
Alex melirik ke arah suara yang ia dengar, terlihatlah sosok Ibu yang kini sedang Alex rindukan, namun Alex enggan mengungkapkan nya.
Alex terdiam sejenak,setelah merasa tenang Alex baru berbicara. " Jika aku sudah lupa, aku tidak mungkin pulang Mom, aku kesini hanya ingin membawa pakaian ku dan peralatan kerja ku saja. "
"Emm ... bagus, dalam sehari kamu sudah berani meninggalkan rumah, dalam waktu sekejap kamu ingin melupakan Ibu mu ini, dalam sekejap kamu tidak tau akan sopan-santun pada Ibu mu sendiri. Karna apa ? Karna kamu terlalu mengejar wanita itu. " Ucap santai Ibu nya.
Alex coba berdamai dengan keadaan dan mendekati Ibu nya, Alex duduk di samping Ibu nya.
Dengan lembut Alex menggenggam lengan Ibu nya. " Mom, wanita itu kini seudah menjadi menantu Mommy secara sah, dan Mommy sebentar lagi akan menimang cucu dari anak kesayangan Mommy ini, sudahlah Mom semua sudah terbukti Rani bukan seperti yang Mommy pikirkan. "
Ibu Alex hanya terdiam tanpa menghiraukan Alex sama sekali.
"Andai wanita itu bukan anak dari mereka, mungkin saat ini aku sudah merestui mereka. " Batin Ibu Alex.
"Aku tidak akan memaksa Mommy untuk menerima Rani atau anak ku dalam waktu dekat ini, tapi Alex harap jangan begini Mom. Sungguh kalian adalah wanita terpenting dalam hidup Alex saat ini, tapi Alex mohon jangan sekali lagi Mommy menyuruh ku untuk memilih antara Mommy ataupun Istri ku, aku tidak akan bisa memilih. " Sambung Alex hanya mendapatkan respon biasa saja dari Ibu nya.
Alex menghela nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. " Baik lah Mom, aku harap Mommy memikirkan apa yang aku katakan, walaupun Mommy hanya diam tapi aku yakin hati dan telinga Mommy bisa mendengar dan merasakan. "
Alex melepaskan genggaman nya perlahan dari tangan Ibu nya, tanpa menengok Alex menaiki anak tangga menuju kamar nya.
"Sugguh keras anak itu ! sampai-sampai untuk menikah pun dia tidak bertanya dulu pada ku, padahal aku yang sudah melahirkan nya. " Ucap kecil Ibu nya Alex.
"Aku tau Mom ! Jika aku mau aku bisa mencari tahu masa lalu Mommy sama orang tua Rani, tapi aku belum siap menerima saat aku tahu kenyataan sepahit apa ituh. " Batin Alex dalam langkah nya.
Alex bergegas masuk ke dalam kamar nya, menarik sebuah koper berwarna hitam, dan ia masukan beberapa pakaian yang menurut Alex sangat penting dan akan ia pergunakan, sebuah Tas ia isikan alat-alat kerja nya, seperti laptop dan lain-lain.
Alex memberitahukan pada Petra jika dirinya untuk sementara akan tinggal di rumah mertua nya, sampai Istri nya benar-benar pulih dan memutuskan untuk pindah ke rumah baru mereka.
Petra mendukung 100% apa yang Alex putuskan, Petra berpesan jika Alex harus banyak istirahat, karna walau bagaimana pun Petra tahu badan dan pikiran Alex sangatlah lelah.
__ADS_1
Alex sangat berterima kasih pada sahabat sekaligus orang kepercayaan nya itu, karna sudah ada di belakang nya sampai saat ini.
Alex membawa koper dan tas itu, meninggalkan kamar pribadi milik nya itu sudah biasa, namun kali ini Alex meninggalkan kamar nya itu bukan lah untuk bekerja, melainkan untuk menjadi seorang suami yang akan tinggal bersama Istri nya.
Alex keluar dan menutup kembali pintu kamar nya, berharap tidak akan ada lagi keributan antara diri nya dan juga Ibu nya.
