
BAB 73.
Alex dan Petra melangkah pergi untuk menaiki mobil Petra, namun saat ingat sesuatu Alex membalikan badan nya kembali pada Abang tukang ojeg itu.
"Bang jangan lupa suruh pensiun aja Helm nya, ganti yang baru ok !! " Teriak Alex sambil mengangkat jempol nya.
lalu di balas senyuman haru dan teriakan terima kasih dari Abang tukang ojeg itu.
Selanjut nya baik Alex mau pun Petra sudah gemas pada orang yang bernama Denis itu.
"Lu harus kumpulin semua data tentang Denis, kalau bisa Lo cari tau latar belakang Denis seperti apa, gua sudah punya rencana buat hancurkan Denis tapi bukan dengan tangan gua, dan juga bukan dengan tangan Lu. " Perintah Alex pada Petra.
"Ok, nah sekarang bagaimana dengan Rani atau dengan nyokap Lo, kapan Rani balik ke Jakarta. " Tanya Petra tidak ada maksud apa-apa.
"Mau ngapain Lu nanya Rani, Hah ?? gue 3 hari akan nyusul Rani, dan mungkin kita akan melanjutkan bulan madu di sana. " Ungkap Alex sambil mengkhayal saat-saat bersama dengan Rani.
"Kapan nikah nya, main bulan madu aja. " Jawab Petra.
"Ah Lu, mau tau aja! " Ucap Alex menutup kerasaingin Tahuan Petra.
__ADS_1
Hari demi hari Rani lalui dengan keterpaksaan saat harus melakukan apa yang Ayah nya perintahkan, di pagi hari itu Rani sudah siap untuk bergegas pergi ke kantor milik Ayah nya di kota itu.
Rani dengan fashion kantor nya sangat terlihat cantik bagi siapa saja yang melihat nya, Rani memakai jasa Orang kantor pagi itu untuk menjemput nya ke kantor, Rani tak menyangka bahwa yang menjemput saat itu adalah Erik, Laki-laki yang menurut Rani sangat polos.
"Hy .. ternyata kamu Rik yang jemput, apa atasan kamu sedang berbaik hati? sehingga memberikan mu waktu untuk menjemput ku! " Ucap Rani sambil duduk di samping kemudi.
"Entah Lah Non. " Jawab Erik dengan sedikit ragu, Erik ingin mengatakan sesuatu pada Rani, namun Erik sedikit ragu, takut Rani tidak percaya pada nya.
Rani mengembangkan senyuman manis nya saat membuka isi pesan dalam ponsel nya Erik sangat menikmati keindahan yang ada pada wajah Rani.
Rani mendapatkan pesan dari kekasih nya Alex, bahwa Rani harus Hati-hati, Sebenarnya Alex menyiapkan segala fasilitas untuk Rani, namun Rani kali itu sudah terlanjur melihat mobil kantor ayah nya .
"Emm .. Non apa saya boleh berbicara sesuatu? " Tanya Erik dengan sopan nya, Erik memang sosok yang jujur, dan Erik memiliki paras yang tidak kalah tampan nya dari Alex maupun Devan, tapi Rani tidak memikirkan apapun tentang mereka berdua, yang ada dalam pikiran Rani hanyalah Alex.
"Non, lebih baik berhati-hatilah saat bersama dengan Tuan Devan, tapi tolong Non jangan bicarakan ini pada siapa pun, termasuk pada Tuan besar, karna semua kendali masih di pegang oleh Tuan Devan, kecuali Non yang sudah memegang nya. " Ucap Erik sungguh merasa khawatir pada Rani, kalau mengingat pada kebuasan Devan yang ia tahu, adalah Laki-laki yang terlalu ambisius untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Saya sudah mencium bau pengkhianatan dari awal masuk kedalam kantor, namun saya belum mendapatkan bukti kuat, sebenar nya saya tidak tertarik pada perusahaan yang di miliki oleh Daddy, saya punya bisnis tersendiri. tapi saat melihat kondisi perusahaan seperti itu saya khawatir akan bisnis yang sudah di rintis oleh kedua orang tua saya dari nol sampai sebesar ini, mungkin ini alasan Daddy menyuruh saya untuk ikut terlibat di kantor pusat perusahaan milik nya , kami bisa membantu saya Rik. " Ucap Rani dengan serius.
