Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 111. Kerinduan.


__ADS_3

Setelah memberikan ke saksian di kantor polisi, Kelurga Rani beserta Alex mendatangi keluarga mendiang Denis, untuk memberikan ucapan bela sungkawa.


Sesampainya di pelataran rumah Denis, suasana nampang sendu. Hanya isakan tangis yang Rani dengar.


"Sayang apa ini salah ku ? " Tanya Rani pada Suami nya.


Alex menggelengkan kepala nya. " Bukan Sayang ! kamu tidak salah sama sekali, jangan di pikirkan. Ayok kita turun ? "


Rani memakai kerudung hitam terlebih dahulu lalu keluar dari dalam mobil nya.


Eratan tangan Rani terasa sangat erat di lengan Alex, Alex mencoba menenangkan Istri nya itu.


Tujuan mereka hanya ingin bertemu dengan keluarga Denis, karna jenazah Denis sudah di makam kan beberapa jam yang lalu.


"Kalau kamu gak kuat ! Tunggu saja di dalam mobil Nak. " Ujar Ibu nya Rani.


"Tapi di sini, aku yang harus lebih dulu meminta maaf Mom, aku bisa ko Mom. Karna orang-orang hebat ada di sekeliling ku. " Jawab Rani melihat Alex, Ayah, dan Ibu nya.


Senyuman bangga terpancar dari wajah Ibu nya Rani. " Ya sudah .. hati-hati ya Sayang. "


Rani membalas nya dengan senyuman hangat.


Sesampai nya di dalam rumah Denis, terlihat seorang wanita paruh baya sedang menangis meratapi bingkai yang terisi foto Denis.


Saat melihat Rani, Ibu Denis langsung memeluk Rani dan menangis tersedu-sedu.


Kedua nya saling meminta maaf, betapa lemah nya Ibu Denis, yang dulu keras dan terlihat jijik pada Rani kini semua itu tidak terlihat.


Rani tidak melihat sosok Ibu Denis yang keras, Rani hanya melihat seorang Ibu yang benar-benar kehilangan dan tersirat rasa sakit yang teramat dalam.


Sejenak semua terduduk, dan saling memaaf kan satu sama lain, mendoakan kepergian Denis dengan doa yang terbaik pula.


Dan setelah beberapa lama dari itu mereka pun pamit pulang dengan membawa perasaan lega, karna semua sudah saling memaafkan satu sama lain nya.


Semua nya pergi, Rani ingin di rumah saja hari itu, dan Alex meminta izin untuk pergi ke rumah Ibu nya karna ingin membawa barang yang penting bagi nya.


"Apa aku perlu ikut Sayang ? " Tanya Rani menawarkan diri.

__ADS_1


Alex memegang kedua lengan Rani. " Istirahat lah saja dulu, bukan nya aku tidak ingin kamu ikut Sayang, aku khawatir jika Mommy masih ingin menyakiti mu. "


Rani memeluk tubuh Alex. " Aku mengerti Sayang, cepat pulang. Dan sampaikan salam ku pada Ibu dan juga Kak Vera. "


Alex lega jika Istri nya itu mau mengerti. " Secepat nya aku akan pulang, cepat sembuh ya Sayang kita jalan-jalan kemana pun kamu mau. "


"Terima kasih Mas ? " Ujar Rani.


"Sama-sama Sayang ku. " Jawab Alex.


Rani melepaskan pelukan nya pada tubuh Alex. membiarkan suami tercinta nya pergi terasa berat walaupun Rani tahu dia akan cepat kembali pada nya.


"Kasihan kamu Mas, semoga Ibu bisa luluh saat ini, supaya beban suami ku benar-benar hilang. " Doa Rani dalam hati nya.


Rani mengantar Alex sampai halaman rumah.


"Kamu mau apa sayang ? " Tanya Alex sebelum masuk kedalam mobil nya.


"Tidak Mas, di rumah stock makanan dan buah-buahan masih ada ko, aku ingin Mas cepat pulang saja. " Jawab Rani dengan senyuman nya.


"Iya .... " Jawab Rani mengelus lembut lengan Alex.


