
BAB 45.
Gwen mengiyakan kemauan Denis, Gwen benar-benar merasa lega. "Untung saja Denis melihat dia sedang mengelus perut ku, coba saja kalau dia melihat ku sedang bercinta tadi, Huh ... Tamat lah riwayat ku. " Gumam Gwen dalam hati nya.
Gwen melihat ponsel Denis di atas meja, Gwen ingin sekali membaca pesan yang ada di ponsel Denis, Gwen berhasil membuka ponsel Denis.
Terkejut Lah Gwen, ternyata Denis dam Rani akan bercerai.
"Pantas saja belakangan ini, Denis selalu murung, bagus lah dengan begitu rencana ku untuk menguasai harta dari keluarga Denis, akan lebih gampang. " Gwen tertawa dalam hati nya.
Denis berusaha menenangkan hati nya, mengingat hari esok sudah hari dimana, Denis harus menghadiri kembali panggilan sidang yang sudah tau akan mengeluarkan keputusan apa.
Denis berharap sebelum Vonis itu keluar, Denis bisa bertemu terlebih dahulu dengan Rani, Denis ingin mengingat Masa-masa indah bersama Rani, walaupun itu untuk yang terakhir kali nya.
Saat Denis selesai membersihkan tubuh nya, Denis segera memakai pakaian, pakaian yang ia ambil sendiri di dalam lemari nya, biasa nya Denis tidak pernah membuka lemari sekali pun saat bersama Rani, Rani sudah mempersiap kan semua nya.
Tapi saat bersama Gwen, jangan kan Pakaian setelah mandi, pakaian kantor pun mesti Denis yang mencari dan merapihkan nya sendiri. Denis menggelengkan kepala nya,
"Kenapa aku sebodoh ini Ran !! kenapa aku merasakan kehilangan saat semua nya kan berakhir, aku tau beberapa kali kamu sudah memberi ku kesempatan, tapi aku dengan sengaja menyia-nyia kan kesempatan itu. " Gumam Denis, saat melihat diri nya di dalam cermin.
Denis sangat lelah, dan Denis ingin sekali membaringkan tubuh nya sejenak. Denis tidak menunggu lama, Denis langsung duduk di tepian tempat tidur, dan Denis berbaring dengan semangat nya.
Denis melihat ke arah jam di dingding kamar itu, Waktu masih menunjukan pukul empat sore, Denis berpikir masih ada waktu untuk bertemu dengan Rani.
Denis ingin mencoba menghubungi Rani kembali. dengan harapan Rani akan mengangkat sambungan tlp dari nya.
__ADS_1
Dengan terkejut Rani mengangkat sambungan tlp itu, Denis terperanjat langsung bangkit dari posisi tidur nya.
Denis meminta Rani untuk bertemu sebelum sidang putusan itu di jatuh kan, Denis tidak keberatan jika Rani membawa Orang lain untuk menjaga diri nya, saat akan bertemu dengan Denis, itu pun jika Rani merasa takut.
Denis sangat memohon pada Rani, untuk mengabulkan permintaan nya untuk yang terakhir kali nya. Rani menyetujui permintaan Denis, karna Rani menganggap ini untuk yang terakhir kali nya.
Sungguh sangat senang, saat Denis mendengar jawaban dari Rani, Denis segera menutup sambungan Tlp itu, saat Denis ingin berdiri dari tempat tidur itu, Debis melihat sesuatu yang sangat mencurigakan, dan Denis tau itu bukan milik nya.
Denis mengangkat benda itu, benda yang berupa sebuah pakaian dalam Pria, yang masih basah dan tergeletak di samping tempat tidur nya. Denis memperhatikan bahwa benar, benda menjijikan itu bukan milik diri ny.
Denis teringan tentang Laki-laki yang bertamu tadi, yang mengaku kaka dari Gwen, Denis memanggil Gwen sangat keras, Gwen merasa kesal karna rutinitas menonton tv nya terganggu oleh teriakan Denis.
Gwen menghampiri Denis, dengan Pura-pura tidak kesal sama sekali, malah Gwen bersikap seperti penyayang sekalih. Denis menatap geram pada Gwen, Gwen heran kenapa Denis semarah itu saat melihat tatapan, yang menyeramkan pada Gwen.
Gwen terkejut, saat suatu benda yang berupa kain kecil terlempar ke hadapan muka nya. dan jatuh ke bawah, tepat di kaki nya. Gwen melihat dan terkejut saat tau yang Denis lempar adalah pakaian dalam milik Kekasih nya.
