
Rani tidak ingin membahas masalah yang sedang menimpa keluarga suami nya, Rani asik dengan semangkuk soto hangat pada sore itu.
Candaan dan tingkah manja Rani membuat Alex sibuk sampai-sampai lupa akan masalah yang akan ia hadapi kedepan nya.
Rani tidak ingin membuat suami nya semakin stress di rumah maupun di luar rumah.
Saat semua sudah selesai, Alex malah mengajak kembali ke rumah orang tua Rani, malahan Alex memberikan usul agar melanjutkan perjalanan nya kembali ke Villa itu.
Rani jelas menolak. " Mas aku pengen deh nginep di rumah kamu, lagian aku capek ah ... kalau harus melanjutkan perjalanan ke Villa, nanti saja ya ? " Jawab Rani dengan Tinggah manja nya.
Alex tersenyum, Alex tahu jawaban apa yang di ucapkan Rani, Rani adalah orang yang paling tidak bisa meninggalkan orang di sekitar nya menderita.
"Tapi kenapa harus di rumah Mas sih sayang ? kita ke hotel saja ya ? " Ujar Alex.
Rani menggelengkan kepala nya. " Tidak ah ... kalau ada yang gratis kenapa harus ambil yang bayar sih sayang. "
Alex tersenyum. " Ya ampun berapa sih sewa hotel 2 atau 3 malam, atau bahkan 1 bulan. Kamu lupa aku siapa ? "
"Bukan begitu sayang, kan biar asyik aja gitu, kalau nginep di rumah pribadi kamu yang bak istana itu, jadi kan nanti aku bisa merasakan menjadi seorang Nyonya Alex sesungguh nya. " Timpal Rani terus menolak kemewahan dari Alex, karna Rani tidak ingin nanti nya Alex berpikir bahwa untuk membuat Rani senang hanya bisa dengan kemewahan.
"Tapi sayang ... di rumah kan .....!! " Ujar Alex menjadi sangat lembut.
"Mas Ibu butuh kita, Ibu butuh kamu. Jangan tinggalkan dia dalam kondisi apapun, jika bukan kamu siapa lagi ? " Sambung Rani sangat dewasa.
"Tapi sayang ini masalah sudah di tangani oleh Petra, jadi kamu gak usah terlalu banyak pikiran ya ? " Ucap Alex tidak ingin Rani ikut memikirkan nya.
"Iya sayang ... iya ... tapi, aku tahu Petra itu kuasa hukum hebat, tapi dia hanya menyelesaikan masalah yang ada di luar saja, tapi masalah yang di dalam itu kamu Mas yang harus menyelesaikannya, jangan takut aku kesal, jangan takut aku capek, jangan takut aku ngeluh Mas, apapun yang terjadi aku mau kita selalu bersama. " Jawab Rani mengelus lembut tangan suami nya.
Alex tersenyum dengan Wanita yang baru ia nikahi itu. Di usia pernikahan nya yang baru beberapa minggu sudah mendapatkan ujian demi ujian seberat itu.
"Emm ... sayang, Maaf kan suami mu ini, jika nanti nya Mas akan sulit memberikan mu apa yang kamu mau, ya Mas berharap kenyataan pahit yang di ucapkan Petra tidak akan membuat apa yang kita punya habis begitu saja. " Keluh Alex sebelum kenyataan pahit itu terjadi.
__ADS_1
Rani malah tertawa. " Hahahahaha ... Sayang, harta itu bukan segala nya, jika habis kita mulai lagi dari nol. tenang, kita pasti bisa membahagiakan anak kita nanti nya, apapun yang terjadi. " Ujar Rani.
Mereka pun menutup obrolan kali itu dengan sebuah pelukan kekuatan untuk satu sama lain nya, dan Alex menyetujui permintaan Rani untuk kembali ke rumah pribadi milik Alex, dan menginap di sana.
Sesampai nya di rumah, Alex dan Rani masih mendapati Kak Vera dengan wajah khawatir nya, dengan mondar-mandir gak jelas di depan ruang tv itu.