Rani melihat nanar kepergian kendaraan Alex di hadapan nya, setelah sudah tidak terlihat, tiba-tiba Rani merasa kesepian.


Rani mencoba bersabar dan menunggu suami nya datang kembali dan berharap akan membawa kabar baik tentu nya.


Rani duduk sejenak di kursi taman, menghadap langsung ke air mancur yang ada di kolam taman nya.


Aliran air membuat Rani sedikit tenang, melihat aliran air yang begitu jernih dan sangat indah.


Rani tersenyum, Air saja jika di terpa hujan deras dia akan tetap tenang, walaupun harus menerima butiran demi butiran yang terjatuh di atas nya.


Walaupun dia sempat keruh tapi dia akan kembali jernih seperti semula.


"Tuhan, jagalah suami ku ! tolong jangan jauhkan aku dengan suami ku, sungguh kami sangat membutuhkan dia. " Doa Rani dalam hati nya.


Dan kini Alex sedang meratapi Jalanan yang begitu ramai, melihat cuaca begitu cerah di hari itu walaupun hendak berganti dengan senja.

__ADS_1


Dalam lamunan Alex berharap semua nya pasti akan baik-baik saja, melihat jari di tangan nya sudah melingkar sebuah cincin yang Rani pakaikan untuk nya begitu pun di jari Rani.


Alex mengecup dan menggenggam jari nya dengan kuat, seraya berkata. " Cincin ini akan selalu terpakai di jari ini, begitu pun dengan dirimu sayang akan selalu ada di hati dan di hidup ku selama nya. "


Walaupun mereka berbeda tempat, pikiran dan hati mereka sama, semoga nasib tidak membuat mereka jauh kembali seperti sebelum nya.


Sesampai nya di pelataran rumah milik nya, Alex melihat mobil mewah berwarna merah terparkir di pelataran rumah nya, itu pertanda Ibu nya ada di dalam rumah.


Alex menghela nafas panjang, dan mempersiapkan diri nya agar bisa mengatasi apa yang akan di lakukan dan di katakan oleh Ibu nya nanti.


"Pak, tolong mobil nya ganti ya ? yang ini servis saja dulu, saya rasa sudah tidak nyaman. Suruh montir nya kesini dan bawa mobil nya, karna nanti Bpak akan mengantar saya kembali ke rumah istri saya ! " Ujar Alex pada sopir pribadi nya.


"I-iya Den baik lah. " Jawab sopir itu dengan anggukan heran.


Sopir itu langsung keluar dan membukakan pintu mobil nya untuk Tuan nya.


"Silah kan Den. " Ucap sopan sopir itu.


"Terima kasih Pak. " Jawab Alex pada sopir nya.


Saat Alex pergi sopir nya pun terdiam dan melihat Tuan nya dengan heran.


"Kenapa Den Alex ini ? kan baru saja dua hari yang lalu mobil ini di servis. Yang tidak nyaman saat ini itu mobil nya apa perasaan nya ya ? " Gumam sopir itu, langsung menelpon montir sesuai perintah Tuan nya.


Alex sangat ragu untuk membuka pintu, rasa rindu memang ada di dalam hati Alex untuk Ibu nya.


Namun Alex ragu karna enggan berdebat terus dengan Ibu nya, dengan begitu Alex lebih memilih untuk menyembunyikan rasa rindu nya itu.


Pintu pun terbuka. Ibu nya Alex sudah mengetahui kedatangan Alex sebelum turun dari dalam mobi nya.


Namun ia sengaja tidak menyambut kedatangan Alex, sehingga Ibu nya membuatkan Alex masuk dan datang ke dalam rumah nya tanpa ada sambutan hangat sekali pun.


Alex berjalan menuju kamar nya, namun tiba-tiba suara Ibu nya pun terdengar.


"Masih ingat jalan pulang ternyata. " Ujar Ibu Alex tanpa menengok ke arah Alex sedikit pun.


Langkah Alex sejenak berhenti dan nafas Alex seketika terasa berat.

__ADS_1


__ADS_2