
"Iya Lex, Maaf kan Kakak membiarkan mu sendiri. " Jawab Kak Vera kembali memeluk adik nya.
Alex melihat Petra, jiwa solidaritas Petra memang besar pada Alex, dua sahabat itupun saling berpelukan dan mengucapan banyak-banyak terimakasih.
Alex berjalan masuk ke dalam ruangan Rani, di ikuti beberapa orang di belakang nya.
Rani dan Ibu nya terkejut setelah melihat beberapa orang masuk ke dalam ruangan nya, karna posisi Rani saat itu sedang di suapi makanan oleh Ibu nya.
Ayah Rani memberikan isyarat pada Istri nya, untuk mendekat pada nya. Kini Alex yang menghampiri Rani.
"Sayang ! aku sungguh takut jika kejadian ini terulang kembali, aku anggap ini kesempatan ku yang terakhir untuk memperjuangkan mu, maka dari itu aku tidak akan menyia-nyiakan nya. Maka dari itu di tempat ini, pada hari ini, detik ini aku akan menikahi mu. " Ujar Alex memegang kedua tangan Rani dan menatap nya penuh cinta.
"Me-menikah ? " Jawab Rani lemas karna tidak percaya.
Alex mengangguk paham, Rani langsung menatap kedua Orang tua nya dan di balas anggukan pula oleh Ayah dan Ibu nya.
"Tapi bagaimana dengan Ibu ? " Tanya Rani.
"Ibu urusan nanti, yang penting kita bersatu dulu salam sebuah ikatan. " Jawab Alex tidak mau mebahas Ibu nya.
"Bagaimana ? " Tanya Alex. "Apa kamu sudah siap? "
Rani menundukan kepala nya, lalu tersenyum dan menganggukan kepala nya.
Alex tersenyum, niat nya kali ini benar-benar di dukung tanpa ada yang berkata tidak.
Acara ijab Kabul pun di laksanakan ala kadar nya saja, Alex, Ayah Rani, dan Pak penghulu duduk berhadap-hadapan, sementara Rani dan yang lain hanya melihat nya saja.
Rani menitikkan air mata haru nya, sungguh tak percaya jika sang kekasih akan mengambil keputusan secepat ini karna takut akan kehilangan untuk yang kedua kali nya.
"Siap ? " Ucap Bpk penghulu itu.
"Siap Pak. " Jawab Alex.
Kini tangan Alex dan tangan Ayah Rani saling berjabatan, Alex yang sudah mendapat kan arahan sebelum nya merasa sudah siap begitu pun dengan Ayah Rani.
__ADS_1
Alex begitu tegang, karna ini kali pertama bagi nya.
Ijab kabul pun di mulai, Ayah Rani menikahkan Putri nya dengan Alex , dan Alex menjawab perkataan dari Ayah Rani bahwa diri na menerima Rani sebagai Istri nya.
"Sah ...... !! Sah ... sah ... " Ucap Pak penghulu dan di ikuti yang lain nya.
Doa pun di ucapkan di dalam hati masing-masing, pelukan selamat Alex dapat kan dari orang yang menyaksikan janji suci nya dengan Rani begitu pun dengan Rani.
Alex menghampiri Rani, yang sedang menangis Haru.
Alex menangkup wajah Rani dan mengecup nya. Alex melihat mata Rani teus di penuhi dengan air mata, namun bibir nya tersenyum.
Tatapan mereka saling terkunci satu sama lain, Alex yang tadi nya kuat sama-sama menahan tangis kebahagiaan.
Apa lagi saat kedua nya membayangkan masa-masa pelik yang akan membuat nya berpisah, kini mereka sudah bersatu.
Air mata haru kedua nya di saksikan oleh beberapa orang, "Aku mencintai mu Istri ku. " Ucap Alex di iringi aliran air mata tanpa suara.
Air mata Rani semakin deras. " Iya Suami ku, aku pun sama. "
Kecupan Alex tak henti, Alex memeluk Rani barulah isakan tangis itu terdengar. isakan tangis laki-laki hebat yang tak mampu melihat wanita nya terluka.