"Kakak belum pulang ? udah makan belum ? " Tanya Alex duduk santai, Alex terlihat lebih tenang.
"Belum Lex, Kakak tidak mungkin pulang dan percuma Kakak tidak akan bisa tenang, meninggalkan Mommy yang masih mengurung diri di dalam kamar nya. " Jawab Kak Vera.
"Biarkan saja lah dulu Kak, lagian Mommy masih butuh waktu untuk sendiri, biar sedikit tenang nanti nya. " Sambung Alex.
"Apa sebaik nya kamu temui Ibu dulu Mas, dan tanyakan apa yang dia inginkan saat ini, siapa tahu Ibu sedang lapar. " Timpal Rani.
"Kalau lapar paling Ibu panggil Bibi, aku malas sayang, capek ! kita langsung ke kamar saja yuk ? Kasian kamu seharian belum istirahat. " Ujar Alex memasang wajah lelah.
"Benar Ran, biar kan saja dulu Mommy istirahat, sebaik nya kamu dan Alex istirahat saja dulu di sini, agar tidak sepi ya ? " Sambung Kak Vera.
Sebelum Rani naik ke kamar Alex, Rani memeluk dulu Kakak ipar nya, seraya memberikan kekuatan agar sedikit tenang.
"Tenang ya Kak, semua pasti akan baik-baik saja. " Ucap Rani dalam pelukan itu.
"Iya Ran, terima kasih ya. " Jawab Kak Vera lembut.
Rani menganggukan kepala nya dan naik ke atas anak tangga menuju kamar Alex.
Alex masih menunggu Rani dan mengulurkan tangan nya untuk melangkah bersama-sama melewati anak tangga itu.
"Hati-hati Sayang ! pelan-pelan kalau jalan, apalagi saat turun atau naik pas di anak tangga, bahaya ! " Umpat Alex menegur Rani yang berjalan semau nya saja.
Rani malam mempercepat langkah nya, berniat menggoda suami nya.
__ADS_1
"Hey ... hey ... hey, kamu ini kalau di kasih tahu, sini ... " Alex malah menggendong tubub Rani agar tidak melewati anak tangga itu.
Rani tertawa geli melihat tingkah suami nya.
"Dasar bandel .. " Dengus kecil Alex.
Rani malah semakin tertawa kecil, karna melihat ke khawatiran yang begitu serius di wajah Alex.
Alex menggendong Rani sampai ke atas kasur milik Alex, Alex merebahkan tubuh Rani dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur itu.
"Terima kasih suami ku. " Ucap Rani mengecup pipi Alex.
"Iya ... awas jagan begitu lagi, itu bahaya, Paham ? " Ucal Alex mencubit lembut hidung Rani.
"Ok siapp ... " Jawab Rani bangun dari tempat tidur itu.
Rani menegakkan tubuh Alex, Rani melepaskan jaket dan kancing kemeja Alex, Rani membiarkan sejenak suami nya terduduk, setelah itu Rani mengambilkan handuk untuk suami nya.
Begitu telaten nya Rani mengurusi Alex, Rani tahu apa yang akan Alex lakukan.
"Terima kasih istri ku. " Ucap Alex menarik tubuh Rani dan ia letak kan si pangkuan nya.
Alex memeluk pinggang Rani, dan mencium tengkuk leher Rani.
"Ihhh geli sayang. " Ringis Rani.
"Jangan tinggalin Mas ya, dalam kondisi dan situasi apapun, Mas butuh kamu dan selalu butuh kamu. " Ujar Alex.
"Rani membalikan badan nya, dan mengecup kening suami nya. " Tanpa diminta aku akan melakukan nya. "
Betapa bahagia nya Alex mendengar ucapan itu, dan Rani pun tidak akan mengingkari nya.
__ADS_1
Kedua nya sama-sama merasakan kebersamaan yang Benar-benar nyata saat itu.