Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Emosi.


__ADS_3

BAB 38.


Sementara Alex masih sibuk menyapu sisa tanah yang tidak dapat ia pungut ke dalam Pot bunga itu.


"Sial .. Sial .. Sial !! Untung rasa tanggung jawab Gue tinggi, jadi Bunga itu terlihat Rapih kembali seperti semula. Padahal kalau cuma bunga seperti itu, Gue bisa beli bahkan 1000 bunga sekali pun. Tapi karna rasa bersalah Gue karna sudah menendang Pot bunga yang tidak bersalah ini, Gue rela jadi Tukang kebun Dadakan !! Sial ... " Umpat Alex dalam hati nya. dan langsung bergegas mendekati Ruang sidang setelah Tanggung jawab nya pada Pot bunga itu selesai.


Saat Sidang di mulai, Denis terus mengeluarkan ucapan yang sangat menolak dengan ada nya perceraian, Denis beradu mulut dengan Petra, walau bagaimana pun Denis tetap kalah dalam bicara, karna Denis sudah bersikap tidak adil pada Rani.


Pengadilan pun memutuskan untuk tahap Mediasi.


Rani menghela nafas nya panjang, karna dia harus melewati beberapa tahap lagi, sampai hakim menjatuhkan putusan nya.


Petra segera menghampiri Rani, untuk menguatkan Rani dan memastikan Rani, kalau Rani pasti memenangkan sidang perceraian nya, namun Rani harus sabar karna harus melewati Langkah-langkah yang di tetap kan oleh hakim.


Karna memang Denis lah yang sengaja mempersulit Proses nya, Rani tetap harus melewati tahap Mediasi, dan setelah itu Hakim dapat memu2uskan keputusan nya, dan Petra berjanji itu akan berjalan sesuai dengan yang di harap kan.


Rani mengangguk paham pada perkataan Petra, Rani berdiri dan Petra sedang membereskan berkas yang ada di hadapan nya.


Tanpa aba-aba Denis menarik lengan Rani, dan membawa nya keluar dari Ruang sidang itu.


"Hey ... " Ucap Petra tegas.


"Kau hanya pengacara istri ku, dan aku suami nya !! Paham !! " Ucap Denis keras pada Petra.


Saat di depan pintu Ruang sidang tersuguh lah seorang lelaki yang sedang berkaca pinggang, mengenakan kacamata, topi, dan juga Masker.


Denis tak menghirau kan nya sama sekali, tapi Rani menatap Wajah laki-laki itu. Meskipun Alex memakai kacamata warna hitam, dan wajah setengah tertutupi, Tapi Rani merasa sangat tudak asing bagi diri nya.


Tarikan Denis sungguh kuat pada Rani, Denis melewati Alex, namun Tatapan Rani terus pada Alex.


Alex ingin sekali menarik kembali lengan Rabi, namun Alex keburu di cegah oleh Petra, Rani yang melihat Petra melakukan hal itu, langsung bertanya pada Hati nya.

__ADS_1


"Siapa dia ?? Apa dia Bodyguard Pak. Petra ?? " Gumam Rani dalam hati nya.


Rani semakin merasakan sakit di pergelangan tangan nya. " Denis !! Cukup !! " Teriak Rani berusaha keras menghempaskan lengan Denis, yang mencengkram keras pergelangan lengan Rani.


"Aku tidak akan melepaskan mu Ran, kamu istri ku. Dan kamu harus mencabut perceraian itu !! Ingat sampai kapan pun kita tidak akan pernah mencerai !! " Peringatan Denis keras pada Rani, hingga Orang sekitar pun memperhatikan Rani dan juga Denis.


"Jangan Gila kamu !! Kamu sendiri yang memilih Jalang itu, dan kamu sendiri yang mencampakkan aku, Ingat Denis aku ini manusia, bukan patung atau boneka yang seenak nya kamu mainkan !! dan Ingat aku tidak akan pernah mencabut Gugatan Cerai itu, Aku bisa bahagia tanpa kamu !! " Teriak Rani berhasil menghempaskan lengan Denis.


Ranu berlari kecil dan Denis pun berhasil mengejar nya, Denis meraih lengan Rani kembali. " Lepas kan BERENGSEK !! Urusi saja sana Jalang mu itu, Jangan urusi hidup mu Lagi !! mau bagaimana pun aku akan tetap meneruskan Perceraian ini. " Teriak Rani pada wajah Denis.


"PLAKKKK !!! " Tamparan keras berhasil mendarat di pipi mulus Rani, cap tangan terlihat jelas di pipi Rani.


Tamparan itu membuat Rani terduduk keras di sebuah kursi di sekitar nya.


Alex semakin mencengkram lengan nya penuh emosi, deru nafas Alex sangat cepat, wajah Alex memerah, dan mata Alex sedikit berkaca-kaca, seolah hati nya merasa tersakiti saat melihat Rani mendapatkan tamparan keras dari lengan seorang Laki-laki.