Setiap anak tangga Alex lewati, namun saat melihat ke bawah dimana tadi ada Ibu nya sedang duduk kini sudah tidak terlihat lagi.
"Kemana Mommy, padahal aku ingin pamit terlebih dahulu. " Batin Alex.
"Ya sudah lah, mungkin Mommy memilih untuk pergi di banding memberikan restu pada ku. " Sambung Alex dalam hati nya.
Alex melanjutkan kembali langkah nya, dan belum juga melihat tanda-tanda keberadaan Ibu nya, sampai di dekat mobil nya pun Alex belum mendengar suara panggilan dari Ibu nya.
Alex masuk ke dalam mobil nya, dan menghela nafas panjang seraya mengusap kasar wajah nya.
"Oh ... i-iya Pak, kita jalan ! " Jawab Alex.
Benar saja dugaan Alex, Ibu nya pergi karna mobil nya tidak terlihat lagi di pelataran rumah nya.
"Pak, apa Bpk tadi lihat Mommy pergi ? " Tanya Alex.
"Oh iya Den, tadi Nyonya besar pergi dan seperti nya sangat terburu-buru. " Jawab Pak Sopir.
Alex langsung mengeluarkan ponsel nya, dan menyuruh beberapa anak buah nya untuk mencari keberadaan Ibu nya.
Walau bagaimana pun Alex merasa khawatir pada Ibu nya.
"Maaf Den, tadi saya sudah telpon montir nya sesuai perintah Aden, tadi dia sempat datang, tapi saat di cek keadaan mobil nya masih bagus karna dua hari yang lalu sudah di servis. Jadi mobil nya saya simpan saja di garasi rumah Aden. " Ujar Pak Sopir.
__ADS_1
"Astaga ... saya lupa Pak ! kalau mobil nya sudah di servis beberapa hari lalu. Maaf ya Pak ? " jawab Alex keliru.
"Tidak apa-apa Den. " Jawab Pak sopir dengan anggukan kepala sangat sopan.
"Pak untuk beberapa hari ini saya akan tinggal di rumah mertua saya, jika Bpk ingin pulang ke kampung terlebih dahulu silahkan Pak. " Ujar Alex.
"Saya di pecat Den ? " Jawab Pak sopir Tiba-tiba syok.
"Oh ... tidak Pak, saya memberikan kesempatan Bpk untuk pulang kampung paling lama satu Minggu gak papa. " Jawab Alex merasa kasihan, karna dia pun kini sudah mempunyai keluarga selain Ibu nya.
"Syukurlah Den, saya lega ... tidak usah Den, bulan kemarin kan saya sudah pulang, jadi saya ingin bekerja saja Den. " Jawab Pak Sopir.
"Ya sudah kalau begitu nanti saya bicara dengan Istri saya, untuk menyiapkan kamar untuk Bpk. " Ujar Alex.
"Terimakasih Den. " Pak sopir itu sangat berterima kasih pada Alex.
Alex hanya tersenyum, dan menatap jalanan kembali.
"Aku harus fokus bekerja kali ini, aku tidak ingin berlarut dalam masalah ku ini, bagaimana pun aku harus bekerja keras demi masa depan Istri dan anak-anak ku. " Batin Alex memotivasi diri nya sendiri.
"Bpak kalau butuh apa-apa, bilang saja ya ? jangan sungkan. " Sambung Alex sangat baik hati, Alex selalu memikirkan perasaan orang yang ada di sekitar nya.
"Baik Den, saya sangat berterima kasih. " Ujar Pak Sopir.
"Sama-sama Pak." Timpal Alex.
Alex kini sudah sampai di pelataran rumah Rani, terlihat seorang wanita sedang berdiri dengan memakai pakaian Dres berwarna coklat muda, rambut tergerai dan sangat nampak cantik sekali.
"Ya ampun sayang, sampai menunggu di depan seperti itu ! untuk aku pulang cepat. " Ucap kecil Alex saat melihat Rani sedang berdiri di depan rumah nya.
__ADS_1