Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
keraguan.


__ADS_3

BAB 80.


Rani masih tidak mau bicara, namun bahasa tubuh nya sudah bisa menjelaskan jika Rani sedang berada di sebuah kondisi yang tidak beres.


Alex menyenderkan kepal Rani di pundak nya, dan berkali-kali Alex mengecup pucuk rambut Rani, betapa nyaman jika berada bersama Orang yang tepat.


Alex membiarkan sejenak Rani masih dalam diam nya, Alex sabar menunggu sampai Rani mau berbicara. " Sayang !! " Ucap Alex sambil mengangkat dagu Rani.


Alex sangat rindu pada Rani begitu pun Rani sebaliknya, Rani hanya menatap wajah Alex dengan sendu, Rani mengerjai jika Alex kali ini akan menumpahkan kerinduan nya dengan sentuhan Bib*r nya, Rani memejamkan mata nya dan menerima dengan senang hati tumpahan rasa rindu yang akan Alex berikan pada nya.


Beberapa menit Rani dan Alex menikmati saat kedua nya menumpahkan rasa rindu nya bersama-sama, dan setelah itu Rani menyudahi permainan nya saat ingat akan sosok Devan.


Alex heran, karna Rani seperti tiba-tiba syok.


"Kenapa sayang ?? " Ucap Alex mencium leher dan daun telinga Rani.


Rani menghindar, " Stop .... !! " Teriak kecil Rani.


Alex mengerutkan kedua alis nya dan menatap Rani dengan penuh tanda tanya.


"Sebaik nya kamu pulang Lex, aku butuh waktu sendiri !! " Ucap Rani membuang tatapan nya pada Alex.


Alex masih tidak percaya akan ucapan yang terlontar dari mulut Rani, Alex masih menganggap Rani sedang bercanda.


"Ayolah Sayang, aku paham mungkin kamu kecewa karna aku jarang hubungin kamu, aku sedang ingin memberi pelajaran pada ....... " Jelas Alex menganggap Rani kecewa terhadap nya.


"Lex, maafkan aku !! aku tidak mau kamu tahu apa yang sudah terjadi pada ku. " Batin Rani menangis kecewa.

__ADS_1


"Maaf Lex, bukan itu !! tapi ... memang seharus nya kita tidak bersama, dan untuk itu aku mohon Lex jangan pernah temui aku lagi !! dan .... terima kasih atas segala nya. " Ucap Rani menahan rasa sakit hati nya.


Alex membalikan badan Rani agar mau menatap nya. " Kenapa kamu ?? ini aku !! kenapa kamu berubah seperti ini ?? " Tanya Alex tegas dan masih tidak percaya.


Rani tidak ingin menceritakan aib nya pada Alex, aib itu ada karna kebodohan nya.


"Sudah lah Lex !! jangan paksa aku untuk terus bersama kamu, biarkan aku sendiri !! " Teriak Rani tidak mau terlalu lama berdebat dengan Alex.


Rani berdiri lalu di tarik oleh Alex. " Ran, sungguh aku tidak mengerti apa sebenar nya yang terjadi !! kita tidak ada masalah sebelum nya. "


Rani tidak mau tau, Rani sempat emosi pada diri nya sendiri dan terus menyuruh Alex untuk pergi dari hadapan nya.


"Baik lah jika ini mau kamu, asal kamu tau Ran sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan kamu, sampai kamu mau menjelaskan apa sebenar nya yang terjadi. " jelas Alex memeluk Rani.


Alex tidak menyerah begitu saja, Alex pergi dari Apartemen Rani, dan mulai menyelidiki apa sebenar nya yang terjadi.


Setelah beberapa menit Rani menangis, Rani merasa mual dan pusing. " Mungkin itu akibat Rani kecapean dan efek dari masuk angin. " Pikir Rani.


Rasa mual dan pusing Rani semakin menjadi, Rani berlari menuju kamar mandi, dan memuntahkan isi perut nya, Rani merasa tidak enak sekujur tubuh nya.


