma Mom, apa yang harus di sesali ? semua sudah terjadi, dan seharus nya Mommy hadapi bukan mengurung diri seperti ini. Sekarang Alex yang harus menyelesaikan nya bersama Petra, tanpa tahu penjelasan dari Mommy sedikit pun. " Jawab Petra.


"Sebenar nya ..... " Ucap Ibu Alex masih ragu menceritakan nya.


"Apa Mom ? " Sambung Alex.


"Mommy ... " Ucap Ibu Alex masih tetap ragu dan takut.


Alex menjadi tidak sabar dan sedikit emosi.


"Tau lah Mom, Alex pusing memikirkan nya, andai Alex bisa memilih Alex lebih baik tidak ingin tahu masalah ini, beruntunglah sekarang ada Rani di sisi Alex, sehingga Rani selalu mengingatkan apa saja tanggung jawab Alex yang harus Alex pikul. " Ujar Alex berdiri dan pergi dari hadapan Ibu nya.


"Tapi Lex. " cegah Ibu Alex agar Alex tidak pergi dan mau menemani diri nya.


Mungkin Alex pun sudah merasa lelah akan sikap Ibu nya sendiri.


Alex tak melanjutkan pergi ke kamar nya, Alex malah melangkah ke sebuah balkon di ruang keluarga nya. Melihat pemandangan yang begitu indah, namun di satu lain Alex melihat pekat nya awan berwarna hitam menyelimuti bumi pada malam itu.


Sepekat nya malam ini, pasti ada satu yang terlihat indah walau pun itu hanya satu titik, sama hal nya dengan kehidupan ku walaupun seberat apapun masalah nya, hanya istri ku lah yang selalu membuat ku bahagia.


Alex tersenyum, dan tiba-tiba pelukan hangat ia dapatkan perlahan dari arah belakang.


Alex membalikan badan nya, ternyata itu adalah seseorang yang saat ini selalu membuat nya merasa berarti dan bahagia.


"Kenapa bangun sayang ? " Elus Alex pada wajah istri nya.


"Kaget Mas, lihat kamu tidak ada di samping ku. " Jawab Rani masih memeluk tubuh Suami nya.


"Mas kenapa di sini ? " Tanya Rani merasa dingin sebenar nya.

__ADS_1


"Emm .. Mas merasa gerah sayang ! Mas baru saya di sini, padahal Mas akan segera masuk ke dalam kamar. " Jawab Alex memeluk tubuh istri nya erat.


"Rupa-rupa nya hendak turun hujan Mas, kita masuk saja yuk ? " Ajak Rani pada Alex.


"Tentu saja sayang, mana mungkin aku akan membiarkan istri ku kedinginan di sini. " Goda Alex merangkul istri nya dan melangkah bersama-sama menuju kamar mereka.


"Aku paham mas jangan kan untuk diam di satu tempat, untuk beristirahat pun kami pasti merasa tidak tenang. "Gumam Rani di dalam hati nya.


Sesampainya di dalam kamar baik Alex maupun Rani langsung berbaring secara bersamaan, Rani tidur di lengan Alex, dan Alex mendekap tubuh Rani.


Satu selimut bersama membuat mereka tidak ingin melepaskan pelukan nya satu sama lain.


"Mas, jangan banyak pikiran. Jangan di pendam sendiri, jangan takut ini hanya ujian dan ujian ini pasti akan segera menemukan jalan keluar nya. " Ucap kecil Rani dengan mata tertutup karna mengantuk.


"Iya sayang .. " Jawab Alex mengecup kening Istri nya.


"Sungguh hati mu bersih sayang, sungguh kamu wanita kuat sayang, dan kamu wanita tersadar yang aku temukan. Beruntunglah aku memperistri mu, dan syukurlah aku akan mendapatkan turunan dari mu. " Batin Alex memuji istri nya.


Alex tetap tidak bisa memejamkan mata nya, walaupun suara nafas Rani sudah menunjukan bahwa Rani sudah terlelap tidur pada malam itu.


Alex tidak akan meninggalkan Rani hanya untuk mencari ke tebangan sesaat, karna mulai detik itu ketenangan itu ada saat bersama dengan istri nya.


Pikiran terpahit terbesit di kepala Alex, " Dosa apa yang sudah Mommy lakukan, sehingga Mommy bisa mendapatkan balasan seperti ini ? Mommy secara tidak langsung akan memberikan semua harta nya pada orang-orang yang tidak pernah tahu bagaimana perjuangan Papah dulu. Dan Mommy harus siap-siap hidup dalam kesengsaraan. "


"Jika aku akan merasakan hukuman dari apa yang Mommy perbuat, hanya satu doa ku mudah-mudahan istri ku ini bisa bersabar, dalam kondisi apapun. " Sambung Alex dalam pikiran nya.


Tak sabar menunggu hari esok, dimana Alex akan memulai nya bersama dengan Petra, rencana demi rencana akan Alex susun.


Dan rencana Alex adalah, akan mengantarkan Rani ke rumah orang tua nya terlebih dahulu, karna jika di tinggal di rumah Alex, itu akan membuat Alex tidak akan tenang tentu nya.


"Bagaimana kalau mertua ku tahu ? apa mereka akan tetap mendukung ku sebagai menantu nya ? " Pikir Alex sudah ke arah mana saja, penat rasa nya.

__ADS_1


__ADS_2