"Non, jika saya bisa menghentikan nya dari sebelum Non datang, saya akan lakukan. ketahuilah Non saya korban dari akal licik nya Tuan Devan, Tuan Devan menjebak saya sehingga jebakan itu menjadi kartu mati untuk saya, dan sial nya kartu mati itu Tuan Devan yang memegang nya. " Ucap Erik dengan kesal, namun harus tegar untuk melanjutkan hidup nya.
__ADS_1
Rani kaget atas apa yang di utarakan oleh Erik. " What's ..... separah itu Rik? Saya tau jika kamu berani mengatakan nya pada saya semua kebusukan Devan, saya yakin dalam hitungan Detik Devan akan ambruk dengan sendiri nya. "
"Tidak semudah itu Non, dia selalu memegang kartu Mati siapapun, jadi Non harus hati-hati saat bersama Devan. Sungguh saat ini saya belum bisa membantu Non, karna keadaan saya dan keluarga belum Normal Non. " Ucap Erik dengan sangat menyesal.
Rani mengerutkan kedua dahi nya dan menatap raut wajah Erik. " Tenang Rani, semua kan Baik-baik saja, kamu harus cari tau kartu mati seperti apa yang Erik takut kan saat menjadi tangan kanan Devan dari dulu sampai sekarang, dengan begitu kamu bisa tau cara Devan melumpuhkan lawan nya seperti apa dengan kartu mati itu. Ya Tuhan cobaan apalagi ini !! aku jadi khawatir akan perusahaan Daddy, AAP lagi sekarang yang memegang di kantor pusat adalah bajingan Devan. " Dengus Rani kesal dalam hati nya, tidak ada lagi senyuman indah di raut wajah Rani saat itu.
"Kamu tenang saja Rik, saya tidak akan sampai melibatkan kamu dalam masalah kerasa ingin tahuan saya ini, kamu bekerja lah sesuai dengan perintah Devan, sampai aku tahu kartu mati apa yang kamu takut kan, dan Saya sendiri yang akan melumpuhkan kartu mati itu. " Ucap Rani dengan penuh keyakinan.
Erik menatap wajah Rani yang mulai penuh dengan keberanian, " Non, tolong jangan salah dalam melangkah. dan saya ingatkan Non jangan terlalu memikirkan kartu mati saya, pesan saya Non berhati-hatilah. "
"Kamu jangan khawatir Rik. " Jawab Rani menutup pembicaraan rahasia itu, karna Erik dan Rani sudah sampai di pelataran gedung yang di miliki oleh kedua Orang tua nya.
Di tempat Lain Alex sudah mendapatkan kabar tentang Rani dari anak buah nya.
~"Bos, Nona Rani sudah tiba di kantor nya dengan keadaan selamat. " Isi pesan singkat dari anak buah Alex.
Di samping Alex yang selalu menanyakan keberadaan Rani, Alex pun sangat mengandalkan Orang-orang yang sudah dia utus untuk menjaga Rani selama dia tidak ada.
Kini Alex mulai beraksi menyusun setiap permainan yang akan dia suguhkan untuk kehancuran Denis.
__ADS_1
Alex memutuskan untuk mengontrol terlebih dahulu semua kondisi perusahaan nya di pagi itu, Alex mengontrol satu demi satu perusahaan nya di dalam kamar di bantu oleh Ponsel dan Laptop nya, Alex memiliki Orang kepercayaan di setiap perusahaan nya. Semua orang yang sudah di percaya oleh Alex tidak mungkin melakukan kecurangan sedikit pun. karna semua sudah tau Konsekuensi nya seperti apa.
Sehingga Alex bisa tenang mengatasi rintangan percintaan nya dengan Rani sampai selesai, walau pun seperti itu, tetap saja Alex harus mengontrol pekerjaan nya setiap Pagi dari jarak jauh.