
BAB 52.
"Sudah lah Denis, ini akan terjadi !! Jangan Buat Anak saya menderita lebih lama Lagi, sudah cukup saya diam dan sabar selama ini, dan membiarkan mu menyakiti Anak saya, itu karna saya ingin membuka mata anak saya, kalau kamu bukan Lah Laki-laki yang tepat untuk Anak saya !! " Ucap Ayah Rani tegas pada Denis.
Ayah Denis tak terima kalau anak nya di pojokan seperti itu, Ayah Denis pun ikut maju, namun Ayah Denis tidak membalas kecaman dari Ayah Rani pada Anak nya, Ayah Denis hanya menarik tubuh Denis untuk duduk kembali ke tempat semula, karna Hakim akan tiba dan memulai sidang itu.
"Apa ayah mengetahui se detail itu, tentang masalah ku bersama Denis ?? Apa selama ini Ayah selalu memantau ku ?? " Gumam Rani memandangi wajah ayah nya.
Hakim meminta semua Orang yang ada di ruangan itu untuk tenang, namun Denis tak juga tenang kelihatan nya, Perkara demi Perkara di bahas di meja sidang itu, Ayah Rani mengepalkan tangan nya erat, tanda tak terima Anak kesayangan nya di remehkan oleh Denis.
Namun karna Ayah Rani paham etika, Ayah Rani lebih memilih untuk sabar dan diam. Dan akhir nya ketukan palu Hakim pun terdengar oleh Orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.
Petra melihat senyuman Rani seketika, namun Petra semakin teremas hati nya saat tau, kalau Rani akan mengetahui kejadian yang menimpa Alex saat ini.
Denis tertunduk lemas, dan langsung mendapatkan rangkulan dari Ayah dan juga Ibu nya.
Petra memberikan jabatan tangan untuk Rani, dan Rani menyambut nya dengan cepat walaupun tidak ada senyuman ter ukir di wajah Rani.
"Lang sabar, kamu harus Ikhlas !! " Bisik Ayah Denis pada Denis.
"Pah, sungguh aku menyesal. Rani tolong jangan pergi Ran !! Tetaplah bersama ku !! " Teriak Denis pada Ayah dan juga Rani.
Ada perasaan tak tega pada Rani saat melihat kepiluan Denis, yang sangat lemas dan terlihat tidak berdaya dalam rangkulan Ayah nya.
Tapi Rani mendapatkan bisikan dari Petra.
__ADS_1
"Biarkan lah Denis menjadi urusan kedua Orang tua nya, ada yang saya ingin beritahukan, dan ini lebih penting dari kepiluan dan penyesalan Denis. " Bisik Petra pada Rani.
Sontak pandangan Rani beralih pada Petra, yang masih sibuk membereskan berkas di atas meja nya.
"Apa ada masalah yang belum terselesaikan ?? " Tanya Rani pada Petra.
Petra tersenyum, "Ikutlah dengan ku. " Jawab Petra tanpa menjawab lebih jelas lagi.
Rani pun menatap kedua Orang tua nya, dan menghampiri nya, Rani ijin untuk pulang bersama Kuasa hukum nya Petra, karna masih ada yang perlu di selesai kan. Dan Rani berjanji akan segera pulang.
Orang tua Rani pun mengijinkan nya, dan menitipkan nya pada Petra, Petra menyambut hangat saat Orang tua Rani, menitipkan Rani pada nya.
Rani terus bertanya-tanya pada hati nya, karna Rani yakin, ada masalah yang serius. Rani mengikuti langkah Petra tanpa memperdulikan Denis yang terus saja memanggil nama nya.
Rani semakin bingung di buat nya, Rani menjadi semakin penasaran, akan sikap yang di lakukan oleh Petra. Rani melihat jalur yang di tempuh oleh Petra, Rani tau itu bukan arah menuju apartemen Alex atau pun Arah ke kantor Petra.
Hampir satu jam Rani mengikuti arah pandang nya ke arah jalan yang di tempuh oleh Petra, Jalanan yang begitu padat merayap, membuat Rani kesal, karna itu membuat nya semain lama untuk mengetahui apa yang sebenar nya yang akan Perta tunjukan pada nya.
Petra menghela nafas panjang saat kendaraan nya berhasil terparkir di Area Parkir Rumah sakit.
"Rumah sakit ?? " Ucap Rani heran, dan menatap dalam pada Petra.
Petra menganggukan kepala nya, Rani belum sempat bertanya pada Petra, namun Petra langsung keluar dari dalam mobil. Rani pun ikut turun dan mengikuti Petra.
Entah kenapa langkah Petra sangat cepat, dan tidak memperdulikan Rani yang mengikuti nya dengan langkah yang sedikit berlari.
__ADS_1
Rani sampai Tersengal-sengal nafas nya, dan akhir nya langkah Petra terhenti di sebuah Ruangan yang di dalam nya ada Alex yang sedang memperjuangan nya nyawa nya, demi orang yang sangat ia cintai.
Petra membalikan badan nya pada Rani. " Masuk Lah Nona, sampaikan berita gembira ini pada nya !! Maaf kan aku telah membohongi mu. " Ucap Petra lirih pada Rani.
Rani mengerutkan kedua Alis nya, dan Petra langsung pergi menghampiri keluarga Alex, yang sedang melihat heran pada Rani saat itu. Alex akan menceritakan kedekatan Rani dan Alex.
Tanpa pikir pajang Rani pun membuka Pintu Ruangan itu, dan memaki baju yang harus ia pakai sebelum menjenguk Pasien di dalam nya.
Saat Rani berada di dalam Ruangan itu, Rani langsung mendengar suara Monitor yang sangat jelas, Rani memang sedang memikirkan sesuatu tentang Alex, namub Rani tidak mau memikirkan nya begitu dalam, karna Rani mengira Alex sedang bekerja sesuai dengan yang Perta katakan saat menjemput nya.
Rani melangkahkan kaki nya perlahan, Rani mebuka Tirai yang menutupi siapa sebenar nya Pasien yang sedang di rawat di dalam nya.
Rani semakin mendekat dan Akir nya apa yang di takutkan Rani benar saja terjadi, Alex lah yang sedang ada di Ruangan itu. Rani membungkam mulut nya dan tubuh nya menjadi sangat Lemas.
Rani menangis tak percaya dengan apa yang dia Lihat, "Ti-tidak mungkin !! " Ucap Rani sakit saat melihat Alex.
Rani duduk di samping Alex, dan menggemgam lengang Alex, " Kenapa ?? Kenapa ini bisa terjadi. " Rani sangat histeris di dalam hati nya.
Rani menundukan kepala nya dan menagis tak henti di atas telapak tangan Alex. Tidak ada Suara terdengar di Ruangan itu selain Suara monitor dan isakan Tangis Rani yang terdengar sangat Pilu.
Sakit dan sesak rasa nya, Saat melihat sosok Laki-laki yang sangat Kuat di mata Rani, kini sedang terkapar tak berdaya, bahkan tak menyambut kedatangan Rani. Hati Rani menjerit menyesal, Rani merasa ini semua adalah salah nya.
Rani terus saja mengangis dan mengelus wajah Alex, yang belum juga membuka mata nya. " Sayang bangun !! Kenapa kau tidur, saat di hari penting ku ini, bukan kah kita Sama-sama menunggu hari ini tiba !! Bangun Sayang bangun, Aku mohon bangun !! " Bisik Rani pada Alex, tanpa berhenti menangis.
Rani sungguh tak bisa melakukan Apa-apa selain menangis, dan berharap Alex segara bangun dan memeluk nya.
__ADS_1