Denis bukan nya meminta maaf, tapi Denis semakin naik Fitam, Kaki kiri Denis naik ke sebelah tempat Rani duduk, dan tangan Denis mengangkat dagu Rani kasar, " Heh .. cepat kata kan, apa kau bersikap seperti ini. karna ada Laki-laki lain. Hah ?? Jika ia, cepat katakan siapa dia ?? bukan hanya diri mu yang akan aku sakiti, tapi Pria selingkuhan mu juga akan mendapat kan balasan nya !! " Bisik Denis menekan pada Rani.


Rani hanya menatap Denis dengan linangan Air mata, ini lah yang Rani takut kan, Rani takut Denis tau tentang Alex.


Alex dengan langkah cepat ingin menghajaf Denis, Lagi-lagi Petra mencegah nya.


"Lepas Tra, Gue kali ini gak akan bisa Lo cegah !! Lo liat Wanita gue, telah di sakiti. Dan Gue gak mungkin tinggal diam Tra !! " Ucap Alex kesal pada Petra.


"Tenang Lex !! Kita sama-sama kesana. Lo urus Rani dan Gue urus Denis, bawa Rani dari sini dan Denis biar jadi Urusan Gue, biar Gue yang wakilkan rasa sakit hati Lo, karna Denis sudah menampar Rani !! " Ujar Petra dengan tatapan terus pada Rani, yang terlihat seperti sedang menerima ancaman.


Alex mengangguk, namun emosi nya tidak reda sama sekali. telapak lengan Alex terus menggempal keras.


Setiba nya di dekat Denis, Petra menarik Denis kasar ke dalam ruangan yang lain.


Sementara Alex dengan berat hati dan menyesal, tidak berhasil memberikan bogeman handalan nya pada Denis, Karna Alex tidak ingin mempersulit Rani.

__ADS_1


Kini Rani sudah bersama Alex, Rani sudah berada di tangan yang tepat. Alex berjalan menuju kursi di bawah Pohon, yang tidak ada satu orang pun di sana.


Dalam langkah Rani berpikir, " Siapa Dia ?? Kenapa dia ingin menjauhkan ku dari Denis ?? " Rani bertanya pada hati nya.


Alex tak sadar kalau Rani belum menyadari bahwa yang ada di hadapan nya adalah Alex.


Alex menatap sisi bibir Rani, yang mengeluarkan darah, Alex mengangkat tangan nya pelan, dan menyentuk wajah Rani dengan sangat lembut. Alex melepaskan kaca mata dan topi yang ia kenakan, Rani syok karna itu adalah Alex. Rani tak mampu berkata apapun, Rani hanya menatap Mata Alex yang hendak mengeluarkan sebuah tetesan cairan bening.


Rani merasakan belaian lembut dari tangan Alex, seakan mampu mengobati rasa sakit yang masih membekas di pipi nya, Rani terharu melihat sikap Alex.


Tetesan Air mata Rani lebih dulu keluar dari pelupuk mata nya di bandingkan Alex, saat Alex menyadari Rani menangis, tatapan Alex beralih dari luka yang membekas di pipi Rani menuju pada mata Rani.


Mereka pun sejenak mengunci pandangan mereka, satu sama lain, namun tangan Alex masih memegang luka di wajah Rani.


"Apa kah ini sangat sakit ?? hingga kau menangis seperti ini !! " Bisik Alex pelan pada Rani, sesekali Alex menghapus air mata Rani.


Alex menatap Rani, seolah-olah Alex sangat hancur melihat kondisi Rabi seperti ini.


"Tidak, ini tidak sakit !! Air mata ini, Air mata Bahagia !! Bahagia karna, akhir nya aku bisa merasakan dan melihat arti dari sebuah ketulusan. " Jawab Rani sambil mengagkat tangan nya, dan mengelus lembut wajah Alex dengan jemari nya.


Alex tersenyum, kini Alex sadar Wanita yang ada di hadapan nya adalah Wanita yang kuat,


"Kenapa kau tahan air mata mu ini Lex ?? kenapa kau tidak menjatuh kan nya, seperti ku ?? " Sambung Rani bertanya pada Alex.


Alex menggelengkan kepala nya, " Air mata ini akan jatuh, jika aku tidak bisa memiliki mu Sayang !! " Jawab Alex sangat dalam, dan sampai pada lubuk hati Rani yang paling dalam.


Rani langsung memeluk Alex, Rani sampai tidak mau memikirkan dan bertanya kenapa Alex bisa berada di tempat yang sama dengan nya. Rani hanya memeluk Alex dan menangis di pelukan Alex, Alex hanya mengelus dan mengecup pangkal rambut Rani.


"Menangis lah Sayang !! jika itu bisa membuat mu, menjadi lebih baik !! " Ucap Alex lembut, tak di pungkiri Hati Alex pun ikut menangis.


Dan Alex tidak lupa dan tidak akan pernah lupa, saat gerakan tangan Denis menampar keras pipi Rani, wanita yang sangat ia cintai sekarang ini dan selama nya, Emosi Alex tetap ada pada Denis, Alex berjanji dan Yakin, suatu saat nanti Alex pasti akan mengembalikan Rasa sakit yang Denis berikan pada Rani.

__ADS_1


__ADS_2