Gwe gelagapan, Gwen memutar otak nya kembali, agar Denis mau percaya kembali pada nya, walaupun Gwen sadar itu sangat susah. Karna Denis menemukan bukti nya.
"Sial, kenapa dia lupa membawa bekas bercinta tadi. Dasar GobL** pakai yang baru yang lama di tinggalkan. " Dengus kesal Gwen dalam hati nya.
"CEPAT JELASKAN, Apa yang telah kalian lakukan Hah ?? Milik siapa itu ?? " Teriak Denis pada Gwen.
Wajah Gwen terasa di tiup dengan Angin yang begitu dasyat, sehingga mata nya tak mampu untuk terbuka, Gwen hanya memejamkan mata nya saja.
"Sa-sayang aku bisa jelaskan semua nya, tolong jangan marah dulu, aku takut jika kau marah !! " Ucap Gwen, berharap Denis simpatik pada nya.
__ADS_1
Denis semakin terlihat geram, dan terus menunggu penjelasan dari Gwen.
" Aaaarhhhhgggggg .... kenapa masalah ini begitu rumit, Anji** siapa sebenar nya laki-laki itu, Hah ?? Apa dia juga ayah dari Anak yang kau kandung ini, Hah ?? Cepat kata kan, aku tidak butuh Air mata buaya mu itu !! " Teriak Denis Frustasi.
Gwen terus menangis, tagis Gwen bukan karna takut akan teriakan Denis, tapi Gwen belum juga mendapatkan pemikiran tentang alasan dari pertanyaan Denis pada nya.
Denis Frustasi dan kini Denis membelakangi Gwen, dan terus menjambak-jambak rambut nya dengan kasar.
"Apa ini awal dari kehancuran ku !! " Gumam Denis dalam hati nya.
Gwen mendekat kembali pada Denis, dan mencoba menyampaikan alasan yang sudah ia pikirkan.
" A-anu Sayang, Ta-tadi Kakak ku datang kemari bersama dengan teman wanita nya, Dan Di-dia meminta ijin pada ku untuk mengganti baju nya, karna aku pikir tidak mungkin untuk mengganti baju di ruang tengah, jadi aku pikir. sebaik nya untuk mengganti baju di dalam kamar saja, tanpa memikirkan tempat lain. Dan setelah itu aku mempersiapkan Minum dan memasak makanan instan, untuk mereka. A-aku sungguh tidak tau jika kakak ku. Emmm ... ikut serta masuk ke dalam kamar, dan setelah aku selesai mempersiapkan makanan dan minuman, aku terkejut karna tidak ada di ruang tengah, Aku pikir kakak ku sedang keluar sebentar, tapi ternyata selang beberapa menit. Aku melihat kakak ku dan teman wanita nya, keluar secara bersamaan dengan Teman wanita nya dari kamar kita ini. Maaf kan A-akh sayang !! Sungguh A-aku tidak tau, " Gwen merasa lega, karna sudah memberikan alasan, setidak nya Gwen tidak merasa terpojok lagi seperti tadi.
Denis masih kesal dan bingung entah mau percaya atau pun tidak, yang jelas saat ini Denis merasa di permainkan oleh ke adaan, dan merasa kecewa dengan ke adaan.
Denis membalikan badan nya cepat dan kasar, sehingga tak sengaja lengan nya menyentuk perut Gwen dengan keras, Gwen terjatuh ke atas tempat tidur, dengan tangan terus memegangi perut nya yang sangat sakit.
"Aaaaaaaa ... Sa-sayang Sakit !! " Rintih Gwen, dengan wajah berubah menjadi pucat.
Cairan bening mulai membasahi pakaian Gwen, Denis panik, sehingga Denis dapat melupakan kecurigaan nya pada Gwen. Denis mendekat pada Gwen. Denis bingung harus bagaimana dan Denis tidak pernah di posisi sekarang ini.
Denis menelpon Ambulance, dan setelah itu Denis mencoba menenangkan Gwen, yang terus berteriak kesakitan. Denis sungguh merasa bersalah walau pun Denis tidak sengaja menyikutkan lengan nya pada perut Gwen.
Denis akan mengatur waktu nya, Denis akan mengantar Gwen ke Rumah sakit, dan setelah itu Denis pasti akan menemui Rani.
__ADS_1