Petra, Kak Vera dan juga Pak penghulu pamit, Kak Vera menitipkan pesan untuk Alex jika harus menjaga kesehatan nya selalu.
Alex berterima kasih atas kehadiran Kak Vera yang mewakilkan dari pihak Alex untuk menyaksikan janji suci nya saat menikahi Rani.
"Beritahu Kakak, apa rencana selanjut nya ya. " Ujar Kak Vera, tidak mau Alex merasa jika diri nya sendirian.
Mereka pun semua pamit, kedua orang tua Rani pun pamit untuk memikirkan sebuah pesta untuk anak Rani dan juga Alex.
Sementara Rani dan Alex, tidak memikirkan pesta bagi mereka ini semua sudah cukup membuat nya bahagia.
Kini tinggal lah Rani dan Juga Alex di ruangan itu. Terjadilah percakapan antara Suami dan Istri untuk rencana kedepan nya.
"Sayang, setelah ini kamu mau tinggal dimana ? aku tidak akan memaksa mu, aku ikut saja. " Ujar Alex.
__ADS_1
"Sebaik nya kita tinggal bersama Orang tua ku saja duku, setidak nya aku ada teman jika kamu bekerja nanti nya. " Jawab Rani.
Alex mengangguk paham. " Ya sudah, untuk sekarang itu lebih baik dan lebih aman. "
Kedua nya bersepakat untuk tinggal sementara di rumah kedua Orang tua Rani.
Hati Alex setidak nya kini sudah lega, saat Alex menatap wajah Rani keinginan Alex lebih besar untuk membahagiakan Rani.
"Sekarang tidak ada lagi yang mampu memisahkan kita. " Ujar Alex memegang lembut telapak tangan Rani.
"Iya Mas, aku akan selalu menjadi Istri yang terbaik untuk mu. Terima kasih atas segala nya, atas kebahagiaan dan keberuntungan ini. " Jawab Rani sendu.
Alex mencium perut Rani yang sudah terihat besar apabila Rani sedang dalam tidur.
"Ayah tidak kalah beruntung bisa memiliki kamu dan juga Bunda kamu Sayang, sehat-sehat ya Nak, Ayah tunggu kamu hadir di dunia ini, kita akan melihat keindahan dunia ini bersama. Ayah sama bunda Sayang kamu, Terima kasih telah hadir dan menjadi perekat antara Ayah dan Bunda. "Ujar Alex, membuat Rani bahagia mendengar nya, Rani mengelus Rambut Alex dengan lembut.
Dan tiba-tiba Dokter pun datang untuk mengecek kondisi Rani, setelah pemeriksaan Rani boleh pulang di ke esokan hari nya.
Alex menyetujui perkataan Dokter, asalkan Istri nya benar-benar sehat dan tidak terjadi apa-apa.
Dokter pun keluar dan meminta agar Rani selaku rutin meminum obat yang berupa Vitamin itu.
"Sayang jika kamu ingin aku pulang hari ini, pulang saja yuk ? " Ucap Rani.
"Tidak Sayang, tunggu sampai besok, jangan di pikirkan malam pertama pengantin kita bisa di lakukan disini kan. " Jawab Alex menggoda Rani.
"Iihh ... Mas, maksud aku bukan begitu. " Jawab Rani tersenyum malu.
"Iya ... iya .. kita akan melakukan nya setelah kamu benar-benar sehat, gak kasian apa sama anak kita, dia sudah rindu belum di jenguk sama Ayah nya. " Ujar Alex kembali sambil mengambil obat untuk di minum oleh Rani.
Rani tersenyum malu " Bisa aja kamu Mas. "
Alex memperlakukan Rani dengan sangat lembut, memang sangat beruntung Rani, dan Rani pun merasakan keberuntungan yang begitu besar saat bersama dengan Alex.
Di tempat lain, Ibu nya Alex sedang mengurung diri di dalam kamar, memikirkan kondisi Rani yang sudah ia dorong dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sepintas Ibu nya Alex tidak mau jika sampai di tahan polisi, karna Ibu nya Alex berpikir jika Orang tua Rani akan melaporkan nya.
"Bagaimana ini ? " Ucap Ibu Alex merasa sendiri dalam ketakutan nya.