
Rani kini sudah sampai di Butik nya, semua karyawan menyambut nya dengan sangat hangat rasa rindu tersimpan di hti para karyawan pada Bos sebaik Rani.
Rani mengecek setiap perkembangan Butik nya, dan Rani bangga karna Orang kepercayaan nya mampu memegang kepercayaan yang Rani berikan.
"Bagus, semua baik-baik saja, dan lanjut kerja lagi ya. Saya sudah pesan makanan untuk kalian semua. " Ucap Rani ramah, dan senang dengan kinerja semua karyawan nya.
"Terima kasih Bu. " Ucap semua karyawan nya.
Rani tersenyum lalu menaikin anak tangga menuju kantor nya.
Saat di dalam kantor, Rani merasa rilex walaupun kantor nya sudah lama ia tinggalkan, Tapi semua nya terlihat rapih dan bersih.
Rani duduk, dan mengingat kejadian sebelum sampai di butik nya.
"Kasihan Gwen, bagaimana kabar nya sekarang ? dia memang wanita seperti itu, tapi seharus nya Denis bisa terima. Bukan malah mencampakkan nya. " Ucap Rani kesal.
Suara ketukan pintu terdengar, Rani mengira itu salah satu Orang kepercayaan nya.
"Masuk !! " Ucap Rani di dalam ruangan.
"Krekkkk .... " Suara pintu terbuka.
Laki-laki tampan ternyata
yang datang, dengan buket bunga di tangan Alex masuk dan membuat Rani terkejut.
Rani menutup mulut nya dengan kadua tangan nya, Rani berdiri dan berjalan menuju Alex.
"Sayang ! " Sapa Rani.
"Hy ... Hunny " Jawab Alex memeluk Rani dan mencium wajah Rani sesuka nya.
"Secepat ini Sayang ? Aku kira kamu masih sibuk. " Ucap Rani dalam dekapan hangat ke kasih nya.
Kecupan kembali mendarat di Pucuk rambut Rani. " Bagaimana aku bisa menunda untuk menemui mu, setelah Denis menghadang perjalanan mu. "
Rani menatap wajah Alex, " Terima kasih Sayang. "
"Itu sudah kewajiban ku, sudah sarapan belum ? " Tanya Alex membenarkan anak rambut Rani.
"Udah, kamu sendiri sudah sarapan ? " Tanya Rani balik.
"Lupa aku Sayang, kapan terakhir aku makan mikirin nya kamu terus sih. " Jawab Alex mencubit lembut hidung Rani.
"Aaaaaahhh ... kamu ini, pintar gombal sekarang. Ayo duduk. " Ujar Rani menarik lengan Alex.
Alex melihat sekitaran ruangan Rani. " Sayang apa kamu gak pengen di rubah gitu bangunan nya, ini terlalu kecil untuk kamu. Lagian sudah lah jangan urusin usaha, duduk saja di rumah. Mau apa tinggal bilang, aku gak mau ah kamu kecapean. "
Rani merasa bingung jika harus melepaskan usaha yang sudah ia rintis selama hidup serba sederhana di masa lalu, dan kini butik nya sudah berkembang pesat.
__ADS_1
"Tapi Sayang, keadaan butik ku ini sangat maju pesat loh. Lagian aku gak mau ah harus minta ini itu sama kamu. " Jawab Rani.
"Apa kamu bilang, gak mau ? coba bilang sekali lagi ? aku jewer ya, gak boleh ngomong gitu ah ... aku lakuin semua demi kita demi masa depan kita sama Baby kita. " Jawab Alex duduk dengan santai.
Rani semakin terenyuh hati nya. " Terima kasih Sayang. semoga semua berjalan dengan baik ya Sayang. "
Rani menyenderkan tubuh nya agar sejajar dengan Alex, dan Rani memeluk Alex kembali.
"Papah sudah menanyakan perihal Niat baik kita kedepn nya. " Ucap kecil Rani.
"Oh yah, ... emmm terus apa mereka sudah tahu keadaan kamu sekarang ? " Tanya balik Alex.
Rani menggelengkan kepala nya. " Aku masih takut Sayang. "
"Ya sudah tidak Apa-apa nanti kita yang bicara ya, kamu diam saja biar aku yang menjelas kan. " Sambung Alex.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama di dalam ruangan itu, makan siang bersama sampai tidur siang pun bersama.
Tidak ada yang berani menganggu mereka, meski ada hal penting sekali pun.
Sore pun tiba.
Alex mengantar Rani pulang dan bertemu dengan kedua Orang tua nya sejenak, karna Alex sudah ada janji bersama Petra untuk menjalankan rencana nya.
Rani tidak harus tahu tentang rencana nya, sebagai Tuan Putri Rani hanya akan terima jadi dari kabar baik yang akan Alex sampai kan nanti nya.
"Pakai ini. " Ujar Petra memberikan topi dan juga Masker.
"Harus ? " Tanya Alex datar.
"Harus, berjaga-jaga agar semua berjalan dengan baik. " Jawab Petra.
"Apa Wanita malam itu sudah ada di sini ? " Tanya Alex tidak menyebutkan nama nya.