"Kenapa aku ini ?? " Tanya Rani pada diri nya sendiri.


Rani merasa lemas lalu keluar dari kamar mandi, Rani sejenak beristirahat terlebih dahulu, ketika merasa baik Rani akan memeriksakan nya ke Dokter seorang diri.


Alex yang masih tertengun di dalam mobil nya terus saja mengusap kasar muka nya, Alex memanggil anak buah yang ia perintahkan untuk menjaga Rani untuk mengahadap ke Apartemen nya.


Di sana semua info kegiatan yang Rani lakukan selama ada di Negara kota itu Alex ketahui, tidak banyak yang Rani lakukan, Rani hanya menghabiskan waktu nya di Perusahaan Ayah nya saja.

__ADS_1


Sayang hari itu Alex ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan, Alex harus segera menyelesaikan nya terlebih dahulu, karna beberpa hari ini Alex terlalu sibuk dengan mengurus si Denis itu.


"Sayang .... andai kamu tahu, aku melakukan nya demi kamu ... demi kita !!! " Ucap lelah Alex dalam hati nya.


Hari pun berlalu, di Pagi hari nya Rani memaksakan diri untuk lebih dulu pergi ke Dokter untuk meminta obat dan memeriksakan diri nya.


Alex terus memantau Rani lewat anak buah nya itu.


Rani sampai di sebuah Rumah sakit di antar oleh supir Perusahaan Ayah nya, Rani masuk dan beruntunglah Rani datang lebih awal dan masuk kedalam ruang pemeriksaan pun Rani bisa lebih awal, jadi Rani tidak usah menunggu.


Pemeriksaan demi pemeriksaan pun di lakukan, Rani mengeluhkan apa saja yang ia rasakan, Dokter mengangguk paham, setelah di periksa Rani di persilahkan duduk kembali.


Sementara itu Dokter masih menuliskan resep obat yang harus di tebus oleh Rani. Dokter itu menyodorkan selembar kertas berisi tulisan resep obat. " Baik lah Nyonya Rani, semua rasa sakit yang anda alami itu akibat Hormon dari kehamilan anda, Selamat Nyonya Rani anda hamil. "


Rani terdiam merasa tidak percaya dan masih menanggapi nya dengan biasa saja.


"Hamil Dok ?? Maaf apa Dokter tidak salah periksa ?? Saya tidak mungkin hamil Dok. " Jawab Rani merasa Dokter itu salah saat memeriksa nya.


Dokter itu terheran-heran, lalu tersenyum. " Kenapa Nyonya sampai tidak percaya seperti itu ?? Nyonya ini kan wanita, berarti kemungkinan untuk hamil itu mungkin saja. " Ucap Dokter sambil tersenyum.


"Iya Dok !! saya paham itu, tapi saya sudah periksa dan saya di Vonis tidak akan bisa mendapatkan keturunan, jadi ..... setelah saya mendengar ucapan Dokter saya tidak percaya. " Jawab Rani menjelaskan alasan kenapa dia tidak percaya.


Dokter itu terheran-heran, " Mandul ?? Mana mungkin anda di Vonis mandul Nyonya, Rahim anda Baik-baik saja, dan lihat lah Nyonya !! ini hasil Lab nya, kalau anda tidak percaya anda bisa Test nya di rumah dengan membeli Test peck. "


Rani menggelengkan kepala nya masih tidak percaya, Rani pamit dan mengambil kertas berisi tulisan resep obat yang di berikan oleh Dokter.


Rani berjalan melewati lorong Rumah Sakit itu, Rani masih heran dan merasa Dokter itu salah, tapi Rani penasaran Rani menebus obat sekalian membeli Test peck sesuai yang di saran kan oleh Dokter.

__ADS_1


Di tempat lain Alex mendapatkan kabar dari anak buah nya jika Rani pergi ke Rumah sakit, saat Alex mananyakan Rani pergi dengan siapa, Alex merasa tenang karna menurut anak buah nya Rani di antar oleh seorang Sopir.


__ADS_2