"Eh .. dia tuh punya nama dan nama nya Gwen, jangan panggil dia wanita malam. Paham ? " Umpat Petra keras pada Alex.
"Iihh ... kenapa lu ? Aneh deh gue . " Dengus Alex.
"Sudah-sudah perhatikan ke arah sana, si Denis baru saja datang. Kita tinggal menunggu Gwen. " Sambung Petra tidak mau membahas ke kesalahan nya saat Alex mengatakan Gwen adalah wanita malam itu.
"Ok ... kemana wanita malam itu ...ehhh ... sorry maksud gue Gwen. " Ujar Alex lupa.
"Awas kalau lu bilang dia wanita malam lagi, gue mundur dan gak akan bantu lu lagi. " Ancam Petra membuat Alex bergidik ngeri.
"Ok ... ok sorry gue lupa. " Jelas Alex meminta maaf.
Pandangan Petra sibuk melihat ke arah pintu dimana pengunjung akan masuk. Tatapan Petra seketika terpaku dan tatapan nya sangat teduh.
"Bro, kenapa ? " Tanya Denis khawatir.
__ADS_1
"Apa dia Gwen ? " Tanya Alex pada Petra yang tak kunjung Petra jawab.
"Ehhhhh ..... bro, gue nanya. " Ucap Alex menepuk tangan Petra.
"Ehh ... iya dia Gwen, tidak seperti wanita malam kan ? " Tanya balik Petra.
"Ya ... bisa di bilang seperti itu. " Jawab Alex datar.
Petra memberikan kode pada Gwen, tentang keberadaan nya, dan Gwen menganggukan kepala nya dari jarak jauh.
Petra tidak memalingkan pandangan nya sedikit pun pada Gwen, Petra tidak mau jika sampai Denis melukai Gwen.
Gwen mendekati Denis yang sedang duduk santai. Malas rasa nya tapi Gwen harus melakukan nya.
"Hay ... " Sapa Gwen duduk di hadapan Denis.
Denis yang tadi nya terlihat santai kini wajah nya berubah jadi kesal.
"Mau apa kamu ? rajin banget kamu ikutin aku. " Ucap keras Denis.
Gwen tambah malas namun dia harus tetap menjalankan misi nya demi menebus kesalahan nya di masa lalu.
"Ko gitu sih kamu ! dulu saja kamu memperjuangkan aku, dan meninggalkan istri kamu. Nah sekarang kamu bersikap seperti itu sama aku. " Ujar Gwen memancing Denis.
"Ssssstttttt ... jangan bahas itu, Aku memang dulu sempat bodoh meninggalkan wanita sebaik Rani demi wanita seperti kamu. Tapi semua itu akan kembali baik-baik saja. Karna apa ? sebentar lagi aku akan mendapatkan Rani kembali. " Jelas Denis memukul kecil meja yang ada di hadapan diri nya.
"Aku tidak yakin dengan usaha mu itu, aku dengar Rani akan segera di nikahi oleh Pria lain. ya pasti nya Rani sudah melupakan kamu. " Gwen semakin membuat Denis marah.
Denis tertawa. " Hahahahaha ... tidak mungkin, Ibu dari Laki-laki yang mencintai Rani itu tidak mingkinerestui pernikahan mereka. Si tua bangka bodoh itu sudah terlanjur termakan omongan dari ku, jangan panggil aku Denis jika aku tidak mendapatkan apa yang aku mau. Paham ? "
"Wow ..... ternyata seorang Denis lebih kejam dari seribu buaya yang aku kenal. Bajingan seperti kamu sebaik nya diam dan menyadari kesalahan mu. " Ujar Gwen membuat Denis naik pitam.
Petra langsung menghampiri Denis, karna Petra tahu Denis sedang emosi besar.
" Diam Kamu ******, sebaik nya kamu yang diam. Dan urus anak haram mu itu. " Ucap Denis membuat Gwen sakit hati saat anak kesayangan nya di sebut oleh bajingan Denis.
Sebuah tamparan mendarat di pipi Denis, Denis merasa malu dan emosi Denis ingin mendapat dan menghajar Gwen balik, Denis tidak perduli jika Gwen adalah seorang wanita.
Gwen menitikkan air mata, saat anak nya di katakan seperti itu, namun saat Denis akan menampar Gwen, Tangan Petra langsung menghadang nya dan memukul Denis.
Gwen kaget karna Gwen pikir diri nya akan jatuh pingsan saat di pukul oleh Denis, ternyata pukulan itu tidak sampai pada wajah Gwen.
Gwen di tarik oleh Petra dan mengambil rekaman itu lalu ia simpan dengan baik-baik di kantong jaket nya.
Alex hanya terdiam, dan menunggu Petra di luar karna itu perintah dari Petra.
Denis di amankan oleh petugas keamanan cafe itu, Petra menarik Gwen dan membawa nya keluar.
Petra menangkup Gwen dengan tangan kiri nya. Alex membawa Gwen kedalam mobil nya. lalu Petra menghampiri Alex dan menyuruh nya untuk pulang. Tidak lupa Petra mengatakan bahwa semua nya akan baik-baik saja pada Alex.
__ADS_1